أَفْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَمْ بِهِ جِنَّةٌ ۗ بَلِ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيدِ

Apakah ia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ataukah ada kegilaan padanya?” Bahkan, orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat berada dalam azab dan kesesatan yang jauh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَفْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَمْ بِهِ جِنَّةٌa-ftaraa 'ala llaahi kadziban am bihi jinnatunapakah ia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ataukah ada kegilaan padanya
  2. بَلِ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيدِbali lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhirati fii l-'adzaabi wa-dh-dhalaali l-ba'iidibahkan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat berada dalam azab dan kesesatan yang jauh

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. أَفْتَرَىٰa-ftaraaapakah ia mengada-adakan
  2. عَلَى'alaatas
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. كَذِبًاkadzibankebohongan
  5. أَمْamatau
  6. بِهِbihipadanya
  7. جِنَّةٌjinnatungila
  8. بَلِbalibahkan
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. لَاlaatidak
  11. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  12. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  13. فِيfiidalam
  14. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  15. وَالضَّلَالِwa-dh-dhalaalidan kesesatan
  16. الْبَعِيدِl-ba'iidiyang jauh

Inti bacaan

Dua tuduhan klasik yang saling bertentangan (pembohong atau gila) dilontarkan tanpa bukti substansial, sementara yang sebenarnya 'dalam kesesatan yang jauh' adalah mereka yang tidak percaya akhirat; pengingat untuk mewaspadai serangan karakter yang menggantikan argumen substantif.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menutup kutipan ejekan yang dibuka di 34:7.

Tafsiran

Ayat ini membalikkan tuduhan ejekan tersebut, bukan pembawa berita yang bermasalah, melainkan justru orang yang menolak akhirat sendiri yang berada dalam kesesatan jauh.

Renungan dan Hikmah

  • Dua tuduhan dilontarkan sekaligus, dan keduanya tak bisa benar bersama. Pembohong berarti sadar. Gila berarti tidak.
  • Tak ada bukti disebut di antara dua tuduhan itu. Allah merekamnya tanpa dasar apa pun. Yang penting bagi mereka mengenai orangnya.
  • Allah membalik arahnya di kalimat kedua. Yang sesat justru yang menuduh. Tuduhan itu berbalik ke pengucapnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar f-r-y, a-l-h, k-dz-b, j-n-n, a-m-n, a-kh-r, '-dz-b, d-l-l, b-'-d): iftaraa diterjemahkan 'mengada-adakan' (akar f-r-y); jinnah diterjemahkan 'kegilaan (kerasukan)' (akar j-n-n, tuduhan sama ke nabi, cf. 23:70); dalaal ba'iid diterjemahkan 'kesesatan yang jauh' (akar d-l-l + akar b-'-d). gloss '(Tidak)' dibuang.