أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ
Tidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi, atau menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit ke atas mereka. Sesungguhnya pada itu benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِa-fa-lam yaraw ilaa maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum mina s-samaa'i wa-l-ardhitidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka
- إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِin nasya' nakhsif bihimu l-ardha aw nusqith 'alayhim kisafan mina s-samaa'ijika Kami menghendaki, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi, atau menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit ke atas mereka
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍinna fii dzaalika la-aayatan li-kulli 'abdin muniibinsesungguhnya pada itu benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali
Terjemahan per kata (29 kata)
- أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
- يَرَوْاyarawmereka melihat
- إِلَىٰilaakepada
- مَاmaaapa yang
- بَيْنَbaynadi antara
- أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
- وَمَاwa-maadan apa yang
- خَلْفَهُمْkhalfahumdi belakang mereka
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- إِنْinjika
- نَشَأْnasya'Kami kehendaki
- نَخْسِفْnakhsifKami membenamkan
- بِهِمُbihimubagi mereka
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- أَوْawatau
- نُسْقِطْnusqithKami jatuhkan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- كِسَفًاkisafangumpalan
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiipada
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَآيَةًla-aayatanbenar-benar tanda
- لِكُلِّli-kullibagi setiap
- عَبْدٍ'abdinhamba
- مُنِيبٍmuniibinyang kembali
Inti bacaan
Frasa (كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ, kisafan mina s-samaa'i) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:187 dan 34:9, dan bentuk (كِسَفًا, kisafan) muncul empat kali, yaitu di 17:92, 26:187, 30:48, dan 34:9.
Penjelasan pilihan kata
Pembuka (أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ, a-fa-lam yaraw ilaa) yang berarti "tidakkah mereka memperhatikan" tersusun dari huruf tanya a, kata sambung fa yang berarti "maka", penyangkal lam, kata kerja (يَرَوْا, yaraw) yang berarti "mereka melihat" dari akar ر-أ-ي, dan (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada". Rangkaian dengan fa ini hanya ada di 34:9, sedangkan rangkaian dengan wa, (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw), muncul 13 kali di 12 surah, yaitu 13:41, 16:48, 17:99, 26:7, 27:86, 29:19, 29:67, 30:37, 32:27, 36:71, 41:15, 46:33, dan 67:19. Kata yaraw yang disusul ilaa muncul lima kali, yaitu 16:48, 16:79, 26:7, 34:9, dan 67:19, dan di kelimanya ilaa mengarahkan pandangan ke benda yang disebut sesudahnya: bayang-bayang di 16:48, burung di 16:79 dan 67:19, bumi di 26:7, dan langit serta bumi di 34:9. Terjemahan memakai "memperhatikan" untuk pandangan yang terarah itu.
Susunan (مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum) yang berarti "apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka" muncul enam kali di enam surah, yaitu 2:255, 20:110, 21:28, 22:76, 34:9, dan 41:25. Di empat ayat pertama kata kerjanya (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "Dia mengetahui", sehingga yang di hadapan dan di belakang itu berada dalam pengetahuan Allah. Di 41:25 kata kerjanya (فَزَيَّنُوا, fa-zayyanuu) yang berarti "lalu mereka menjadikan indah", dengan teman-teman sebagai pelaku. Di 34:9 kata kerjanya (يَرَوْا, yaraw), dan pelakunya manusia yang diminta memandang. Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" pada (مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, mina s-samaa'i wa-l-ardhi) yang berarti "dari langit dan bumi" menyebut isi dari "apa yang" itu, dan terjemahan memakai "langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka" karena isi ayat ini hanya langit dan bumi. Frasa "dari langit dan bumi" itu muncul lima kali, yaitu 7:96, 10:31, 27:64, 34:9, dan 35:3, dan di empat ayat selain 34:9 frasa itu menyebut asal berkah atau rezeki, misalnya (يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, yarzuqukum mina s-samaa'i wa-l-ardhi) yang berarti "memberi kalian rezeki dari langit dan bumi" di 35:3.
Kata (نَشَأْ, nasya') yang berarti "Kami menghendaki" berakar ش-ي-أ, dan susunan (إِنْ نَشَأْ, in nasya') yang berarti "jika Kami menghendaki" muncul tiga kali, yaitu 26:4, 34:9, dan 36:43. Tiap kali disusul perbuatan yang konkret: (نُنَزِّلْ, nunazzil) "Kami turunkan" di 26:4, (نَخْسِفْ, nakhsif) "Kami benamkan" di 34:9, dan (نُغْرِقْهُمْ, nughriqhum) "Kami tenggelamkan mereka" di 36:43.
Kata (نَخْسِفْ, nakhsif) berakar خ-س-ف. Di ayat lain kata kerja ini bersama bumi muncul di 16:45, 28:81, 29:40, dan 67:16, dengan 17:68 memakai daratan sebagai pengganti bumi. Di 16:45, 17:68, dan 67:16 bentuknya pertanyaan tentang merasa aman, misalnya (أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ, a-fa-amina lladziina makaruu s-sayyi'aati an yakhsifa llaahu bihimu l-ardha) yang berarti "maka apakah orang-orang yang membuat makar jahat merasa aman bahwa Allah membenamkan mereka ke dalam bumi" di 16:45. Di 28:81 dan 29:40 bentuknya kata kerja lampau untuk peristiwa yang sudah terjadi, misalnya (خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ, khasafnaa bihi l-ardha) yang berarti "Kami benamkan dia ke dalam bumi" di 29:40. Di 34:9 bentuknya pengandaian yang bergantung pada kehendak. Terjemahan memakai "membenamkan" di 16:45, 17:68, 28:81, 28:82, 29:40, dan 67:16, sedangkan khasafa di 75:8 menyebut bulan dan terjemahan memakai "gelap".
Kata (نُسْقِطْ, nusqith) yang berarti "Kami jatuhkan" berakar س-ق-ط, dan kata (كِسَفًا, kisafan) yang berarti "kepingan-kepingan" muncul empat kali dalam bentuk ini, yaitu 17:92, 26:187, 30:48, dan 34:9. Frasa (كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ, kisafan mina s-samaa'i) yang berarti "kepingan-kepingan dari langit" hanya ada di 26:187 dan 34:9. Di 26:187 bunyinya (فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ, fa-asqith 'alaynaa kisafan mina s-samaa'i) yang berarti "maka jatuhkanlah kepada kami kepingan-kepingan dari langit", yaitu permintaan orang yang menantang, dan di 17:92 ada permintaan serupa dengan kata kerja yang berakar sama. Di 30:48 kata kisafan menyebut awan yang dijadikan bergumpal-gumpal, jadi kata ini menunjuk potongan yang terlepas dari satu massa.
Susunan (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً, inna fii dzaalika la-aayatan) yang berarti "sesungguhnya pada itu benar-benar terdapat tanda" muncul 20 kali di 9 surah, yaitu 2:248, 3:49, 11:103, 15:77, 16:11, 16:13, 16:65, 16:67, 16:69, 26:8, 26:67, 26:103, 26:121, 26:139, 26:158, 26:174, 26:190, 27:52, 29:44, dan 34:9. Hanya 34:9 yang menyambungnya dengan (لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ, li-kulli 'abdin muniibin) yang berarti "bagi setiap hamba yang kembali", dan frasa penutup itu juga ada di 50:8. Kata (مُنِيبٍ, muniibin) berakar ن-و-ب dan muncul dalam bentuk persis ini di 34:9, 50:8, dan 50:33.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pandangan dari seorang lelaki yang disebut di 34:7 ke apa yang sudah ada di hadapan dan di belakang mereka. Pertanyaannya diawali kata sambung "maka". Kata "mereka" di sini dapat dibaca menunjuk orang-orang yang di 34:7 dan 34:8 disebut kufur dan tidak beriman kepada akhirat, dan ayat ini sendiri tidak menyebut siapa mereka. Jawaban di 34:8 menyebut keadaan para penanya, sedangkan 34:9 mengajak memandang.
Langit dan bumi dipakai ayat ini dua kali dengan peran yang berbeda. Di kalimat pertama keduanya adalah benda yang dipandang. Di kalimat kedua keduanya menjadi asal dua kemungkinan, yaitu bumi yang membenamkan dan langit yang menjatuhkan kepingan. Dua bidang yang sama itu di 7:96, 10:31, 27:64, dan 35:3 menjadi asal berkah dan rezeki. Di 34:9 keduanya disebut sebagai asal bencana yang mungkin terjadi, dan ayat tidak menyatakan bahwa bencana itu akan terjadi. Ayat ini menaruhnya pada kehendak Allah lewat "jika Kami menghendaki".
Kepingan langit yang di 26:187 dan 17:92 diminta oleh orang yang menantang disebut di sini dengan kata yang sama, tetapi pembicaranya berbeda. Di dua ayat itu manusia yang meminta agar benda itu jatuh, sedangkan di 34:9 Allah yang berbicara, dan kepingan itu disebut sebagai kemungkinan yang ada pada kehendak-Nya. Ayat ini tidak menjawab apakah orang yang meminta di tempat lain akan mendapatkan permintaannya.
Ayat ditutup dengan tanda bagi setiap hamba yang kembali, dan kalimat penutup yang sama ada di 50:8. Di 50:6 dan 50:7 pandangan diarahkan ke langit yang dibangun dan dihiasi serta bumi yang dihamparkan dan ditumbuhi. Di 34:9 pandangan diarahkan ke dua bidang yang sama dalam keadaan yang mungkin runtuh atas mereka. Dua ayat itu menuju kalimat penutup yang sama dari dua arah yang berlawanan. Sesudah ayat ini, 34:10 membuka kisah Daud dengan karunia dari Kami, sehingga surah berpindah dari kemungkinan bencana ke contoh karunia.
Renungan dan Hikmah
- Frasa "apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka" dipakai empat ayat untuk pengetahuan Allah, di 2:255, 20:110, 21:28, dan 22:76, dipakai 41:25 untuk benda yang dihiasi oleh teman-teman, dan dipakai 34:9 untuk benda yang diminta dipandang. Satu bidang yang sama, hadapan dan belakang, ternyata punya tiga pemilik perhatian: yang mengetahuinya, yang menghiasinya, dan yang diajak memandangnya. Ketiga pemakaian itu tidak saling menafsirkan dan tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya tentang apa yang tampak di hadapannya sehari-hari, siapa yang selama ini menghiasinya, dan apakah pernah tiba saatnya dirinya memandang benda itu sebagaimana adanya. Apa yang ada di hadapannya yang belum pernah benar-benar ia perhatikan?
- Langit dan bumi disebut di 7:96, 10:31, 27:64, dan 35:3 sebagai asal berkah dan rezeki, di 10:31 jawaban atas pertanyaan siapa yang memberi rezeki dari keduanya ialah Allah, dan di 35:3 pertanyaannya menyebut Allah sebagai pemberi rezeki itu. Di 34:9 dua bidang itu disebut sebagai asal bumi yang membenamkan dan kepingan yang jatuh. Sumber yang sama dapat dibaca sebagai penyedia dan sebagai ancaman. Bagi pembaca, apa yang menopang hidupnya sehari-hari adalah benda yang sama yang disebut ayat ini sebagai kemungkinan bencana. Apakah rasa tenang yang dirasakannya di atas tanah dan di bawah langit berasal dari kepastian, atau dari kebiasaan melihatnya tetap diam?
- Susunan "jika Kami menghendaki" di 26:4, 34:9, dan 36:43 selalu disusul perbuatan konkret yang ditimpakan kepada mereka, dan ketiganya diucapkan oleh Allah dengan "Kami". Di 26:187 dan 17:92 orang yang menantang meminta kepingan langit dijatuhkan, dan di 34:9 kepingan yang sama disebut sebagai kemungkinan yang bergantung pada kehendak Allah, bukan pada permintaan siapa pun. Dua ayat tantangan itu berbeda konteks dengan 34:9 dan tidak dipakai untuk menafsirkannya. Dapat dibaca bahwa penentuan kapan kepingan itu jatuh tidak berada pada orang yang menantangnya. Apa yang pernah ditantangnya agar terjadi, dan apakah dirinya pernah memikirkan siapa yang memegang kehendak atasnya?
- Pertanyaan apakah mereka merasa aman dari dibenamkan ke dalam bumi muncul di 16:45, 17:68, dan 67:16, dan di 67:16 pertanyaan itu ditujukan kepada mereka tentang Dia yang di langit. Di 28:82 orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukan orang yang dibenamkan di 28:81 berkata bahwa seandainya Allah tidak melimpahkan karunia, tentu Dia telah membenamkan mereka juga. Empat ayat itu berbeda konteks dengan 34:9, tetapi tiga yang pertama memakai kata kerja "merasa aman" tentang tanah itu. Di 34:9 tanah itu disebut bersama langit, sebagai bidang yang menjadi kemungkinan. Pembaca dapat memeriksa kapan terakhir memikirkan kemantapan tanah yang diinjaknya. Apakah rasa aman di atasnya pernah dipertanyakannya?
- Kalimat "tanda bagi setiap hamba yang kembali" di 34:9 dan "pelajaran dan pengingat bagi setiap hamba yang kembali" di 50:8 sama-sama datang sesudah ajakan memandang langit dan bumi. Di 50:6 dan 50:7 pandangan diarahkan ke langit yang Kami bangun dan bumi yang Kami hamparkan, sedangkan di 34:9 ke dua bidang yang sama dalam kemungkinan runtuh. Pemandangan yang berlawanan itu berakhir di kalimat yang sama, dan kata "setiap" membuka kalimat itu bagi siapa saja. Dapat dibaca bahwa tanda itu terbuka bagi semua hamba, tetapi terbaca sebagai tanda oleh yang kembali. Pembaca dapat bertanya, kalau pemandangan keindahan dan pemandangan kemungkinan runtuh berakhir pada panggilan yang sama, ke arah mana panggilan itu mengajaknya kembali?
- Kata kerja memandang yang diarahkan dengan "kepada" muncul di 16:48 untuk bayang-bayang yang berbolak-balik, di 16:79 dan 67:19 untuk burung di angkasa, di 26:7 untuk bumi, dan di 34:9 untuk langit dan bumi. Semuanya benda yang biasa terlihat, dan di 16:79 serta 67:19 ayat menyebut bahwa tidak ada yang menahan burung itu selain Allah dan Ar-Rahman. Ayat-ayat itu meminta pandangan diarahkan ke benda-benda tersebut lewat satu kata sambung. Pembaca dapat melihat benda apa saja di sekelilingnya yang dilewati setiap hari tanpa dipandang. Apakah ada benda yang bila ditahan sebentar saja pandangannya, akan terbaca sebagai tanda?