أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

Tidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi, atau menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit ke atas mereka. Sesungguhnya pada itu benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِa-fa-lam yaraw ilaa maa bayna aydiihim wa-maa khalfahum mina s-samaa'i wa-l-ardhitidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka
  2. إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِin nasya' nakhsif bihimu l-ardha aw nusqith 'alayhim kisafan mina s-samaa'ijika Kami menghendaki, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi, atau menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit ke atas mereka
  3. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍinna fii dzaalika la-aayatan li-kulli 'abdin muniibinsesungguhnya pada itu benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali

Terjemahan per kata (29 kata)

  1. أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. إِلَىٰilaakepada
  4. مَاmaaapa yang
  5. بَيْنَbaynadi antara
  6. أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
  7. وَمَاwa-maadan apa yang
  8. خَلْفَهُمْkhalfahumdi belakang mereka
  9. مِنَminadari
  10. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  11. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  12. إِنْinjika
  13. نَشَأْnasya'Kami kehendaki
  14. نَخْسِفْnakhsifKami membenamkan
  15. بِهِمُbihimubagi mereka
  16. الْأَرْضَl-ardhabumi
  17. أَوْawatau
  18. نُسْقِطْnusqithKami jatuhkan
  19. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  20. كِسَفًاkisafangumpalan
  21. مِنَminadari
  22. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  23. إِنَّinnasesungguhnya
  24. فِيfiipada
  25. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  26. لَآيَةًla-aayatanbenar-benar tanda
  27. لِكُلِّli-kullibagi setiap
  28. عَبْدٍ'abdinhamba
  29. مُنِيبٍmuniibinyang kembali

Inti bacaan

Pertanyaan reflektif tentang kerentanan kosmis: langit dan bumi di hadapan dan belakang mereka bisa saja dibenamkan atau dijatuhi kepingan langit, 'tanda bagi setiap hamba yang kembali'. Konkretnya: kesadaran akan kerapuhan skala kosmis mendorong kerendahan hati, namun manfaatnya hanya dirasakan oleh mereka yang benar-benar bersedia 'kembali' merenung, bukan sekadar tahu secara intelektual.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(benda-benda angkasa)' dihapus: 'kisafan' ('kepingan-kepingan') sudah cukup jelas tanpa kualifikasi modern tambahan. Tambahan '(kepada-Nya)' juga dihapus: 'muniibin' (akar nwb, kembali) tidak memiliki sufiks objek dalam teks Arab ayat ini, dibiarkan polos. 'Dzaalika' benar 'itu'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kerentanan mutlak manusia di hadapan kuasa Allah: langit dan bumi yang mengelilingi mereka bisa sewaktu-waktu menjadi alat pembinasaan, sebuah pengingat yang seharusnya menuntun kepada kembali kepada-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut langit dan bumi berada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka dikelilingi sepenuhnya oleh yang sedang dipertanyakan. Yang paling sulit diperhatikan seseorang memang hal yang mengelilinginya dari segala arah sepanjang hidupnya.
  • Yang disebut Allah sebagai kemungkinan pembinasaan justru bumi dan langit itu sendiri. Yang menopang bisa membenamkan; yang menaungi bisa menjatuhkan kepingan. Keamanan yang kita rasakan tiap hari bertumpu pada dua hal yang sanggup berubah arah tanpa perlu diganti.
  • Penutupnya menyebut ini tanda bagi setiap hamba yang kembali. Bukan bagi setiap orang yang melihat. Pemandangan yang sama berdiri di depan semua orang, dan yang menentukan ia terbaca sebagai tanda adalah arah orang yang memandangnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.