وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

Dan sungguh, Kami telah beri Daud karunia dari Kami, “Wahai gunung-gunung, bertasbihlah berulang bersamanya, dan burung-burung.” Dan Kami lunakkan besi untuknya,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًاwa-la-qad aataynaa daawuuda minnaa fadhlandan sungguh, Kami telah beri Daud karunia dari Kami
  2. يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَyaa jibaalu awwibii ma'ahu wa-th-thayrawahai gunung-gunung, bertasbihlah berulang bersamanya, dan burung-burung
  3. وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَwa-alannaa lahu l-hadiidadan Kami lunakkan besi untuknya

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. آتَيْنَاaataynaaKami memberikan
  3. دَاوُودَdaawuudaDawud
  4. مِنَّاminnaadari Kami
  5. فَضْلًاfadhlankarunia
  6. يَاyaawahai
  7. جِبَالُjibaalugunung-gunung
  8. أَوِّبِيawwibiibertasbihlah
  9. مَعَهُma'ahubersamanya
  10. وَالطَّيْرَwa-th-thayradan burung
  11. وَأَلَنَّاwa-alannaadan Kami melunakkan
  12. لَهُlahubaginya
  13. الْحَدِيدَl-hadiidabesi

Inti bacaan

Susunan (يَا جِبَالُ, yaa jibaalu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:10.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (آتَيْنَا, aataynaa) yang berarti "Kami telah beri" dan nama (دَاوُودَ, daawuuda) yang berarti "Daud" membentuk susunan (آتَيْنَا دَاوُودَ, aataynaa daawuuda) yang muncul empat kali, yaitu 4:163, 17:55, 27:15, dan 34:10, dan dengan pembuka (وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ, wa-la-qad aataynaa daawuuda) hanya dua kali, yaitu 27:15 dan 34:10. Benda yang diberikan berbeda di tiap ayat: Zabur di 4:163 dan 17:55, ilmu di 27:15, dan di 34:10 (فَضْلًا, fadhlan) yang berarti "karunia". Kata fadhlan muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 2:198, 2:268, 5:2, 17:12, 33:47, 34:10, 44:57, 48:29, 49:8, dan 59:8. Di 2:198, 17:12, dan 44:57 sumbernya disebut (مِنْ رَبِّكُمْ, min rabbikum) atau (مِنْ رَبِّكَ, min rabbika) yang berarti "dari Tuhan kalian" atau "dari Tuhanmu", dan di 33:47, 48:29, 49:8, serta 59:8 sumbernya (مِنَ اللَّهِ, mina llaahi) yang berarti "dari Allah". Di 34:10 sumbernya (مِنَّا, minnaa) yang berarti "dari Kami", dan susunan (مِنَّا فَضْلًا, minnaa fadhlan) hanya ada di ayat ini.

Seruan (يَا جِبَالُ, yaa jibaalu) yang berarti "wahai gunung-gunung" hanya ada di 34:10. Seruan dengan yaa kepada benda alam ada juga di 11:44, (يَا أَرْضُ, yaa ardhu) yang berarti "wahai bumi" dan (يَا سَمَاءُ, yaa samaa'u) yang berarti "wahai langit", dan di 21:69, (يَا نَارُ, yaa naaru) yang berarti "wahai api". Di 21:69 pengucapnya "Kami", dan di 11:44 kalimatnya didahului (وَقِيلَ, wa-qiila) yang berarti "dan dikatakan". Di 34:10 tidak ada kata kerja "berfirman" sebelum seruan itu, sehingga seruan menyambung langsung dari fadhlan, dan terjemahan memakai koma serta tanda kutip tanpa menambah kata "Kami berfirman", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Kata (أَوِّبِي, awwibii) yang berarti "bertasbihlah berulang" berakar أ-و-ب dan berbentuk perintah untuk satu pihak perempuan, sedangkan kata jibaalu yang disapanya berbentuk jamak. Bentuk persis ini hanya ada di 34:10. Akar أ-و-ب muncul di 17 ayat, yaitu 3:14, 13:29, 13:36, 17:25, 34:10, 38:17, 38:19, 38:25, 38:30, 38:40, 38:44, 38:49, 38:55, 50:32, 78:22, 78:39, dan 88:25. Kata (أَوَّابٌ, awwaabun) muncul enam kali di tiga surah, yaitu 17:25, 38:17, 38:19, 38:30, 38:44, dan 50:32, dan terjemahan di sana memakai "selalu kembali", misalnya (كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ, kullun lahu awwaabun) yang berarti "masing-masing selalu kembali kepadanya" di 38:19. Akar ن-و-ب di 34:9, (مُنِيبٍ, muniibin), terjemahannya "yang kembali" dan merupakan akar yang berbeda dari akar أ-و-ب. Arti dasar awwibii dengan demikian "kembalilah berulang". Kata "tasbih" tidak ada di 34:10, dan terjemahan memakai "bertasbihlah" karena 21:79 dan 38:18 menyebut gunung-gunung bersama Daud dengan (يُسَبِّحْنَ, yusabbihna) yang berarti "mereka bertasbih". Pembacaan "kembalilah berulang dalam tasbih" itu bersandar pada dua ayat tersebut, bukan pada kata di 34:10.

Kata (مَعَهُ, ma'ahu) yang berarti "bersamanya" menunjuk Daud. Gunung-gunung bersama Daud disebut di tiga ayat dengan tiga cara: (وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ, wa-sakhkharnaa ma'a daawuuda l-jibaala) yang berarti "dan Kami tundukkan gunung-gunung bersama Daud" di 21:79, (إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ, innaa sakhkharnaa l-jibaala ma'ahu) yang berarti "sesungguhnya Kami tundukkan gunung-gunung bersamanya" di 38:18, dan seruan langsung di 34:10. Kata (وَالطَّيْرَ, wa-th-thayra) yang berarti "dan burung-burung" muncul tiga kali dalam bentuk ini, yaitu 21:79, 34:10, dan 38:19, dan di ketiganya burung disebut bersama Daud. Di 34:10 kata itu menyusul ma'ahu, dan teksnya tidak menyebutkan apakah burung-burung ikut diseru atau menyertai gunung-gunung.

Kata kerja (وَأَلَنَّا, wa-alannaa) yang berarti "dan Kami lunakkan" berakar ل-ي-ن dan hanya ada di 34:10. Akar ini muncul di lima ayat, yaitu 3:159, 20:44, 34:10, 39:23, dan 59:5. Kata (الْحَدِيدَ, l-hadiida) yang berarti "besi" muncul dalam bentuk persis ini dua kali, yaitu 34:10 dan 57:25, dan kata besi dalam semua bentuknya muncul di enam ayat, yaitu 17:50, 18:96, 22:21, 34:10, 50:22, dan 57:25. Di 57:25 bunyinya (وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ, wa-anzalnaa l-hadiida) yang berarti "dan Kami turunkan besi", dengan Allah sebagai pelaku dan besi sebagai benda yang diberi kekuatan hebat serta manfaat bagi manusia. Di 34:10 pelakunya sama, "Kami", tetapi kata kerjanya melunakkan, dengan (لَهُ, lahu) yang berarti "untuknya" menunjuk Daud.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian surah yang beralih dari kebangkitan dan langit-bumi di 34:3 sampai 34:9 ke dua contoh karunia, Daud di 34:10 dan 34:11 lalu Sulaiman di 34:12 sampai 34:14. Karunia pertama diberi nama langsung, fadhlan, dan sesudah nama itu isinya dirinci: seruan kepada gunung dan burung, lalu besi yang dilunakkan. Untuk Sulaiman di 34:12 kata fadhlan tidak dipakai dan isinya langsung dirinci, sehingga hanya Daud yang pemberiannya diberi nama lebih dulu.

Daud dan gunung-gunung muncul bersama di tiga ayat dengan suara yang berbeda. Di 21:79 dan 38:18 penutur menceritakan, dengan kata kerja "Kami tundukkan" dan "mereka bertasbih". Di 34:10 yang terdengar adalah seruan langsung kepada gunung-gunung. Dengan demikian ayat ini memperlihatkan bagian dari kisah yang sama, tetapi dari dalam, yaitu saat kata-kata itu diucapkan, bukan sesudahnya dalam bentuk laporan. Pelunakan besi hanya disebut di 34:10 di antara ketiganya, bersama seruan itu.

Ayat 34:9 menutup dengan tanda bagi setiap hamba yang kembali, dan 34:10 membukanya dengan perintah kembali kepada gunung-gunung. Dua kata kembali itu berasal dari dua akar yang berbeda, tetapi diterjemahkan sama. Dapat dibaca bahwa 34:10 memberi gambaran pertama tentang kembali yang berulang, dilakukan oleh benda yang tidak berbicara bersama seorang hamba. Ayat ini tidak menyatakan hubungan itu.

Pelunakan besi di akhir ayat berlanjut ke 34:11. Kalimat 34:10 berakhir dengan koma dalam terjemahan, dan 34:11 membuka dengan perintah membuat, sehingga pelunakan besi terbaca sebagai bahan yang disiapkan untuk pekerjaan yang disebut sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Di 34:10 sumber karunia disebut dengan "dari Kami", sedangkan di 2:198, 17:12, dan 44:57 sumbernya Tuhan kalian atau Tuhanmu, dan di 33:47, 48:29, 49:8, serta 59:8 sumbernya Allah. Karunia di ayat ini ditulis bersama pemberinya dan penerimanya, Daud. Ayat itu juga merincinya sesudah menyebut nama, sehingga karunia terbaca sebagai benda yang bisa dihitung satu per satu. Pembaca dapat memeriksa karunia yang diterimanya sendiri, apakah sumbernya disebut setiap kali atau hanya bendanya. Apa dalam hidupnya yang selama ini diberi nama "hasil", dan kata apa yang dipilih ayat ini untuk benda sejenis?
  • Seruan "wahai gunung-gunung" di 34:10 sejajar dengan "wahai bumi" dan "wahai langit" di 11:44, serta "wahai api" di 21:69, tempat Allah berfirman, "Kami berkata", lalu menyuruh api menjadi dingin dan keselamatan bagi Ibrahim. Benda-benda yang tidak berbicara disebut menerima seruan dan menjawabnya dengan perbuatan. Tiga ayat itu berbeda konteks dan tidak saling menafsirkan, tetapi ketiganya memuat seruan kepada sesuatu yang biasa dianggap diam. Pembaca dapat mengingat benda di sekitarnya yang selama ini dianggap bisu, seperti api, tanah, atau batu. Bagaimana kalau benda-benda itu termasuk yang menerima seruan Tuhan?
  • Gunung-gunung bersama Daud disebut di 21:79 dengan "Kami tundukkan", di 38:18 dengan "sesungguhnya Kami tundukkan", dan di 34:10 dengan seruan langsung. Tiga ayat itu dapat dibaca sebagai bagian dari kisah yang sama, tetapi ayat-ayat itu tidak mengatakannya. Letak pembaca berubah antara ketiganya: di dua ayat pertama pembaca berada di luar, mendengar laporan Allah tentang apa yang Dia lakukan, dan di 34:10 pembaca berada di dalam, mendengar kata-kata itu diucapkan. Orang yang pernah mendengar suatu peristiwa dari dua sisi, sebagai laporan dan sebagai kata-kata yang diucapkan, dapat memperhatikan apa yang berubah dalam pemahamannya. Mana yang lebih mengubah, mendengar laporan atau mendengar suaranya?
  • Di 34:10 kata "burung-burung" menyusul "bersamanya", dan teksnya tidak memutuskan apakah burung-burung itu ikut diseru atau hanya menyertai gunung-gunung. Di 38:19 burung-burung disebut sebagai yang dikumpulkan, dan masing-masing selalu kembali kepadanya. Dua ayat itu menyebut burung dalam kedudukan yang tidak sama, dan 34:10 membiarkan pertanyaan itu terbuka. Sebuah kalimat dapat dibaca dua arah tanpa merusak makna ayatnya. Pembaca dapat memeriksa bagaimana dirinya menghadapi kalimat yang membuka dua kemungkinan, apakah buru-buru memilih satu atau membiarkan keduanya terbuka. Apa yang hilang dari ayat ini kalau salah satu arah itu dipilih?
  • Besi disebut di 57:25 sebagai benda yang Allah turunkan dengan kekuatan hebat dan manfaat bagi manusia, dan di 34:10 sebagai benda yang Dia lunakkan untuk Daud. Satu bahan yang sama memuat dua kata kerja dari pelaku yang sama, menurunkan dan melunakkan. Dua ayat itu berbeda konteks, dan 34:10 tidak menyebut cara pelunakan itu terjadi. Sesuatu yang keras bagi pembaca dapat diperlakukan sebagai benda yang tetap, padahal ayat ini memperlihatkan benda keras yang diubah oleh yang memberinya. Apa dalam hidupnya yang dianggap tidak mungkin lunak, dan siapa yang dianggap memegang kekerasannya?
  • Sifat "selalu kembali" dari akar yang sama dengan perintah di 34:10 dipakai untuk Daud di 38:17, yang di sana disebut hamba Kami, dan untuk Sulaiman di 38:30, yang disebut sebaik-baik hamba. Di 34:9 sifat serupa dari akar lain dilekatkan pada hamba yang menerima tanda. Tiga ayat itu menempatkan kembali di dalam diri hamba, dan di 34:10 perintah itu juga ditujukan kepada gunung. Dapat dibaca bahwa kembali yang berulang disebut sebagai ciri hamba, bukan peristiwa satu kali. Pembaca dapat menghitung berapa kali dalam sepekan dirinya kembali kepada sesuatu yang diketahuinya benar. Apakah kembalinya berulang, atau sekali lalu selesai?