أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ ۖ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Buatlah baju-baju besi besar dan ukurlah anyamannya, dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِani 'mal saabighaatin wa-qaddir fii s-sardibuatlah baju-baju besi besar dan ukurlah anyamannya
- وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌwa-'maluu shaalihan innii bi-maa ta'maluuna bashiirundan kerjakanlah amal saleh, sesungguhnya Aku melihat apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (12 kata)
- أَنِaniyaitu
- اعْمَلْ'malberamallah
- سَابِغَاتٍsaabighaatinbaju besi yang lebar
- وَقَدِّرْwa-qaddirdan ukurlah
- فِيfiidalam
- السَّرْدِs-sardianyaman
- وَاعْمَلُواwa-'maluudan beramallah kalian
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- إِنِّيinniisesungguhnya Aku
- بِمَاbi-maapada apa yang
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
Inti bacaan
Rangkaian (وَاعْمَلُوا صَالِحًا, wa-'maluu shaalihan) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:51 dan 34:11.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (اعْمَلْ, 'mal) yang berarti "buatlah" atau "kerjakanlah" berakar ع-م-ل, dan rangkaian (أَنِ اعْمَلْ, ani 'mal) yang berarti "yaitu buatlah" hanya ada di 34:11. Kata perintah ini berbentuk tunggal, tetapi ayat tidak menyebut nama yang diperintah. Ayat sebelumnya menyebut Daud dan besi yang dilunakkan baginya, sehingga perintah ini terbaca sebagai lanjutan dari 34:10, dan terjemahan memakai "buatlah" tanpa menambahkan nama.
Kata (سَابِغَاتٍ, saabighaatin) yang berarti "yang besar dan sempurna" berakar س-ب-غ dan muncul sekali di 34:11. Akar yang sama dipakai di 31:20 oleh kata kerja (وَأَسْبَغَ, wa-asbagha) yang berarti "dan Dia menyempurnakan" dengan nikmat sebagai benda yang disempurnakan, sehingga arti dasar akarnya mengarah ke "penuh dan sempurna". Kata saabighaatin berbentuk jamak untuk benda perempuan dan tidak disertai kata benda, jadi ayat ini tidak menyebut apa yang dibuat. Terjemahan mengisi "baju-baju besi" karena 21:80 menyebut Daud diajari (صَنْعَةَ لَبُوسٍ, shan'ata labuusin) yang berarti "cara membuat pakaian perang" dan 34:10 menyebut besi yang dilunakkan baginya. Bacaan "baju besi" itu bersandar pada dua ayat tersebut, bukan pada kata saabighaat sendiri.
Kata (قَدِّرْ, qaddir) yang berarti "ukurlah" berakar ق-د-ر dan bentuk perintahnya (وَقَدِّرْ, wa-qaddir) hanya ada di 34:11. Akar ini juga dipakai di 34:18 oleh Allah sebagai pelaku, (وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ, wa-qaddarnaa fiihaa s-sayra) yang berarti "dan Kami tetapkan padanya perjalanan", yaitu rangkaian "menetapkan ukuran" dengan kata sambung fii yang sama. Kata (السَّرْدِ, s-sardi) berakar س-ر-د dan ada di 34:11 saja, dan tidak ada ayat lain yang memakai akar ini. Karena itu arti "anyaman" dibaca dari susunan ayat ini sendiri, yaitu pekerjaan yang punya ukuran dan berdampingan dengan saabighaat, bukan dari pemakaian di ayat lain.
Rangkaian (وَاعْمَلُوا صَالِحًا, wa-'maluu shaalihan) yang berarti "dan kerjakanlah amal saleh" muncul dua kali, yaitu di 23:51 dan 34:11. Di 23:51 rangkaian itu ditujukan kepada para rasul dengan kata sapaan (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ, yaa ayyuhaa r-rusulu) sebelumnya, sedangkan di 34:11 tidak ada kata sapaan baru. Bentuknya berubah dari tunggal ('mal) ke jamak (wa-'maluu) di dalam satu ayat, dan terjemahan memakai "kalian" pada penutup ayat karena kata kerja (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna) berbentuk jamak. Akar ع-م-ل muncul tiga kali di 34:11 dalam tiga bentuk, yaitu 'mal, wa-'maluu, dan ta'maluuna, lalu muncul lagi di 34:12 dalam (يَعْمَلُ, ya'malu), di 34:13 dalam (يَعْمَلُونَ, ya'maluuna) dan (اعْمَلُوا, i'maluu).
Penutup (إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ, innii bi-maa ta'maluuna bashiirun) yang berarti "sesungguhnya Aku melihat apa yang kalian kerjakan" hanya ada di 34:11. Susunan yang lebih pendek, (بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ, bi-maa ta'maluuna bashiirun), muncul 12 kali di 9 surah, yaitu 2:110, 2:233, 2:237, 2:265, 3:156, 8:72, 11:112, 34:11, 41:40, 57:4, 60:3, dan 64:2. Di 23:51 kata terakhirnya (عَلِيمٌ, 'aliimun) yang berarti "berilmu", sehingga sapaan "Aku" bersama kata bashiirun yang berarti "melihat" ada di 34:11 saja.
Tafsiran
Ayat ini menaruh pekerjaan tangan dan amal saleh dalam satu rangkaian perintah. Besi yang dilunakkan di 34:10 disusul perintah membuat sesuatu darinya dan mengukur anyamannya, lalu rangkaian itu diteruskan dengan perintah mengerjakan amal saleh memakai akar kata yang sama dengan kata kerja untuk membuat. Dua pekerjaan itu diakhiri satu kalimat tentang apa yang dikerjakan.
Pembicara berganti arah dari "Kami" ke "Aku". Ayat 34:10 dan 34:12 memakai "Kami" untuk karunia dan penundukan, sedangkan 34:11 menutup dengan "Aku melihat". Ayat 23:51 memakai "Aku" yang sama dengan penutup berbeda, yaitu berilmu. Di dua ayat itu amal disebut bersama pengetahuan Allah, tetapi hanya di 34:11 amal disebut bersama penglihatan-Nya.
Perintah berubah dari tunggal ke jamak tanpa sapaan baru, dan 34:13 melanjutkannya dengan (اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا, i'maluu aala daawuuda syukran) yang berarti "bekerjalah, wahai keluarga Daud, untuk bersyukur". Dapat dibaca bahwa perintah yang dimulai pada seorang pekerja dilanjutkan kepada orang-orang di sekitarnya. Ayat ini sendiri tidak menyatakan siapa yang termasuk di dalam jamak itu.
Ayat 34:11 berhenti pada penglihatan dan 34:12 beralih ke Sulaiman, dengan angin yang ditundukkan dan tembaga yang dialirkan. Dua kisah itu diletakkan berdampingan, satu dengan pekerjaan tangan dan satu dengan benda-benda alam yang digerakkan.
Renungan dan Hikmah
- Perintah membuat sesuatu dari besi dan perintah mengerjakan amal saleh memakai akar kata yang sama di 34:11, dan akar itu kembali di 34:12 untuk jin yang bekerja di hadapan Sulaiman serta di 34:13 untuk keluarga Daud. Ayat tidak menaruh pekerjaan tangan di satu sisi dan amal saleh di sisi lain, dan Allah menutup rangkaian itu dengan satu penilaian atas apa yang dikerjakan. Pembaca yang pekerjaannya hanya tampak sebagai nafkah dapat memeriksa sudut pandang itu terhadap kesehariannya. Seandainya pekerjaannya sehari-hari dibaca dengan kata yang sama dengan amal saleh, bagian mana yang akan terasa asing?
- Perintah mengukur anyaman di 34:11 berbicara tentang pekerjaan yang ketelitiannya tersembunyi di dalam hasil, seperti ukuran mata anyaman yang baru tampak ketika dipakai. Di 34:18 Allah sendiri yang menetapkan ukuran perjalanan antara negeri-negeri, dengan kata sambung yang sama, sehingga pekerjaan mengukur muncul sebagai pekerjaan Allah dan sebagai perintah kepada hamba-Nya. Dua ayat itu berbeda konteks, tetapi sama-sama memuat ukuran sebagai bagian dari perbuatan yang tertata. Pembaca dapat memikirkan pekerjaan yang ketepatannya tidak pernah dilihat orang lain. Siapa yang menyaksikan ukuran yang dipegangnya pada saat itu?
- Perintah di 34:11 berbentuk tunggal pada awalnya, lalu berbentuk jamak pada "kerjakanlah amal saleh", dan 34:13 meneruskannya kepada keluarga Daud dengan perintah bekerja untuk bersyukur. Pekerjaan yang dimulai oleh satu orang tidak berhenti pada orang itu. Ayat tidak menyebut siapa saja yang masuk ke dalam kata jamak itu. Seseorang yang menekuni suatu pekerjaan dapat memeriksa siapa yang kelak ikut mengerjakan apa yang dimulainya, dan apa yang ikut berpindah bersama pekerjaan itu. Apakah yang diwariskan sebuah pekerjaan hanya hasilnya, atau juga cara mengerjakannya?
- Di 23:51 perintah beramal saleh ditutup dengan Allah yang berilmu atas apa yang dikerjakan, dan di 34:11 perintah yang sama ditutup dengan Allah yang melihat apa yang dikerjakan. Pengetahuan dan penglihatan dapat dibaca sebagai dua cara mengetahui, yang satu terjadi di dalam, yang lain mengamati pekerjaan yang sedang berlangsung. Dua ayat itu tidak menyebut perbedaannya, dan keduanya memakai "Aku". Pekerjaan yang dikerjakan dalam penglihatan berbeda dengan pekerjaan yang dikerjakan karena ada yang melihat, dan ayat ini memuat yang pertama. Pembaca dapat bertanya pada pekerjaannya sendiri, apakah dikerjakan karena dilihat Allah atau karena dilihat orang. Apa yang akan berubah dari pekerjaannya bila Dia yang melihat menjadi penontonnya yang tunggal?
- Besi yang dilunakkan di 34:10 adalah pemberian, dan 34:11 langsung menyusulinya dengan perintah mengerjakan sesuatu darinya. Allah melunakkan, lalu hamba membuat dan mengukur. Dua kata kerja itu dipisahkan pelakunya. Karunia yang diterima tanpa dikerjakan tetap menjadi bahan mentah. Pembaca dapat menimbang karunia yang selama ini ia simpan dan belum dibuat menjadi sesuatu, entah waktu, kecakapan, atau kedekatan dengan orang tertentu. Apa yang sudah dilunakkan baginya dan masih menunggu untuk dianyam?
- Sesudah besi menjadi lunak di 34:10, 34:11 masih menyebut pekerjaan membuat dan mengukur, jadi karunia itu tidak menghapus keterampilan yang harus diterapkan. Dua kata teknis, saabighaat dan sard, hanya ada di ayat ini, dan keduanya menunjuk pekerjaan yang punya aturan dalam hasilnya. Karunia dan pekerjaan di sini berjalan bersama, dan Allah menyebut keduanya dalam dua ayat yang berdampingan. Orang yang menerima kemudahan dapat memperhatikan bagian mana dari pekerjaannya yang tetap menuntut ketelitian. Kalau kemudahan itu dicabut, apakah keterampilan yang tersisa cukup untuk mengerjakan hal yang sama?