يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ ۚ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
Mereka mengerjakan untuknya apa yang dia kehendaki, berupa mihrab-mihrab dan patung-patung, dan piring-piring seperti kolam, dan periuk-periuk yang tetap. Bekerjalah, wahai keluarga Daud, untuk bersyukur. Dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَya'maluuna lahu maa yasyaa'u min mahaariiba wa-tamaatsiilamereka mengerjakan untuknya apa yang dia kehendaki, berupa mihrab-mihrab dan patung-patung
- وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍwa-jifaanin ka-l-jawaabi wa-quduurin raasiyaatindan piring-piring seperti kolam, dan periuk-periuk yang tetap
- اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُi'maluu aala daawuuda syukran wa-qaliilun min 'ibaadiya sy-syakuurubekerjalah, wahai keluarga Daud, untuk bersyukur; dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur
Terjemahan per kata (19 kata)
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
- لَهُlahubaginya
- مَاmaaapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- مِنْmindari
- مَحَارِيبَmahaariibagedung-gedung tinggi
- وَتَمَاثِيلَwa-tamaatsiiladan patung-patung
- وَجِفَانٍwa-jifaanindan piring-piring
- كَالْجَوَابِka-l-jawaabiseperti kolam
- وَقُدُورٍwa-quduurindan periuk
- رَاسِيَاتٍraasiyaatinyang tetap
- اعْمَلُواi'maluuberamallah kalian
- آلَaalakeluarga
- دَاوُودَdaawuudaDawud
- شُكْرًاsyukransyukur
- وَقَلِيلٌwa-qaliilundan sedikit
- مِنْmindari
- عِبَادِيَ'ibaadiyahamba-hamba-Ku
- الشَّكُورُsy-syakuuruMaha Mensyukuri
Inti bacaan
Bentuk (رَوَاسِيَ, rawaasiya) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:3, 15:19, 16:15, 21:31, 27:61, 31:10, 41:10, 50:7, dan 77:27, dan di 34:13 kata dasar yang sama menjadi sifat periuk pada (رَاسِيَاتٍ, raasiyaatin).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَعْمَلُونَ لَهُ, ya'maluuna lahu) yang berarti "mereka mengerjakan untuknya". Kata kerja ya'maluuna berakar ع-م-ل, akar yang sama dengan (اعْمَلُوا, i'maluu) yang berarti "bekerjalah" di tengah ayat ini, sehingga terjemahan memakai "mengerjakan" dan "bekerjalah" agar kesamaan akarnya terbaca. Susunan ya'maluuna lahu muncul sekali, yaitu di 34:13. Pelaku "mereka" menyambung ke jin yang disebut di 34:12 dalam (يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ, ya'malu bayna yadayhi) yang berarti "bekerja di hadapannya", dan kata -hu pada lahu menunjuk orang yang sama dengan -hi pada yadayhi di ayat itu, yaitu Sulaiman. Pemilik kehendak dalam (مَا يَشَاءُ, maa yasyaa'u) yang berarti "apa yang dia kehendaki" tidak bernama. Terjemahan memakai "dia" dengan huruf kecil, mengikuti -hu pada lahu, dan tidak memakai "Dia" dengan huruf besar karena tidak ada kata di ayat ini yang menyebut Allah sebagai pemilik kehendak itu.
Kata (مَحَارِيبَ, mahaariiba) yang berarti "mihrab-mihrab" berakar ح-ر-ب dan muncul satu kali. Bentuk tunggalnya, (الْمِحْرَابَ, al-mihraaba), muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 3:37, 3:39, 19:11, dan 38:21. Di 3:37 Zakaria menemui Maryam di mihrab, di 3:39 para malaikat memanggil Zakaria yang sedang berdiri bersalat di mihrab, di 19:11 Zakaria keluar dari mihrab menuju kaumnya, dan di 38:21 orang-orang memanjat dinding mihrab. Dari empat ayat itu mihrab terbaca sebagai ruang yang dapat dimasuki, ditinggalkan, dan dipanjat dindingnya. Terjemahan memakai "mihrab-mihrab" seperti di keempat ayat itu dan tidak lagi memakai "gedung-gedung tinggi", karena tidak ada kata Arab di 34:13 yang melahirkan "gedung" atau "tinggi".
Kata (تَمَاثِيلَ, tamaatsiila) yang berarti "patung-patung" berakar م-ث-ل, dan bentuk ini muncul satu kali. Kata yang sama dengan kata sandang, (التَّمَاثِيلُ, at-tamaatsiilu), ada di 21:52, ketika Ibrahim bertanya kepada bapaknya dan kaumnya tentang patung-patung yang mereka tekuni. Di 34:13 tidak ada kata yang menyebut sikap seseorang terhadap patung-patung itu, sehingga terjemahan tidak menambahkan "sembahan" atau "hiasan".
Kata (جِفَانٍ, jifaanin) yang berarti "piring-piring" dan kata (الْجَوَابِ, l-jawaabi) yang berarti "kolam" masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an. Bentuk (كَالْجَوَابِ, ka-l-jawaabi) tersusun dari (كَ, ka) yang berarti "seperti", kata sandang al-, dan jawaab. Karena kedua kata itu tidak ada di ayat lain, korpus tidak dapat menguji maknanya dari pemakaian lain. Padanan "piring-piring" dan "kolam" adalah pilihan terjemahan atas dua kata yang tak dapat diuji itu, dan keduanya dibaca sebagai dua benda yang dibandingkan lewat ka. Terjemahan tidak menambahkan "besarnya" karena ka menyatakan perbandingan tanpa menyebut sisi yang dibandingkan.
Kata (قُدُورٍ, quduurin) yang berarti "periuk-periuk" muncul satu kali. Sifatnya, (رَاسِيَاتٍ, raasiyaatin) yang berarti "yang tetap", berakar ر-س-و dan memakai kata dasar yang sama dengan (رَوَاسِيَ, rawaasiya). Bentuk rawaasiya muncul sembilan kali, yaitu di 13:3, 15:19, 16:15, 21:31, 27:61, 31:10, 41:10, 50:7, dan 77:27, dan di kesembilannya dipakai untuk gunung-gunung, misalnya "gunung-gunung yang kukuh" di 31:10. Di 34:13 sifat itu melekat pada periuk, dan terjemahan memakai "yang tetap" tanpa kata gunung, karena tempat periuk itu tetap tidak dicatat.
Perintah (اعْمَلُوا, i'maluu) memakai bentuk jamak, dan penerimanya disebut (آلَ دَاوُودَ, aala daawuuda) yang berarti "keluarga Daud". Susunan aala daawuuda muncul satu kali. Kata (شُكْرًا, syukran) yang berarti "untuk bersyukur" berakar ش-ك-ر, tidak didahului kata depan, dan bentuk persis ini muncul satu kali. Kata itu dapat dibaca sebagai tujuan pekerjaan, yaitu bekerja untuk bersyukur, dan dapat pula dibaca sebagai keadaan pekerjanya, yaitu bekerja sambil bersyukur. Terjemahan memilih "untuk bersyukur". Arah syukur itu baru tertulis di 34:15, yang memakai kata kerja yang sama dengan kata depan, yaitu (وَاشْكُرُوا لَهُ, wa-sykuruu lahu) yang berarti "dan bersyukurlah kepada-Nya".
Kata (الشَّكُورُ, sy-syakuuru) yang berarti "yang bersyukur" berakar sama dengan syukran, dan bentuk dengan kata sandang ini muncul satu kali. Tanpa kata sandang kata ini muncul sembilan kali, yaitu di 14:5, 17:3, 31:31, 34:19, 35:30, 35:34, 42:23, 42:33, dan 64:17. Di 35:30, 35:34, 42:23, dan 64:17 kata itu menjadi sifat Allah, dan terjemahan memakai "pengganjar". Di 14:5, 17:3, 31:31, 34:19, dan 42:33 kata itu menjadi sifat manusia, dan terjemahan memakai "bersyukur". Di 34:13 sifat itu dikenakan pada (عِبَادِيَ, 'ibaadiya) yang berarti "hamba-hamba-Ku", bentuk yang muncul lima kali, yaitu di 14:31, 21:105, 29:56, 34:13, dan 39:53, sehingga terjemahan memakai "bersyukur".
Kata (قَلِيلٌ, qaliilun) dengan kata depan min dalam (وَقَلِيلٌ مِنْ, wa-qaliilun min) yang berarti "dan sedikit dari" diterjemahkan "sedikit dari" di 4:66 dan 56:14. Kata "sedikit sekali" dipakai untuk (قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ, qaliilan maa tasykuruuna) yang berarti "sedikit sekali kalian bersyukur", dan susunan itu muncul empat kali, yaitu di 7:10, 23:78, 32:9, dan 67:23. Karena itu terjemahan 34:13 memakai "sedikit" tanpa "sekali". Di keempat ayat itu pembicara menyapa kalian langsung, sedangkan di 34:13 yang dibicarakan adalah sebagian dari hamba-hamba-Ku.
Tafsiran
Ayat ini mencatat hasil kerja jin untuk Sulaiman, lalu memerintahkan keluarga Daud bekerja untuk bersyukur, lalu menyatakan bahwa sedikit dari hamba-hamba yang bersyukur. Paruh pertama menjawab 34:12, yang menyebut sebagian jin bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya, dengan daftar mihrab-mihrab, patung-patung, piring-piring, dan periuk-periuk. Daftar itu berhenti pada nama benda tanpa satu kata pun yang menilai benda-benda itu. Penilaian jatuh pada pekerjanya, di paruh kedua dan ketiga.
Dua kelompok pekerja berdiri berdampingan di dalam satu ayat. Jin mengerjakan apa yang dikehendaki, sedangkan keluarga Daud diperintahkan bekerja untuk bersyukur. Kata kerjanya sama, tetapi kelompok pertama disebut lewat kehendak orang lain dan kelompok kedua lewat tujuan yang diperintahkan. Hubungan ini terbaca dari susunan ayat, dan pertanyaan apakah syukur mengubah isi pekerjaan keluarga Daud dibiarkan tanpa jawaban. Perintah itu juga melanjutkan 34:11, yang memuat perintah bekerja bagi pihak yang tidak disebut namanya, sehingga 34:13 menyebut penerimanya dengan jelas.
Pembicara berganti di tengah ayat. Paruh pertama berbicara tentang mereka dan dia, sedangkan paruh terakhir memakai kata Aku pada hamba-hamba-Ku, seperti 34:11 yang memuat Aku pada kalimat penutupnya. Sesudah 34:13, ayat 34:14 kembali ke jin dan kematian, sehingga kalimat tentang hamba yang bersyukur berdiri di tengah kisah jin.
Kalimat itu juga membuka pembahasan syukur di bagian berikutnya surah. Ayat 34:15 memerintahkan Saba' bersyukur, 34:17 menyebut balasan bagi orang yang sangat kufur, dan 34:19 menyebut tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur. Kata yang menutup 34:13, syakuur, dan kata yang menutup 34:17, kafuur, berbentuk sama dan berlawanan makna, sehingga bagian surah ini memuat syukur bagi keluarga Daud dan bagi Saba' dalam dua rangkaian yang berurutan.
Renungan dan Hikmah
- Perintah di ayat ini memakai kata kerja bekerja dan menaruh syukur sebagai tujuannya, sehingga syukur terbaca sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh tangan dan waktu. Pekerjaan keluarga Daud tidak dirinci, dan arah syukurnya tertulis di ayat lain, misalnya di 14:7, ketika Tuhan memaklumkan bahwa bila mereka bersyukur, Dia akan menambah bagi mereka, dan di 39:7, ketika Dia disebut meridai syukur hamba-hamba-Nya. Dua ayat itu berbicara kepada kaum lain dan tidak disamakan dengan 34:13. Orang yang mengukur rasa syukurnya dari seberapa sering ia mengucapkannya dapat menimbang hal lain, yaitu pekerjaan minggu ini yang bila ditanya untuk apa dikerjakan, jawabannya adalah rasa terima kasih. Adakah pekerjaan seperti itu dalam seminggunya?
- Jin dalam ayat ini mengerjakan apa yang dikehendaki orang lain, dan 34:12 menambahkan bahwa sebagian dari mereka bekerja dengan izin Tuhannya. Keluarga Daud, di bagian ayat yang sama, diperintahkan bekerja untuk bersyukur. Dua kelompok itu memakai kata kerja yang sama dengan dua alasan yang berbeda. Pembaca yang pekerjaannya ditentukan atasan, pelanggan, atau tenggat dapat memperhatikan bahwa alasan bernama diberikan kepada kelompok kedua, yaitu syukur, sedangkan kelompok pertama disebut lewat kehendak seseorang. Dari situ muncul pertanyaan tentang hari kerja sendiri, yaitu bagian mana yang dikerjakan karena tuntutan, dan bagian mana yang dikerjakan karena ada sesuatu yang patut disyukuri. Pada pekerjaan yang sama persis, bisakah alasannya berganti tanpa seorang pun melihat perubahannya?
- Daftar benda dalam ayat ini dikerjakan oleh pihak lain, yaitu jin, untuk satu orang. Benda-benda itu tidak dikerjakan sendiri oleh orang yang menghendakinya, dan kalimat sesudah daftar langsung berbicara tentang pekerjaan keluarga Daud. Pembaca dapat melihat sekeliling dirinya, pada kursi yang diduduki, baju yang dipakai, dan jalan yang dilalui, lalu menghitung berapa di antaranya yang dikerjakan tangan orang lain. Daftar itu diletakkan di samping perintah bekerja, sehingga pembaca dapat bertanya, pekerjaan orang mana saja yang menopang satu hari biasa miliknya, dan apakah namanya pernah disebut dalam syukurnya?
- Perintah bekerja untuk bersyukur ditujukan kepada keluarga Daud dengan bentuk jamak, tidak kepada satu orang. Dengan demikian syukur di ayat ini terbaca sebagai pekerjaan banyak orang dalam satu rumah, tanpa pembagian tentang siapa yang memulai atau siapa yang mengingatkan. Orang yang tinggal bersama pasangan, anak, atau orang tua dapat mengamati bagaimana syukur dikerjakan di rumahnya. Bila satu orang saja yang mengucapkannya, sementara yang lain bekerja tanpa pernah disebut dalam ucapan itu, syukur di rumah itu berjalan dengan cara yang berbeda dari perintah di ayat ini. Dalam sebuah rumah, siapa yang menyebut syukur, siapa yang mengerjakannya, dan apakah keduanya orang yang sama?
- Pembaca yang mengenal kalimat sedikit sekali kalian bersyukur di 7:10, 23:78, 32:9, dan 67:23 akan mendapati bahwa 34:13 tidak menyapanya langsung. Di 31:12 ditulis bahwa siapa yang bersyukur sebenarnya bersyukur untuk dirinya sendiri, dan siapa yang kufur, Allah berkecukupan lagi terpuji. Ayat itu berbeda konteks dan tidak dipakai menafsirkan 34:13. Kalimat tentang sedikit orang yang bersyukur dapat dibaca sebagai berita tentang pihak lain, dan golongan sedikit itu tidak diberi nama, sehingga pembaca menimbang sendiri di mana ia berdiri. Bila kalimat itu dibaca sebagai berita tentang dirinya, apa yang berubah dalam caranya menerima pemberian?
- Mihrab, patung, piring, dan periuk berdiri berjajar dalam ayat ini tanpa perbandingan mana yang lebih berharga. Pembaca yang terbiasa menilai hasil kerja dari kegunaannya dapat melihat bahwa kegunaan benda-benda itu tidak ditulis, dan kalimat berikutnya langsung beralih ke sikap pekerjanya. Bagi seseorang yang selesai membangun sesuatu, misalnya rumah, usaha, atau tulisan yang panjang, pertanyaan yang tersisa menjadi pertanyaan tentang dirinya. Bila hasil kerjanya dihapus dari daftar dan sikapnya saja yang dibaca, seperti apa bunyi kalimat tentang dirinya?