فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
Maka, ketika telah Kami tetapkan kematian atasnya, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya kecuali makhluk bergerak dari bumi yang memakan tongkatnya. Ketika dia telah tersungkur, jin menyadari bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib, tentu mereka tidak tinggal dalam azab yang menghinakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُfa-lammaa qadhaynaa 'alayhi l-mawta maa dallahum 'alaa mawtihi illaa daabbatu l-ardhi ta'kulu minsa'atahumaka, ketika telah Kami tetapkan kematian atasnya, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya kecuali makhluk bergerak dari bumi yang memakan tongkatnya
- فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِfa-lammaa kharra tabayyanati l-jinnu an law kaanuu ya'lamuuna l-ghayba maa labitsuu fii l-'adzaabi l-muhiiniketika dia telah tersungkur, jin menyadari bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib, tentu mereka tidak tinggal dalam azab yang menghinakan
Terjemahan per kata (27 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- قَضَيْنَاqadhaynaaKami menetapkan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- الْمَوْتَl-mawtakematian
- مَاmaatidaklah
- دَلَّهُمْdallahummenunjukkan kepada mereka
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَوْتِهِmawtihikematiannya
- إِلَّاillaakecuali
- دَابَّةُdaabbatumakhluk melata
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- تَأْكُلُta'kulumemakan
- مِنْسَأَتَهُminsa'atahutongkatnya
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- خَرَّkharrajatuh
- تَبَيَّنَتِtabayyanatitelah jelas
- الْجِنُّl-jinnujin
- أَنْanbahwa
- لَوْlawsekiranya
- كَانُواkaanuumereka
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
- الْغَيْبَl-ghaybayang gaib
- مَاmaatidaklah
- لَبِثُواlabitsuumereka tinggal
- فِيfiidalam
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- الْمُهِينِl-muhiiniyang menghinakan
Inti bacaan
Rangkaian (الْعَذَابِ الْمُهِينِ, l-'adzaabi l-muhiini) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:14 dan 44:30.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ, fa-lammaa qadhaynaa 'alayhi l-mawta) yang berarti "maka, ketika telah Kami tetapkan kematian atasnya". Kata kerja qadhaynaa berakar ق-ض-ي dan berarti "Kami tetapkan". Susunan kata kerja ini dengan kata depan 'alaa dan al-mawta yang berarti "kematian" hanya ada di dua ayat, yaitu di sini dan di 39:42, (فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ, fa-yumsiku llatii qadhaa 'alayhaa l-mawta) yang berarti "Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya". Di 39:42 Allah yang menetapkan kematian itu, dan di 34:14 Kami yang menetapkannya, sehingga terjemahan memakai "tetapkan" di kedua tempat. Kata ganti -hi pada 'alayhi menunjuk orang yang sama dengan -hu pada lahu di 34:13.
Kata (دَلَّهُمْ, dallahum) yang berarti "menunjukkan kepada mereka" berakar د-ل-ل, dan bentuk ini muncul satu kali. Kata kerja dari akar yang sama dengan kata depan 'alaa dipakai di lima ayat lain, yaitu 20:40, 20:120, 28:12, 34:7, dan 61:10, dan kelimanya berbentuk pertanyaan yang menawarkan sesuatu, misalnya (هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ, hal nadullukum 'alaa rajulin) yang berarti "maukah kami tunjukkan kepada kalian seorang lelaki" di 34:7. Di 34:14 kata kerja itu berada dalam kalimat yang ditiadakan, (مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ, maa dallahum 'alaa mawtihi) yang berarti "tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya", sehingga kematian tetap tidak ditunjukkan kepada mereka.
Rangkaian (إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ, illaa daabbatu l-ardhi) yang berarti "kecuali makhluk bergerak dari bumi" tersusun dari (دَابَّةُ, daabbatu) dan (الْأَرْضِ, l-ardhi) yang berarti "bumi". Kata daabbah berakar د-ب-ب, dan terjemahan memakai "makhluk bergerak" di 16:61, 27:82, dan 31:10, serta "hewan yang bergerak" di 11:6. Di 27:82 bunyinya (دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ, daabbatan mina l-ardhi) yang berarti "makhluk bergerak dari bumi", dan 34:14 menyambungkan dua kata yang sama tanpa kata depan min, sehingga terjemahannya tetap "makhluk bergerak dari bumi". Terjemahan yang menyebut jenis hewan tertentu tidak dipakai, karena tidak ada kata Arab di 34:14 yang melahirkannya. Di 27:82 makhluk dari bumi itu berbicara, dan di 34:14 makhluk itu memakan; kedua ayat memuat peristiwa yang berbeda dan tidak disamakan.
Kata kerja (تَأْكُلُ, ta'kulu) yang berarti "memakan" berakar أ-ك-ل dan memakai bentuk untuk satu pelaku berjenis perempuan, sesuai dengan daabbatu. Sasarannya (مِنْسَأَتَهُ, minsa'atahu) yang berarti "tongkatnya" tersusun dari minsa'ah dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Kata minsa'ah muncul satu kali, sehingga korpus tidak dapat menguji artinya dari ayat lain. Padanan "tongkat" adalah pilihan terjemahan, dan yang dipastikan ayat ini adalah bahwa benda itu milik dia dan dapat dimakan oleh makhluk itu.
Kata kerja (خَرَّ, kharra) berakar خ-ر-ر dan dalam (فَلَمَّا خَرَّ, fa-lammaa kharra) berarti "ketika dia telah tersungkur". Pelaku tunggalnya adalah orang yang kematiannya dibicarakan sejak awal ayat. Kata kerja ini diterjemahkan "tersungkur" di 19:58 dan 32:15, tempat kata kerja itu dirangkai dengan (سُجَّدًا, sujjadan) yang berarti "dalam keadaan tunduk" dalam (خَرُّوا سُجَّدًا, kharruu sujjadan). Di 34:14 tidak ada kata yang berarti tunduk, sehingga "tersungkur" dipakai tanpa tambahan itu. Jangkauan kata ini terlihat di ayat lain: di 7:143 Musa jatuh pingsan, di 16:26 atap runtuh menimpa orang-orang, dan di 22:31 seseorang digambarkan jatuh dari langit.
Kata kerja (تَبَيَّنَتِ, tabayyanati) berakar ب-ي-ن dan muncul satu kali dalam bentuk ini. Kata kerja dari akar yang sama dengan awalan ta- diterjemahkan "jelas bagi" di 2:109, 4:115, 9:113, 9:114, 14:45, dan 47:25, dan di ayat-ayat itu penerimanya ditandai kata ganti seperti "bagi mereka" atau "bagi kalian". Di 34:14 jin berdiri sebagai pelaku kata kerja itu dan tidak ada penerima yang ditandai, sehingga terjemahan memakai "menyadari" dan tidak memakai "jelas bagi".
Rangkaian (أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ, an law kaanuu ya'lamuuna l-ghayba) memuat (لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ, law kaanuu ya'lamuuna) yang berarti "sekiranya mereka mengetahui", susunan yang muncul delapan kali, yaitu di 2:102, 2:103, 16:41, 29:41, 29:64, 34:14, 39:26, dan 68:33. Di tujuh ayat lain susunan itu menutup ayat, dan hal yang tidak diketahui ditunjuk oleh kalimat sebelumnya, misalnya rumah laba-laba yang paling lemah di 29:41. Di 34:14 hal itu disebut langsung lewat (الْغَيْبَ, l-ghayba) yang berarti "yang gaib". Bentuk l-ghayba muncul enam kali, yaitu di 6:50, 7:188, 11:31, 19:78, 27:65, dan 34:14. Di 6:50 dan 11:31 seorang pembicara menyatakan tidak mengetahui yang gaib, dan di 27:65 dinyatakan bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahuinya selain Allah.
Kata kerja (لَبِثُوا, labitsuu) berakar ل-ب-ث dan muncul lima kali dalam bentuk ini, yaitu di 18:12, 18:25, 18:26, 30:55, dan 34:14. Terjemahan memakai "tinggal" di 18:25, (وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ, wa-labitsuu fii kahfihim) yang berarti "dan mereka tinggal di dalam gua mereka", dan di 30:55, (مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ, maa labitsuu ghayra saa'atin) yang berarti "mereka tidak tinggal kecuali sesaat". Karena itu (مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ, maa labitsuu fii l-'adzaabi l-muhiini) di 34:14 diterjemahkan "tidak tinggal dalam azab yang menghinakan", bukan "tidak berada dalam", sehingga lamanya berdiam ikut terbaca. Rangkaian (الْعَذَابِ الْمُهِينِ, l-'adzaabi l-muhiini) yang berarti "azab yang menghinakan" muncul dua kali, yaitu di 34:14 dan 44:30, dan terjemahan memakai "azab", bukan "siksa", seperti pada 44:30, (مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ, mina l-'adzaabi l-muhiini).
Tafsiran
Ayat ini menuturkan satu kematian lewat apa yang tidak memberi tahu, lalu lewat apa yang akhirnya memberi tahu. Kata ganti atasnya menyambung ke Sulaiman, yang disebut di 34:12 dan yang di hadapannya jin bekerja menurut 34:13. Kematian itu ditetapkan oleh Kami, tetapi tidak ada yang menunjukkannya kepada jin. Menurut ayat, penunjuknya makhluk bergerak dari bumi yang memakan tongkatnya, dan jin baru menyadari ketika dia tersungkur.
Urutan ayat memisahkan dua peristiwa, yaitu tongkat yang dimakan dan tubuh yang tersungkur. Jin tidak menyadari apa pun pada peristiwa pertama, dan menyadari pada peristiwa kedua. Jarak waktu di antara keduanya tidak dicatat, tetapi kalimat penutup, bahwa mereka tidak akan tinggal dalam azab yang menghinakan seandainya mengetahui yang gaib, memperlihatkan bahwa selama jarak itu mereka masih berada di sana.
Hubungan dengan ayat-ayat sebelumnya perlu dibaca hati-hati. Ayat 34:12 menyebut jin yang bekerja dengan izin Tuhannya, dan 34:13 merinci hasil kerja mereka. Dapat dibaca bahwa pekerjaan itu yang disebut azab yang menghinakan di 34:14, tetapi ayat ini tidak menyatakannya, dan 34:12 memakai kata azab untuk hal lain, yaitu yang menimpa jin yang menyimpang dari perintah.
Dari sisi pengetahuan, kesimpulan di akhir ayat ini diucapkan oleh jin sendiri. Ayat 7:188 memuat kalimat yang bersusun serupa, (وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ, wa-law kuntu a'lamu l-ghayba la-staktsartu mina l-khayri wa-maa massaniya s-suu'u) yang berarti "seandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan bahaya tidak akan menimpaku". Di kedua ayat pengandaian tentang yang gaib diikuti hasil yang menyangkut bahaya, tetapi pembicara dan keadaannya berbeda: 7:188 adalah ucapan yang diperintahkan dengan kata Katakanlah, sedangkan 34:14 adalah kesimpulan jin sesudah kejadian. Ayat 34:15 kemudian beralih ke Saba', sehingga 34:14 menutup rangkaian tentang Sulaiman dengan kematian dan kesimpulan jin.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut dua peristiwa sebelum jin menyadari kematian itu, yaitu tongkat yang dimakan lalu tubuh yang tersungkur. Peristiwa pertama sudah berlangsung sebelum yang kedua terjadi, dan menurut ayat para jin belum menyadari apa pun sampai yang kedua. Pembaca yang mengurus rumah, usaha, atau sebuah organisasi dapat memperhatikan bahwa kerusakan bisa berlangsung pelan-pelan sebelum sesuatu jatuh, misalnya anggaran yang tidak lagi cukup, percakapan yang makin jarang, atau pekerjaan yang makin sering ditunda. Tanda-tanda semacam itu dapat tampak bagi yang menengoknya dan terlewat oleh yang sibuk bekerja. Apa yang sedang dimakan pelan-pelan dalam kehidupannya sendiri, sementara semuanya masih berjalan seperti biasa?
- Menurut 34:12 sebagian jin bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya, dan 34:14 menyebut bahwa tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya. Mereka tetap berada dalam pekerjaan itu tanpa tahu bahwa orang yang di hadapannya mereka bekerja sudah tiada. Pembaca yang pernah meneruskan aturan, jadwal, atau cara kerja warisan seseorang dapat bertanya apakah perintah yang sedang dijalankannya masih diucapkan oleh siapa pun. Jin dalam ayat ini tidak disebut lalai karena mereka belum diberi tahu, dan keadaan semacam itu dapat dibayangkan pada pekerja yang jauh dari tempat keputusan dibuat. Pekerjaan apa dalam hari-harinya yang dikerjakan karena kebiasaan, padahal yang dahulu memerintahkannya sudah lama berhenti?
- Para jin menarik kesimpulan sesudah dia tersungkur, dan kesimpulan itu berbentuk pengandaian: sekiranya mereka mengetahui yang gaib, mereka tidak akan tinggal dalam keadaan itu. Pengandaian seperti ini disusun ketika keadaan sudah tidak dapat diubah. Orang yang pernah mengucapkan sekiranya aku tahu, misalnya sesudah keputusan yang mahal atau percakapan yang terlambat, mengenal bentuk kalimat itu. Ayat 29:41 dan 68:33 menutup ayatnya dengan pengandaian serupa, sekiranya mereka mengetahui, tanpa menyebut apa yang kurang diketahui, sedangkan 34:14 menyebutnya. Pembaca dapat melihat bagian hidupnya yang masih bisa diubah dan menanyakan pengetahuan apa yang kurang hari ini, sebelum pengandaian itu terucap sesudah semuanya jatuh. Pengetahuan apa yang kini terasa cukup, padahal mungkin terasa cukup karena belum ada yang runtuh?
- Jin dalam ayat ini sampai pada pengakuan bahwa mereka tidak mengetahui yang gaib. Di 6:50 dan 11:31 seorang pembicara menyatakan tentang dirinya, aku tidak mengetahui yang gaib, dan 27:65 menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahuinya selain Allah. Ayat-ayat itu berbicara tentang pihak yang berbeda dan tidak disamakan, tetapi semuanya memuat pengakuan tentang batas pengetahuan. Orang yang diminta memastikan hasil, tanggal, atau akibat sebuah keputusan dapat memperhatikan seberapa cepat kalimat aku tidak tahu keluar dari mulutnya, dan seberapa cepat gantinya adalah perkiraan yang diucapkan dengan nada pasti. Kapan terakhir pembaca mengucapkan aku tidak tahu tanpa menambahkan alasan sesudahnya?
- Menurut ayat ini, penunjuk kematian itu makhluk bergerak dari bumi yang memakan tongkatnya, dan tidak ada pengumuman dari seseorang yang disebut. Di 31:10 Dia menyebarkan di bumi segala jenis makhluk bergerak, sehingga makhluk dalam 34:14 dapat dibaca termasuk di antara yang disebut di sana, meskipun kedua ayat berbeda konteks. Kabar yang menentukan bagi para jin datang lewat makhluk yang tidak membawa pengumuman apa pun. Pembaca dapat memikirkan sumber-sumber kabar di sekelilingnya, yaitu orang yang selalu didengar, berita yang selalu dibaca, dan angka yang selalu diperiksa. Kabar apa yang selama ini terlewat karena datangnya dari sumber yang tidak pernah dianggap?
- Ayat 34:14 menyebut kematian sebagai sesuatu yang Kami tetapkan, dan 39:42 menyebut Dia yang menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya. Di 34:14 penetapan itu tidak disertai penunjuk bagi mereka yang bekerja di dekatnya, dan para jin tidak mengetahui waktunya. Pembaca yang menyusun rencana untuk lima atau sepuluh tahun ke depan dapat memperhatikan bahwa rencana itu bertumpu pada anggapan bahwa waktunya masih panjang, padahal batas waktu itu ada pada Dia yang menetapkannya. Para jin, yang bekerja begitu dekat, tidak mengetahuinya, dan pembaca berada di sisi yang sama dengan mereka dalam hal itu. Rencana mana yang pembaca susun seolah-olah waktunya diketahui?