فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ
Maka mereka berpaling, lalu Kami kirimkan kepada mereka banjir bendungan, dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang mempunyai buah pahit, pohon asal, dan sedikit pohon bidara.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِfa-a'radhuu fa-arsalnaa 'alayhim sayla l-'arimimaka mereka berpaling, lalu Kami kirimkan kepada mereka banjir bendungan
- وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍwa-baddalnaahum bi-jannatayhim jannatayni dzawaatay ukulin khamthin wa-atslin wa-syay'in min sidrin qaliilindan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang mempunyai buah pahit, pohon asal, dan sedikit pohon bidara
Terjemahan per kata (16 kata)
- فَأَعْرَضُواfa-a'radhuumaka mereka berpaling
- فَأَرْسَلْنَاfa-arsalnaamaka Kami mengirimkan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- سَيْلَsaylabanjir
- الْعَرِمِl-'arimibendungan
- وَبَدَّلْنَاهُمْwa-baddalnaahumdan Kami menggantikan bagi mereka
- بِجَنَّتَيْهِمْbi-jannatayhimdengan dua kebun mereka
- جَنَّتَيْنِjannataynidua kebun
- ذَوَاتَيْdzawaataydua yang memiliki
- أُكُلٍukulinbuah
- خَمْطٍkhamthinyang pahit
- وَأَثْلٍwa-atslindan pohon atsl
- وَشَيْءٍwa-syay'indan sesuatu
- مِنْmindari
- سِدْرٍsidrinpohon bidara
- قَلِيلٍqaliilinsedikit
Inti bacaan
Kata (الْعَرِمِ, l-'arimi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:16.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَأَعْرَضُوا, fa-a'radhuu) yang berarti "maka mereka berpaling". Kata kerja a'radhuu berakar ع-ر-ض dan memakai awalan fa yang berarti "maka", sehingga terjemahan tidak lagi memakai "tetapi", yang tidak punya kata Arab pelahirnya. Bentuk jamak (أَعْرَضُوا, a'radhuu) muncul empat kali, yaitu di 28:55, 34:16, 41:13, dan 42:48. Di 28:55 bunyinya (أَعْرَضُوا عَنْهُ, a'radhuu 'anhu) yang berarti "mereka berpaling darinya", sedangkan di 34:16, 41:13, dan 42:48 tidak ada kata yang menyebut dari apa mereka berpaling. Bentuk tunggal dengan objek ada di 32:22, (ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا, tsumma a'radha 'anhaa) yang berarti "kemudian dia berpaling darinya". Terjemahan 34:16 mengikuti bentuk tanpa objek dan tidak menambahkan "dari syukur" atau "dari peringatan".
Rangkaian (فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ, fa-arsalnaa 'alayhim) yang berarti "lalu Kami kirimkan kepada mereka" berakar ر-س-ل dan muncul empat kali, yaitu di 7:162, 33:9, 34:16, dan 41:16. Di 33:9 Kami mengirim angin dan bala tentara, di 41:16 angin yang sangat dingin, di 7:162 azab dari langit, dan di 34:16 (سَيْلَ الْعَرِمِ, sayla l-'arimi) yang berarti "banjir bendungan". Kata (سَيْلَ, sayla) berakar س-ي-ل dan muncul dua kali, yaitu di 34:16 dan di 13:17, (السَّيْلُ, s-saylu), yang diterjemahkan "arus" karena airnya mengalir di lembah dan membawa buih. Di 34:16 terjemahan memakai "banjir" karena kata itu dikirim kepada mereka sebagai bencana. Akar yang sama dipakai di 34:12 pada (وَأَسَلْنَا, wa-asalnaa) yang berarti "dan Kami alirkan", dengan mata air tembaga sebagai sasarannya. Kata (الْعَرِمِ, l-'arimi) muncul satu kali, sehingga korpus tidak dapat menguji artinya dari ayat lain. Padanan "bendungan" adalah pilihan terjemahan, dan ayat tidak menerangkan bendungan itu.
Rangkaian (وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ, wa-baddalnaahum bi-jannatayhim jannatayni) yang berarti "dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun" memakai kata kerja (بَدَّلْنَا, baddalnaa) yang berarti "Kami ganti". Kata kerja ini muncul lima kali, yaitu di 4:56, 7:95, 16:101, 34:16, dan 76:28. Di 7:95 keburukan diganti dengan kebaikan, di 4:56 kulit diganti dengan kulit lain, dan di 16:101 suatu tanda diganti di tempat tanda yang lain. Di 34:16 kebun lama disebut dengan kata depan bi- dan akhiran -him yang berarti "mereka", lalu kebun baru disebut sesudahnya tanpa kata depan, dan keduanya memakai kata jannah dalam bentuk ganda.
Kata (ذَوَاتَيْ, dzawaatay) yang berarti "yang mempunyai" muncul satu kali. Bentuk ganda yang sama, (ذَوَاتَا, dzawaataa), ada di 55:48, (ذَوَاتَا أَفْنَانٍ, dzawaataa afnaanin) yang berarti "keduanya mempunyai dahan-dahan yang bercabang". Karena itu terjemahan 34:16 memakai "dua kebun yang mempunyai buah pahit" dan tidak memakai "yang berbuah pahit", sebab daftar sesudahnya memuat juga pohon. Kata (أُكُلٍ, ukulin) yang berarti "buah" dipakai dengan arti itu di 2:265, 13:35, 14:25, dan 18:33. Kata (خَمْطٍ, khamthin) yang berarti "pahit" dan (أَثْلٍ, atslin) yang berarti "pohon asal" masing-masing muncul satu kali, sehingga artinya tidak dapat diuji dari ayat lain. Kata "asal" di sini adalah nama jenis pohon dan tidak berarti asal-usul.
Kata (سِدْرٍ, sidrin) yang berarti "pohon bidara" muncul dua kali dalam bentuk ini, yaitu di 34:16 dan 56:28, (فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ, fii sidrin makhdhuudin) yang berarti "berada di antara pohon bidara yang tidak berduri". Kata yang sama dengan akhiran lain ada di 53:14. Kata (قَلِيلٍ, qaliilin) yang berarti "sedikit" muncul dua kali, yaitu di 23:40 dan 34:16. Rangkaian (شَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ, syay'in min sidrin qaliilin) memuat (شَيْءٍ, syay'in) yang berarti "sesuatu" dan qaliilin yang berarti "sedikit", dan terjemahan menyatukan keduanya menjadi "sedikit pohon bidara" tanpa mengulang "sesuatu".
Tafsiran
Ayat ini menuturkan satu rangkaian dalam tiga langkah: mereka berpaling, Kami mengirim banjir, dan Kami mengganti kebun. Langkah pertama dilakukan manusia, dan dua langkah berikutnya dilakukan Kami. Kata berpaling tidak diberi objek, dan ayat ini tidak menyebut dari apa mereka berpaling. Letaknya sesudah perintah makan dan bersyukur di 34:15 membuat pembaca dapat menghubungkannya dengan perintah itu, tetapi teks tidak menyatakannya, dan sebab yang tertulis baru ada di 34:17.
Kebun yang di 34:15 disebut tanda kini disebut kedua kebun mereka, lalu diganti dengan dua kebun yang lain. Kata jannah tetap dipakai pada yang baru, sehingga yang berubah adalah isinya, dan ayat merincinya: buah pahit, pohon asal, dan sedikit pohon bidara. Rincian itu menutup ayat pada kata sedikit, dan kata dari akar ق-ل-ل menutup 34:13 pada kalimat sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. Ayat-ayat itu tidak menghubungkan kedua kata sedikit tersebut.
Akar س-ي-ل dipakai di 34:12, tempat Kami mengalirkan mata air tembaga bagi Sulaiman, dan di 34:16, tempat Kami mengirim banjir kepada Saba'. Air yang mengalir muncul di dua kisah dengan dua akibat yang berbeda, dan surah ini tidak menyatakan hubungan di antara keduanya. Nasib orang-orangnya tidak tertulis di ayat ini, dan baru disebut di 34:19.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut mereka berpaling tanpa menyebut dari apa. Di 28:55 berpaling disusul kata darinya, sedangkan di 34:16 kata kerja itu berdiri sendiri, sehingga pembaca tidak diberi nama yang dapat dipegang. Pembaca dapat membaca ayat ini bersama perintah di 34:15, yaitu makan dan bersyukur kepada-Nya, tetapi teks tidak menyatakan bahwa itu yang ditinggalkan. Berpaling dapat berlangsung tanpa pernyataan apa pun, karena perhatian bergeser ke arah lain dan tidak ada yang mengumumkannya. Dari apa pembaca sedang berpaling pelan-pelan, yang belum sempat diberi nama?
- Kebun yang diganti dalam ayat ini tetap disebut kebun. Kata jannah dipakai untuk yang lama dan untuk yang baru, dan perubahannya ditulis pada isi: buah pahit, pohon asal, dan sedikit bidara. Dengan demikian nama yang sama dapat melekat pada dua keadaan yang jauh berbeda. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal dalam hidupnya yang masih memakai nama lama, misalnya rumah, pekerjaan, atau persahabatan, padahal isinya sudah berganti. Apa yang masih pembaca sebut dengan nama yang sama sejak masa suburnya, padahal isinya sudah lain?
- Kebun pengganti dalam ayat ini disebut rinci: buah pahit, pohon asal, dan sedikit pohon bidara. Ayat tidak berhenti pada kata rusak atau hancur. Rincian itu memungkinkan pembaca membayangkan isi tiap bagian dan menimbang bahwa kehilangan dapat dicatat dengan nama-nama benda. Orang yang menyebut kerugiannya dengan kata umum seperti berantakan atau gagal dapat mencoba menyebut isinya satu per satu. Jika pembaca harus mendaftar isi kebun hidupnya hari ini dengan rinci seperti ayat ini, apa saja yang tertulis, dan berapa yang tumbuh seperti pohon bidara yang sedikit itu?
- Kata kerja Kami ganti dipakai di 34:16 untuk kebun yang diganti dengan kebun yang berisi buah pahit, dan di 7:95 untuk keburukan yang diganti dengan kebaikan. Di 16:101 kata kerja itu dipakai untuk suatu tanda yang diganti dengan tanda yang lain, dalam kalimat yang juga menyebut bahwa Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya. Tiga ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi ketiganya menunjukkan bahwa mengganti dapat bergerak ke dua arah. Orang yang sedang berada di tengah penggantian, misalnya pekerjaan, tempat tinggal, atau keadaan keluarga, dapat bertanya ke arah mana penggantian itu bergerak. Pada pergantian apa dalam hidup pembaca arahnya belum bisa dinilai?
- Akar kata banjir di ayat ini dipakai juga di 13:17, ketika arus membawa buih dan Allah membuat perumpamaan tentang hak dan yang batil, dan di 34:12, ketika Kami mengalirkan mata air tembaga bagi Sulaiman. Air yang mengalir muncul dalam tiga konteks yang berbeda dan tidak disamakan, yaitu perumpamaan, karunia, dan kiriman atas suatu kaum. Pembaca dapat memperhatikan sumber daya dalam hidupnya yang arah alirannya menentukan akibatnya, misalnya uang, waktu, atau kata-kata. Sumber daya mana yang sekarang mengalir ke arah yang belum pernah pembaca periksa?
- Pohon bidara dalam ayat ini menjadi sisa yang sedikit di kebun pengganti, dan di 56:28 pohon yang sama disebut sebagai tempat berada, dengan sifat tidak berduri. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi benda yang disebut sama dan keadaannya berbeda. Pembaca dapat memperhatikan bahwa nilai sebuah benda ditentukan oleh letaknya, sehingga benda yang sama dapat menjadi sisa dalam satu hidup dan kenikmatan dalam hidup lain. Apa yang pembaca miliki hari ini, yang dalam keadaan lain akan terhitung sebagai sisa yang sedikit, dan apa yang ia sebut kenikmatan padahal letaknya belum diperiksa?