ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ
Demikianlah Kami membalas mereka karena mereka kufur, dan apakah Kami membalas kecuali orang yang sangat kufur?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُواdzaalika jazaynaahum bi-maa kafaruudemikianlah Kami membalas mereka karena mereka kufur
- وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَwa-hal nujaazii illaa l-kafuuradan apakah Kami membalas kecuali orang yang sangat kufur?
Terjemahan per kata (8 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- جَزَيْنَاهُمْjazaynaahumKami membalas mereka
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- وَهَلْwa-haldan apakah
- نُجَازِيnujaaziiKami membalas
- إِلَّاillaakecuali
- الْكَفُورَl-kafuurayang sangat ingkar
Inti bacaan
Kata (نُجَازِي, nujaazii) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:17.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ, dzaalika jazaynaahum) yang berarti "demikianlah Kami membalas mereka". Kata kerja jazaynaahum berakar ج-ز-ي, dan bentuk persis jazaynaahum muncul dua kali, yaitu di 6:146 dan 34:17. Di 6:146 bunyinya (ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ, dzaalika jazaynaahum bi-baghyihim) yang berarti "demikianlah Kami membalas mereka karena kedurhakaan mereka". Terjemahan 34:17 memakai "Kami membalas" seperti di 6:146, dan tidak lagi memakai "Kami balas". Kata penunjuk dzaalika menunjuk ke peristiwa yang baru dituturkan, dan di 34:17 peristiwa itu adalah banjir dan penggantian kebun di 34:16.
Rangkaian (بِمَا كَفَرُوا, bi-maa kafaruu) yang berarti "karena mereka kufur" muncul dua kali, yaitu di 18:106 dan 34:17. Di 18:106 bunyinya (ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا, dzaalika jazaa'uhum jahannamu bi-maa kafaruu), dan terjemahannya "karena mereka kufur". Kata kerja kafaruu berakar ك-ف-ر dan berbentuk lampau untuk pelaku jamak, sehingga terjemahan 34:17 memakai "karena mereka kufur" dan tidak memakai "karena kekufuran mereka", yang mengubah kata kerja menjadi kata benda yang tidak ada di teks.
Kata (وَهَلْ نُجَازِي, wa-hal nujaazii) yang berarti "dan apakah Kami membalas" memuat kata tanya (هَلْ, hal), dan kata kerja nujaazii muncul satu kali. Kata tanya hal dengan kata (إِلَّا, illaa) dalam kalimat tentang balasan muncul lima kali di lima surah, yaitu di 7:147, 10:52, 27:90, 34:17, dan 34:33, dan terjemahan di semuanya mempertahankan bentuk tanya. Di 7:147 dan 34:33 bunyinya sama, (هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, hal yujzawna illaa maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "apakah mereka dibalas kecuali dengan apa yang telah mereka kerjakan". Di 10:52 dan 27:90 kata kerjanya berbentuk (تُجْزَوْنَ, tujzawna) yang berarti "kalian dibalas". Di empat ayat itu yang membalas tidak disebut dan batas pembalasannya adalah perbuatan, sedangkan di 34:17 pelaku disebut langsung dengan Kami dan batasnya adalah sifat orangnya.
Kata (الْكَفُورَ, l-kafuura) yang berarti "orang yang sangat kufur" berakar ك-ف-ر, dan bentuk dengan kata sandang ini muncul satu kali. Kata kafuur dalam berbagai bentuk muncul dua belas kali di sembilan surah, yaitu di 11:9, 17:27, 17:67, 22:38, 22:66, 31:32, 34:17, 35:36, 42:48, 43:15, 76:3, dan 76:24. Terjemahan memakai "sangat kufur" di 11:9, 22:38, 22:66, 35:36, 76:3, dan 76:24. Di 35:36 bunyinya (كَذَٰلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ, ka-dzaalika najzii kulla kafuurin) yang berarti "demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kufur", dan terjemahan 34:17 memakai "orang yang sangat kufur" seperti di sana. Di 76:3 kata itu berpasangan dengan kata lain, (إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا, immaa syaakiran wa-immaa kafuuran) yang berarti "ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur".
Tafsiran
Ayat ini menyebut sebab bagi peristiwa di 34:16 dengan satu kata kerja, kufur, lalu menutup dengan pertanyaan yang membatasi siapa yang Kami balas. Kata penunjuk demikianlah mengumpulkan banjir dan penggantian kebun di ayat sebelumnya menjadi satu pembalasan. Sebab yang tertulis memakai kata yang berbeda dari 34:16: ayat itu memakai berpaling untuk perbuatan mereka, dan 34:17 memakai kufur. Dapat dibaca bahwa berpaling di 34:16 merupakan wujud kufur di 34:17, tetapi ayat ini tidak menyatakannya.
Pertanyaan penutup mengubah ayat dari laporan tentang mereka menjadi pernyataan tentang kelas orang. Di 7:147 dan 34:33 pertanyaan serupa memuat apa yang telah mereka kerjakan sebagai batas balasan, sedangkan di 34:17 batasnya sifat orangnya, yaitu sangat kufur, dan pelakunya disebut langsung dengan Kami. Ayat 35:36 menyatakan bahwa setiap orang yang sangat kufur dibalas, dan 34:17 membatasi pembalasan itu pada orang yang sangat kufur. Dua kalimat itu berbeda arah logikanya dan saling melengkapi, tanpa ayat yang menyatakan hubungannya.
Apa yang membuat seseorang disebut sangat kufur tidak diterangkan di sini. Kisah Saba' sendiri menyebut berpaling di 34:16 dan kufur di 34:17, dan kriteria selebihnya dibiarkan terbuka. Dalam alur kisah, 34:15 menyebut keadaan baik, 34:16 menyebut berpaling dan penggantian, 34:17 menyebut sebab, lalu 34:18 kembali menyebut pemberian kepada mereka, yaitu negeri-negeri yang tampak dan perjalanan yang aman. Letak 34:17 dengan demikian berada di antara dua gambaran pemberian.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh sebab tepat sesudah peristiwa: banjir dan penggantian kebun di 34:16, lalu kata karena mereka kufur di 34:17. Ketiga ayat itu berurutan, dengan Tuhan yang pengampun disebut di 34:15, berpaling dan penggantian kebun di 34:16, lalu sebab di 34:17. Orang yang menjelaskan kehilangan dengan kata nasib atau kebetulan dapat memperhatikan bahwa ayat ini memasangkan peristiwa dengan sebab yang ditulis, dan menyebut sebab bagi kisah ini saja. Ayat ini tidak memberi cara untuk menebak sebab kehilangan orang lain. Apa yang selama ini pembaca sebut nasib, yang barangkali punya sebab yang belum pernah ditimbang?
- Ayat 34:16 menyebut perbuatan mereka dengan kata berpaling, dan 34:17 menyebutnya dengan kata kufur. Dua kata itu menunjuk orang yang sama, dan ayat tidak menyatakan apakah keduanya satu perbuatan atau dua. Ayat 34:15 sebelumnya memerintahkan mereka bersyukur kepada-Nya, sehingga dapat dibaca bahwa berpaling dan kufur sama-sama berada di sisi lain dari perintah itu. Pembaca dapat memperhatikan kata yang dipakainya untuk perbuatan yang sama pada dirinya sendiri, misalnya menunda, melupakan, atau menjauh, dan apakah kata itu terdengar ringan atau berat. Kata apa yang pembaca pilih untuk menyebut caranya bersikap pada pemberian yang diterimanya?
- Pertanyaan penutup ayat ini membatasi sasaran pembalasan yang dibicarakan: kecuali orang yang sangat kufur. Ayat ini tidak mengatakan bahwa setiap kehilangan adalah pembalasan atas kekufuran. Di 64:11 musibah disebut dalam kalimat lain, yaitu bahwa tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah, dan ayat itu tidak menyebut kekufuran sebagai sebabnya, sehingga kedua ayat tidak disamakan. Pembaca yang melihat orang lain kehilangan sesuatu dapat menimbang seberapa banyak yang sebenarnya diketahuinya tentang sebab kehilangan itu. Apa yang cukup pembaca ketahui sebelum menyebut kehilangan seseorang sebagai balasan?
- Bentuk pertanyaan yang menutup ayat ini, dengan kata tanya hal dan kata kecuali, dipakai juga di 55:60 untuk kebaikan: adakah balasan kebaikan selain kebaikan? Di 34:17 bentuk itu dipakai untuk kekufuran, dan di 55:60 untuk kebaikan. Dua ayat itu membicarakan hal yang berlawanan dan tidak disamakan, tetapi keduanya meminta pendengar menjawab sendiri. Pembaca yang menimbang keadilan dalam hubungan sehari-hari dapat mengamati bahwa kebaikan dan keburukan diukur dengan bentuk kalimat yang sama. Bila pertanyaan itu diajukan tentang hubungan pembaca sendiri, apa jawabannya untuk kebaikan yang diterimanya dan untuk keburukan yang dilakukannya?
- Pelaku pembalasan di ayat ini disebut langsung dengan Kami, dan sasarannya disebut dengan satu sifat, yaitu sangat kufur. Tidak ada pihak ketiga, misalnya sesama manusia, yang disebut sebagai pembalas. Pembaca yang pernah membalas seseorang atas sikap buruknya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh pembalasan di tangan Kami dan menyebut sasarannya dengan sifat tertentu, sedangkan pembalasan seorang manusia dapat mengenai orang yang bukan sasarannya. Pada pembalasan terakhir yang pembaca lakukan, seberapa tepat orang yang terkena dengan orang yang dimaksud?
- Kata demikianlah di awal ayat ini mengumpulkan dua peristiwa di 34:16, yaitu banjir dan penggantian kebun, menjadi satu pembalasan. Dua peristiwa itu dituturkan dengan dua kata kerja berbeda, dan 34:17 menyatukannya dalam satu penunjuk. Pembaca yang mengalami beberapa kejadian berdekatan, misalnya kehilangan pekerjaan, perselisihan di rumah, dan sakit, dapat menimbang apakah kejadian-kejadian itu selama ini dibaca terpisah, tanpa menganggap bahwa semuanya pasti bersebab sama. Kejadian apa dalam hidup pembaca yang selama ini dibaca sendiri-sendiri, padahal letaknya berdekatan?