وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ
Kami jadikan antara mereka dan negeri-negeri yang Kami berkahi beberapa negeri yang tampak, dan Kami tetapkan padanya perjalanan. Berjalanlah kalian di dalamnya pada malam-malam dan hari-hari dengan aman.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةًwa-ja'alnaa baynahum wa-bayna l-quraa llatii baaraknaa fiihaa quran zhaahiratanKami jadikan antara mereka dan negeri-negeri yang Kami berkahi beberapa negeri yang tampak
- وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَwa-qaddarnaa fiihaa s-sayra siiruu fiihaa layaaliya wa-ayyaaman aaminiinadan Kami tetapkan padanya perjalanan; berjalanlah kalian di dalamnya pada malam-malam dan hari-hari dengan aman
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- وَبَيْنَwa-baynadan antara
- الْقُرَىl-quraanegeri-negeri
- الَّتِيllatiiyang
- بَارَكْنَاbaaraknaaKami memberkahi
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- قُرًىqurannegeri-negeri
- ظَاهِرَةًzhaahiratanyang tampak
- وَقَدَّرْنَاwa-qaddarnaadan Kami menetapkan
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- السَّيْرَs-sayraperjalanan
- سِيرُواsiiruuberjalanlah kalian
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- لَيَالِيَlayaaliyamalam-malam
- وَأَيَّامًاwa-ayyaamandan hari-hari
- آمِنِينَaaminiinadalam keadaan aman
Inti bacaan
Rangkaian (سِيرُوا فِيهَا, siiruu fiihaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:18.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ, wa-ja'alnaa baynahum) yang berarti "Kami jadikan antara mereka". Rangkaian ini muncul dua kali, yaitu di 18:52 dan 34:18. Di 18:52 Kami menjadikan tempat kebinasaan di antara mereka, dan di 34:18 Kami menjadikan negeri-negeri di antara mereka. Rangkaian (بَارَكْنَا فِيهَا, baaraknaa fiihaa) yang berarti "Kami berkahi" muncul empat kali, yaitu di 7:137, 21:71, 21:81, dan 34:18. Di tiga ayat pertama Kami memberkahi bumi atau tanah, dan di 34:18 Kami memberkahi (الْقُرَى, l-quraa) yang berarti "negeri-negeri". Ayat ini menyebut negeri-negeri itu dengan kata sandang, tetapi ayat ini sendiri tidak menamainya. Kata untuk negeri di sini berbeda dari kata di 34:15, tempat negeri yang baik disebut dengan kata lain, dan terjemahan memakai "negeri" untuk keduanya.
Rangkaian (قُرًى ظَاهِرَةً, quran zhaahiratan) yang berarti "beberapa negeri yang tampak" memuat (ظَاهِرَةً, zhaahiratan), kata sifat yang berakar ظ-ه-ر. Bentuk persis zhaahiratan muncul dua kali, yaitu di 31:20 dan 34:18. Di 31:20 bunyinya (ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً, zhaahiratan wa-baathinatan) yang berarti "yang tampak dan yang tersembunyi", dengan nikmat sebagai pokoknya. Bentuk lain dari kata dasar yang sama ada di 30:7, (ظَاهِرًا, zhaahiran), yang berarti "yang tampak". Terjemahan 34:18 memakai "yang tampak" dan tidak lagi memakai "yang berdekatan", karena kata Arab di sini menunjuk pada keadaan terlihat dan tidak menyebut jarak. Kata (قُرًى, quran) dalam bentuk tak tentu ini muncul dua kali, yaitu di 34:18 dan 59:14.
Rangkaian (وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ, wa-qaddarnaa fiihaa s-sayra) yang berarti "dan Kami tetapkan padanya perjalanan" memuat kata kerja (قَدَّرْنَا, qaddarnaa) yang berarti "Kami tetapkan", berakar ق-د-ر, dan kata (السَّيْرَ, s-sayra) yang berarti "perjalanan". Kedua kata itu masing-masing muncul satu kali dalam bentuk ini. Akar ق-د-ر juga dipakai di 34:11, tempat Daud diperintah mengukur anyaman baju besi, sehingga pekerjaan menetapkan ukuran muncul sebagai perintah di 34:11 dan sebagai perbuatan Kami di 34:18. Kata sambung (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "padanya" menunjuk ke negeri-negeri, jadi perjalanan itu ditetapkan di antara dan di dalam negeri-negeri itu.
Perintah (سِيرُوا فِيهَا, siiruu fiihaa) yang berarti "berjalanlah kalian di dalamnya" memakai bentuk perintah siiruu yang berdiri sendiri, dan bentuk ini muncul lima kali, yaitu di 6:11, 27:69, 29:20, 30:42, dan 34:18. Di empat ayat pertama kalimatnya (سِيرُوا فِي الْأَرْضِ, siiruu fii l-ardhi) yang berarti "berjalanlah di bumi", dan keempatnya disusul perintah memperhatikan. Di 3:137 bentuknya diawali kata fa, (فَسِيرُوا, fa-siiruu), dan juga disusul perintah memperhatikan. Sesudah perintah di 34:18 datang malam, hari, dan keadaan aman.
Kata (لَيَالِيَ, layaaliya) yang berarti "malam-malam" muncul satu kali, dan (أَيَّامًا, ayyaaman) yang berarti "hari-hari" muncul empat kali, yaitu di 2:80, 2:184, 3:24, dan 34:18. Di tiga ayat lain kata ayyaaman berarti hari yang dihitung atau ditentukan jumlahnya, dan di 34:18 kata itu berpasangan dengan malam tanpa bilangan. Karena itu terjemahan memakai "malam-malam dan hari-hari" dan tidak memakai "pada malam dan siang hari", yang mengubah bentuk jamak menjadi tunggal.
Kata (آمِنِينَ, aaminiina) yang berarti "dengan aman" muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 12:99, 15:46, 15:82, 26:146, 28:31, 34:18, 44:55, dan 48:27. Di 44:55 bunyinya (يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ, yad'uuna fiihaa bi-kulli faakihatin aaminiina) yang berarti "mereka meminta di dalamnya segala macam buah-buahan dengan aman". Kata ini menempati ujung ayat di 34:18, seperti di 15:46 dan 44:55, dan kata (آمِنَةً, aaminatan) di 16:112 menyifati negeri, bukan orang yang berjalan.
Tafsiran
Ayat ini melukiskan sebuah jalan: negeri-negeri yang diberkahi di satu ujung, negeri-negeri yang tampak di sepanjangnya, dan para pejalan yang diperintah berjalan dalam keadaan aman. Pelakunya Kami, dan ayat mencatat dua perbuatan, yaitu menjadikan negeri-negeri di antara mereka dan negeri yang diberkahi, serta menetapkan perjalanan di dalamnya. Perintah berjalan pada bagian akhir ayat mengubah laporan menjadi undangan, dan undangan itu mencakup malam dan hari tanpa pembatasan waktu.
Dalam urutan ayat, 34:15 menyebut kebun dan perintah bersyukur, 34:16 menyebut berpaling dan penggantian kebun, 34:17 menyebut sebab, dan 34:18 kembali menggambarkan sesuatu yang diberikan. Kata kerja ayat ini berbentuk lampau, tetapi tidak ada kata penanda yang menunjukkan apakah susunan negeri dan perjalanan ini mendahului banjir di 34:16 atau mengikutinya. Pembaca dapat membaca ayat ini sebagai gambaran tambahan tentang nikmat di 34:15, tanpa menetapkan tempatnya dalam waktu.
Di 34:19 ucapan mereka memakai kata lain untuk perjalanan, yaitu asfaarinaa, dan kata itu berbunyi dalam permohonan agar jaraknya dijauhkan. Dua ayat itu memakai dua kata yang berbeda untuk perjalanan, dan penghubungnya terletak pada pokok yang sama, yaitu jalan di antara negeri-negeri. Alasan permohonan di 34:19 tidak dituliskan di sini.
Renungan dan Hikmah
- Dalam ayat ini perjalanan itu ditetapkan oleh Kami: wa-qaddarnaa fiihaa s-sayra. Orang yang menempuh jalan dengan rute yang rapi, misalnya jalan raya, jadwal angkutan, atau peta, jarang memikirkan siapa yang menetapkan ukurannya. Ayat ini menaruh penetapan itu pada perbuatan Allah, dan ukuran perjalanan disebut bersama perintah berjalan. Pembaca dapat memperhatikan jalan yang dilaluinya setiap hari, dengan bagian-bagian yang sudah tertata sebelum ada yang mengaturnya. Bagian mana dari jalan pembaca yang sudah ditetapkan sebelum pembaca berangkat, tetapi selama ini dianggap hasil jerih payah sendiri?
- Negeri-negeri dalam ayat ini disebut tampak, dan kata itu dipasang pada negeri yang berada di antara dua ujung perjalanan. Tempat singgah yang terlihat dari jalan membuat orang tahu bahwa jalan itu bukan ruang kosong. Pembaca yang pernah melewati jalan panjang tanpa satu pun tempat berhenti dapat membandingkannya dengan gambaran ini. Ayat ini tidak mengatakan jaraknya dekat, hanya bahwa negeri-negerinya terlihat. Dalam perjalanan hidup pembaca, tempat singgah mana yang terlihat dari jauh dan membuatnya berani melanjutkan?
- Kata aaminiina menutup ayat ini dan menyifati orang yang berjalan. Di 44:55 kata yang sama menyifati orang yang meminta buah-buahan, dan di 15:46 menyifati mereka yang masuk dengan salam. Ayat ini menaruh rasa aman dalam perintah, sehingga keamanan dapat dibaca sebagai bagian dari jalan yang diberikan kepada pejalan. Dengan jalan yang aman, kata syukur di 34:15 yang ditujukan kepada Tuhan mendapat bahan lagi untuk disyukuri. Kapan terakhir pembaca menyadari bahwa perjalanannya hari ini berlangsung aman?
- Perintah berjalan di ayat ini memuat malam lebih dahulu, baru hari: layaaliya wa-ayyaaman. Kata keadaan aman menutup keduanya, jadi aman berlaku di waktu gelap sebagaimana di waktu terang. Ayat ini menyatukan malam dan hari dalam satu perintah dan satu keadaan. Adakah bagian waktu dari hari pembaca yang terasa berada di luar rasa aman, padahal ayat ini menaruhnya di dalamnya?
- Dalam ayat ini perintah berjalan tidak disambung dengan perintah memperhatikan akibat. Di 29:20 kalimatnya berjalanlah di bumi lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan, dan di 6:11 serta 27:69 berjalan juga disambung perintah memperhatikan. Sesudah perintah di 34:18 datang malam, hari, dan keadaan aman. Pembaca dapat melihat bahwa berjalan di sini ditulis sebagai kegiatan yang berdiri sendiri. Orang yang selalu menjadikan perjalanannya sarana untuk sesuatu dapat bertanya bagaimana rasanya berjalan hanya sebagai berjalan. Kapan terakhir pembaca bepergian tanpa tujuan di luar perjalanan itu sendiri?
- Ayat ini memberi jalan dengan tempat singgah yang tampak, dan ayat sesudahnya, 34:19, memuat permintaan kepada Tuhan agar jarak perjalanan dijauhkan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa permintaan akan sesuatu yang lebih berat bisa muncul dari orang yang sudah mendapat jalan yang ringan. Bagian mana dari hidup pembaca yang sudah dimudahkan, tetapi pembaca masih memohon yang lebih sulit tanpa pernah menimbang apa yang sudah ada?