فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,” dan mereka menzalimi diri mereka sendiri. Kami jadikan mereka buah bibir, dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْfa-qaaluu rabbanaa baa'id bayna asfaarinaa wa-zhalamuu anfusahummereka berkata, ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami, dan mereka menzalimi diri mereka sendiri
  2. فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍfa-ja'alnaahum ahaadiitsa wa-mazzaqnaahum kulla mumazzaqinKami jadikan mereka buah bibir, dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya
  3. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍinna fii dzaalika la-aayaatin li-kulli shabbaarin syakuurinsesungguhnya pada itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. فَقَالُواfa-qaaluulalu mereka berkata
  2. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  3. بَاعِدْbaa'idjauhkanlah
  4. بَيْنَbaynadi antara
  5. أَسْفَارِنَاasfaarinaaperjalanan kami
  6. وَظَلَمُواwa-zhalamuudan mereka menzalimi
  7. أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
  8. فَجَعَلْنَاهُمْfa-ja'alnaahummaka Kami menjadikan mereka
  9. أَحَادِيثَahaadiitsabuah tutur
  10. وَمَزَّقْنَاهُمْwa-mazzaqnaahumdan Kami mencerai-beraikan mereka
  11. كُلَّkullasetiap
  12. مُمَزَّقٍmumazzaqincerai-berai
  13. إِنَّinnasesungguhnya
  14. فِيfiipada
  15. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  16. لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
  17. لِكُلِّli-kullibagi setiap
  18. صَبَّارٍshabbaarinyang sangat sabar
  19. شَكُورٍsyakuurinyang bersyukur

Inti bacaan

Keluhan kaum Saba' tentang jarak perjalanan yang terlalu dekat/nyaman (menuntut lebih menantang) berujung pada kehancuran yang menjadikan mereka 'buah bibir', tanda bagi 'setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur', menegaskan bahwa mensyukuri kemudahan yang sudah ada lebih bijak daripada menuntut kondisi yang lebih sulit tanpa alasan jelas.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(mereka)' dihapus: 'wa-zhalamuu anfusahum' dirajut langsung dengan subjek 'mereka' sebagai bagian alami kalimat, bukan tambahan terpisah. 'Dzaalika' benar 'itu'.

Tafsiran

Ayat ini menutup narasi kaum Saba' dengan keluhan yang justru menjadi kezaliman terhadap diri sendiri: permintaan menjauhkan jarak perjalanan yang nyaman itu berujung pada kehancuran total, dijadikan pelajaran bagi yang sabar dan bersyukur.

Renungan dan Hikmah

  • Yang mereka minta kepada Allah justru perjalanan yang lebih jauh. Kemudahan yang mereka punya terasa membosankan. Nikmat yang berlangsung terlalu lancar bisa berubah menjadi hal yang ingin diganti.
  • Allah menyebut mereka menzalimi diri mereka sendiri. Bukan menzalimi orang lain. Permintaan itu dikabulkan, dan yang menanggung akibatnya yang meminta.
  • Allah menjadikan mereka buah bibir, dan menyebut pada itu ada tanda bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur. Kisah mereka jadi pelajaran. Yang bisa memetiknya disebutkan: orang yang tahan dan tahu berterima kasih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.