وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
Dan tidak ada baginya kekuasaan terhadap mereka, kecuali agar Kami mengetahui siapa yang beriman pada akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentangnya. Dan Tuhanmu Sang Pemelihara atas segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍwa-maa kaana lahu 'alayhim min sulthaanindan tidak ada baginya kekuasaan terhadap mereka
- إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّillaa li-na'lama man yu'minu bi-l-aakhirati mimman huwa minhaa fii syakkinkecuali agar Kami mengetahui siapa yang beriman pada akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentangnya
- وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌwa-rabbuka 'alaa kulli syay'in hafiizhundan Tuhanmu Sang Pemelihara atas segala sesuatu
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لَهُlahubaginya
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- مِنْmindari
- سُلْطَانٍsulthaaninketerangan
- إِلَّاillaakecuali
- لِنَعْلَمَli-na'lamaagar Kami mengetahui
- مَنْmanorang yang
- يُؤْمِنُyu'minuberiman
- بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
- مِمَّنْmimmandari orang yang
- هُوَhuwaia
- مِنْهَاminhaadarinya
- فِيfiidalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- وَرَبُّكَwa-rabbukadan Tuhanmu
- عَلَىٰ'alaaatas
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- حَفِيظٌhafiizhunpenjaga
Inti bacaan
Batas kekuasaan Iblis ditegaskan eksplisit: bukan pemaksa, hanya sarana pembeda 'siapa yang beriman pada akhirat dan siapa yang ragu-ragu', pengingat bahwa godaan berfungsi sebagai ujian pembeda karakter, bukan kekuatan yang mustahil dilawan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Iblis)' dihapus: kata ganti 'baginya' sudah cukup jelas merujuk Iblis dari konteks 34:20. Tambahan '(akhirat)' juga dihapus: 'tentangnya' sudah cukup tanpa pengulangan. 'Hafiizhun' dikoreksi 'Maha Memelihara' menjadi 'Sang Pemelihara': sesuai disiplin tanpa awalan Maha.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan bahwa kuasa Iblis atas manusia bukan kekuasaan mutlak, melainkan sarana pembeda antara keimanan sejati dan keraguan: sebuah ujian, bukan penaklukan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tidak ada baginya kekuasaan terhadap mereka. Yang menggoda tak punya kuasa. Yang menggerakkan orang bukan paksaan dari luar, melainkan yang menyambutnya dari dalam.
- Kekecualiannya bukan kekuasaan, melainkan tujuan: agar Dia mengetahui siapa yang beriman dari siapa yang ragu. Godaan itu dipakai sebagai alat pemilah. Yang tampak sebagai gangguan ternyata bagian dari penyaringan.
- Penutupnya menyebut Tuhanmu Sang Pemelihara atas segala sesuatu. Termasuk atas yang menggoda. Yang diizinkan mengganggu tetap berada di bawah pengawasan yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).