قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ

Katakanlah, “Serulah mereka yang kalian sangka selain Allah.” Mereka tidak memiliki seberat zarah pun di langit dan tidak pula di bumi, dan mereka tidak mempunyai andil apa pun pada keduanya, dan tidak ada di antara mereka yang menjadi penolong bagi-Nya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِquli d'u lladziina za'amtum min duuni llaahikatakanlah, serulah mereka yang kalian sangka selain Allah
  2. لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِlaa yamlikuuna mitsqaala dzarratin fii s-samaawaati wa-laa fii l-ardhimereka tidak memiliki seberat zarah pun di langit dan tidak pula di bumi
  3. وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍwa-maa lahum fiihimaa min syirkin wa-maa lahu minhum min zhahiirindan mereka tidak mempunyai andil apa pun pada keduanya, dan tidak ada di antara mereka yang menjadi penolong bagi-Nya

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. قُلِqulikatakanlah
  2. ادْعُواd'uberdoalah kalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. زَعَمْتُمْza'amtumkalian mengira
  5. مِنْmindari
  6. دُونِduuniselain
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. لَاlaatidak
  9. يَمْلِكُونَyamlikuunamereka memiliki
  10. مِثْقَالَmitsqaalaseberat
  11. ذَرَّةٍdzarratinzarah
  12. فِيfiidi
  13. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  14. وَلَاwa-laadan tidak pula
  15. فِيfiidi
  16. الْأَرْضِl-ardhibumi
  17. وَمَاwa-maadan tidaklah
  18. لَهُمْlahumbagi mereka
  19. فِيهِمَاfiihimaapada keduanya
  20. مِنْmindari
  21. شِرْكٍsyirkinpersekutuan
  22. وَمَاwa-maadan tidaklah
  23. لَهُlahubaginya
  24. مِنْهُمْminhumdari mereka
  25. مِنْmindari
  26. ظَهِيرٍzhahiirinpenolong

Inti bacaan

Susunan (قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ, quli d'u lladziina za'amtum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:56 dan 34:22.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ, quli d'u lladziina za'amtum) yang berarti "katakanlah, serulah mereka yang kalian sangka". Susunan itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 17:56 dan 34:22. Rangkaian (الَّذِينَ زَعَمْتُمْ, lladziina za'amtum) yang berarti "mereka yang kalian sangka" muncul empat kali di empat surah, yaitu 6:94, 17:56, 18:52, dan 34:22. Kata kerja (زَعَمْتُمْ, za'amtum) berbentuk lampau untuk orang kedua jamak. Di 6:94 isi sangkaan itu ditulis, yaitu (أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ, annahum fiikum syurakaa'u) yang berarti "bahwa mereka sekutu-sekutu pada kalian". Di 18:52 yang disangka disebut dengan namanya, (شُرَكَائِيَ, syurakaa'iya) yang berarti "sekutu-sekutu-Ku". Di 34:22 dan 17:56 kata za'amtum tidak punya objek yang disebut, sehingga apa yang disangka ditunjuk lewat (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah" saja. Karena itu terjemahan tidak menambahkan kata "tuhan" atau "sekutu" sesudah "sangka", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Kata (يَمْلِكُونَ, yamlikuuna) yang berarti "mereka memiliki" dalam bentuk peniadaan (لَا يَمْلِكُونَ, laa yamlikuuna) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 13:16, 17:56, 19:87, 25:3, 29:17, 34:22, 39:43, dan 78:37. Objeknya berbeda di tiap ayat. Di 17:56 tertulis (كَشْفَ الضُّرِّ, kasyfa dh-dhurri) yang berarti "penghilangan kemudaratan", di 29:17 (رِزْقًا, rizqan) yang berarti "rezeki", dan di 19:87 (الشَّفَاعَةَ, sy-syafaa'ata) yang berarti "syafaat". Di 34:22 objeknya (مِثْقَالَ ذَرَّةٍ, mitsqaala dzarratin) yang berarti "seberat zarah". Susunan itu muncul empat kali di tiga surah, yaitu 4:40, 34:22, 99:7, dan 99:8. Di 4:40 ukuran itu dipakai untuk keadilan, karena Allah tidak menzalimi seberat zarah, dan di 99:7 dan 99:8 untuk perhitungan, karena kebaikan dan kejahatan seberat zarah akan dilihat. Di 34:22 ukuran yang sama dipakai untuk kepemilikan yang disangkal.

Frasa (فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ, fii s-samaawaati wa-laa fii l-ardhi) yang berarti "di langit dan tidak pula di bumi" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 10:18, 34:3, 34:22, dan 35:44. Di 34:3 tertulis (لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ, laa ya'zubu 'anhu mitsqaalu dzarratin) yang berarti "tidak ada yang luput dari-Nya seberat zarah", sehingga ukuran dan frasa tempat yang sama ada di dua ayat dalam satu surah. Di 34:3 ukuran itu berada dalam pengetahuan Allah, sebagai kontras dari 34:22, tempat kepemilikan atas ukuran itu dinafikan dari mereka.

Kata (شِرْكٍ, syirkin) yang berarti "andil" muncul satu kali dengan bentuk persis ini, di 34:22. Kata dengan huruf dasar yang sama dan akhiran berbeda muncul empat kali di tiga surah, yaitu 34:22, 35:14, 35:40, dan 46:4. Di 46:4 tertulis (أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ, am lahum syirkun fii s-samaawaati) yang berarti "ataukah mereka memiliki andil di langit", dan 35:40 memuat pertanyaan yang sama. Di dua ayat itu langit saja yang disebut, berbentuk pertanyaan. Di 34:22 bumi ikut disebut lewat kata ganti dua (فِيهِمَا, fiihimaa) yang berarti "pada keduanya", dan kalimatnya berupa pernyataan peniadaan. Terjemahan memakai "andil" di ketiga ayat itu.

Kata (ظَهِيرٍ, zhahiirin) yang berarti "penolong" muncul satu kali dengan bentuk persis ini, di 34:22. Kata dengan huruf dasar yang sama muncul enam kali di lima surah, yaitu 17:88, 25:55, 28:17, 28:86, 34:22, dan 66:4. Penerima pertolongan berbeda-beda. Di 17:88 sebagian manusia dan jin menjadi penolong bagi sebagian yang lain, (لِبَعْضٍ ظَهِيرًا, li-ba'dhin zhahiiran) yang berarti "penolong bagi sebagian", dan di 28:86 penolong itu bagi orang-orang kafir, (ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ, zhahiiran li-l-kaafiriina) yang berarti "penolong bagi orang-orang kafir". Di 34:22 penerima pertolongan itu Allah, lewat kata ganti pada (لَهُ, lahu) yang berarti "bagi-Nya", dan ayat itu menyangkal adanya penolong semacam itu di antara mereka.

Tafsiran

Ayat ini menantang mereka yang menyangka sesuatu selain Allah untuk menyeru sangkaan itu, lalu menyebut apa yang tidak ada pada mereka dalam tiga tingkat yang makin kecil. Tingkat pertama adalah kepemilikan seberat zarah di langit dan di bumi. Tingkat kedua adalah andil pada keduanya. Tingkat ketiga adalah peran membantu Allah, yaitu penolong. Dapat dibaca bahwa urutan itu bergerak dari memiliki ke berbagi ke membantu, dan tiap tingkat menutup kemungkinan peran yang lebih kecil daripada yang sebelumnya ditutup.

Ayat memerintahkan seruan, tetapi tidak mencatat apa yang terjadi ketika seruan itu dilakukan. Di 18:52 seruan semacam itu dicatat hasilnya, yaitu mereka tidak menyahut. Di 34:22 isi kalimat berhenti pada pernyataan tentang apa yang tidak mereka miliki. Perintah menyeru di sini berfungsi sebagai tantangan, dan jawabannya ditaruh pada tiga peniadaan sesudahnya.

Ayat ini tidak menyebut mereka tuhan dan tidak menyebut jenis mereka. Penandanya adalah sangkaan pihak yang diajak bicara, ditambah keterangan bahwa mereka berada di luar Allah. Karena itu tantangan tersebut dapat dikenakan pada apa saja yang diberi kedudukan oleh pihak yang menyangka, dan ayat tidak menunjuk contoh tertentu. Di 34:21 sebelumnya pembicaraan menyebut Tuhanmu sebagai penjaga atas segala sesuatu, dan 34:22 bergerak dari penjaga itu ke pihak-pihak yang disangka berperan.

Ayat berikutnya, 34:23, membahas satu kemungkinan peran yang masih tersisa, yaitu syafaat, dan menyebut bahwa syafaat berguna bagi yang diizinkan saja. Dengan begitu 34:22 menutup tiga kemungkinan peran, dan 34:23 menyebut satu peran yang tetap bergantung pada izin Allah. Dalam satu surah yang sama, 34:3 sudah menyebut ukuran seberat zarah dalam pengetahuan Allah, sehingga 34:22 memakai ukuran itu dari arah sebaliknya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat memerintahkan menyeru mereka yang disangka berperan selain Allah, tetapi tidak mencatat satu pun jawaban dari mereka. Sesudah perintah itu tertulis daftar tentang apa yang tidak mereka miliki. Di tempat lain, seperti 18:52, hasil seruan semacam itu dicatat, sedangkan di sini kalimatnya berhenti pada peniadaan. Pembaca yang pernah menyeru sesuatu dalam keadaan mendesak dapat memperhatikan bahwa jawaban dari pihak yang diseru bisa tidak tercatat sama sekali. Kepada apa atau siapa pembaca paling cepat menoleh ketika membutuhkan pertolongan, dan apakah pihak itu pernah memberi jawaban yang dapat ditunjuk?
  • Mereka disebut dengan kata "yang kalian sangka", dan ayat tidak menyebut apa pun tentang jenis mereka. Kedudukan itu berasal dari sangkaan pihak yang diajak bicara, dan ayat tidak menuliskan keterangan apa pun tentangnya. Pembaca dapat memeriksa apakah ada hal dalam hidupnya yang diberi kedudukan atas dasar sangkaan yang belum pernah diperiksa, misalnya nama besar, pekerjaan, atau jaringan pertemanan. Allah menyebut kedudukan itu sebagai sangkaan dan menantang pemiliknya untuk menyeru. Kedudukan apa dalam hidup pembaca yang belum pernah ditanyai dasar sangkaannya?
  • Ukuran yang dipakai ayat adalah seberat zarah, dan ruang yang disebut adalah langit dan bumi. Ukuran terkecil diletakkan di ruang yang paling luas, dan ayat menyatakan bahwa kepemilikan mereka tidak sampai ke ukuran itu. Di 34:3 ukuran yang sama dipakai untuk pengetahuan Allah, yang tidak kehilangan seberat zarah di langit maupun di bumi. Dua ayat itu tidak saling menafsirkan, tetapi keduanya memakai takaran yang sama dari dua arah. Pembaca dapat menimbang apa yang dimilikinya sendiri jika diukur dengan takaran itu. Seberapa banyak dari apa yang disebut milik pribadi benar-benar dimiliki pembaca di hadapan Allah?
  • Peniadaan kedua menyebut andil pada langit dan bumi, dan kata ganti dua dipakai untuk menggabungkan keduanya. Berbeda dari 46:4 yang menanyakan andil di langit, 34:22 menyatakan peniadaan atas kedua ruang sekaligus. Pembaca dapat memeriksa apakah ada sesuatu, misalnya keberuntungan atau koneksi, yang dibayangkan mempunyai sebagian peran dalam hasil hidupnya tanpa pernah disebut andil. Ayat tidak menyebut contoh apa pun dari yang disangka, sehingga pembaca mengisinya sendiri. Peran apa yang selama ini dibagikan pembaca kepada sesuatu selain Allah tanpa pernah disebutnya?
  • Peniadaan ketiga menyebut penolong bagi-Nya, yaitu pihak yang menolong Allah. Arah pertolongan dalam kalimat ini terbalik dari yang biasa dibayangkan, karena pembaca lazim berada di pihak yang mencari pertolongan. Ayat menaruh pertanyaan tentang siapa menolong siapa pada Tuhan, dan menyatakan bahwa di antara mereka tidak ada yang berperan sebagai penolong bagi-Nya. Pembaca dapat bertanya apakah dalam doa dan pembelaannya terhadap sesuatu yang dianggapnya urusan Tuhan, dirinya sedang menolong atau sedang meminta pertolongan, dan apa yang berubah dalam nada kalimatnya jika arah itu ditukar?
  • Ayat memakai kata "kalian" untuk pihak yang menyangka, dan kata "mereka" untuk yang disangka. Pembagian itu menaruh sangkaan pada pihak yang diajak bicara dan menaruh kekurangan pada pihak yang disangka. Pembaca yang membaca ayat ini dapat memperhatikan bahwa kata "kalian" tidak menyebut kelompok tertentu, sehingga dapat sampai kepadanya. Allah tidak menyebut siapa saja yang termasuk dalam kata itu. Pada bagian mana dalam hidupnya pembaca mendapati dirinya menjadi pihak yang menyangka, dan bagian mana yang ditolaknya untuk disebut demikian?