وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Dan tidaklah berguna syafaat di sisi-Nya, kecuali bagi orang yang diizinkan-Nya, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apa yang difirmankan Tuhan kalian?” Mereka menjawab, “Kebenaran.” Dan Dialah Sang Tinggi lagi Sang Besar.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُwa-laa tanfa'u sy-syafaa'atu 'indahu illaa li-man adzina lahudan tidaklah berguna syafaat di sisi-Nya, kecuali bagi orang yang diizinkan-Nya
- حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّhattaa idzaa fuzzi'a 'an quluubihim qaaluu maadzaa qaala rabbukum qaaluu l-haqqasehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, apa yang difirmankan Tuhan kalian? Mereka menjawab, kebenaran
- وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُwa-huwa l-'aliyyu l-kabiirudan Dialah Sang Tinggi lagi Sang Besar
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَنْفَعُtanfa'ubermanfaat
- الشَّفَاعَةُsy-syafaa'atusyafaat
- عِنْدَهُ'indahudi sisi-Nya
- إِلَّاillaakecuali
- لِمَنْli-manbagi orang yang
- أَذِنَadzinamengizinkan
- لَهُlahubaginya
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- فُزِّعَfuzzi'adihilangkan ketakutan
- عَنْ'andari
- قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
- قَالُواqaaluumereka berkata
- مَاذَاmaadzaaapa
- قَالَqaalaberkata
- رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
- قَالُواqaaluumereka berkata
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الْعَلِيُّl-'aliyyuSang Tinggi
- الْكَبِيرُl-kabiiruSang Besar
Inti bacaan
Rangkaian (مَاذَا قَالَ, maadzaa qaala) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:23 dan 47:16.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ, wa-laa tanfa'u sy-syafaa'atu 'indahu) yang berarti "dan tidaklah berguna syafaat di sisi-Nya". Susunan (تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ, tanfa'u sy-syafaa'atu) muncul dua kali di dua surah, yaitu di 20:109 dan 34:23. Kata (الشَّفَاعَةُ, sy-syafaa'atu) yang berarti "syafaat" dengan bentuk persis ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 20:109, 34:23, dan 39:44. Di 39:44 tertulis (لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا, li-llaahi sy-syafaa'atu jamii'an) yang berarti "milik Allahlah syafaat seluruhnya". Di 43:86 kata itu muncul dengan bentuk lain, (وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ, wa-laa yamliku lladziina yad'uuna min duunihi sy-syafaa'ata) yang berarti "yang mereka seru selain Dia tidak memiliki syafaat". Kalimat itu memuat unsur yang sama dengan 34:22 sebelumnya, yaitu pihak yang diseru selain Allah dan peniadaan kepemilikan. Sesudah itu 43:86 memberi pengecualian berupa orang yang bersaksi dengan kebenaran.
Kata (عِنْدَهُ, 'indahu) yang berarti "di sisi-Nya" dipakai juga di 2:255, (يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ, yasyfa'u 'indahu illaa bi-idznihi) yang berarti "memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya". Syarat izin ditulis dengan rumus yang berbeda-beda. Di 2:255 rumusnya bi-idznihi, di 20:109 (مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ, man adzina lahu r-rahmaanu) yang berarti "orang yang telah diberi izin oleh Ar-Rahman", dan di 53:26 (مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ, min ba'di an ya'dzana llaahu) yang berarti "setelah Allah mengizinkan". Di 34:23 rumusnya (إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ, illaa li-man adzina lahu) yang berarti "kecuali bagi orang yang diizinkan-Nya". Susunan adzina lahu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 20:109, 34:23, dan 78:38. Di 20:109 dan 78:38 pelaku kata kerja adzina ditulis sebagai kata tersendiri, yaitu (الرَّحْمَٰنُ, r-rahmaanu), sedangkan di 34:23 pelakunya hanya penanda orang ketiga tunggal. Terjemahan mengisinya dengan "-Nya" karena 'indahu baru saja menunjuk Dia.
Kata (فُزِّعَ, fuzzi'a) yang berarti "dihilangkan ketakutan" berakar ف-ز-ع dan hanya muncul di 34:23. Kata kerja ini berbentuk yang tidak menyebut pelaku, dan terjemahan mengikutinya dengan kata "dihilangkan" tanpa menyebut siapa yang menghilangkan. Kata sesudahnya, (عَنْ قُلُوبِهِمْ, 'an quluubihim) yang berarti "dari hati mereka", menunjuk tempat perasaan itu dihilangkan. Akar yang sama dipakai di 27:87 dalam (فَفَزِعَ, fa-fazi'a) yang berarti "maka terkejutlah", di 21:103 dalam (الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ, al-faza'u l-akbaru) yang berarti "kejutan yang terbesar", di 27:89 dalam (مِنْ فَزَعٍ, min faza'in) yang berarti "dari kejutan", dan di 34:51 dalam (فَزِعُوا, fazi'uu) yang berarti "mereka panik". Terjemahan memakai "ketakutan" di 34:23 karena kalimatnya menyebut hati sebagai tempat yang dikosongkan dari perasaan itu, sedangkan di ayat lain kata terjemahannya mengikuti kalimat masing-masing.
Pertanyaan (مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ, maadzaa qaala rabbukum) yang berarti "apa yang difirmankan Tuhan kalian" memakai kata ganti jamak pada (رَبُّكُمْ, rabbukum), sehingga yang bertanya berbicara kepada lebih dari satu orang. Rangkaian (مَاذَا قَالَ, maadzaa qaala) muncul dua kali di dua surah, yaitu 34:23 dan 47:16. Di 47:16 rangkaian itu ada dalam kalimat (حَتَّىٰ إِذَا خَرَجُوا, hattaa idzaa kharajuu) yang berarti "sehingga apabila mereka keluar", yaitu pola yang sama dengan hattaa idzaa fuzzi'a di sini, dengan urutan keadaan berubah, mereka berkata, lalu pertanyaan itu muncul. Pola pertanyaan tentang Tuhan kalian dengan jawaban yang menyusul ada juga di 16:24 dan 16:30 dalam (مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ, maadzaa anzala rabbukum) yang berarti "apa yang telah Tuhan kalian turunkan", dan susunan itu muncul dua kali dalam satu surah. Jawabannya berbeda di tiap tempat. Di 16:24 jawabannya (أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ, asaathiiru l-awwaliina) yang berarti "dongeng-dongeng orang-orang terdahulu", dan di 16:30 (خَيْرًا, khayran) yang berarti "kebaikan". Di 34:23 jawabannya (الْحَقَّ, l-haqqa) yang berarti "kebenaran", dan susunan (قَالُوا الْحَقَّ, qaaluu l-haqqa) hanya muncul di 34:23.
Frasa (الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ, l-'aliyyu l-kabiiru) yang berarti "Sang Tinggi lagi Sang Besar" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 22:62, 31:30, dan 34:23. Di 22:62 dan 31:30 frasa itu menutup kalimat yang memuat dua unsur lain, yaitu (هُوَ الْحَقُّ, huwa l-haqqu) yang berarti "Dialah Yang Nyata" dan (يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ, yad'uuna min duunihi) yang berarti "mereka seru selain Dia". Ketiga unsur itu, yaitu pihak yang diseru selain Allah, kata haqq, dan sebutan Sang Tinggi lagi Sang Besar, tersebar di 34:22 dan 34:23. Kata haqq menjadi sebutan bagi Allah di 22:62 dan 31:30, sehingga diterjemahkan "Yang Nyata". Sebagai kontras, di 34:23 kata itu menjadi isi jawaban, sehingga diterjemahkan "kebenaran".
Tafsiran
Ayat ini membahas peran yang tersisa sesudah tiga peniadaan di 34:22, yaitu syafaat, dan syafaat itu disebut berguna bagi orang yang diizinkan saja. Sesudah itu ayat berpindah ke sebuah keadaan yang diawali kata sehingga: ketakutan dihilangkan dari hati mereka, mereka bertanya tentang firman Tuhan, dan mereka menjawab dengan satu kata. Dua bagian itu dihubungkan oleh kata sehingga, tetapi ayat tidak menyebut siapa yang dimaksud dengan mereka. Kata ganti itu dapat menunjuk pemberi syafaat, orang yang dimohonkan syafaat, atau pihak lain, dan teks tidak memilih salah satunya.
Dalam keadaan itu urutan kejadiannya jelas. Ketakutan dihilangkan lebih dulu, sesudah itu ada pertanyaan, dan sesudah pertanyaan ada jawaban. Sebelum ketakutan hilang ayat tidak mencatat ucapan apa pun. Pertanyaan memakai kata ganti jamak untuk Tuhan, sehingga pertanyaan itu diajukan kepada lebih dari satu orang, dan itu berbeda dari 34:21 yang memakai kata ganti tunggal untuk satu orang yang diajak bicara. Jawabannya satu kata dan tidak mengutip isi firman, sehingga ayat memperlihatkan hasil dari pertanyaan itu tanpa merinci perkaranya.
Penutup ayat kembali ke sebutan bagi Allah, dan kalimat itu disusun dengan wa yang menyambung ke seluruh ayat. Ayat 34:22 menutup tiga peran bagi pihak yang disangka berperan, 34:23 menaruh syafaat di bawah izin, dan kalimat penutup menyebut siapa yang berada di atas semua itu. Karena penutup itu sama dengan 22:62 dan 31:30, pembaca yang mengenal dua ayat itu bertemu lagi dengan susunan yang pernah memuat pihak yang diseru selain Allah dan kata haqq.
Ayat sesudahnya, 34:24, kembali ke perintah qul dan menanyakan siapa yang memberi rezeki dari langit dan bumi. Pergantian itu memindahkan pembicaraan dari urusan syafaat ke urusan rezeki, dan pertanyaan di 34:24 memakai kata ganti jamak yang sama dengan pertanyaan di 34:23, yaitu -kum.
Renungan dan Hikmah
- Syafaat di sisi Allah disebut berguna bagi orang yang diizinkan-Nya saja, dan izin itu ditulis sebagai syarat yang mendahului. Orang yang menggantungkan harapan pada perantara, entah tokoh, kenalan, atau jasa baik masa lalu, dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh izin di depan perantaraan. Ayat tidak menyebut berapa banyak orang yang termasuk dalam izin itu dan tidak menyebut siapa saja. Pembaca dapat menanyakan pada dirinya kepada perantara mana ia paling sering bersandar, dan apakah ia pernah menimbang bahwa perantara itu sendiri masih berada di bawah izin Tuhan?
- Dalam keadaan yang digambarkan ayat, pertanyaan baru terucap sesudah ketakutan dihilangkan dari hati, dan ayat tidak menyebut siapa yang menghilangkannya. Urutan itu memperlihatkan bahwa ada pertanyaan yang tidak terucap selama rasa takut masih ada. Pembaca dapat memperhatikan pertanyaan mana tentang Tuhan, tentang jalan hidupnya, atau tentang urusan yang belum selesai yang selama ini tertahan di dada karena takut mendengar jawabannya. Apakah pertanyaan itu menunggu rasa takut hilang, dan siapa yang diharapkannya menghilangkan rasa takut itu?
- Pertanyaan di ayat ini ditujukan kepada orang lain dan memakai kata ganti jamak untuk Tuhan, yaitu apa yang difirmankan Tuhan kalian. Penanya mengajak orang lain menyebut isi firman, dan tidak membuka sendiri apa yang difirmankan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kabar tentang apa yang dikatakan Tuhan dapat datang lewat orang lain, dan ayat ini mencatat pertukaran semacam itu. Siapa di sekitar pembaca yang kerap ditanyai tentang isi firman Tuhan, dan seberapa sering pembaca membuka sendiri sumbernya sebelum bertanya?
- Jawaban atas pertanyaan tentang firman Tuhan hanya satu kata, yaitu kebenaran, dan ayat tidak mencatat isi firman itu. Di 16:24 jawaban atas pertanyaan yang serupa adalah dongeng-dongeng orang terdahulu, dan di 16:30 kebaikan. Tiga jawaban itu diucapkan oleh pihak yang berlainan dalam kisah yang berlainan, sehingga tidak dapat disetarakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa jawaban atas satu pertanyaan yang sama bergantung pada siapa yang menjawab. Bila pembaca ditanya hari ini apa isi pesan Tuhan, kata apa yang pertama keluar dari mulutnya?
- Kalimat terakhir ayat ini hanya menyebut Allah, yaitu Sang Tinggi lagi Sang Besar, dan tidak lagi menyebut mereka yang bertanya dan menjawab. Sesudah adegan tentang ketakutan, pertanyaan, dan jawaban, perhatian dikembalikan kepada pihak yang menjadi pokok pembicaraan sejak awal. Pembaca yang membaca cerita orang lain dengan perhatian pada manusianya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh kata terakhir pada Tuhan. Apa yang tersisa dalam ingatan pembaca sesudah membaca ayat ini, adegan manusianya atau sebutan Allah di ujungnya?
- Di 34:23 kebenaran menjadi jawaban atas pertanyaan tentang firman Tuhan. Di 43:86 kata yang sama dalam bentuk lain, (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi), menjadi isi kesaksian orang yang dikecualikan dari mereka yang tidak memiliki syafaat, dan kalimat itu menambahkan bahwa mereka mengetahui. Dua ayat itu berdiri sendiri-sendiri, dan keduanya menaruh kata kebenaran di tempat orang yang berhubungan dengan Allah. Kebenaran apa yang pernah diucapkan pembaca dengan sadar sepenuhnya akan apa yang diucapkannya?