قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Katakanlah, “Siapakah yang memberi kalian rezeki dari langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Dan sesungguhnya kami atau kalian pasti berada di atas petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلِ اللَّهُqul man yarzuqukum mina s-samaawaati wa-l-ardhi quli llaahukatakanlah, siapakah yang memberi kalian rezeki dari langit dan bumi? Katakanlah, Allah
  2. وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍwa-innaa aw iyyaakum la-'alaa hudan aw fii dhalaalin mubiinindan sesungguhnya kami atau kalian pasti berada di atas petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. مَنْmanorang yang
  3. يَرْزُقُكُمْyarzuqukummemberi kalian rezeki
  4. مِنَminadari
  5. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  6. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  7. قُلِqulikatakanlah
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya kami
  10. أَوْawatau
  11. إِيَّاكُمْiyyaakumkalian
  12. لَعَلَىٰla-'alaabenar-benar atas
  13. هُدًىhudanpetunjuk
  14. أَوْawatau
  15. فِيfiidari
  16. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
  17. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Pertanyaan retoris sederhana 'siapa memberi rezeki dari langit dan bumi?' dijawab 'Allah', diikuti pengakuan jujur akan adanya dua kemungkinan posisi (petunjuk atau kesesatan), kerendahan hati argumentatif yang membiarkan bukti berbicara, bukan memaksakan klaim sepihak.

Tafsiran

Ayat ini menyampaikan tantangan retoris dengan kerendahan hati yang tajam: meski jawaban tentang sumber rezeki sudah jelas, status siapa yang benar-benar berada di jalan lurus tetap dibiarkan terbuka sebagai bahan renungan, bukan klaim sepihak.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menjawab pertanyaan-Nya sendiri. Katakanlah, Allah. Lawan bicara tidak diberi ruang mengelak.
  • Kalimat sesudahnya tidak menunjuk siapa yang benar. Kami atau kalian. Dua kemungkinan dibiarkan berdiri bersama.
  • Kerendahan hati itu bukan keraguan. Allah menyuruh menyebut dua kemungkinan sekaligus. Yang mendengar diajak menimbang, bukan dipaksa mengaku.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-z-q, s-m-w, a-r-d, a-l-h, h-d-y, d-l-l, b-y-n): man yarzuqukum diterjemahkan 'siapa memberi rezeki' (akar r-z-q); innaa aw iyyaakum la-'alaa hudan aw fii dalaal mubiin diterjemahkan 'kami atau kalian di atas petunjuk atau dalam kesesatan nyata' (akar h-d-y HDY + akar d-l-l 78 + akar b-y-n, gaya debat adil/rendah-hati: salah satu pasti sesat). gloss '(Nabi Muhammad)/(orang-orang musyrik)' dibuang.