قُلْ لَا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Katakanlah, “Kalian tidak akan ditanya tentang apa yang kami perbuat, dan kami tidak akan ditanya tentang apa yang kalian kerjakan.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ لَا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَqul laa tus'aluuna 'ammaa ajramnaa wa-laa nus'alu 'ammaa ta'maluunakatakanlah, kalian tidak akan ditanya tentang apa yang kami perbuat, dan kami tidak akan ditanya tentang apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (9 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لَاlaatidak
- تُسْأَلُونَtus'aluunakalian ditanya
- عَمَّا'ammaadari apa yang
- أَجْرَمْنَاajramnaakami berbuat dosa
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نُسْأَلُnus'alukami ditanya
- عَمَّا'ammaadari apa yang
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Bentuk (لَا تُسْأَلُونَ, laa tus'aluuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:134, 2:141, dan 34:25, dan hanya 34:25 yang memasangkannya dengan kata kerja berakar ج-ر-م.
Penjelasan pilihan kata
Kata (تُسْأَلُونَ, tus'aluuna) yang berarti "kalian ditanya" berakar س-أ-ل dan menempatkan orang yang diajak bicara sebagai pihak yang ditanya, tanpa menyebut siapa yang bertanya. Bentuk (لَا تُسْأَلُونَ, laa tus'aluuna) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 2:134, 2:141, dan 34:25. Surah 2 memuatnya dua kali karena 2:134 dan 2:141 berbunyi sama. Di kedua ayat itu kalimatnya berlanjut ke (عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ, 'ammaa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "tentang apa yang dahulu mereka kerjakan", dan "mereka" di sana menunjuk umat yang sudah berlalu. Terjemahan 2:134 memakai "dimintai pertanggungjawaban" untuk kata kerja ini. Terjemahan 34:25 memakai "ditanya", sama seperti terjemahan 55:39 untuk bentuk yang berakar sama, supaya akar س-أ-ل tetap terbaca sebagai pertanyaan. Kata "pertanggungjawaban" tidak ditambahkan karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Ayat ini juga tidak menyebut hari atau tempat pertanyaan itu, sehingga terjemahan tidak menambahkan "di akhirat".
Kata (أَجْرَمْنَا, ajramnaa) tersusun dari kata kerja yang berakar ج-ر-م dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "kami". Bentuk persis ajramnaa hanya muncul di 34:25. Kata kerja yang sama dengan pelaku orang ketiga, (أَجْرَمُوا, ajramuu), muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 6:124, 30:47, dan 83:29. Terjemahan ketiganya memakai "berdosa" atau "berbuat dosa" karena kata itu di sana menyebut sekelompok orang. Di 11:35, (مِمَّا تُجْرِمُونَ, mimmaa tujrimuuna) yang berarti "dari apa yang kalian perbuat" memuat kata kerja yang sama dengan pelaku "kalian", dan ayat itu juga memuat (إِجْرَامِي, ijraamii) yang berarti "dosaku". Terjemahan 34:25 memakai "perbuat" seperti 11:35, yaitu ayat lain yang memuat kata kerja ini sesudah "apa yang". Pilihan itu membuat kata "dosa" tidak terbaca di terjemahan utuh, sedangkan arti per kata ayat ini mencatatnya. Susunan kedua ayat juga berlawanan arah. Di 11:35 kata kerja berakar ج-ر-م menunjuk lawan bicara, dan di 34:25 menunjuk pihak "kami". Sebab pembalikan itu tidak diterangkan di kedua ayat.
Kata (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna) yang berarti "kalian kerjakan" berakar ع-م-ل. Susunan (عَمَّا تَعْمَلُونَ, 'ammaa ta'maluuna) muncul delapan kali di lima surah, yaitu 2:74, 2:85, 2:140, 2:149, 3:99, 11:123, 27:93, dan 34:25. Tujuh ayat pertama memuat kata (بِغَافِلٍ, bi-ghaafilin) yang berarti "lengah" sebelum susunan itu, sehingga bunyinya "Allah tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan" di 2:74, 2:85, 2:140, 2:149, dan 3:99, serta "Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan" di 11:123 dan 27:93. Di 34:25 susunan yang sama berada sesudah kata kerja "ditanya". Terjemahan memakai dua kata Indonesia yang berbeda untuk dua kata kerja Arab di ayat ini, yaitu "perbuat" untuk ajramnaa dan "kerjakan" untuk ta'maluuna, sehingga kedua pihak tidak terbaca memakai satu kata kerja yang sama.
Kedua bagian ayat ini disusun dengan kerangka yang sama. Bagian pertama, (لَا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا, laa tus'aluuna 'ammaa ajramnaa), menaruh "kalian" sebagai yang ditanya dan "kami" sebagai yang berbuat. Bagian kedua, (وَلَا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ, wa-laa nus'alu 'ammaa ta'maluuna), menaruh "kami" sebagai yang ditanya dan "kalian" sebagai yang mengerjakan. Huruf (وَ, wa-) yang berarti "dan" menyambung keduanya, dan terjemahan memakai "dan" tanpa tambahan penjelas di antaranya.
Tafsiran
Ayat ini menaruh dua pihak berhadapan dalam satu kalimat yang setimbang, dan masing-masing pihak dibebaskan dari pertanyaan tentang perbuatan pihak lain. Ayat 34:24 sebelumnya menyatakan bahwa salah satu dari "kami" atau "kalian" berada di atas petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata, dan 34:25 tidak memutuskan pihak mana. Ayat ini mengatur hal lain, yaitu perbuatan siapa yang ditanyakan kepada siapa.
Perintah (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah" ada di 34:22, 34:24, 34:25, 34:26, 34:27, dan 34:30, sedangkan 34:23, 34:28, dan 34:29 tidak memuatnya. Ayat 34:25 berada di tengah rangkaian perintah itu, sesudah pertanyaan tentang rezeki di 34:24 dan sebelum penyebutan Tuhan di 34:26. Kalimatnya hanya meniadakan pertanyaan di antara dua pihak. Ayat ini tidak menyatakan bahwa tiap pihak bebas dari pertanyaan tentang perbuatannya sendiri.
Lima ayat memuat rangkaian (تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ, taziru waaziratun wizra ukhraa), yaitu 6:164, 17:15, 35:18, 39:7, dan 53:38, yang di sana diterjemahkan "seorang pemikul beban tidak memikul beban orang lain". Kelima ayat itu berbicara tentang memikul beban, sedangkan 34:25 berbicara tentang ditanya, sehingga keduanya dapat dibaca berdampingan tetapi tidak disamakan.
Ayat 34:25 tidak menyebut siapa yang bertanya. Ayat 34:26 menyebut (رَبُّنَا, rabbunaa) yang berarti "Tuhan kita" sebagai yang mengumpulkan dan memutuskan, tanpa menyebut pertanyaan. Kedua ayat tidak dihubungkan secara eksplisit, dan pembacaan bahwa penanya itu Tuhan tidak dinyatakan oleh ayat mana pun di rangkaian ini. Dua gerak berurutan tertulis di sana, yaitu pertanyaan tentang perbuatan dipisahkan, lalu kedua pihak dikumpulkan.
Dua gerak itu hadir dalam satu ayat di 42:15, "Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian ... Allah mengumpulkan kita". Di 34:25 dan 34:26 gerak yang sama dibagi ke dua ayat yang berurutan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 34:25 menetapkan dua arah yang saling menutup: pertanyaan tentang apa yang kami perbuat tidak jatuh kepada kalian, dan pertanyaan tentang apa yang kalian kerjakan tidak jatuh kepada kami. Pembaca yang pernah diminta menjawab untuk perbuatan anggota keluarga, rekan sekerja, atau kelompok yang sama-sama diikutinya dapat mengenali beratnya pertanyaan yang diarahkan ke orang yang keliru. Rumusan ayat ini memberi cara membayangkan pemisahan itu, dan ayat tidak menyatakan bahwa pemisahan itu meringankan siapa pun. Perbuatan siapa yang selama ini terasa harus dijawabnya, padahal bukan perbuatannya sendiri?
- Di ayat ini pihak pembicara memakai kata kerja berakar dosa untuk perbuatannya sendiri, ajramnaa, sedangkan perbuatan lawan bicaranya disebut dengan kata kerja yang lebih umum, ta'maluuna. Bila dibandingkan dengan 11:35, tempat kedua pihak tertukar, sehingga pilihan kata untuk perbuatan sendiri dan perbuatan lawan tidak tampak tetap. Alasan pertukaran itu tidak diterangkan di kedua ayat. Orang yang menceritakan sebuah perselisihan dapat memperhatikan kata yang dipilihnya untuk perbuatannya sendiri dan kata yang dipilihnya untuk perbuatan lawannya. Apakah kedua kata itu ditimbang dengan takaran yang sama?
- Ayat 2:149 memuat 'ammaa ta'maluuna yang sama dengan penutup 34:25, tetapi di sana kalimatnya berbunyi "Allah tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan". Di 34:25 pembicara meniadakan pertanyaan di antara dua pihak, dan ayat itu tidak menyebut apakah ada pihak lain yang bertanya. Konteks kedua ayat berbeda, sebab 2:149 berbicara tentang arah menghadap dan 34:25 tentang dua pihak yang berbantah, jadi keduanya tidak saling menafsirkan. Dibaca berdampingan, frasa yang sama berada di dua kedudukan: di 34:25 sebagai hal yang tidak ditanyakan satu pihak kepada pihak lain, di 2:149 sebagai hal yang tidak luput dari Allah. Apakah perbuatan yang tak pernah ditanyakan orang lain kepadanya pernah dianggapnya tidak diketahui siapa pun?
- Ayat 34:26 yang menyusul berbunyi "Tuhan kita akan mengumpulkan kita", dan 42:15 menaruh pasangan yang sama dalam satu ayat: "Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian", lalu "Allah mengumpulkan kita". Pemisahan pertanyaan di 34:25 dan pengumpulan di 34:26 tidak dihubungkan ayat dengan kata penghubung tertentu, sehingga keduanya dapat dibaca sebagai dua gerak yang berurutan. Dalam pembacaan itu, orang yang terpisah dari lawannya oleh perbedaan pendapat tetap berada dalam himpunan yang sama, dikumpulkan oleh Tuhan yang disebut "Tuhan kita". Pembaca dapat membayangkan lawan bicaranya yang paling keras berada dalam himpunan itu, lalu menimbang apakah cara berbantahnya akan berubah karenanya?
- Di 21:23 Allah disebut tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan, tetapi mereka yang ditanya. Ayat itu berbicara tentang Allah, sedangkan 34:25 berbicara tentang dua pihak manusia, sehingga keduanya tidak disamakan. Kata kerja berakar س-أ-ل itu sama, dan dipakai pada tiga pihak yang kedudukannya berlainan, yaitu Allah di 21:23, serta "kalian" dan "kami" di 34:25. Di 34:25 pertanyaan beredar di antara sesama manusia dan ditiadakan, di 21:23 pertanyaan tidak diarahkan kepada Allah dan diarahkan kepada manusia. Kepada siapa saja pembaca merasa berhak mengajukan pertanyaan tentang perbuatan, dan kepada siapa ia merasa tidak berhak?
- Kedua kata kerja "ditanya" di ayat ini tidak disertai penanya. Terjemahan tidak menambahkan pelaku, dan tidak ada kata untuk Allah sebagai penanya, sedangkan 34:26 menyebut Tuhan sebagai yang mengumpulkan. Tempat penanya dibiarkan kosong. Pembaca yang bersiap membela perbuatannya dapat memeriksa siapa yang sudah dibayangkannya akan bertanya, entah dari keluarga, tempat kerja, atau lingkungannya. Ayat ini membiarkan semuanya terbuka. Siapa penanya yang selama ini dibayangkannya, dan dari mana gambaran itu datang?