قُلْ أَرُونِيَ الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku mereka yang kalian sertakan dengan-Nya sebagai sekutu-sekutu.” Sekali-kali tidak! Bahkan, Dialah Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ أَرُونِيَ الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَqul aruuniya lladziina alhaqtum bihi syurakaa'akatakanlah, perlihatkanlah kepadaku mereka yang kalian sertakan dengan-Nya sebagai sekutu-sekutu
  2. كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُkallaa bal huwa llaahu l-'aziizu l-hakiimusekali-kali tidak! Bahkan, Dialah Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَرُونِيَaruuniyaperlihatkanlah kepadaku
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. أَلْحَقْتُمْalhaqtumkalian gabungkan
  5. بِهِbihidengan-Nya
  6. شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
  7. كَلَّاkallaasekali-kali tidak
  8. بَلْbalbahkan
  9. هُوَhuwaDialah
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  12. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah

Inti bacaan

Bentuk (أَلْحَقْتُمْ, alhaqtum) dan susunan (بَلْ هُوَ اللَّهُ, bal huwa llaahu) masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:27.

Penjelasan pilihan kata

Kata (أَرُونِيَ, aruuniya) yang berarti "perlihatkanlah kepadaku" tersusun dari kata kerja perintah berakar ر-أ-ي yang ditujukan kepada beberapa orang, dan akhiran (نِيَ, -niya) yang berarti "kepadaku". Bentuk persis aruuniya hanya muncul di 34:27. Tanpa huruf ya di ujungnya, (أَرُونِي, aruunii) muncul di empat ayat pada empat surah, yaitu 31:11, 34:27, 35:40, dan 46:4. Di 31:11 perintah itu disusul (مَاذَا خَلَقَ, maadzaa khalaqa) yang berarti "apa yang telah diciptakan", dan di 35:40 serta 46:4 disusul (مَاذَا خَلَقُوا, maadzaa khalaquu) yang berarti "apa yang telah mereka ciptakan", sehingga permintaan di tiga ayat itu menyangkut ciptaan. Di 34:27 perintah yang sama disusul (الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَ, lladziina alhaqtum bihi syurakaa'a), sehingga permintaannya menyangkut pihak yang disebut sekutu itu sendiri. Terjemahan memakai "perlihatkanlah kepadaku" di keempat ayat.

Kata (أَلْحَقْتُمْ, alhaqtum) yang berarti "kalian sertakan" tersusun dari kata kerja berakar ل-ح-ق dan akhiran (تُمْ, -tum) yang berarti "kalian". Bentuk persis alhaqtum hanya muncul di 34:27. Kata kerja berakar ل-ح-ق dengan awalan أ ini muncul di tiga ayat lain, yaitu (وَأَلْحِقْنِي, wa-alhiqnii) di 12:101 dan 26:83, yang diterjemahkan "gabungkanlah aku" dan "pertemukanlah aku", serta (أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ, alhaqnaa bihim dzurriyyatahum) di 52:21 yang berarti "Kami pertemukan keturunan mereka dengan mereka". Susunan kata kerja, huruf bi- dengan akhiran, lalu benda yang disertakan sama di 52:21 dan 34:27, tetapi pelaku dan yang disertakan berbeda. Di 52:21 Kami mempertemukan keturunan orang beriman dengan mereka, sedangkan di 34:27 kalian menyertakan sekutu kepada Allah. Terjemahan memakai "sertakan" di 34:27 dan "pertemukan" di 52:21, sehingga gerak menambahkan yang satu pada yang lain terbaca di kedua ayat.

Kata (شُرَكَاءَ, syurakaa'a) yang berarti "sekutu-sekutu" berakar ش-ر-ك dan muncul, dengan atau tanpa akhiran sesudahnya, di dua belas ayat pada sembilan surah, yaitu 6:100, 7:190, 7:195, 10:66, 10:71, 13:16, 13:33, 16:86, 28:64, 30:28, 34:27, dan 35:40. Ayat 34:22 menyebut kelompok yang berkaitan dengan kata kerja lain, (الَّذِينَ زَعَمْتُمْ, lladziina za'amtum) yang berarti "mereka yang kalian sangka", dan susunan itu muncul di empat ayat, yaitu 6:94, 17:56, 18:52, dan 34:22. Di 34:22 kelompok itu disebut "yang kalian sangka selain Allah", dan di 34:27 "yang kalian sertakan dengan-Nya sebagai sekutu-sekutu". Keduanya dapat dibaca menunjuk kelompok yang sama, tetapi ayat tidak menyatakannya. Terjemahan membaca akhiran (بِهِ, bihi) pada alhaqtum bihi sebagai Allah dan menuliskannya "dengan-Nya", sebab Allah disebut di 34:24 dan di ujung ayat ini.

Kata (كَلَّا, kallaa) yang berarti "sekali-kali tidak" muncul sekali di surah 34, yaitu di 34:27. Susunan (كَلَّا بَلْ, kallaa bal) muncul enam kali di enam surah, yaitu 34:27, 74:53, 75:20, 82:9, 83:14, dan 89:17. Di lima ayat lain kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" disusul keadaan orang yang dibicarakan atau diajak bicara: mereka tidak takut kepada akhirat di 74:53, kalian mencintai kehidupan dunia di 75:20, kalian mendustakan pertanggungjawaban di 82:9, apa yang mereka usahakan menutupi karat pada hati mereka di 83:14, dan kalian tidak memuliakan anak yatim di 89:17. Di 34:27 kata bal disusul (هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, huwa llaahu l-'aziizu l-hakiimu), pernyataan tentang Allah. Susunan (بَلْ هُوَ اللَّهُ, bal huwa llaahu) hanya muncul di 34:27. Tiga ayat memuat (اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, allaahu l-'aziizu l-hakiimu), yaitu 27:9, 34:27, dan 42:3, dan terjemahannya memakai "Sang Digdaya" dan "Sang Penuh Hikmah" untuk dua sebutan itu.

Tafsiran

Ayat ini membawa rangkaian 34:22 sampai 34:27 kembali ke tantangan yang dibuka di 34:22. Ayat 34:22 memerintahkan, "Serulah mereka yang kalian sangka selain Allah", lalu menyebut bahwa mereka tidak memiliki seberat zarah pun di langit dan di bumi. Ayat 34:27 meminta mereka diperlihatkan. Di antara keduanya ada syafaat di 34:23, rezeki di 34:24, pemisahan pertanyaan di 34:25, dan putusan di 34:26. Permintaan yang sama kembali sesudah semua itu, dan kali ini tidak disusul keterangan tentang apa yang mereka miliki.

Perintah menyeru di 34:22 dan perintah memperlihatkan di 34:27 berbeda. Menyeru meminta pihak itu menjawab, memperlihatkan meminta pihak itu ada untuk ditunjuk. Kedua ayat tidak mencatat jawaban dari lawan bicara. Di 34:27 jawaban datang dari pembicara sendiri, langsung sesudah permintaan, dalam bentuk "sekali-kali tidak" dan pernyataan tentang Allah.

Di 31:11, 35:40, dan 46:4 permintaan memperlihatkan menyangkut ciptaan, dan 35:40 serta 46:4 menambah pertanyaan tentang andil di langit, sedangkan 46:4 juga meminta kitab sebelumnya atau peninggalan pengetahuan. Ayat 34:27 tidak memuat pertanyaan tambahan itu, sehingga permintaannya berdiri sendiri.

Sesudah kata bal di 34:27, ayat beralih dari pihak-pihak yang diminta diperlihatkan ke satu penyebutan, "Dialah Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah". Di lima ayat lain yang memuat kallaa bal, kata sesudah bal membicarakan keadaan orang yang dibicarakan. Ayat 34:27 membicarakan Allah. Dengan penutup itu rangkaian yang berawal dari "yang kalian sangka selain Allah" di 34:22 berakhir pada penyebutan Allah di 34:27.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaan di 34:27 menyangkut pihak yang disebut sekutu itu sendiri, sedangkan di 31:11, 35:40, dan 46:4 permintaan serupa menyangkut apa yang telah mereka ciptakan. Di 34:27 pembicara meminta agar pihak itu diperlihatkan. Orang yang menyandarkan harapan pada sesuatu selain Allah dapat membayangkan diminta mengajukannya ke depan seperti itu. Apa yang akan diperlihatkannya, dan apakah sandaran itu dapat ditunjuk sebagaimana yang diminta ayat ini?
  • Ayat 34:22 meminta mereka yang berpegang pada selain Allah untuk menyeru pegangannya, dan 34:27 meminta mereka memperlihatkannya. Kedua perintah itu berbeda tuntutan: menyeru meminta pegangan itu menjawab, memperlihatkan meminta adanya sesuatu yang dapat ditunjuk. Dua perintah itu dapat dibaca sebagai dua tahap ujian bagi sebuah pegangan, dan ayat tidak mencatat bahwa tahap mana pun terpenuhi. Pembaca dapat menimbang pegangan mana yang selama ini hanya pernah diserunya tanpa pernah diperlihatkannya, dan apakah pegangan itu tetap berdiri bila yang diminta hanya menunjuk?
  • Ayat ini tidak mencatat jawaban dari pihak yang diminta memperlihatkan. Sesudah permintaan itu langsung datang "Sekali-kali tidak!", lalu "Bahkan, Dialah Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah". Di lima ayat lain yang memuat kallaa bal, kata bahkan disusul keadaan orang yang dibicarakan, dan di 34:27 disusul pernyataan tentang Allah. Arah pembicaraan berpindah dari apa yang dimiliki pihak-pihak itu ke siapa Allah. Pembaca yang pernah berdebat dapat memperhatikan kapan ia mengalihkan percakapan dari kekurangan lawannya ke keyakinannya sendiri, dan apakah peralihan itu terjadi terlalu cepat atau terlambat?
  • Kata kerja berakar ل-ح-ق yang diterjemahkan "sertakan" di 34:27 muncul juga di 52:21, "Kami pertemukan keturunan mereka dengan mereka", dengan Kami sebagai pelaku. Di 52:21 Kami menggabungkan keturunan orang beriman dengan mereka, dan di 34:27 manusia menggabungkan sekutu kepada Allah. Kedua ayat berbeda konteks dan tidak disamakan. Susunan kata keduanya mirip, sehingga arah penyambungan, yaitu siapa yang menyambung dan kepada siapa, menjadi hal yang dapat diamati dalam dua ayat itu. Apa yang selama ini disambungkan pembaca pada hal yang paling dihormatinya, dan siapa yang menyambungkannya?
  • Dua sebutan penutup ayat ini dipakai juga di 27:9 untuk Allah yang berbicara dan di 42:3 untuk Allah yang mewahyukan. Dengan demikian dua sebutan itu menyertai Allah dalam tiga keadaan berbeda, yaitu penolakan terhadap sekutu di 34:27, pembicaraan di 27:9, dan pewahyuan di 42:3. Pembaca dapat bertanya apakah kedigdayaan dan hikmah yang dicarinya pada tempat bersandar selalu ditemukannya berpasangan, atau sering terpisah, dan apa yang terjadi pada sandarannya ketika salah satunya tidak ada.
  • Di 35:40 dan 46:4 permintaan memperlihatkan disusul pertanyaan tentang andil di langit, dan di 46:4 juga disusul permintaan kitab, padahal yang diseru ialah yang selain Allah. Di 34:27 permintaan itu berdiri sendiri dan langsung dijawab "sekali-kali tidak". Satu permintaan sederhana untuk menunjukkan dapat terasa lebih sulit dijawab daripada banyak pertanyaan, sebab tidak ada kelonggaran untuk menjelaskan. Seandainya pembaca diminta hanya menunjukkan apa yang dipegangnya sebagai tempat bersandar, apa yang akan ditunjuknya, dan berapa lama jawaban itu perlu dipikirkan?