قُلْ أَرُونِيَ الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku mereka yang kalian sertakan dengan-Nya sebagai sekutu-sekutu.” Sekali-kali tidak! Bahkan, Dialah Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ أَرُونِيَ الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَqul aruuniya lladziina alhaqtum bihi syurakaa'akatakanlah, perlihatkanlah kepadaku mereka yang kalian sertakan dengan-Nya sebagai sekutu-sekutu
  2. كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُkallaa bal huwa llaahu l-'aziizu l-hakiimusekali-kali tidak! Bahkan, Dialah Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَرُونِيَaruuniyaperlihatkanlah kepadaku
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. أَلْحَقْتُمْalhaqtumkalian gabungkan
  5. بِهِbihidengan-Nya
  6. شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
  7. كَلَّاkallaasekali-kali tidak
  8. بَلْbalbahkan
  9. هُوَhuwaDialah
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  12. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah

Inti bacaan

Tantangan konkret 'perlihatkanlah kepadaku sekutu-sekutu itu', permintaan bukti nyata dan dapat diperiksa sebagai metode menguji klaim keagamaan yang tidak berdasar, bukan sekadar penolakan tanpa argumen.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(sesembahan)' dihapus. 'Tidaklah (sama)' dikoreksi menjadi 'Sekali-kali tidak!': terjemahan yang lebih tepat untuk 'kallaa', partikel penolakan tegas, bukan perbandingan kesamaan.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian tantangan dengan penolakan tegas terhadap klaim sekutu: tidak ada yang bisa ditunjukkan sebagai bukti, hanya penegasan kembali kepada satu-satunya realitas yang berlaku.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh meminta diperlihatkan. Bukan dijelaskan. Yang diminta bukti yang bisa dilihat, dan itu yang tak ada.
  • Jawabannya datang sebelum mereka sempat menjawab: sekali-kali tidak. Ditutup. Ruang jawabnya dibuka, lalu ditutup di kalimat yang sama.
  • Allah menutup dengan dua sebutan: Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah. Sesudah menolak. Yang tak bersekutu disebut kuat sekaligus bijaksana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). azza sh-shay' = 'difficult… IMPOSSIBLE, insuperable'; 'rare, scarce… hence DEAR'; azza alayya = 'DISTRESSED me'. jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.