قُلْ لَكُمْ مِيعَادُ يَوْمٍ لَا تَسْتَأْخِرُونَ عَنْهُ سَاعَةً وَلَا تَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah, “Bagi kalian ada hari yang dijanjikan, yang kalian tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat memajukannya.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قُلْ لَكُمْ مِيعَادُ يَوْمٍ لَا تَسْتَأْخِرُونَ عَنْهُ سَاعَةً وَلَا تَسْتَقْدِمُونَqul lakum mii'aadu yawmin laa tasta'khiruuna 'anhu saa'atan wa-laa tastaqdimuunakatakanlah, bagi kalian ada hari yang dijanjikan, yang kalian tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat memajukannya

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. لَكُمْlakumbagi kalian
  3. مِيعَادُmii'aadujanji
  4. يَوْمٍyawminhari
  5. لَاlaatidak
  6. تَسْتَأْخِرُونَtasta'khiruunakalian mengundurkan
  7. عَنْهُ'anhudarinya
  8. سَاعَةًsaa'atansesaat
  9. وَلَاwa-laadan tidak pula
  10. تَسْتَقْدِمُونَtastaqdimuunakalian memajukan

Inti bacaan

Bentuk (تَسْتَأْخِرُونَ, tasta'khiruuna) dan (تَسْتَقْدِمُونَ, tastaqdimuuna) masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:30, sedangkan (سَاعَةً, saa'atan) muncul di enam ayat, yaitu 7:34, 10:45, 10:49, 16:61, 34:30, dan 46:35.

Penjelasan pilihan kata

Kata (مِيعَادُ, mii'aadu) yang berarti "janji" berakar و-ع-د, akar yang sama dengan (الْوَعْدُ, l-wa'du) di 34:29. Dalam semua bentuknya kata ini muncul di enam ayat pada lima surah, yaitu 3:9, 3:194, 8:42, 13:31, 34:30, dan 39:20. Di 3:9, 3:194, 13:31, dan 39:20 kata itu mengikuti kata kerja dalam kalimat (لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ, laa yukhlifu l-mii'aada) atau (إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ, innaka laa tukhlifu l-mii'aada), yang diterjemahkan "tidak menyalahi janji". Di 8:42, (فِي الْمِيعَادِ, fii l-mii'aadi) diterjemahkan "tentang waktu yang telah ditentukan". Di 34:30, (مِيعَادُ يَوْمٍ, mii'aadu yawmin) tersusun dari dua kata yang bersambung, yaitu janji dan sebuah hari, dan terjemahan memakai "hari yang dijanjikan". Kata (يَوْمٍ, yawmin) tidak bersandang al- dan tidak disertai nama, sehingga terjemahan tidak menambahkan "Kiamat". Susunan (يَوْمٍ لَا, yawmin laa) muncul di tiga ayat, yaitu 3:9, 3:25, dan 34:30. Di 3:9 dan 3:25 susunan itu disusul (رَيْبَ فِيهِ, rayba fiihi) yang berarti "tidak ada keraguan padanya", dan di 34:30 disusul kata kerja tentang menunda.

Kata (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" berada di depan kata janji, dan terjemahan menambahkan "ada" supaya kalimatnya terbaca utuh. Penambahan yang sama dipakai pada (وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ, wa-li-kulli ummatin ajalun) di 7:34 yang diterjemahkan "Dan bagi setiap umat ada ajal".

Kata (تَسْتَأْخِرُونَ, tasta'khiruuna) yang berarti "kalian menunda" berakar أ-خ-ر, dan bentuk persis ini hanya muncul di 34:30. Bentuk (يَسْتَأْخِرُونَ, yasta'khiruuna) muncul di lima ayat, yaitu 7:34, 10:49, 15:5, 16:61, dan 23:43. Terjemahan 7:34, 10:49, dan 16:61 memakai "menunda", sedangkan 15:5 dan 23:43 memakai "menangguhkan". Di tiga ayat pertama kata kerja itu berpasangan dengan (وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ, wa-laa yastaqdimuuna), dan di 34:30 pasangannya (وَلَا تَسْتَقْدِمُونَ, wa-laa tastaqdimuuna) hanya muncul sekali. Terjemahan 7:34, 10:49, dan 16:61 memakai "mempercepatnya" untuk yastaqdimuuna. Terjemahan 34:30 memakai "memajukannya" untuk akar ق-د-م, supaya tidak bertemu dengan "disegerakan" yang dipakai untuk akar ع-ج-ل di 6:57, 10:50, 27:72, dan 46:35, misalnya pada (تَسْتَعْجِلُونَ, tasta'jiluuna) di 27:72 yang berarti "kalian minta disegerakan". Kata (عَنْهُ, 'anhu) yang berarti "darinya" mengikuti tasta'khiruuna, dan terjemahan "menundanya" memuat akhiran -nya yang menunjuk hari itu.

Kata (سَاعَةً, saa'atan) yang berarti "sesaat" muncul di enam ayat pada lima surah, yaitu 7:34, 10:45, 10:49, 16:61, 34:30, dan 46:35. Di 7:34, 10:49, 16:61, dan 34:30 kata itu menyatakan takaran penundaan atau pemajuan yang tidak mungkin, dan terjemahan memakai "sesaat pun". Di 10:45 dan 46:35 kata yang sama menyatakan lamanya orang merasa berdiam, (إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ, illaa saa'atan mina n-nahaari) yang berarti "kecuali sesaat di siang hari". Di 34:30 kata itu tidak disertai "di siang hari", sehingga terjemahan tidak menambahkannya.

Tafsiran

Ayat ini menjawab 34:29 dan menutup rangkaian perintah qul dari 34:22. Pertanyaan "kapankah" di 34:29 dijawab dengan hari yang dijanjikan, dan jawaban itu tidak memuat tanggal, jumlah hari, maupun kata dekat. Jawaban itu memberi sifat hari tersebut, yaitu tidak dapat ditunda dan tidak dapat dimajukan.

Kata "kalian" berpindah pihak antara dua ayat. Di 34:29 kata "kalian" dalam "jika kalian orang-orang yang benar" menyapa pihak yang ditanya. Dapat dibaca bahwa "bagi kalian" di 34:30 menunjuk pihak yang bertanya, sebab ayat ini menjawab pertanyaan mereka, tetapi pembacaan itu bertumpu pada urutan dua ayat dan tidak dinyatakan teks.

Tiga ayat lain yang memuat kalimat pertanyaan sama dengan 34:29 dijawab dengan ayat berawalan qul, dan jawabannya berbeda-beda. Ayat 10:49 menyebut bahwa setiap umat memiliki ajal, 27:72 menyebut bahwa sebagian dari yang diminta disegerakan mungkin sudah dekat, dan 67:26 menyebut bahwa ilmu ada pada Allah. Ayat 34:30 menambahkan jawaban yang menyangkut sifat hari itu.

Ayat 34:26 menyebut pengumpulan dan putusan tanpa menyebut hari, dan 34:30 menyebut hari tanpa menyebut pengumpulan. Di 3:9 kedua hal itu hadir dalam satu ayat, "Engkau menghimpun manusia pada suatu hari yang tidak ada keraguan padanya; sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji". Ayat 34:26 dan 34:30 tidak dihubungkan secara eksplisit, tetapi dapat dibaca berdampingan.

Sesudah 34:30, ayat 34:31 menampilkan orang-orang zalim yang dihentikan di hadapan Tuhan mereka dan saling mengembalikan perkataan. Ayat 34:30 tidak menyatakan bahwa gambaran itu isi dari hari yang dijanjikan, dan kedua ayat hanya dapat dibaca berurutan.

Renungan dan Hikmah

  • Jawaban di 34:30 menyebut hari yang dijanjikan tanpa tanggal, padahal 34:29 meminta tanggal. Di 3:9 hari yang sejenis, "pada suatu hari yang tidak ada keraguan padanya", disebut dalam doa yang ditutup dengan pernyataan bahwa Allah tidak menyalahi janji. Kedua ayat berbeda konteks dan tidak saling menafsirkan. Orang yang menunggu kepastian dapat mendapati bahwa sebuah jawaban yang menyebut kepastian tanpa tanggal terasa kurang daripada jawaban yang menyebut tanggal tanpa kepastian. Jawaban macam apa yang dianggap pembaca cukup, dan apakah kepastian tanpa tanggal terasa sebagai jawaban baginya?
  • Ayat ini menutup dua arah sekaligus: kalian tidak dapat menunda hari itu dan tidak dapat memajukannya. Menunda disebut lebih dulu, dan memajukan menyusul sebagai arah yang berlawanan. Ayat hanya menyatakan sifat hari itu, yaitu tidak dapat digeser. Pembaca dapat memperhatikan urusan yang selama ini ditundanya dengan anggapan masih ada waktu, lalu membandingkan kebiasaan itu dengan hari yang tidak dapat digeser sesaat pun. Bila hari itu tiba, apa yang ditundanya akan tetap menunggu?
  • Di 16:61 kalimat "mereka tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya" didahului pernyataan bahwa Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang ditentukan. Dalam ayat itu penangguhan berada di tangan Dia, sedangkan menunda berada di luar kemampuan mereka. Di 34:30 kalimat yang sama berdiri tanpa pernyataan penangguhan itu, dan konteksnya berbeda sebab 16:61 berbicara tentang ajal dan 34:30 tentang hari yang dijanjikan. Pembaca dapat membedakan dua hal yang mudah tertukar, yaitu waktu yang ditangguhkan oleh Dia dan waktu yang ditunda oleh dirinya sendiri. Penundaan mana yang selama ini dikerjakannya atas namanya sendiri?
  • Kata untuk janji di 34:30 muncul pula di 3:9, 13:31, dan 39:20 dalam kalimat bahwa Allah tidak menyalahi janji, dan di 3:194 dalam doa "sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji". Di 34:30 kata itu tidak disertai pernyataan seperti itu, dan konteksnya berbeda sebab ayat ini menjawab pertanyaan tentang waktu. Dibaca berdampingan, "hari yang dijanjikan" di 34:30 memakai kata yang di empat ayat lain dikaitkan dengan janji yang tidak disalahi. Orang yang pernah menjadi pihak yang dijanjikan sesuatu dapat memikirkan apa artinya menunggu sesuatu yang tidak disalahi, dan apakah menunggu itu terasa berbeda dari menunggu janji manusia.
  • Ayat ini berbunyi "Bagi kalian ada hari yang dijanjikan", dengan kata "bagi kalian" di depan sebelum hari itu disebut. Bentuk yang sama di 7:34, "bagi setiap umat ada ajal", meletakkan ajal pada tiap umat. Pembaca dapat mendengar "bagi kalian" sebagai penanda bahwa hari itu menjadi bagian dari mereka yang diajak bicara, bukan cerita tentang pihak lain. Ayat tidak menyebut siapa saja yang termasuk "kalian". Siapa yang dibayangkan pembaca sebagai "kalian" ketika membaca ayat ini, dan apakah dirinya ikut di dalamnya?
  • Sesudah 34:30, ayat 34:31 menampilkan orang-orang zalim yang dihentikan di hadapan Tuhan mereka dan saling mengembalikan perkataan, dan 34:32 memuat balasan pihak yang menyombongkan diri kepada yang dianggap lemah. Ayat 34:30 tidak menyatakan bahwa gambaran itu isi hari yang dijanjikan. Bila dibaca berurutan, hari yang tidak dapat digeser itu disusul percakapan antar manusia, dan ayat 34:31 dan 34:32 berisi saling menyalahkan. Pembaca dapat bertanya kepada siapa kesalahan akan dilemparkannya bila berada di sana, dan apakah kalimat pembelaan itu sudah disiapkannya sekarang.