Ayat 34:31
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لَوْلَا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ
Dan orang-orang yang kufur berkata, “Kami tidak akan pernah beriman kepada Al-Qur'an ini dan tidak pula kepada yang sebelumnya.” Dan sekiranya engkau melihat ketika orang-orang zalim itu dihentikan di hadapan Tuhan mereka, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain, orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Seandainya bukan lantaran kalian, niscaya kami menjadi orang-orang mukmin.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِwa-qaala lladziina kafaruu lan nu'mina bi-haadzaa l-qur'aani wa-laa bi-lladzii bayna yadayhidan orang-orang yang kufur berkata, kami tidak akan pernah beriman kepada Al-Qur'an ini dan tidak pula kepada yang sebelumnya
- وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ الْقَوْلَwa-law taraa idzi zh-zhaalimuuna mawquufuuna 'inda rabbihim yarji'u ba'dhuhum ilaa ba'dhin l-qawladan sekiranya engkau melihat ketika orang-orang zalim itu dihentikan di hadapan Tuhan mereka, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain
- يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لَوْلَا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَyaquulu lladziina studh'ifuu li-lladziina stakbaruu lawlaa antum la-kunnaa mu'miniinaorang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, seandainya bukan lantaran kalian, niscaya kami menjadi orang-orang mukmin
Terjemahan per kata (32 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لَنْlantidak akan
- نُؤْمِنَnu'minakami beriman
- بِهَٰذَاbi-haadzaadengan ini
- الْقُرْآنِl-qur'aaniAl-Qur'an
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- بِالَّذِيbi-lladziidengan yang
- بَيْنَbaynadi antara
- يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- تَرَىٰtaraaengkau melihat
- إِذِidziketika
- الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
- مَوْقُوفُونَmawquufuunadihentikan
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- يَرْجِعُyarji'ukembali
- بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
- إِلَىٰilaakepada
- بَعْضٍba'dhinsebagian
- الْقَوْلَl-qawlaperkataan
- يَقُولُyaquuluberkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اسْتُضْعِفُواstudh'ifuumereka ditindas
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- أَنْتُمْantumkalian
- لَكُنَّاla-kunnaaniscaya kami menjadi
- مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Susunan (بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ, ba'dhuhum ilaa ba'dhin) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:76, 6:112, 9:127, dan 34:31, dan hanya di 34:31 susunan itu bersambung dengan kata kerja yang berarti "mengembalikan".
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-qaala lladziina kafaruu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur berkata". Susunan persis ini muncul dua belas kali di tujuh surah, yaitu 14:13, 25:4, 25:32, 27:67, 29:12, 34:3, 34:7, 34:31, 34:43, 41:26, 41:29, dan 46:11. Sesudahnya datang (لَنْ نُؤْمِنَ, lan nu'mina) yang berarti "kami tidak akan pernah beriman", tersusun dari (لَنْ, lan) yang berarti "tidak akan pernah" dan (نُؤْمِنَ, nu'mina) yang berarti "kami beriman", kata kerja berakar أ-م-ن. Susunan lan nu'mina muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:55, 6:124, 9:94, 17:90, 17:93, dan 34:31. Di empat tempat di antaranya, yaitu 2:55, 6:124, 17:90, dan 17:93, penolakan itu bersyarat dan disusul (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "sampai", misalnya (حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً, hattaa naraa llaaha jahratan) yang berarti "sampai kami melihat Allah secara terang-terangan" di 2:55, dan (حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنْبُوعًا, hattaa tafjura lanaa mina l-ardhi yanbuu'an) yang berarti "sampai engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami" di 17:90. Di 9:94 penolakan itu tertuju kepada manusia dan tidak memuat syarat. Di 34:31 tidak ada syarat, dan yang ditolak adalah Al-Qur'an itu sendiri lewat awalan bi-, susunan yang tidak muncul di lima ayat lainnya.
Kata (بِهَٰذَا الْقُرْآنِ, bi-haadzaa l-qur'aani) yang berarti "kepada Al-Qur'an ini" memakai (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", penunjuk benda yang dekat. Susunan haadzaa l-qur'aani muncul di delapan ayat pada enam surah, yaitu 17:41, 17:88, 17:89, 18:54, 30:58, 34:31, 39:27, dan 41:26. Pembuka 41:26 sama dengan pembuka 34:31, lalu ucapannya (لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا الْقُرْآنِ, laa tasma'uu li-haadzaa l-qur'aani) berarti "janganlah kalian mendengarkan Al-Qur'an ini". Dua ayat itu memuat dua sikap terhadap Al-Qur'an yang sama, tidak mau mendengar di 41:26 dan tidak mau beriman di 34:31. Sesudahnya (وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ, wa-laa bi-lladzii bayna yadayhi) yang berarti "dan tidak pula kepada yang sebelumnya" tersusun dari (بَيْنَ, bayna) yang berarti "antara", (يَدَيْهِ, yadayhi) yang berarti "kedua tangannya", dan akhiran -hi yang merujuk kepada Al-Qur'an. Frasa bayna yadayhi muncul di sebelas ayat pada sembilan surah, dan susunan lengkap alladzii bayna yadayhi di empat ayat, yaitu 6:92, 10:37, 12:111, dan 34:31. Di tiga ayat yang lain Al-Qur'an digambarkan sebagai pembenar benda itu, yaitu (مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ, mushaddiqu lladzii bayna yadayhi) yang berarti "pembenar yang sebelumnya" di 6:92, dan (تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ, tashdiiqa lladzii bayna yadayhi) yang berarti "pembenaran atas yang sebelumnya" di 10:37 dan 12:111. Karena itu penolakan di 34:31 mencakup Al-Qur'an dan hal yang menurut ketiga ayat itu dibenarkannya, sedangkan isi "yang sebelumnya" tidak dirinci oleh ayat ini. Di 34:12 frasa yang sama menyebut tempat, (يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ, ya'malu bayna yadayhi) yang berarti "bekerja di hadapannya", karena pelakunya adalah jin yang bekerja di depan Sulaiman, tidak sesuatu yang datang lebih dulu.
Kata (الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ, zh-zhaalimuuna mawquufuuna) yang berarti "orang-orang zalim itu dihentikan" tersusun dari (الظَّالِمُونَ, zh-zhaalimuuna) yang berarti "orang-orang zalim itu", lengkap dengan kata sandang al-, dan (مَوْقُوفُونَ, mawquufuuna) yang berarti "dihentikan", kata benda pelaku-pasif berakar و-ق-ف. Bentuk persis ini hanya muncul di 34:31. Akar و-ق-ف muncul di tiga ayat lain, yaitu (وُقِفُوا عَلَى النَّارِ, wuqifuu 'alaa n-naari) yang berarti "dihadapkan ke api" di 6:27, (وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ, wuqifuu 'alaa rabbihim) yang berarti "dihadapkan kepada Tuhan mereka" di 6:30, dan (وَقِفُوهُمْ, wa-qifuuhum) yang berarti "tahanlah mereka" di 37:24. Di 6:27 dan 6:30 bentuknya kata kerja lampau yang menyebut kejadian tiba di tempat itu, sedangkan 34:31 memakai kata benda yang menyebut orang yang berstatus dihentikan, sehingga terjemahannya tidak menambahkan kata kerja "dihadapkan". Tempatnya disebut terpisah oleh (عِنْدَ رَبِّهِمْ, 'inda rabbihim) yang berarti "di hadapan Tuhan mereka". Susunan 'inda rabbihim muncul di sembilan belas ayat pada tiga belas surah, dan 32:12 memakainya sesudah pembuka yang sama dengan ayat ini, (وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ, wa-law taraa idzi) yang berarti "dan sekiranya engkau melihat ketika", lalu menyebut orang-orang berdosa yang menundukkan kepala di sana.
Kata (يَرْجِعُ, yarji'u) yang berarti "mengembalikan" berakar ر-ج-ع dan di sini bersambung ke (الْقَوْلَ, l-qawla) yang berarti "perkataan", sehingga seluruh susunannya, (يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ الْقَوْلَ, yarji'u ba'dhuhum ilaa ba'dhin l-qawla), berarti "sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain". Kata kerja akar ر-ج-ع bersama kata qawl sebagai sesuatu yang dikembalikan muncul di dua ayat saja dalam seluruh Al-Qur'an, yaitu 34:31 dan 20:89, (أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلًا, allaa yarji'u ilayhim qawlan) yang berarti "bahwa ia tidak mengembalikan perkataan kepada mereka". Di 20:89 yang disebut tidak mengembalikan satu perkataan pun, sedangkan di 34:31 dua kelompok saling mengirimkan perkataan. Susunan (بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ, ba'dhuhum ilaa ba'dhin) muncul di empat ayat, yaitu 2:76, 6:112, 9:127, dan 34:31. Di 2:76 sebagian orang menyendiri dengan sebagian yang lain, di 6:112 sebagian membisikkan perkataan hiasan kepada sebagian yang lain, dan di 9:127 sebagian memandang sebagian yang lain. Di keempatnya kata ba'dh yang kedua adalah lawan bicara, dan di 6:112 serta 34:31 sesuatu yang berupa perkataan berpindah di antara mereka.
Kata (اسْتُضْعِفُوا, studh'ifuu) yang berarti "dianggap lemah" berakar ض-ع-ف dan berbentuk kata kerja lampau pasif, sehingga pelaku yang menganggap mereka lemah tidak disebut. Bentuk persis ini muncul lima kali di tiga surah, yaitu 7:75, 28:5, 34:31, 34:32, dan 34:33. Pasangannya, (اسْتَكْبَرُوا, stakbaruu) yang berarti "menyombongkan diri", berakar ك-ب-ر dan berbentuk kata kerja lampau aktif, sehingga kelompok itu sendiri yang disebut berbuat sombong. Bentuk persis stakbaruu muncul dua puluh kali di sebelas surah, di antaranya 7:75, 7:76, 14:21, 40:47, dan 40:48. Di 14:21 dan 40:47 kelompok yang lemah disebut dengan kata jamak dari akar yang sama tanpa bentuk pasif, (الضُّعَفَاءُ, adh-dhu'afaa'u) yang berarti "orang-orang yang lemah", sedangkan 34:31 sampai 34:33 memakai bentuk pasif. Susunan (لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا, li-lladziina stakbaruu) yang berarti "kepada orang-orang yang menyombongkan diri" muncul empat kali, yaitu 14:21, 34:31, 34:33, dan 40:47.
Kata (لَوْلَا أَنْتُمْ, lawlaa antum) yang berarti "seandainya tidak ada kalian" tersusun dari (لَوْلَا, lawlaa) yang berarti "seandainya tidak" dan (أَنْتُمْ, antum) yang berarti "kalian". Susunan lawlaa antum hanya ada di 34:31. Jawabannya, (لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ, la-kunnaa mu'miniina), berarti "niscaya kami menjadi orang-orang mukmin", dengan huruf (لَ, la) yang berarti "niscaya" pada awal kata kerja. Bentuk la-kunnaa muncul di tiga ayat, yaitu 6:157, 34:31, dan 37:169. Di 6:157 jawabannya (لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ, la-kunnaa ahdaa minhum) yang berarti "tentu kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka", dan di 37:169 jawabannya (لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, la-kunnaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "niscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Di ketiga ayat itu kalimat berandai-andai, dan di 34:31 sebab yang diandaikan adalah pihak lain.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan surah 34 dari ucapan orang-orang kufur tentang hal yang masih di depan ke satu adegan yang dilihat dari dekat. Di 34:3 mereka menolak datangnya Hari Kiamat dan di 34:7 mereka mengejek kabar tentang ciptaan baru, dan keduanya menyangkut waktu yang belum tiba. Di 34:31 sasaran penolakan berpindah ke Al-Qur'an sendiri, lalu kalimat pengandaian (وَلَوْ تَرَىٰ, wa-law taraa) membawa pembicaraan dari ucapan itu ke akibatnya, sehingga orang yang berkata "tidak akan pernah" diperlihatkan berdiri dihentikan. Pengandaian itu ditujukan kepada "engkau", dan ayat tidak menyebut siapa yang diajak melihat.
Adegan itu berbeda dari dua pemandangan lain yang dibuka dengan kalimat yang sama. Di 6:30 orang-orang yang dihadapkan kepada Tuhan mereka mendengar pertanyaan dan menjawabnya, dan di 32:12 orang-orang berdosa berbicara kepada Tuhan mereka dengan permohonan. Di 34:31 tercatat perkataan yang berpindah di antara dua kelompok, sedangkan ucapan kepada Tuhan mereka maupun ucapan dari-Nya tidak ada dalam ayat ini. Pokok adegannya langsung hubungan kedua kelompok itu: kelompok yang dianggap lemah menyebut kelompok yang menyombongkan diri sebagai sebab mereka tidak menjadi mukmin. Ayat ini tidak menyatakan bahwa pembicara di awal ayat dan para pembicara di adegan itu orang-orang yang sama, tetapi urutannya, dari kalimat "kami tidak akan pernah beriman" ke kalimat "niscaya kami menjadi orang-orang mukmin", membuat kedua ucapan itu saling bersahutan.
Dua kelompok ini muncul bersama di tempat lain dengan isi ucapan yang berbeda. Di 14:21 dan 40:47 orang-orang yang lemah meminta orang-orang yang menyombongkan diri mencukupi mereka dari azab atau dari sebagian api, dan di 40:48 jawabannya menyebut bahwa semuanya berada di dalam api. Di 34:31 ucapan kelompok yang lemah berupa tudingan sebab, tidak berupa permintaan bantuan, dan jawaban kelompok yang disudutkan baru menyusul di ayat berikutnya.
Dengan demikian 34:31 berperan sebagai ucapan pembuka dari tiga giliran bicara yang saling menjawab. Ayat 34:32 memuat jawaban kelompok yang menyombongkan diri, dan 34:33 memuat balasan kelompok yang dianggap lemah beserta akibat yang ditimpakan kepada orang-orang yang kufur.
Renungan dan Hikmah
- Pembicara di awal ayat 34:31 memakai kalimat yang menutup masa depan, "kami tidak akan pernah beriman", lalu ayat itu sendiri pindah ke saat orang-orang zalim berdiri dihentikan di hadapan Tuhan mereka. Kalimat "tidak akan pernah" tidak menunda hari itu, dan orang yang mengucapkannya hanya menyatakan keadaannya pada hari yang masih jauh. Di 6:93 pemandangan serupa dibuka dengan "sekiranya engkau melihat ketika orang-orang zalim itu" berada dalam sakratulmaut, dan di 34:51 dengan "sekiranya engkau melihat ketika mereka terkejut". Ketiga ayat itu mengajak pembaca menyaksikan sesuatu yang di masa kini masih diucapkan dengan yakin sebagai sesuatu yang di masa depan sudah selesai. Pembaca dapat menimbang kalimat berbunyi "tidak akan pernah" yang pernah diucapkannya tentang hal yang belum dihadapinya, dan apakah kalimat itu masih terdengar sama bila diucapkan sambil berdiri di hadapan Tuhannya?
- Ayat 34:31 mencatat perkataan yang berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain dan tidak mencatat satu ucapan pun kepada Tuhan mereka, padahal tempat mereka berdiri disebut di hadapan-Nya. Di 6:30 pemandangan yang dibuka dengan "sekiranya engkau melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka" memuat pertanyaan Dia, "Bukankah ini benar?", dan jawaban mereka, "Ya, demi Tuhan kami". Di 32:12 orang-orang berdosa yang menundukkan kepala di hadapan Tuhan mereka berkata kepada-Nya, "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar". Dalam kedua ayat itu lawan bicara orang-orang tersebut adalah Tuhan mereka, sedangkan di 34:31 lawan bicaranya sesama orang yang berdiri di situ, dan ayat ini tidak mencatat siapa yang menjawab. Pembaca dapat bertanya, bila pada hari seperti itu masih ada waktu untuk berbicara, kepada siapa kalimat pertamanya akan ditujukan, dan apakah kalimat itu akan berbunyi menuding atau berbunyi memohon?
- Kalimat pembuka ayat 34:31 berbunyi "kami tidak akan pernah beriman", dengan kata kami sebagai pelakunya. Kalimat di tengah ayat berandai-andai bahwa tanpa kalian, kami pasti menjadi orang-orang mukmin, dengan kata kalian sebagai sebabnya. Ayat tidak menyatakan bahwa pembicara pertama dan pembicara kedua orang yang sama, sehingga dua kalimat itu tidak dipaksa saling bertentangan. Bila ternyata keduanya berasal dari kelompok yang sama, kata kami pada kalimat pertama datang dari mulut mereka sendiri, sebelum kata kalian muncul pada kalimat kedua. Pembaca dapat meninjau keputusan yang pernah diambilnya dengan kata aku atau kami, lalu memperhatikan bagaimana keputusan itu dituturkan ulang ketika kata kalian yang menanggungnya. Pada kalimat yang manakah sebuah pilihan terdengar lebih sesuai dengan kejadiannya?
- Orang-orang yang dianggap lemah di 34:31 disebut dalam bentuk pasif, sehingga ayat tidak menyebut siapa yang menganggap mereka lemah. Ayat yang sama menempatkan mereka di antara orang-orang zalim yang dihentikan di hadapan Tuhan mereka, sebab perkataan itu dikembalikan oleh sebagian mereka kepada sebagian yang lain, lalu kedua kelompok yang berbicara disebut satu per satu. Ayat ini tidak memberi kelompok yang lemah tempat tersendiri. Di 14:21 orang-orang yang lemah juga berbicara kepada orang-orang yang menyombongkan diri, dan di ayat itu semuanya berkumpul menghadap Allah. Di 4:98 orang-orang yang tertindas, yang tidak berdaya berupaya dan tidak mengetahui jalan, dikecualikan dari apa yang dinyatakan 4:97, sehingga Al-Qur'an memang membedakan orang-orang yang lemah menurut keadaannya. Pembaca yang pernah berada di pihak yang dianggap lemah dapat bertanya, keadaan manakah yang dipakai ayat-ayat itu sebagai pembeda, dan apakah alasan yang disiapkannya sudah menyebut keadaan itu?
- Pembicara di 34:31 menolak dua hal berturut-turut, Al-Qur'an ini dan yang sebelumnya, dengan kata tidak pula yang memberi bobot kedua. Di 6:92, 10:37, dan 12:111 Al-Qur'an disebut membenarkan yang sebelumnya itu, dan di 10:37 ayatnya menambahkan bahwa Al-Qur'an tidak mungkin dibuat-buat oleh selain Allah. Dengan rangkaian itu penolakan ke dua arah sekaligus tidak meninggalkan pegangan yang dapat dipakai penolaknya untuk menunjukkan bahwa penolakannya terbatas pada yang baru. Pembaca yang pernah menjawab sebuah kabar dengan kalimat seperti "aku percaya pada yang sudah kukenal saja" dapat memeriksa apakah yang sudah dikenalnya itu, menurut ayat-ayat tadi, menunjuk kepada kabar yang sedang ditolaknya. Apakah ada kabar yang ditolak karena terdengar baru, padahal isinya membenarkan sesuatu yang sudah lama dipegang?
- Kata beriman muncul dua kali di ayat 34:31, sebagai penolakan di depan, "kami tidak akan pernah beriman", dan sebagai pengandaian di belakang, "niscaya kami menjadi orang-orang mukmin". Penolakan menatap ke depan dan pengandaian menatap ke belakang, sehingga kedua kalimat itu bertemu pada kata yang sama dengan dua hubungan waktu. Di 6:157 pengandaian dengan bentuk yang sama diucapkan untuk masa sebelum Kitab datang, "sekiranya Kitab itu diturunkan kepada kami, tentu kami lebih mendapat petunjuk", dan ayat itu menjawab bahwa penjelasan yang nyata dari Tuhan mereka sudah datang. Di 37:169 pengandaian sejenis berbunyi "niscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan", dan 37:170 menyusulkan kalimat "mereka kufur terhadapnya". Ketiga ayat menaruh pengandaian di samping sesuatu yang sudah diberikan. Kapan terakhir kali pembaca mengandaikan sebuah keputusan baik yang sebenarnya sudah pernah ditawarkan kepadanya dengan jelas?
Ayat 34:32
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ ۖ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, “Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk setelah ia datang kepada kalian? Bahkan, kalianlah para pendosa.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُواqaala lladziina stakbaruu li-lladziina studh'ifuuorang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah
- أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْa-nahnu shadadnaakum 'ani l-hudaa ba'da idz jaa'akumkamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk setelah ia datang kepada kalian
- بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَbal kuntum mujrimiinabahkan, kalianlah para pendosa
Terjemahan per kata (15 kata)
- قَالَqaalaberkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- اسْتُضْعِفُواstudh'ifuumereka ditindas
- أَنَحْنُa-nahnuapakah kami
- صَدَدْنَاكُمْshadadnaakumkami menghalangi kalian
- عَنِ'anidari
- الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
- بَعْدَba'dasesudah
- إِذْidzketika
- جَاءَكُمْjaa'akumdatang kepada kalian
- بَلْbalbahkan
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa
Inti bacaan
Susunan (قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا, qaala lladziina stakbaruu) muncul tiga kali di Al-Qur'an (7:76, 34:32, 40:48), dan hanya di 34:32 jawaban yang dibukanya berbentuk pertanyaan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا, qaala lladziina stakbaruu) yang berarti "orang-orang yang menyombongkan diri berkata", tanpa awalan wa- seperti pada 34:31. Susunan persis ini muncul tiga kali, yaitu di 7:76, 34:32, dan 40:48, dan ketiganya memakainya untuk membuka sebuah jawaban. Di 7:76 jawabannya (إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, innaa bi-lladzii aamantum bihi kaafiruuna) yang berarti "sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian imani", dan di 40:48 jawabannya (إِنَّا كُلٌّ فِيهَا, innaa kullun fiihaa) yang berarti "sesungguhnya kita semua berada di dalamnya". Di 34:32 jawabannya berbentuk pertanyaan. Sesudahnya (لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا, li-lladziina studh'ifuu) yang berarti "kepada orang-orang yang dianggap lemah" muncul dua kali, yaitu di 7:75 dan 34:32. Di 7:75 kelompok itu dirinci dengan (لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ, li-man aamana minhum) yang berarti "kepada orang yang beriman di antara mereka", sedangkan di 34:32 ayat ini tidak menyebut mereka beriman.
Kata (صَدَدْنَاكُمْ, shadadnaakum) yang berarti "kami telah menghalangi kalian" tersusun dari kata kerja (صَدَّ, shadda) yang berarti "menghalangi", akhiran (نَا, -naa) yang berarti "kami", dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Akarnya ص-د-د. Di depannya ada huruf tanya (أَ, a) dan kata ganti (نَحْنُ, nahnu) yang berarti "kami", sehingga seluruhnya, (أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ, a-nahnu shadadnaakum), berarti "kamikah yang telah menghalangi kalian". Bentuk shadadnaakum dan susunan a-nahnu hanya ada di 34:32. Kata kerja yang sama dengan akhiran -kum muncul pula sebagai (يَصُدَّكُمْ, yashuddakum) di dua ayat, yaitu 5:91, tempat setan bermaksud menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat, dan 34:43, tempat orang-orang yang kufur menuduh seorang lelaki ingin menghalangi kalian dari apa yang biasa nenek moyang kalian abdi. Karena itu surah 34 memuat kata kerja ini dua kali dengan sasaran yang sama, yaitu "kalian", di 34:32 sebagai bantahan dan di 34:43 sebagai tuduhan. Hal yang dihalangi di ayat ini, (عَنِ الْهُدَىٰ, 'ani l-hudaa) yang berarti "dari petunjuk", hanya muncul sekali. Di 43:37, (لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ, la-yashudduunahum 'ani s-sabiili) yang berarti "benar-benar menghalangi mereka dari jalan", dan di 40:37, (وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ, wa-shudda 'ani s-sabiili) yang berarti "dan ia dihalangi dari jalan", sehingga kedua ayat itu menyebut jalan sebagai sasaran halangan.
Kata (بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ, ba'da idz jaa'akum) yang berarti "setelah ia datang kepada kalian" tersusun dari (بَعْدَ إِذْ, ba'da idz) yang berarti "setelah ketika" dan (جَاءَكُمْ, jaa'akum) yang berarti "datang kepada kalian", kata kerja dengan pelaku tunggal laki-laki, yaitu (الْهُدَىٰ, l-hudaa) yang berarti "petunjuk". Karena itu penjelasan ini menulis "petunjuk itu datang". Susunan ba'da idz muncul di delapan ayat pada tujuh surah, yaitu 3:8, 3:80, 6:71, 7:89, 9:115, 25:29, 28:87, dan 34:32. Susunan lengkap ba'da idz jaa'akum ada di 34:32 saja, dan susunan terdekatnya ialah (بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي, ba'da idz jaa'anii) yang berarti "setelah ia datang kepadaku" di 25:29. Di 25:27 sampai 25:29 orang zalim menggigit kedua tangannya, menyebut seseorang yang telah menyesatkannya (عَنِ الذِّكْرِ, 'ani dz-dzikri) yang berarti "dari peringatan". Di 25:29 yang berbicara adalah pihak yang menuding, sedangkan di 34:32 yang berbicara adalah pihak yang dituding, dan keduanya berbicara dengan kerangka yang sama: sesuatu telah datang, lalu pertanyaannya siapa yang menyesatkan atau menghalangi. Petunjuk sebagai pelaku kata kerja datang muncul juga di (إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ, idz jaa'ahumu l-hudaa) yang berarti "ketika petunjuk datang kepada mereka", yaitu di 17:94 dan 18:55.
Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" membuka kalimat kedua, dan (كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ, kuntum mujrimiina) yang berarti "kalian adalah para pendosa" memakai (كُنْتُمْ, kuntum), bentuk lampau dari kata kerja "adalah" untuk "kalian". Susunan (بَلْ كُنْتُمْ, bal kuntum) muncul dua kali, yaitu di 34:32 dan 37:30, (بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ, bal kuntum qawman thaaghiina) yang berarti "bahkan, kalianlah kaum yang melampaui batas". Di 37:29 jawaban serupa berbunyi (بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ, bal lam takuunuu mu'miniina) yang berarti "bahkan, kalianlah yang tidak beriman". Pada ketiga ayat itu terjemahan memberi "-lah" pada "kalian" untuk menandai pertentangan yang dibawa bal. Susunan kuntum mujrimiina hanya ada di 34:32. Bentuk (مُجْرِمِينَ, mujrimiina) yang berarti "para pendosa", dengan atau tanpa kata sandang al-, muncul di tiga puluh empat ayat pada dua puluh tujuh surah, dan terjemahan memakai "para pendosa" juga di 25:22, 25:31, dan 26:99. Di 26:99, (وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ, wa-maa adhallanaa illaa l-mujrimuuna) yang berarti "dan tidak ada yang menyesatkan kami kecuali para pendosa", sebutan yang sama dipakai oleh pihak yang menuding.
Tafsiran
Ayat ini memuat jawaban pertama dari pihak yang disudutkan di 34:31, dan jawaban itu terdiri dari dua gerak, satu pertanyaan dan satu tudingan balik. Pertanyaannya menolak sebab yang ditudingkan kepada mereka, dan di dalam kalimat tanya itu ada pernyataan "setelah petunjuk itu datang kepada kalian", sehingga ucapan mereka sendiri mengakui bahwa petunjuk sampai kepada pihak yang lemah. Tudingannya memindahkan sebab itu kepada lawan bicara. Ayat ini tidak memuat pengakuan bahwa mereka tidak pernah menghalangi, dan jawaban atas pertanyaan itu baru datang dari pihak lain di 34:33, yang menuding makar pada waktu malam dan siang.
Bentuk jawaban ini berbeda dari dua jawaban lain yang dibuka dengan kalimat yang sama. Di 7:76 pihak yang menyombongkan diri menjawab dengan penolakan atas apa yang diimani orang-orang yang mereka lemahkan, dan di 40:48 menjawab bahwa semuanya berada di dalam api dan bahwa Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba. Di 34:32 pembicaraan tidak menyinggung putusan itu dan tinggal pada soal siapa yang bersalah kepada siapa.
Kedua kelompok membuka tudingan mereka dengan kata bahkan. Kalimat kedua di 34:32 dibuka "bahkan, kalianlah para pendosa", dan tudingan balasan di 34:33 dibuka "bahkan, makar pada waktu malam dan siang", sehingga 34:31 sampai 34:33 terbaca sebagai tiga ucapan yang saling menimpali. Susunannya mirip dengan 37:27 sampai 37:33, tempat dua pihak yang tidak diberi nama saling bertanya, pihak yang menjawab memakai kata bahkan dua kali dan menyangkal memiliki kekuasaan atas lawan bicaranya. Perbedaannya ada di ujung. Di 37:32 pihak yang menjawab menutup dengan pengakuan "kami telah menyesatkan kalian; sesungguhnya kami sendiri dahulu orang-orang yang sesat", sedangkan 34:32 berhenti pada tudingan, dan pengakuan seperti itu tidak ada dalam ayat ini.
Renungan dan Hikmah
- Tuduhan di 34:31 dijawab di 34:32 dengan pertanyaan, "Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk?", dan ayat ini tidak memuat jawaban terbuka atas pertanyaan itu. Kata kerja menghalangi, yang di sini memakai akhiran kalian, dipakai juga di 34:43 oleh orang-orang yang kufur, yang menuduh seorang lelaki ingin menghalangi mereka dari apa yang biasa nenek moyang mereka abdi. Dalam satu surah kata kerja yang sama muncul sekali sebagai pembelaan dan sekali sebagai tuduhan, dan di kedua tempat pertanyaan siapa yang menghalangi siapa dibiarkan bergantung pada sudut pandang penuturnya. Pembaca dapat memperhatikan kapan kalimat tanya dipakainya sendiri untuk menolak sebuah tuduhan, dan apakah kalimat tanya itu sudah memuat jawabannya sebelum diucapkan. Siapakah yang paling mudah merasa dihalangi, dan siapakah yang paling mudah dituduh menghalangi?
- Dalam ucapan kelompok yang menyombongkan diri, petunjuk telah datang kepada kelompok yang lemah, dan pertanyaan yang tersisa menyangkut apa yang terjadi sesudah kedatangan itu. Di 17:94 pertanyaan serupa dijawab oleh ayatnya sendiri: tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepada mereka kecuali perkataan mereka, "Apakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" Di 18:55 penghalang itu dinyatakan sebagai datangnya ketetapan orang-orang terdahulu atau azab secara langsung. Kedua ayat itu meletakkan penghalang pada diri orang yang menerima petunjuk dan tidak pada pihak ketiga, tetapi keduanya berbicara tentang manusia pada umumnya dan tidak tentang percakapan di 34:32. Pembaca dapat menimbang, sesudah sebuah petunjuk sampai kepadanya, kalimat apa yang paling sering terucap sebelum petunjuk itu diterimanya, dan apakah kalimat itu pernah dikatakannya kepada orang lain atau hanya kepada diri sendiri?
- Kedua kelompok di 34:32 dan 34:33 membuka tudingan mereka dengan kata bahkan, kelompok yang menyombongkan diri dengan "bahkan, kalianlah para pendosa" dan kelompok yang dianggap lemah dengan "bahkan, makar pada waktu malam dan siang". Di 40:48 pihak yang menyombongkan diri menjawab dengan hal lain, yaitu bahwa mereka semua berada di dalam api dan bahwa Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba. Kalimat di 40:48 menunjuk kepada putusan yang sudah ada, sedangkan balasan di 34:32 menunjuk kepada kesalahan lawan bicara. Kedua jenis jawaban itu memperlihatkan dua tempat yang dapat dipakai pembicara ketika terdesak, putusan yang sudah jatuh atau kesalahan orang yang berhadapan dengannya. Pembaca dapat bertanya, bila dirinya sendiri terdesak, ke arah mana kalimat pertamanya akan menunjuk, dan apakah arah itu mengubah sesuatu pada keadaannya sendiri?
- Sebutan pendosa di 34:32 dilemparkan oleh kelompok yang menyombongkan diri kepada kelompok yang dianggap lemah. Di 26:99 sebutan yang sama berjalan ke arah sebaliknya: orang-orang yang bertengkar sambil berkata, "Demi Allah, sungguh kami dahulu benar-benar dalam kesesatan yang nyata", menyebut para pendosa sebagai penyebab kesesatan mereka, lalu mengandaikan dapat kembali agar menjadi orang-orang yang beriman. Kedua ayat itu tidak menyebut kelompok yang sama, tetapi keduanya menunjukkan bahwa sebutan itu dapat dipasang oleh pihak yang merasa disesatkan maupun oleh pihak yang merasa dituduh menyesatkan. Di 26:98 pengakuan itu menyebut Tuhan seisi alam, yang telah disamakan dengan pihak lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebutan yang terasa tepat bagi orang lain dapat dipakai orang itu terhadap pembicaranya, dan apakah sebutan itu pernah dipakainya untuk diri sendiri sebelum dipakai untuk orang lain?
- Di 37:32 pihak yang menjawab dengan kata bahkan menutup ucapannya dengan pengakuan, "kami telah menyesatkan kalian; sesungguhnya kami sendiri dahulu orang-orang yang sesat", dan di 37:31 sebelumnya disebut bahwa perkataan Tuhan mereka telah berlaku atas mereka. Di 34:32 pihak yang menjawab berhenti pada tudingan, dan ayat ini tidak memuat pengakuan semacam itu, sehingga kedua ayat menampilkan dua jawaban yang berbeda atas tuduhan yang serupa. Dari kalimat pengakuan di 37:32 terlihat bahwa sebuah jawaban dapat menyebut kesalahan sendiri tanpa menghapus kesalahan lawan bicara. Pembaca dapat bertanya, dalam percakapan terakhir yang menuduhnya, kalimat manakah yang lebih dulu tersedia baginya, bahwa tuduhan itu salah atau bahwa tuduhan itu sebagian benar?
- Pertanyaan di 34:32 tidak dijawab oleh penuturnya sendiri di dalam ayat itu, dan 34:33 menjawabnya dengan tuduhan dari pihak lain. Pembaca yang pada 34:31 diajak melihat dengan kata engkau kini mendengar pertanyaan yang jawabannya tidak diberikan oleh penutur yang netral. Ayat 34:31 menaruh kedua kelompok di hadapan Tuhan mereka, dan ayat-ayat sesudahnya mencatat perkataan mereka sendiri sampai 34:33 menutup dengan pertanyaan tentang balasan yang setimpal dengan perbuatan. Dua kelompok itu berbicara dengan yakin tentang hal yang sama dan sampai pada kesimpulan yang berlawanan. Pembaca dapat bertanya, bila diminta menjadi saksi percakapan itu, apa yang dapat dinyatakannya dari tulisan ayat saja, dan pada bagian mana ia mulai menebak?
Ayat 34:33
وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Bahkan, makar pada waktu malam dan siang, ketika kalian menyuruh kami agar kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya.” Dan mereka menyembunyikan penyesalan ketika melihat azab, dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kufur. Tidaklah mereka dibalas kecuali apa yang telah mereka kerjakan?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِwa-qaala lladziina studh'ifuu li-lladziina stakbaruu bal makru l-layli wa-n-nahaaridan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, bahkan, makar pada waktu malam dan siang
- إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًاidz ta'muruunanaa an nakfura bi-llaahi wa-naj'ala lahu andaadanketika kalian menyuruh kami agar kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya
- وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُواwa-asarru n-nadaamata lammaa ra'awu l-'adzaaba wa-ja'alnaa l-aghlaala fii a'naaqi lladziina kafaruudan mereka menyembunyikan penyesalan ketika melihat azab, dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kufur
- هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَhal yujzawna illaa maa kaanuu ya'maluunatidaklah mereka dibalas kecuali apa yang telah mereka kerjakan
Terjemahan per kata (34 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اسْتُضْعِفُواstudh'ifuumereka ditindas
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
- بَلْbalbahkan
- مَكْرُmakrumakar
- اللَّيْلِl-laylimalam
- وَالنَّهَارِwa-n-nahaaridan siang
- إِذْidzketika
- تَأْمُرُونَنَاta'muruunanaakalian menyuruh kami
- أَنْanuntuk
- نَكْفُرَnakfurakami mengingkari
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَنَجْعَلَwa-naj'aladan Kami menjadikan
- لَهُlahubaginya
- أَنْدَادًاandaadantandingan-tandingan
- وَأَسَرُّواwa-asarrudan mereka merahasiakan
- النَّدَامَةَn-nadaamatapenyesalan
- لَمَّاlammaaketika
- رَأَوُاra'awumereka melihat
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
- الْأَغْلَالَl-aghlaalabelenggu
- فِيfiidi
- أَعْنَاقِa'naaqileher
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- هَلْhalapakah
- يُجْزَوْنَyujzawnamereka dibalas
- إِلَّاillaakecuali
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Kata (النَّدَامَةَ, n-nadaamata) muncul dua kali di Al-Qur'an (10:54, 34:33), selalu sebagai objek kata kerja akar س-ر-ر.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا, wa-qaala lladziina studh'ifuu) yang berarti "dan orang-orang yang dianggap lemah berkata", susunan persis yang hanya ada di 34:33. Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" membuka ucapannya, lalu (مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, makru l-layli wa-n-nahaari) yang berarti "makar pada waktu malam dan siang" tersusun dari (مَكْرُ, makru) yang berarti "makar", kata benda berakar م-ك-ر, lalu (اللَّيْلِ, l-layli) yang berarti "malam" dan (النَّهَارِ, n-nahaari) yang berarti "siang". Kata makar dan kata malam bersambung langsung tanpa kata depan, dan kata "pada waktu" dalam terjemahan memilih membaca hubungan itu sebagai keterangan waktu. Pilihan itu ditopang kalimat sesudahnya, (إِذْ تَأْمُرُونَنَا, idz ta'muruunanaa) yang berarti "ketika kalian menyuruh kami", yang menyebut perbuatan manusia, sedangkan malam dan siang tidak disebut berbuat apa pun. Kata benda makar disandarkan pada pemilik atau sifatnya di lima ayat lain: pada (مَكْرُهُمْ, makruhum) yang berarti "makar mereka" di 13:33 dan 14:46, pada Allah di 13:42, pada (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu" di 35:10, dan pada sifat jahat di 35:43. Di 34:33 makar disandarkan pada malam dan siang.
Kata (تَأْمُرُونَنَا, ta'muruunanaa) yang berarti "kalian menyuruh kami" tersusun dari kata kerja (تَأْمُرُونَ, ta'muruuna) yang berarti "kalian menyuruh" dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "kami". Bentuk ini hanya ada di 34:33. Isi suruhan itu ada dua, (أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ, an nakfura bi-llaahi) yang berarti "agar kami kufur kepada Allah" dan (وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا, wa-naj'ala lahu andaadan) yang berarti "dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya". Kata (أَنْدَادًا, andaadan) muncul di enam ayat pada lima surah, yaitu 2:22, 2:165, 14:30, 34:33, 39:8, dan 41:9. Susunan (لَهُ أَنْدَادًا, lahu andaadan) ada di 34:33 dan 41:9, sedangkan (لِلَّهِ أَنْدَادًا, li-llaahi andaadan) yang berarti "tandingan-tandingan bagi Allah" ada di 2:22, 14:30, dan 39:8. Di 14:30 dan 39:8 tandingan itu dijadikan supaya menyesatkan dari jalan-Nya. Kata kerja "menyuruh" dengan kekufuran sebagai isinya muncul juga di 3:80, (أَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ, a-ya'murukum bi-l-kufri) yang berarti "apakah ia menyuruh kalian kepada kekufuran", dalam kalimat tanya yang menyangkal bahwa orang yang diberi Kitab oleh Allah, seperti disebut di 3:79, akan menyuruh demikian. Di 34:33 susunan serupa muncul sebagai ucapan sebuah kelompok tentang kelompok lain, dan ayat ini tidak membenarkan maupun membantahnya.
Kata (وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ, wa-asarru n-nadaamata) yang berarti "dan mereka menyembunyikan penyesalan" tersusun dari kata kerja (أَسَرُّوا, asarru) yang berarti "mereka menyembunyikan", berakar س-ر-ر, dan (النَّدَامَةَ, n-nadaamata) yang berarti "penyesalan", berakar ن-د-م. Susunan persis ini muncul dua kali, yaitu di 10:54 dan 34:33, dan kata benda nadaamah tidak ada di ayat lain. Arti "menyembunyikan" dapat diuji lewat pasangan kata kerja ini di tempat lain. Kata kerja akar س-ر-ر berpasangan dengan "menyatakan" di enam ayat, yaitu (مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ, maa yusirruuna wa-maa yu'linuuna) yang berarti "apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan" di 2:77, 11:5, 16:23, dan 36:76, serta (مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ, maa tusirruuna wa-maa tu'linuuna) yang berarti "apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan" di 16:19 dan 64:4. Pada keenam ayat itu kata kerja ini dilawankan dengan "menyatakan", sehingga terjemahan memakai "menyembunyikan". Sesudahnya (لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ, lammaa ra'awu l-'adzaaba) yang berarti "ketika mereka melihat azab" muncul tiga kali, yaitu di 10:54, 34:33, dan 42:44. Di 42:44 orang-orang zalim yang melihat azab mengucapkan (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "adakah jalan untuk kembali", sedangkan di 10:54 dan 34:33 mereka menyembunyikan penyesalan. Ayat ini tidak menyebut siapa yang disebut "mereka" pada kata kerja itu.
Kata (وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ, wa-ja'alnaa l-aghlaala) yang berarti "dan Kami pasangkan belenggu" memakai (جَعَلْنَا, ja'alnaa) yang berarti "Kami pasangkan" dan (الْأَغْلَالَ, l-aghlaala) yang berarti "belenggu-belenggu", berakar غ-ل-ل. Terjemahan memakai "pasangkan" karena belenggu diletakkan di leher, seperti "memasang" di 36:8. Susunan (فِي أَعْنَاقِ, fii a'naaqi) yang berarti "di leher" bersama belenggu muncul di empat ayat, yaitu 13:5, 34:33, 36:8, dan 40:71. Di 36:8, (إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا, innaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan) yang berarti "sesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka", pemasangnya juga disebut dengan kata Kami, sedangkan di 13:5 dan 40:71 belenggu itu disebut ada tanpa pemasang. Penerima belenggu di 34:33 disebut (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur", sebutan yang sama dengan pembicara pertama di 34:31, dan pada kalimat ini ayat tidak menyebut kelompok yang dianggap lemah maupun kelompok yang menyombongkan diri.
Kata (هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, hal yujzawna illaa maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "tidaklah mereka dibalas kecuali apa yang telah mereka kerjakan" tersusun dari (هَلْ, hal), kata tanya, (يُجْزَوْنَ, yujzawna) yang berarti "mereka dibalas", bentuk pasif dari akar ج-ز-ي, (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan (مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "apa yang telah mereka kerjakan". Susunan lengkap ini ada di dua ayat, yaitu 7:147 dan 34:33. Susunan hal ... illaa yang menyangkut balasan ada di lima ayat, yaitu 7:147, 10:52, 27:90, 34:17, dan 34:33. Di 34:17, (وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ, wa-hal nujaazii illaa l-kafuura) yang berarti "dan apakah Kami membalas kecuali orang yang sangat kufur", kata kerja balasan berpelaku Kami, sedangkan di 34:33 kata kerjanya pasif dan pelaku pembalasnya tidak disebut. Bentuk maa kaanuu ya'maluuna muncul di dua puluh delapan ayat pada delapan belas surah, dan di 34:33 kalimat itu menutup ayat sebagai ukuran balasan.
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga suara dalam satu ayat: suara kelompok yang dianggap lemah, suara penutur yang mencatat penyembunyian penyesalan, dan suara Kami yang memasang belenggu. Ucapan kelompok yang dianggap lemah menjawab pertanyaan di 34:32 dengan dua tudingan, makar yang berlangsung terus dan perintah untuk kufur. Dua kalimat sesudahnya tidak berpihak kepada salah satu tudingan itu. Kalimat tentang penyesalan yang disembunyikan tidak menyebut siapa pelakunya, dan kalimat tentang belenggu menyebut penerimanya dengan sebutan yang dipakai di awal 34:31.
Di 13:33 dua hal yang di sini dipecah ada dalam satu ayat tentang orang-orang yang kufur: makar mereka dijadikan terasa indah dan mereka dihalangi dari jalan. Di 34:32 kelompok yang menyombongkan diri membantah telah menghalangi, dan di 34:33 kelompok yang dianggap lemah menuding adanya makar, sehingga keduanya membicarakan dua hal yang di 13:33 disebut bersama bagi orang-orang yang kufur. Di 34:32 dan 34:33 dua hal itu muncul lagi, yang pertama dalam bantahan dan yang kedua dalam tudingan. Ayat ini hanya melaporkan tudingan itu, dan kalimat sesudahnya tidak memuat putusan atasnya.
Kalimat penutup berupa pertanyaan tentang balasan yang setimpal dengan perbuatan. Pertanyaan itu menyangkut perbuatan masing-masing dan tidak menyangkut siapa yang lebih dulu menuding, sehingga ukuran di ayat ini kembali ke apa yang dikerjakan. Bentuk serupa muncul di 7:147 sesudah pernyataan bahwa amal para pendusta sia-sia, dan di 34:17 dalam surah yang sama sebagai pertanyaan tentang kepada siapa balasan dijatuhkan. Ayat 34:33 menutup rangkaian 34:31 sampai 34:33 dengan kembali kepada sebutan yang membukanya, orang-orang yang kufur, sehingga seluruh percakapan dua kelompok itu terbingkai oleh sebutan yang sama di awal dan di akhir.
Ayat sesudahnya, 34:34, meninggalkan percakapan itu dan beralih ke pola pengutusan di setiap negeri, dan kata "kufur" muncul lagi di sana pada ucapan orang-orang yang bermewah-mewah.
Renungan dan Hikmah
- Kelompok yang dianggap lemah di 34:33 menyebut dua hal dalam tuduhannya, lamanya dan isinya. Lamanya malam dan siang, tanpa jeda, dan isinya perintah untuk kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya. Ayat tidak membenarkan maupun membantah tuduhan itu, dan pembaca hanya menerima ucapan itu apa adanya. Di 14:30 dan 39:8 tandingan-tandingan itu dijadikan supaya menyesatkan dari jalan-Nya, sehingga isi perintah yang dituduhkan di 34:33 ditautkan oleh dua ayat lain kepada akibat yang menjangkau orang lain. Bagi pembaca yang pernah menerima ajakan yang datang berulang-ulang, mungkin berguna memeriksa isi ajakan itu sebelum memeriksa seberapa sering ajakan itu datang. Apakah ajakan yang paling lama didengarnya pernah diperiksa isinya satu per satu?
- Di 34:33 penyesalan disimpan ketika azab terlihat, sedangkan di 42:44 orang-orang zalim yang melihat azab berkata, "Adakah jalan untuk kembali?", dan kalimat sebelumnya menyebut bahwa siapa yang Allah sesatkan tidak memiliki pelindung sesudah itu. Dua ayat itu menunjukkan dua bentuk reaksi pada saat yang sama, menyimpan dan mengucapkan, dan keduanya tidak disebut bergantian pada pelaku yang sama. Ayat 34:33 tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan "mereka" pada kata kerja menyembunyikan, sehingga penyembunyian itu dapat dibaca sebagai milik salah satu kelompok maupun keduanya. Pembaca dapat menimbang penyesalan yang pernah disimpannya sendiri dan alasan menyimpannya. Apakah penyesalan itu pernah menunggu keadaan yang menjadikannya tidak lagi perlu disembunyikan?
- Belenggu di 34:33 dipasangkan pada orang-orang yang kufur, sebutan yang sama dengan pembicara pertama di 34:31, dan kalimat itu tidak menyebut kelompok yang dianggap lemah atau kelompok yang menyombongkan diri sebagai kategori tersendiri. Ketiga ayat itu memuat dua kelompok yang bertukar tuduhan di hadapan Tuhan mereka, dan ketika belenggu disebut, sebutannya kembali ke kata yang membuka percakapan. Pembaca dapat menarik dari susunan ini bahwa saling menuding tidak mengubah kategori yang disebut di awal dan di akhir. Di 36:8 belenggu yang dipasang di leher disebut sampai ke dagu sehingga mereka tertengadah, dan bentuk jamak dari kata leher pada 34:33 menunjuk kepada leher setiap orang yang termasuk dalam sebutan itu. Kategori apakah yang diharapkan pembaca akan menggantikan sebutan itu bila percakapan serupa berlangsung di depan Tuhannya?
- Kata kerja menyuruh dengan kekufuran sebagai isinya muncul di 34:33 dalam tuduhan sebuah kelompok kepada kelompok lain, dan di 3:80 dalam pertanyaan yang menyangkal bahwa seorang yang diberi Kitab oleh Allah akan menyuruh orang kepada kekufuran. Kedua ayat itu berbeda pembicara, sasaran, dan keadaannya, dan keduanya tidak saling membuktikan. Dari kedua ayat itu terlihat bahwa kalimat "kalian menyuruh kami" dapat dipakai untuk menuduh, dan kalimat serupa dapat dipakai untuk menyangkal. Bagi pembaca yang pernah berkata bahwa dirinya disuruh orang lain, ayat-ayat itu memberi satu pertanyaan yang tidak bergantung pada siapa yang menyuruh, yaitu apa isi suruhan itu dan kepada apa isi itu dibandingkan. Dengan apakah pembaca membandingkan sebuah perintah sebelum menyebutnya benar atau salah?
- Pertanyaan penutup di 34:33 menyangkut apa yang mereka kerjakan dan tidak menyangkut siapa yang lebih dulu menuding. Ayat 34:31 menaruh kedua kelompok di hadapan Tuhan mereka, dua ayat sesudahnya mencatat tuduhan yang bergantian, dan ayat penutup rangkaian itu menyebut balasan dalam bentuk yang pelakunya tidak disebut. Susunan yang sama muncul di 7:147 sesudah ayat yang menyebut amal para pendusta sia-sia. Dalam kedua ayat itu urutan siapa yang memulai tidak menjadi ukuran, dan yang disebut sebagai ukuran adalah perbuatan. Pembaca dapat menimbang bahwa dalam percakapan semacam itu alasan tentang siapa yang memengaruhi siapa berjalan di samping perbuatan dan tidak menggantikannya. Bila ukuran terakhir adalah perbuatan sendiri, bagian manakah dari alasannya sekarang yang tidak menyebut perbuatan?
- Ayat 34:33 berpindah suara dua kali, dari kutipan ucapan kelompok yang dianggap lemah ke catatan penutur tentang penyesalan, lalu ke kalimat berpelaku Kami yang memasang belenggu. Kalimat belenggu tidak menjawab tuduhan mana pun yang diucapkan sebelumnya, karena isinya tidak menyebut makar, perintah, maupun tandingan. Di 36:8 kalimat yang berbentuk sama, "sesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka", berdiri tanpa kutipan ucapan manusia di dekatnya. Dengan demikian rangkaian tuduhan dan sanggahan berjalan di satu lapis, dan penetapan yang dikenakan kepada orang-orang yang kufur berjalan di lapis yang lain. Dalam percakapan yang menuntut jawaban cepat, pembaca dapat memperhatikan suara mana yang paling sering diikutinya, dan apakah suara itu yang menentukan akibat dari pilihannya?