قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ ۖ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, “Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk setelah ia datang kepada kalian? Bahkan, kalianlah para pendosa.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُواqaala lladziina stakbaruu li-lladziina studh'ifuuorang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah
- أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْa-nahnu shadadnaakum 'ani l-hudaa ba'da idz jaa'akumkamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk setelah ia datang kepada kalian
- بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَbal kuntum mujrimiinabahkan, kalianlah para pendosa
Terjemahan per kata (15 kata)
- قَالَqaalaberkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- اسْتُضْعِفُواstudh'ifuumereka ditindas
- أَنَحْنُa-nahnuapakah kami
- صَدَدْنَاكُمْshadadnaakumkami menghalangi kalian
- عَنِ'anidari
- الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
- بَعْدَba'dasesudah
- إِذْidzketika
- جَاءَكُمْjaa'akumdatang kepada kalian
- بَلْbalbahkan
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa
Inti bacaan
Susunan (قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا, qaala lladziina stakbaruu) muncul tiga kali di Al-Qur'an (7:76, 34:32, 40:48), dan hanya di 34:32 jawaban yang dibukanya berbentuk pertanyaan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا, qaala lladziina stakbaruu) yang berarti "orang-orang yang menyombongkan diri berkata", tanpa awalan wa- seperti pada 34:31. Susunan persis ini muncul tiga kali, yaitu di 7:76, 34:32, dan 40:48, dan ketiganya memakainya untuk membuka sebuah jawaban. Di 7:76 jawabannya (إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, innaa bi-lladzii aamantum bihi kaafiruuna) yang berarti "sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian imani", dan di 40:48 jawabannya (إِنَّا كُلٌّ فِيهَا, innaa kullun fiihaa) yang berarti "sesungguhnya kita semua berada di dalamnya". Di 34:32 jawabannya berbentuk pertanyaan. Sesudahnya (لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا, li-lladziina studh'ifuu) yang berarti "kepada orang-orang yang dianggap lemah" muncul dua kali, yaitu di 7:75 dan 34:32. Di 7:75 kelompok itu dirinci dengan (لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ, li-man aamana minhum) yang berarti "kepada orang yang beriman di antara mereka", sedangkan di 34:32 ayat ini tidak menyebut mereka beriman.
Kata (صَدَدْنَاكُمْ, shadadnaakum) yang berarti "kami telah menghalangi kalian" tersusun dari kata kerja (صَدَّ, shadda) yang berarti "menghalangi", akhiran (نَا, -naa) yang berarti "kami", dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Akarnya ص-د-د. Di depannya ada huruf tanya (أَ, a) dan kata ganti (نَحْنُ, nahnu) yang berarti "kami", sehingga seluruhnya, (أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ, a-nahnu shadadnaakum), berarti "kamikah yang telah menghalangi kalian". Bentuk shadadnaakum dan susunan a-nahnu hanya ada di 34:32. Kata kerja yang sama dengan akhiran -kum muncul pula sebagai (يَصُدَّكُمْ, yashuddakum) di dua ayat, yaitu 5:91, tempat setan bermaksud menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat, dan 34:43, tempat orang-orang yang kufur menuduh seorang lelaki ingin menghalangi kalian dari apa yang biasa nenek moyang kalian abdi. Karena itu surah 34 memuat kata kerja ini dua kali dengan sasaran yang sama, yaitu "kalian", di 34:32 sebagai bantahan dan di 34:43 sebagai tuduhan. Hal yang dihalangi di ayat ini, (عَنِ الْهُدَىٰ, 'ani l-hudaa) yang berarti "dari petunjuk", hanya muncul sekali. Di 43:37, (لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ, la-yashudduunahum 'ani s-sabiili) yang berarti "benar-benar menghalangi mereka dari jalan", dan di 40:37, (وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ, wa-shudda 'ani s-sabiili) yang berarti "dan ia dihalangi dari jalan", sehingga kedua ayat itu menyebut jalan sebagai sasaran halangan.
Kata (بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ, ba'da idz jaa'akum) yang berarti "setelah ia datang kepada kalian" tersusun dari (بَعْدَ إِذْ, ba'da idz) yang berarti "setelah ketika" dan (جَاءَكُمْ, jaa'akum) yang berarti "datang kepada kalian", kata kerja dengan pelaku tunggal laki-laki, yaitu (الْهُدَىٰ, l-hudaa) yang berarti "petunjuk". Karena itu penjelasan ini menulis "petunjuk itu datang". Susunan ba'da idz muncul di delapan ayat pada tujuh surah, yaitu 3:8, 3:80, 6:71, 7:89, 9:115, 25:29, 28:87, dan 34:32. Susunan lengkap ba'da idz jaa'akum ada di 34:32 saja, dan susunan terdekatnya ialah (بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي, ba'da idz jaa'anii) yang berarti "setelah ia datang kepadaku" di 25:29. Di 25:27 sampai 25:29 orang zalim menggigit kedua tangannya, menyebut seseorang yang telah menyesatkannya (عَنِ الذِّكْرِ, 'ani dz-dzikri) yang berarti "dari peringatan". Di 25:29 yang berbicara adalah pihak yang menuding, sedangkan di 34:32 yang berbicara adalah pihak yang dituding, dan keduanya berbicara dengan kerangka yang sama: sesuatu telah datang, lalu pertanyaannya siapa yang menyesatkan atau menghalangi. Petunjuk sebagai pelaku kata kerja datang muncul juga di (إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ, idz jaa'ahumu l-hudaa) yang berarti "ketika petunjuk datang kepada mereka", yaitu di 17:94 dan 18:55.
Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" membuka kalimat kedua, dan (كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ, kuntum mujrimiina) yang berarti "kalian adalah para pendosa" memakai (كُنْتُمْ, kuntum), bentuk lampau dari kata kerja "adalah" untuk "kalian". Susunan (بَلْ كُنْتُمْ, bal kuntum) muncul dua kali, yaitu di 34:32 dan 37:30, (بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ, bal kuntum qawman thaaghiina) yang berarti "bahkan, kalianlah kaum yang melampaui batas". Di 37:29 jawaban serupa berbunyi (بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ, bal lam takuunuu mu'miniina) yang berarti "bahkan, kalianlah yang tidak beriman". Pada ketiga ayat itu terjemahan memberi "-lah" pada "kalian" untuk menandai pertentangan yang dibawa bal. Susunan kuntum mujrimiina hanya ada di 34:32. Bentuk (مُجْرِمِينَ, mujrimiina) yang berarti "para pendosa", dengan atau tanpa kata sandang al-, muncul di tiga puluh empat ayat pada dua puluh tujuh surah, dan terjemahan memakai "para pendosa" juga di 25:22, 25:31, dan 26:99. Di 26:99, (وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ, wa-maa adhallanaa illaa l-mujrimuuna) yang berarti "dan tidak ada yang menyesatkan kami kecuali para pendosa", sebutan yang sama dipakai oleh pihak yang menuding.
Tafsiran
Ayat ini memuat jawaban pertama dari pihak yang disudutkan di 34:31, dan jawaban itu terdiri dari dua gerak, satu pertanyaan dan satu tudingan balik. Pertanyaannya menolak sebab yang ditudingkan kepada mereka, dan di dalam kalimat tanya itu ada pernyataan "setelah petunjuk itu datang kepada kalian", sehingga ucapan mereka sendiri mengakui bahwa petunjuk sampai kepada pihak yang lemah. Tudingannya memindahkan sebab itu kepada lawan bicara. Ayat ini tidak memuat pengakuan bahwa mereka tidak pernah menghalangi, dan jawaban atas pertanyaan itu baru datang dari pihak lain di 34:33, yang menuding makar pada waktu malam dan siang.
Bentuk jawaban ini berbeda dari dua jawaban lain yang dibuka dengan kalimat yang sama. Di 7:76 pihak yang menyombongkan diri menjawab dengan penolakan atas apa yang diimani orang-orang yang mereka lemahkan, dan di 40:48 menjawab bahwa semuanya berada di dalam api dan bahwa Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba. Di 34:32 pembicaraan tidak menyinggung putusan itu dan tinggal pada soal siapa yang bersalah kepada siapa.
Kedua kelompok membuka tudingan mereka dengan kata bahkan. Kalimat kedua di 34:32 dibuka "bahkan, kalianlah para pendosa", dan tudingan balasan di 34:33 dibuka "bahkan, makar pada waktu malam dan siang", sehingga 34:31 sampai 34:33 terbaca sebagai tiga ucapan yang saling menimpali. Susunannya mirip dengan 37:27 sampai 37:33, tempat dua pihak yang tidak diberi nama saling bertanya, pihak yang menjawab memakai kata bahkan dua kali dan menyangkal memiliki kekuasaan atas lawan bicaranya. Perbedaannya ada di ujung. Di 37:32 pihak yang menjawab menutup dengan pengakuan "kami telah menyesatkan kalian; sesungguhnya kami sendiri dahulu orang-orang yang sesat", sedangkan 34:32 berhenti pada tudingan, dan pengakuan seperti itu tidak ada dalam ayat ini.
Renungan dan Hikmah
- Tuduhan di 34:31 dijawab di 34:32 dengan pertanyaan, "Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk?", dan ayat ini tidak memuat jawaban terbuka atas pertanyaan itu. Kata kerja menghalangi, yang di sini memakai akhiran kalian, dipakai juga di 34:43 oleh orang-orang yang kufur, yang menuduh seorang lelaki ingin menghalangi mereka dari apa yang biasa nenek moyang mereka abdi. Dalam satu surah kata kerja yang sama muncul sekali sebagai pembelaan dan sekali sebagai tuduhan, dan di kedua tempat pertanyaan siapa yang menghalangi siapa dibiarkan bergantung pada sudut pandang penuturnya. Pembaca dapat memperhatikan kapan kalimat tanya dipakainya sendiri untuk menolak sebuah tuduhan, dan apakah kalimat tanya itu sudah memuat jawabannya sebelum diucapkan. Siapakah yang paling mudah merasa dihalangi, dan siapakah yang paling mudah dituduh menghalangi?
- Dalam ucapan kelompok yang menyombongkan diri, petunjuk telah datang kepada kelompok yang lemah, dan pertanyaan yang tersisa menyangkut apa yang terjadi sesudah kedatangan itu. Di 17:94 pertanyaan serupa dijawab oleh ayatnya sendiri: tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepada mereka kecuali perkataan mereka, "Apakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" Di 18:55 penghalang itu dinyatakan sebagai datangnya ketetapan orang-orang terdahulu atau azab secara langsung. Kedua ayat itu meletakkan penghalang pada diri orang yang menerima petunjuk dan tidak pada pihak ketiga, tetapi keduanya berbicara tentang manusia pada umumnya dan tidak tentang percakapan di 34:32. Pembaca dapat menimbang, sesudah sebuah petunjuk sampai kepadanya, kalimat apa yang paling sering terucap sebelum petunjuk itu diterimanya, dan apakah kalimat itu pernah dikatakannya kepada orang lain atau hanya kepada diri sendiri?
- Kedua kelompok di 34:32 dan 34:33 membuka tudingan mereka dengan kata bahkan, kelompok yang menyombongkan diri dengan "bahkan, kalianlah para pendosa" dan kelompok yang dianggap lemah dengan "bahkan, makar pada waktu malam dan siang". Di 40:48 pihak yang menyombongkan diri menjawab dengan hal lain, yaitu bahwa mereka semua berada di dalam api dan bahwa Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba. Kalimat di 40:48 menunjuk kepada putusan yang sudah ada, sedangkan balasan di 34:32 menunjuk kepada kesalahan lawan bicara. Kedua jenis jawaban itu memperlihatkan dua tempat yang dapat dipakai pembicara ketika terdesak, putusan yang sudah jatuh atau kesalahan orang yang berhadapan dengannya. Pembaca dapat bertanya, bila dirinya sendiri terdesak, ke arah mana kalimat pertamanya akan menunjuk, dan apakah arah itu mengubah sesuatu pada keadaannya sendiri?
- Sebutan pendosa di 34:32 dilemparkan oleh kelompok yang menyombongkan diri kepada kelompok yang dianggap lemah. Di 26:99 sebutan yang sama berjalan ke arah sebaliknya: orang-orang yang bertengkar sambil berkata, "Demi Allah, sungguh kami dahulu benar-benar dalam kesesatan yang nyata", menyebut para pendosa sebagai penyebab kesesatan mereka, lalu mengandaikan dapat kembali agar menjadi orang-orang yang beriman. Kedua ayat itu tidak menyebut kelompok yang sama, tetapi keduanya menunjukkan bahwa sebutan itu dapat dipasang oleh pihak yang merasa disesatkan maupun oleh pihak yang merasa dituduh menyesatkan. Di 26:98 pengakuan itu menyebut Tuhan seisi alam, yang telah disamakan dengan pihak lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebutan yang terasa tepat bagi orang lain dapat dipakai orang itu terhadap pembicaranya, dan apakah sebutan itu pernah dipakainya untuk diri sendiri sebelum dipakai untuk orang lain?
- Di 37:32 pihak yang menjawab dengan kata bahkan menutup ucapannya dengan pengakuan, "kami telah menyesatkan kalian; sesungguhnya kami sendiri dahulu orang-orang yang sesat", dan di 37:31 sebelumnya disebut bahwa perkataan Tuhan mereka telah berlaku atas mereka. Di 34:32 pihak yang menjawab berhenti pada tudingan, dan ayat ini tidak memuat pengakuan semacam itu, sehingga kedua ayat menampilkan dua jawaban yang berbeda atas tuduhan yang serupa. Dari kalimat pengakuan di 37:32 terlihat bahwa sebuah jawaban dapat menyebut kesalahan sendiri tanpa menghapus kesalahan lawan bicara. Pembaca dapat bertanya, dalam percakapan terakhir yang menuduhnya, kalimat manakah yang lebih dulu tersedia baginya, bahwa tuduhan itu salah atau bahwa tuduhan itu sebagian benar?
- Pertanyaan di 34:32 tidak dijawab oleh penuturnya sendiri di dalam ayat itu, dan 34:33 menjawabnya dengan tuduhan dari pihak lain. Pembaca yang pada 34:31 diajak melihat dengan kata engkau kini mendengar pertanyaan yang jawabannya tidak diberikan oleh penutur yang netral. Ayat 34:31 menaruh kedua kelompok di hadapan Tuhan mereka, dan ayat-ayat sesudahnya mencatat perkataan mereka sendiri sampai 34:33 menutup dengan pertanyaan tentang balasan yang setimpal dengan perbuatan. Dua kelompok itu berbicara dengan yakin tentang hal yang sama dan sampai pada kesimpulan yang berlawanan. Pembaca dapat bertanya, bila diminta menjadi saksi percakapan itu, apa yang dapat dinyatakannya dari tulisan ayat saja, dan pada bagian mana ia mulai menebak?