قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ ۖ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, “Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk setelah ia datang kepada kalian? Bahkan, kalianlah para pendosa.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُواqaala lladziina stakbaruu li-lladziina studh'ifuuorang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah
  2. أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْa-nahnu shadadnaakum 'ani l-hudaa ba'da idz jaa'akumkamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk setelah ia datang kepada kalian
  3. بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَbal kuntum mujrimiinabahkan, kalianlah para pendosa

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
  4. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  5. اسْتُضْعِفُواstudh'ifuumereka ditindas
  6. أَنَحْنُa-nahnuapakah kami
  7. صَدَدْنَاكُمْshadadnaakumkami menghalangi kalian
  8. عَنِ'anidari
  9. الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
  10. بَعْدَba'dasesudah
  11. إِذْidzketika
  12. جَاءَكُمْjaa'akumdatang kepada kalian
  13. بَلْbalbahkan
  14. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  15. مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa

Inti bacaan

Balasan tegas para pemimpin: 'kamikah yang menghalangi kalian. kalianlah para pendurhaka', penolakan menerima kesalahan sepenuhnya, mengembalikan tanggung jawab kepada pilihan individual pengikutnya sendiri.

Penjelasan pilihan kata

Tiga tambahan kurung dihapus: '(Para pemimpin)', '(para pengikut)', '(Tidak!)', partikel 'bal' ('bahkan') sudah mengandung makna penolakan/koreksi tanpa perlu diulang. 'Mujrimiina' dikoreksi dari 'para pendurhaka' menjadi 'para pendosa', konsisten dengan 25:22, 25:31, dan 26:99.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan pembelaan diri pemimpin yang menyombongkan diri: menolak tuduhan dengan membalikkan kesalahan sepenuhnya kepada pengikutnya, sebuah pola saling lempar tanggung jawab yang berlanjut.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam yang menyombongkan diri bertanya: kamikah yang menghalangi kalian dari petunjuk. Bentuknya pertanyaan. Tuduhan dijawab dengan mengembalikannya kepada penuduh.
  • Allah merekam mereka menambahkan: setelah petunjuk itu datang kepada kalian. Sampainya diakui. Yang dipersoalkan bukan apakah petunjuk sampai, melainkan siapa yang menahannya.
  • Kalimat terakhirnya melempar balik: bahkan kalianlah para pendosa. Saling menyalahkan. Yang dahulu bersekutu menghadapi kebenaran akhirnya berhadapan satu sama lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.