وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Bahkan, makar pada waktu malam dan siang, ketika kalian menyuruh kami agar kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya.” Dan mereka menyembunyikan penyesalan ketika melihat azab, dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kufur. Tidaklah mereka dibalas kecuali apa yang telah mereka kerjakan?

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِwa-qaala lladziina studh'ifuu li-lladziina stakbaruu bal makru l-layli wa-n-nahaaridan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, bahkan, makar pada waktu malam dan siang
  2. إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًاidz ta'muruunanaa an nakfura bi-llaahi wa-naj'ala lahu andaadanketika kalian menyuruh kami agar kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya
  3. وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُواwa-asarru n-nadaamata lammaa ra'awu l-'adzaaba wa-ja'alnaa l-aghlaala fii a'naaqi lladziina kafaruudan mereka menyembunyikan penyesalan ketika melihat azab, dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kufur
  4. هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَhal yujzawna illaa maa kaanuu ya'maluunatidaklah mereka dibalas kecuali apa yang telah mereka kerjakan

Terjemahan per kata (34 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. اسْتُضْعِفُواstudh'ifuumereka ditindas
  4. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  5. اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
  6. بَلْbalbahkan
  7. مَكْرُmakrumakar
  8. اللَّيْلِl-laylimalam
  9. وَالنَّهَارِwa-n-nahaaridan siang
  10. إِذْidzketika
  11. تَأْمُرُونَنَاta'muruunanaakalian menyuruh kami
  12. أَنْanuntuk
  13. نَكْفُرَnakfurakami mengingkari
  14. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  15. وَنَجْعَلَwa-naj'aladan Kami menjadikan
  16. لَهُlahubaginya
  17. أَنْدَادًاandaadantandingan-tandingan
  18. وَأَسَرُّواwa-asarrudan mereka merahasiakan
  19. النَّدَامَةَn-nadaamatapenyesalan
  20. لَمَّاlammaaketika
  21. رَأَوُاra'awumereka melihat
  22. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  23. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  24. الْأَغْلَالَl-aghlaalabelenggu
  25. فِيfiidi
  26. أَعْنَاقِa'naaqileher
  27. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  28. كَفَرُواkafaruukufur
  29. هَلْhalapakah
  30. يُجْزَوْنَyujzawnamereka dibalas
  31. إِلَّاillaakecuali
  32. مَاmaaapa yang
  33. كَانُواkaanuumereka selalu
  34. يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan

Inti bacaan

Kata (النَّدَامَةَ, n-nadaamata) muncul dua kali di Al-Qur'an (10:54, 34:33), selalu sebagai objek kata kerja akar س-ر-ر.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا, wa-qaala lladziina studh'ifuu) yang berarti "dan orang-orang yang dianggap lemah berkata", susunan persis yang hanya ada di 34:33. Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" membuka ucapannya, lalu (مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, makru l-layli wa-n-nahaari) yang berarti "makar pada waktu malam dan siang" tersusun dari (مَكْرُ, makru) yang berarti "makar", kata benda berakar م-ك-ر, lalu (اللَّيْلِ, l-layli) yang berarti "malam" dan (النَّهَارِ, n-nahaari) yang berarti "siang". Kata makar dan kata malam bersambung langsung tanpa kata depan, dan kata "pada waktu" dalam terjemahan memilih membaca hubungan itu sebagai keterangan waktu. Pilihan itu ditopang kalimat sesudahnya, (إِذْ تَأْمُرُونَنَا, idz ta'muruunanaa) yang berarti "ketika kalian menyuruh kami", yang menyebut perbuatan manusia, sedangkan malam dan siang tidak disebut berbuat apa pun. Kata benda makar disandarkan pada pemilik atau sifatnya di lima ayat lain: pada (مَكْرُهُمْ, makruhum) yang berarti "makar mereka" di 13:33 dan 14:46, pada Allah di 13:42, pada (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu" di 35:10, dan pada sifat jahat di 35:43. Di 34:33 makar disandarkan pada malam dan siang.

Kata (تَأْمُرُونَنَا, ta'muruunanaa) yang berarti "kalian menyuruh kami" tersusun dari kata kerja (تَأْمُرُونَ, ta'muruuna) yang berarti "kalian menyuruh" dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "kami". Bentuk ini hanya ada di 34:33. Isi suruhan itu ada dua, (أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ, an nakfura bi-llaahi) yang berarti "agar kami kufur kepada Allah" dan (وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا, wa-naj'ala lahu andaadan) yang berarti "dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya". Kata (أَنْدَادًا, andaadan) muncul di enam ayat pada lima surah, yaitu 2:22, 2:165, 14:30, 34:33, 39:8, dan 41:9. Susunan (لَهُ أَنْدَادًا, lahu andaadan) ada di 34:33 dan 41:9, sedangkan (لِلَّهِ أَنْدَادًا, li-llaahi andaadan) yang berarti "tandingan-tandingan bagi Allah" ada di 2:22, 14:30, dan 39:8. Di 14:30 dan 39:8 tandingan itu dijadikan supaya menyesatkan dari jalan-Nya. Kata kerja "menyuruh" dengan kekufuran sebagai isinya muncul juga di 3:80, (أَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ, a-ya'murukum bi-l-kufri) yang berarti "apakah ia menyuruh kalian kepada kekufuran", dalam kalimat tanya yang menyangkal bahwa orang yang diberi Kitab oleh Allah, seperti disebut di 3:79, akan menyuruh demikian. Di 34:33 susunan serupa muncul sebagai ucapan sebuah kelompok tentang kelompok lain, dan ayat ini tidak membenarkan maupun membantahnya.

Kata (وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ, wa-asarru n-nadaamata) yang berarti "dan mereka menyembunyikan penyesalan" tersusun dari kata kerja (أَسَرُّوا, asarru) yang berarti "mereka menyembunyikan", berakar س-ر-ر, dan (النَّدَامَةَ, n-nadaamata) yang berarti "penyesalan", berakar ن-د-م. Susunan persis ini muncul dua kali, yaitu di 10:54 dan 34:33, dan kata benda nadaamah tidak ada di ayat lain. Arti "menyembunyikan" dapat diuji lewat pasangan kata kerja ini di tempat lain. Kata kerja akar س-ر-ر berpasangan dengan "menyatakan" di enam ayat, yaitu (مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ, maa yusirruuna wa-maa yu'linuuna) yang berarti "apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan" di 2:77, 11:5, 16:23, dan 36:76, serta (مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ, maa tusirruuna wa-maa tu'linuuna) yang berarti "apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan" di 16:19 dan 64:4. Pada keenam ayat itu kata kerja ini dilawankan dengan "menyatakan", sehingga terjemahan memakai "menyembunyikan". Sesudahnya (لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ, lammaa ra'awu l-'adzaaba) yang berarti "ketika mereka melihat azab" muncul tiga kali, yaitu di 10:54, 34:33, dan 42:44. Di 42:44 orang-orang zalim yang melihat azab mengucapkan (هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ, hal ilaa maraddin min sabiilin) yang berarti "adakah jalan untuk kembali", sedangkan di 10:54 dan 34:33 mereka menyembunyikan penyesalan. Ayat ini tidak menyebut siapa yang disebut "mereka" pada kata kerja itu.

Kata (وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ, wa-ja'alnaa l-aghlaala) yang berarti "dan Kami pasangkan belenggu" memakai (جَعَلْنَا, ja'alnaa) yang berarti "Kami pasangkan" dan (الْأَغْلَالَ, l-aghlaala) yang berarti "belenggu-belenggu", berakar غ-ل-ل. Terjemahan memakai "pasangkan" karena belenggu diletakkan di leher, seperti "memasang" di 36:8. Susunan (فِي أَعْنَاقِ, fii a'naaqi) yang berarti "di leher" bersama belenggu muncul di empat ayat, yaitu 13:5, 34:33, 36:8, dan 40:71. Di 36:8, (إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا, innaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan) yang berarti "sesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka", pemasangnya juga disebut dengan kata Kami, sedangkan di 13:5 dan 40:71 belenggu itu disebut ada tanpa pemasang. Penerima belenggu di 34:33 disebut (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur", sebutan yang sama dengan pembicara pertama di 34:31, dan pada kalimat ini ayat tidak menyebut kelompok yang dianggap lemah maupun kelompok yang menyombongkan diri.

Kata (هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, hal yujzawna illaa maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "tidaklah mereka dibalas kecuali apa yang telah mereka kerjakan" tersusun dari (هَلْ, hal), kata tanya, (يُجْزَوْنَ, yujzawna) yang berarti "mereka dibalas", bentuk pasif dari akar ج-ز-ي, (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan (مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "apa yang telah mereka kerjakan". Susunan lengkap ini ada di dua ayat, yaitu 7:147 dan 34:33. Susunan hal ... illaa yang menyangkut balasan ada di lima ayat, yaitu 7:147, 10:52, 27:90, 34:17, dan 34:33. Di 34:17, (وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ, wa-hal nujaazii illaa l-kafuura) yang berarti "dan apakah Kami membalas kecuali orang yang sangat kufur", kata kerja balasan berpelaku Kami, sedangkan di 34:33 kata kerjanya pasif dan pelaku pembalasnya tidak disebut. Bentuk maa kaanuu ya'maluuna muncul di dua puluh delapan ayat pada delapan belas surah, dan di 34:33 kalimat itu menutup ayat sebagai ukuran balasan.

Tafsiran

Ayat ini memuat tiga suara dalam satu ayat: suara kelompok yang dianggap lemah, suara penutur yang mencatat penyembunyian penyesalan, dan suara Kami yang memasang belenggu. Ucapan kelompok yang dianggap lemah menjawab pertanyaan di 34:32 dengan dua tudingan, makar yang berlangsung terus dan perintah untuk kufur. Dua kalimat sesudahnya tidak berpihak kepada salah satu tudingan itu. Kalimat tentang penyesalan yang disembunyikan tidak menyebut siapa pelakunya, dan kalimat tentang belenggu menyebut penerimanya dengan sebutan yang dipakai di awal 34:31.

Di 13:33 dua hal yang di sini dipecah ada dalam satu ayat tentang orang-orang yang kufur: makar mereka dijadikan terasa indah dan mereka dihalangi dari jalan. Di 34:32 kelompok yang menyombongkan diri membantah telah menghalangi, dan di 34:33 kelompok yang dianggap lemah menuding adanya makar, sehingga keduanya membicarakan dua hal yang di 13:33 disebut bersama bagi orang-orang yang kufur. Di 34:32 dan 34:33 dua hal itu muncul lagi, yang pertama dalam bantahan dan yang kedua dalam tudingan. Ayat ini hanya melaporkan tudingan itu, dan kalimat sesudahnya tidak memuat putusan atasnya.

Kalimat penutup berupa pertanyaan tentang balasan yang setimpal dengan perbuatan. Pertanyaan itu menyangkut perbuatan masing-masing dan tidak menyangkut siapa yang lebih dulu menuding, sehingga ukuran di ayat ini kembali ke apa yang dikerjakan. Bentuk serupa muncul di 7:147 sesudah pernyataan bahwa amal para pendusta sia-sia, dan di 34:17 dalam surah yang sama sebagai pertanyaan tentang kepada siapa balasan dijatuhkan. Ayat 34:33 menutup rangkaian 34:31 sampai 34:33 dengan kembali kepada sebutan yang membukanya, orang-orang yang kufur, sehingga seluruh percakapan dua kelompok itu terbingkai oleh sebutan yang sama di awal dan di akhir.

Ayat sesudahnya, 34:34, meninggalkan percakapan itu dan beralih ke pola pengutusan di setiap negeri, dan kata "kufur" muncul lagi di sana pada ucapan orang-orang yang bermewah-mewah.

Renungan dan Hikmah

  • Kelompok yang dianggap lemah di 34:33 menyebut dua hal dalam tuduhannya, lamanya dan isinya. Lamanya malam dan siang, tanpa jeda, dan isinya perintah untuk kufur kepada Allah dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya. Ayat tidak membenarkan maupun membantah tuduhan itu, dan pembaca hanya menerima ucapan itu apa adanya. Di 14:30 dan 39:8 tandingan-tandingan itu dijadikan supaya menyesatkan dari jalan-Nya, sehingga isi perintah yang dituduhkan di 34:33 ditautkan oleh dua ayat lain kepada akibat yang menjangkau orang lain. Bagi pembaca yang pernah menerima ajakan yang datang berulang-ulang, mungkin berguna memeriksa isi ajakan itu sebelum memeriksa seberapa sering ajakan itu datang. Apakah ajakan yang paling lama didengarnya pernah diperiksa isinya satu per satu?
  • Di 34:33 penyesalan disimpan ketika azab terlihat, sedangkan di 42:44 orang-orang zalim yang melihat azab berkata, "Adakah jalan untuk kembali?", dan kalimat sebelumnya menyebut bahwa siapa yang Allah sesatkan tidak memiliki pelindung sesudah itu. Dua ayat itu menunjukkan dua bentuk reaksi pada saat yang sama, menyimpan dan mengucapkan, dan keduanya tidak disebut bergantian pada pelaku yang sama. Ayat 34:33 tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan "mereka" pada kata kerja menyembunyikan, sehingga penyembunyian itu dapat dibaca sebagai milik salah satu kelompok maupun keduanya. Pembaca dapat menimbang penyesalan yang pernah disimpannya sendiri dan alasan menyimpannya. Apakah penyesalan itu pernah menunggu keadaan yang menjadikannya tidak lagi perlu disembunyikan?
  • Belenggu di 34:33 dipasangkan pada orang-orang yang kufur, sebutan yang sama dengan pembicara pertama di 34:31, dan kalimat itu tidak menyebut kelompok yang dianggap lemah atau kelompok yang menyombongkan diri sebagai kategori tersendiri. Ketiga ayat itu memuat dua kelompok yang bertukar tuduhan di hadapan Tuhan mereka, dan ketika belenggu disebut, sebutannya kembali ke kata yang membuka percakapan. Pembaca dapat menarik dari susunan ini bahwa saling menuding tidak mengubah kategori yang disebut di awal dan di akhir. Di 36:8 belenggu yang dipasang di leher disebut sampai ke dagu sehingga mereka tertengadah, dan bentuk jamak dari kata leher pada 34:33 menunjuk kepada leher setiap orang yang termasuk dalam sebutan itu. Kategori apakah yang diharapkan pembaca akan menggantikan sebutan itu bila percakapan serupa berlangsung di depan Tuhannya?
  • Kata kerja menyuruh dengan kekufuran sebagai isinya muncul di 34:33 dalam tuduhan sebuah kelompok kepada kelompok lain, dan di 3:80 dalam pertanyaan yang menyangkal bahwa seorang yang diberi Kitab oleh Allah akan menyuruh orang kepada kekufuran. Kedua ayat itu berbeda pembicara, sasaran, dan keadaannya, dan keduanya tidak saling membuktikan. Dari kedua ayat itu terlihat bahwa kalimat "kalian menyuruh kami" dapat dipakai untuk menuduh, dan kalimat serupa dapat dipakai untuk menyangkal. Bagi pembaca yang pernah berkata bahwa dirinya disuruh orang lain, ayat-ayat itu memberi satu pertanyaan yang tidak bergantung pada siapa yang menyuruh, yaitu apa isi suruhan itu dan kepada apa isi itu dibandingkan. Dengan apakah pembaca membandingkan sebuah perintah sebelum menyebutnya benar atau salah?
  • Pertanyaan penutup di 34:33 menyangkut apa yang mereka kerjakan dan tidak menyangkut siapa yang lebih dulu menuding. Ayat 34:31 menaruh kedua kelompok di hadapan Tuhan mereka, dua ayat sesudahnya mencatat tuduhan yang bergantian, dan ayat penutup rangkaian itu menyebut balasan dalam bentuk yang pelakunya tidak disebut. Susunan yang sama muncul di 7:147 sesudah ayat yang menyebut amal para pendusta sia-sia. Dalam kedua ayat itu urutan siapa yang memulai tidak menjadi ukuran, dan yang disebut sebagai ukuran adalah perbuatan. Pembaca dapat menimbang bahwa dalam percakapan semacam itu alasan tentang siapa yang memengaruhi siapa berjalan di samping perbuatan dan tidak menggantikannya. Bila ukuran terakhir adalah perbuatan sendiri, bagian manakah dari alasannya sekarang yang tidak menyebut perbuatan?
  • Ayat 34:33 berpindah suara dua kali, dari kutipan ucapan kelompok yang dianggap lemah ke catatan penutur tentang penyesalan, lalu ke kalimat berpelaku Kami yang memasang belenggu. Kalimat belenggu tidak menjawab tuduhan mana pun yang diucapkan sebelumnya, karena isinya tidak menyebut makar, perintah, maupun tandingan. Di 36:8 kalimat yang berbentuk sama, "sesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka", berdiri tanpa kutipan ucapan manusia di dekatnya. Dengan demikian rangkaian tuduhan dan sanggahan berjalan di satu lapis, dan penetapan yang dikenakan kepada orang-orang yang kufur berjalan di lapis yang lain. Dalam percakapan yang menuntut jawaban cepat, pembaca dapat memperhatikan suara mana yang paling sering diikutinya, dan apakah suara itu yang menentukan akibat dari pilihannya?