وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus seorang pemberi peringatan ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَاwa-maa arsalnaa fii qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuhaadan tidaklah Kami mengutus seorang pemberi peringatan ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata
  2. إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَinnaa bi-maa ursiltum bihi kaafiruunasesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. فِيfiidi
  4. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  5. مِنْmindari
  6. نَذِيرٍnadziirinpemberi peringatan
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. قَالَqaalaberkata
  9. مُتْرَفُوهَاmutrafuuhaaorang-orang bermewahnya
  10. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  11. بِمَاbi-maaterhadap apa yang
  12. أُرْسِلْتُمْursiltumkalian diutus
  13. بِهِbihidengannya
  14. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Kata (مُتْرَفُوهَا, mutrafuuhaa) muncul dua kali di Al-Qur'an (34:34, 43:23), dan keduanya mengikuti frasa (إِلَّا قَالَ, illaa qaala).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا أَرْسَلْنَا, wa-maa arsalnaa) yang berarti "dan tidaklah Kami mengutus", tersusun dari (وَمَا, wa-maa) yang berarti "dan tidaklah" dan (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) yang berarti "Kami mengutus", kata kerja berakar ر-س-ل. Susunan wa-maa arsalnaa muncul di enam belas ayat pada sepuluh surah, dan surah 34 memuatnya tiga kali, yaitu 34:28 dengan akhiran -ka yang berarti "engkau", 34:34, dan 34:44. Sesudahnya (فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ, fii qaryatin min nadziirin) yang berarti "ke suatu negeri seorang pemberi peringatan" hanya ada di dua ayat, yaitu 34:34 dan 43:23. Kata (قَرْيَةٍ, qaryatin) yang berarti "negeri" berakar ق-ر-ي dan tidak memakai kata sandang, sehingga negerinya tidak ditentukan, dan terjemahan memakai "suatu negeri". Kata (نَذِيرٍ, nadziirin) yang berarti "pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر, juga tanpa kata sandang dan dalam bentuk tunggal, sehingga terjemahan memakai "seorang pemberi peringatan".

Kata (مُتْرَفُوهَا, mutrafuuhaa) yang berarti "orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu" tersusun dari (مُتْرَفُو, mutrafuu) yang berarti "orang-orang yang bermewah-mewah", kata benda berbentuk pasif berakar ت-ر-ف, dan akhiran (هَا, -haa) yang berarti "negeri itu", yang merujuk kepada qaryatin. Bentuk mutrafuuhaa hanya muncul di dua ayat, yaitu 34:34 dan 43:23. Akar ت-ر-ف muncul di delapan ayat, yaitu 11:116, 17:16, 21:13, 23:33, 23:64, 34:34, 43:23, dan 56:45, dan kata benda berbentuk pasif itu ada di lima di antaranya, yaitu 17:16, 23:64, 34:34, 43:23, dan 56:45. Di 17:16, (أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا, amarnaa mutrafiihaa) yang berarti "Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di dalamnya", kata itu juga bergandengan dengan sebuah negeri. Di 23:33, (وَأَتْرَفْنَاهُمْ, wa-atrafnaahum) yang berarti "dan yang telah Kami beri kemewahan", kata kerjanya aktif dan pemberinya disebut dengan kata Kami, sedangkan di 34:34 pemberinya tidak disebut. Terjemahan memakai "bermewah-mewah" seperti di 43:23 dan 56:45.

Kata (إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, innaa bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna) yang berarti "sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya" tersusun dari (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya kami", (بِمَا, bi-maa) yang berarti "terhadap apa yang", (أُرْسِلْتُمْ, ursiltum) yang berarti "kalian diutus", dan (كَافِرُونَ, kaafiruuna) yang berarti "orang-orang yang kufur", yang di sini diterjemahkan "kami kufur". Susunan bi-maa ursiltum bihi muncul di empat ayat, yaitu 14:9, 34:34, 41:14, dan 43:24, dan susunan lengkap bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna ada di tiga di antaranya, yaitu 34:34, 41:14, dan 43:24. Di 14:9 kalimatnya memakai kata kerja, (كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ, kafarnaa bi-maa ursiltum bihi) yang berarti "kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya". Kalimat yang bentuknya hampir sama dengan arti yang berlawanan ada di 7:75, (إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ, innaa bi-maa ursila bihi mu'minuuna) yang berarti "sesungguhnya kami beriman kepada apa yang diutus dengannya", yang diucapkan orang-orang beriman tentang Saleh. Kata ganti kalian pada ursiltum berbentuk jamak di keempat ayat yang memuat susunan itu, termasuk 43:24, yang dibuka oleh satu pembicara yang berkata (جِئْتُكُمْ, ji'tukum) yang berarti "aku membawa kepada kalian". Karena itu bentuk jamak di 34:34 dapat berarti satu pemberi peringatan yang disapa dengan kata ganti jamak, dan ayat ini sendiri tidak menjelaskan selisih itu.

Tafsiran

Ayat ini meninggalkan percakapan dua kelompok di 34:31 sampai 34:33 dan berpindah dari akhirat ke dunia: dari kelompok yang saling menyalahkan ke pola yang berulang di setiap negeri tempat seorang pemberi peringatan diutus. Surah 34 menyebut pengutusan tiga kali dengan sasaran yang berbeda. Di 34:28 sasarannya seluruh manusia lewat sapaan engkau, di 34:44 sasarannya orang-orang yang belum pernah didatangi pemberi peringatan sebelum engkau, dan di 34:34 sasarannya negeri demi negeri. Ketiga ayat itu menempatkan pemberi peringatan sebagai pihak yang datang lebih dulu, dan ayat 34:34 menyebut pihak yang menjawab lebih dulu, yaitu orang-orang yang bermewah-mewah.

Pernyataan di 34:34 berbentuk penafian yang diikuti pengecualian, "tidaklah ... kecuali", sehingga tidak ada negeri yang didatangi pemberi peringatan tanpa jawaban dari orang-orang yang bermewah-mewah di dalamnya. Ayat ini tidak memuat jawaban kelompok lain di negeri itu, sedangkan 7:75 memuat jawaban orang-orang beriman dalam kalimat yang bentuknya sama. Karena itu cakupan pernyataan di 34:34 berhenti pada jawaban orang-orang yang bermewah-mewah, dan ayat ini tidak menyatakan bahwa seluruh penduduk negeri menjawab demikian.

Alasan penolakan itu tidak disebut di dalam ayat. Ayat 43:23 memuat alasan, yaitu nenek moyang, dan 41:14 memuat alasan lain, yaitu pengandaian bahwa Tuhan mereka dapat menurunkan malaikat-malaikat. Di surah 34 alasan itu muncul di ayat sesudahnya, 34:35, tempat sebuah ucapan menyebut harta, anak, dan keselamatan dari azab. Ayat 34:35 tidak menyebut siapa yang berbicara, tetapi susunannya yang berurutan memungkinkan pembaca menghubungkannya dengan orang-orang yang bermewah-mewah di sini.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat orang-orang yang bermewah-mewah di 34:34 dan kalimat orang-orang beriman di 7:75 memakai bentuk yang hampir sama, "sesungguhnya kami ... terhadap apa yang kalian diutus dengannya" dan "sesungguhnya kami beriman kepada apa yang diutus dengannya", dan kata terakhirnya yang memutuskan arahnya, kufur atau beriman. Ayat 7:75 menyebut bahwa Saleh diutus oleh Tuhannya, sehingga kedua ayat mengakui bahwa ada sesuatu yang dibawa dan berbeda dalam menyambutnya. Dari sini pembaca dapat memperhatikan bahwa jawaban terhadap sebuah pesan sering memakai kalimat yang mirip dengan jawaban lawannya, dan perbedaannya baru terdengar di ujung. Bila ada sebuah pesan yang pernah dijawab pembaca dengan kalimat yang panjang dan rapi, apakah kata terakhir pada kalimat itu sudah dipilih sebelum kalimatnya disusun?
  • Ayat 34:34 memuat penolakan tanpa alasan, dan alasannya ditemukan di ayat lain dalam bentuk yang berbeda-beda. Di 43:23 alasannya nenek moyang yang diikuti jejaknya, di 41:14 alasannya pengandaian bahwa Tuhan mereka dapat menurunkan malaikat-malaikat jika Dia menghendaki, dan di surah 34 alasan yang tersusun di ayat berikutnya menyangkut harta dan anak. Tiga alasan itu berbeda isinya, tetapi dipakai untuk kalimat penolakan yang hampir sama. Pembaca yang pernah menolak sebuah ajakan dapat memeriksa apakah alasan yang disebutnya kepada orang lain sama dengan alasan yang sebenarnya dipegangnya. Bila alasan pertama tidak diterima lawan bicaranya, alasan manakah yang akan disebut berikutnya, dan apakah alasan kedua itu sudah ada sebelum alasan pertama diucapkan?
  • Kata yang berarti bermewah-mewah di 34:34 muncul di adegan lain dengan peran yang berbeda. Di 56:45 orang-orang itu disebut sebelum balasannya, "sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah", dan di 23:64 mereka disebut pada saat Kami menimpakan siksaan, sehingga seketika mereka berteriak minta tolong. Di 34:34 mereka berbicara, di 56:45 mereka dikenang, dan di 23:64 mereka berteriak. Ketiga ayat memakai kata yang sama untuk tiga saat yang berbeda. Pembaca dapat mendengarkan bagaimana suara orang-orang itu berubah dari ucapan penolakan menjadi teriakan. Apakah ucapan yang paling tenang hari ini pernah dibandingkan pembaca dengan teriakan yang di 23:64 datang dari kata yang sama?
  • Di 14:9 kalimat yang mirip dengan 34:34 diucapkan sesudah rasul-rasul datang membawa bukti-bukti yang jelas, lalu mereka menutupkan tangan ke mulut mereka dan berkata bahwa mereka kufur terhadap apa yang diutuskan, serta berada dalam keraguan yang menggelisahkan. Ayat itu dibuka dengan kalimat bahwa tidak ada yang mengetahui orang-orang yang hidup sesudah kaum Nuh, Ad, dan Tsamud selain Allah, sehingga pola yang sama disebut meluas melampaui yang tercatat. Di 34:34 pembicara tidak menyebut keraguan dan tidak menyebut bukti, dan yang tercatat hanya penolakannya. Pembaca dapat membandingkan penolakan yang disertai alasan keraguan di 14:9 dengan penolakan tanpa alasan di 34:34, lalu memeriksa penolakan mana yang lebih dekat dengan yang pernah diucapkannya. Dalam penolakannya sendiri, apakah keraguan itu pernah dinyatakan atau hanya disimpan?
  • Ayat 34:34 menyebut orang-orang yang bermewah-mewah sebagai pihak yang berkata kufur, dan tidak menyebut kelompok lain di negeri itu. Pernyataannya berbentuk penafian yang diikuti pengecualian, jadi tidak ada negeri yang didatangi pemberi peringatan tanpa jawaban itu. Di 7:75 jawaban lain terdengar dalam kalimat yang berbentuk sama, sehingga negeri yang didatangi pemberi peringatan tidak hanya memuat satu jawaban. Pembaca yang hidup dalam kenyamanan tertentu dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut kenyamanan itu sebagai tempat jawaban kufur pertama dikatakan, dan tidak menyebutnya sebagai tempat semua jawaban. Dalam lingkungannya sendiri, siapakah yang paling dahulu menjawab sebuah peringatan, dan apakah kalimat jawabannya lebih dulu menyebut isi peringatan atau menyebut keadaan orang yang menjawab?
  • Surah 34 menyebut pengutusan tiga kali dengan sasaran yang meluas. Di 34:28 sasarannya seluruh manusia, di 34:44 orang-orang yang belum pernah didatangi pemberi peringatan sebelumnya, dan di 34:34 negeri demi negeri. Karena sasaran pertama menyebut seluruh manusia, pembaca termasuk dalam sasaran itu, dan pola di 34:34 menjadi cermin yang dapat dipakainya untuk melihat jawabannya sendiri. Ayat 34:34 tidak menyebut nama negeri, sehingga tidak ada negeri yang dikecualikan lewat nama. Kecocokan ini tidak menyatakan bahwa pembaca termasuk orang-orang yang bermewah-mewah, tetapi menunjukkan bahwa pertanyaan tentang jawaban terhadap peringatan terbuka bagi siapa pun yang disebut manusia di 34:28. Bila sebuah peringatan datang kepada pembaca hari ini, jawaban apa yang paling cepat terpikir, dan dari kenyamanan mana jawaban itu datang?