وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

Dan mereka berkata, “Kami lebih banyak harta dan anak, dan kami tidak akan diazab.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَwa-qaaluu nahnu aktsaru amwaalan wa-awlaadan wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiinadan mereka berkata, kami lebih banyak harta dan anak, dan kami tidak akan diazab

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. نَحْنُnahnukami
  3. أَكْثَرُaktsarukebanyakan
  4. أَمْوَالًاamwaalanharta
  5. وَأَوْلَادًاwa-awlaadandan anak-anak
  6. وَمَاwa-maadan tidaklah
  7. نَحْنُnahnukami
  8. بِمُعَذَّبِينَbi-mu'adzdzabiinadiazab

Inti bacaan

Susunan (وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ, wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiina) muncul tiga kali di Al-Qur'an (26:138, 34:35, 37:59), dan pembicaranya berbeda di ketiganya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata", dengan kata ganti jamak yang tidak disertai penyebutan siapa pembicaranya. Susunan (وَقَالُوا نَحْنُ, wa-qaaluu nahnu) yang berarti "dan mereka berkata, kami" hanya ada di 34:35. Kata ganti (نَحْنُ, nahnu) yang berarti "kami" muncul dua kali dalam ayat ini, pertama pada (نَحْنُ أَكْثَرُ, nahnu aktsaru) dan kedua pada (وَمَا نَحْنُ, wa-maa nahnu), sehingga pembicara menyebut dirinya dua kali sebagai pokok dua kalimat.

Kata (أَكْثَرُ, aktsaru) yang berarti "lebih banyak" berakar ك-ث-ر dan bersambung ke (أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا, amwaalan wa-awlaadan) yang berarti "harta dan anak", sehingga (نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا, nahnu aktsaru amwaalan) yang berarti "kami lebih banyak harta" hanya ada di 34:35. Pasangan amwaalan wa-awlaadan ada di dua ayat, yaitu 9:69 dan 34:35. Di 9:69, (وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا, wa-aktsara amwaalan wa-awlaadan) yang berarti "dan lebih banyak harta dan anak", penutur ayat itu sendiri menyebut orang-orang sebelum mereka lebih banyak harta dan anaknya, lalu menyebut amal mereka sia-sia di dunia dan akhirat. Ayat itu tidak membantah perbandingan "lebih banyak" sebagai angka, tetapi menjawab kesimpulan yang ditarik darinya. Harta dan anak juga berpasangan dalam kalimat penafian di empat ayat, yaitu 3:10, 3:116, 9:55, dan 58:17. Di 3:10, (لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا, lan tughniya 'anhum amwaaluhum wa-laa awlaaduhum mina llaahi syay'an) yang berarti "harta benda mereka dan anak-anak mereka sekali-kali tidak akan mencukupkan mereka sedikit pun dari Allah", dan 3:116 dan 58:17 memuat kalimat yang sama. Di 9:55, (إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا, innamaa yuriidu llaahu li-yu'adzdzibahum bihaa) yang berarti "sesungguhnya Allah hendak mengazab mereka dengannya", dan akhiran -nya di situ menunjuk harta dan anak. Kata aktsar yang sama muncul di ayat berikutnya, (أَكْثَرَ النَّاسِ, aktsara n-naasi) yang berarti "kebanyakan manusia" di 34:36. Di 18:34 seorang pemilik kebun memakai bentuk yang hampir sama dalam kalimat tentang dirinya sendiri, (أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا, anaa aktsaru minka maalan) yang berarti "aku lebih banyak hartanya daripada engkau".

Kata (وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ, wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiina) yang berarti "dan kami tidak akan diazab" tersusun dari (وَمَا, wa-maa) yang berarti "dan tidak", (نَحْنُ, nahnu) yang berarti "kami", dan (بِمُعَذَّبِينَ, bi-mu'adzdzabiina) yang berarti "yang diazab", bentuk pasif dari akar ع-ذ-ب. Seluruh susunan itu muncul di tiga ayat, yaitu 26:138, 34:35, dan 37:59. Di 26:138 kalimatnya diucapkan kaum yang diperingatkan oleh Hud, tepatnya (وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ, wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiina) yang berarti "dan kami sama sekali tidak akan diazab". Di 37:59 kalimat yang sama diucapkan oleh seorang penghuni taman kenikmatan, (إِلَّا مَوْتَتَنَا الْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ, illaa mawtatanaa l-uulaa wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiina) yang berarti "kecuali kematian kita yang pertama, dan kita tidak akan diazab". Kata mu'adzdzab, dengan atau tanpa kata sandang, muncul di empat ayat, yaitu 26:138, 26:213, 34:35, dan 37:59. Terjemahan memakai "tidak akan" karena azab yang dinafikan belum dialami pembicara pada saat berbicara, sama dengan 26:138 dan 37:59.

Tafsiran

Ayat ini memuat dua klaim yang disambung dengan penghubung dan tanpa penanda sebab. Klaim pertama menyangkut jumlah, kami lebih banyak harta dan anak, dan klaim kedua menyangkut akibat, kami tidak akan diazab. Ayat tidak menulis bahwa yang kedua mengikuti yang pertama, sehingga hubungan itu dibangun oleh pendengar dan tidak oleh teks. Di 9:69 jumlah yang sama disebut untuk orang-orang sebelum mereka dan diikuti pernyataan bahwa amal mereka sia-sia, dan di 3:10, 3:116, serta 58:17 harta dan anak dinyatakan tidak mencukupkan orang-orang yang kufur sedikit pun dari Allah. Dari ayat-ayat itu terlihat bahwa jumlah dapat diakui sebagai kenyataan dan kesimpulan yang ditarik darinya diperlakukan sebagai hal yang lain.

Ayat ini juga menjawab pertanyaan yang terbuka di 34:34. Ayat itu menyebut orang-orang yang bermewah-mewah mengucapkan kufur tanpa alasan, dan 34:35 memuat sebuah ucapan yang tersusun sebagai alasan. Ayat 34:35 tidak menyebut siapa pembicaranya, tetapi susunan berurutannya memungkinkan pembaca menghubungkannya dengan orang-orang tersebut. Hubungan itu dapat dibaca, tidak dinyatakan.

Di dalam rangkaian surah, kalimat yakin ini diletakkan sesudah adegan di 34:33, tempat orang-orang yang kufur melihat azab, menyembunyikan penyesalan, dan menerima belenggu. Urutan itu menempatkan kalimat "kami tidak akan diazab" tepat sesudah gambaran orang-orang yang mengalaminya. Ayat sesudahnya, 34:36, menjawab dengan satu pernyataan tentang pihak yang melapangkan dan menyempitkan rezeki, dan 34:37 menyebut harta dan anak sebagai hal yang tidak mendekatkan kepada Kami.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 34:35 menyambung dua klaim hanya dengan kata dan, jumlah harta dan anak lalu keselamatan dari azab, dan tidak memuat kata karena di antaranya. Pendengar yang mendengar dua kalimat itu berdampingan dapat mengisi sendiri hubungan sebab di antaranya, dan hubungan yang diisinya dapat tampak masuk akal tanpa pernah diucapkan. Ayat 34:36 menjawab dengan menyebut bahwa Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya, sehingga jawabannya langsung menyentuh hubungan yang tidak tertulis itu. Pembaca dapat memeriksa kalimat-kalimat yang dipasangkannya dengan kata dan di dalam pikirannya, lalu mencari yang di antaranya sebenarnya menyimpan kata karena. Adakah keyakinan yang dipegangnya hari ini yang tersusun dari dua kalimat berdampingan dengan kata sebab yang tak pernah diucapkan?
  • Di 9:69 jumlah harta dan anak disebut sebagai kenyataan tentang orang-orang sebelum mereka, lalu ayat itu menyebut amal mereka sia-sia di dunia dan di akhirat. Di 3:10 harta benda dan anak-anak orang yang kufur dinyatakan sekali-kali tidak mencukupkan mereka sedikit pun dari Allah. Kedua ayat itu tidak menyangkal bahwa jumlahnya besar, dan keduanya menempatkan jumlah itu di luar ukuran yang menentukan akibat. Pembaca dapat melihat bahwa sebuah angka bisa sepenuhnya benar dan tetap berada di tempat yang keliru ketika dipakai untuk menjawab pertanyaan yang lain. Angka manakah yang paling sering dipakai pembaca untuk meyakinkan diri sendiri bahwa keadaannya baik, dan pertanyaan apa yang sebenarnya dijawab oleh angka itu?
  • Kalimat "dan kami tidak akan diazab" diucapkan di 26:138 oleh kaum yang diperingatkan Hud, di 34:35 oleh pembicara yang tidak disebut, dan di 37:59 dalam percakapan seorang penghuni taman kenikmatan, yang di 37:57 berkata, "sekiranya bukan lantaran nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang dihadirkan". Susunan kata yang sama keluar dari tiga mulut dalam keadaan yang berbeda, sehingga kata-katanya sendiri tidak membedakan siapa yang mengucapkannya. Yang membedakan adalah apa yang mendahuluinya: di 37:57 sebuah pengakuan atas nikmat Tuhan, dan di 26:136, dua ayat sebelumnya, ucapan bahwa sama saja bagi mereka, dinasihati atau tidak. Pembaca yang pernah berkata bahwa dirinya aman dapat memperhatikan kalimat apa yang berada sebelumnya, karena menurut ketiga ayat itu, arti kalimat ditentukan oleh bagian yang mendahuluinya. Kalimat apakah yang tersimpan sebelum keyakinan pembaca tentang keselamatan, dan siapa pemilik kalimat itu?
  • Di 18:34 seorang pemilik kebun berkata kepada kawannya bahwa hartanya lebih banyak, dan di 18:35 sampai 18:36 ia berkata bahwa kebun itu tidak akan binasa dalam dugaannya dan Saat itu tidak akan datang dalam dugaannya. Di 18:42 buahnya dibinasakan dan ia berkata, "Aduhai, seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seorang pun". Ayat itu berbicara tentang satu orang dan 34:35 tentang sebuah kelompok, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi keduanya mengaitkan kepemilikan yang banyak dengan rasa aman dalam kalimat yang sama bentuknya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa rasa aman yang dibangun dari kepemilikan hanya terdengar kokoh sebelum kepemilikan itu diuji. Bila kepemilikan pembaca hari ini diuji, kalimat manakah yang pertama diucapkan, dan kepada siapa kalimat itu ditujukan?
  • Dalam urutan ayat, 34:33 memperlihatkan orang-orang yang kufur melihat azab, menyembunyikan penyesalan, dan menerima belenggu di leher, lalu 34:34 dan 34:35 berpindah ke ucapan orang-orang yang bermewah-mewah tentang kufur terhadap apa yang diutuskan dan tentang tidak akan diazab. Urutan itu menaruh kalimat yang yakin tepat sesudah gambaran orang-orang yang mengalami hal yang dinyatakan tidak akan terjadi pada pembicara. Surah ini tidak menyatakan bahwa kedua kelompok itu sama, dan hubungan antara keduanya dibiarkan pada urutan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dua gambar yang diletakkan berdampingan dapat saling menjawab tanpa satu kalimat penghubung. Bila sebuah kalimat penuh keyakinan diletakkan di samping gambaran tentang kufur kepada Allah dan pertanggungjawaban, apa yang paling jujur dapat dikatakan pembaca tentang kalimat itu?
  • Di 8:28 harta dan anak disebut fitnah, dan di 64:15 disebut cobaan, dan kedua ayat itu menyebut bahwa di sisi Allah ada pahala yang agung. Kedua ayat itu menaruh harta dan anak di tempat orang diuji, tidak di tempat orang diberi jaminan. Di 9:55 ayat menyebut bahwa Allah hendak mengazab mereka dengan harta dan anak itu, sehingga benda yang sama dapat berada di sisi ujian dan di sisi hukuman menurut ayatnya. Ayat 34:35 menempatkan harta dan anak di sisi jaminan, dan itu hanya salah satu dari tempat yang ditunjuk ayat-ayat tersebut. Pembaca dapat bertanya, bila harta dan anaknya diperlakukan sebagai ujian dan tidak sebagai jaminan, hal apa yang akan tampak berbeda di hadapan keduanya? Di sisi manakah dari ketiga tempat itu, ujian, jaminan, atau hukuman, harta dan anak biasa ditaruh pembaca?