وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

Dan mereka berkata, “Kami lebih banyak harta dan anak, dan kami tidak akan diazab.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَwa-qaaluu nahnu aktsaru amwaalan wa-awlaadan wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiinadan mereka berkata, kami lebih banyak harta dan anak, dan kami tidak akan diazab

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. نَحْنُnahnukami
  3. أَكْثَرُaktsarukebanyakan
  4. أَمْوَالًاamwaalanharta
  5. وَأَوْلَادًاwa-awlaadandan anak-anak
  6. وَمَاwa-maadan tidaklah
  7. نَحْنُnahnukami
  8. بِمُعَذَّبِينَbi-mu'adzdzabiinadiazab

Inti bacaan

Logika keliru yang terungkap: 'kami lebih banyak harta dan anak, kami tidak akan diazab', asumsi keliru bahwa kelimpahan materi adalah bukti restu ilahi atau kekebalan dari konsekuensi, sebuah kesalahan berpikir yang tetap relevan diwaspadai hingga kini.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap logika keliru yang mendasari penolakan mereka: kelimpahan harta dan anak dianggap bukti keselamatan dari azab, sebuah anggapan yang akan dibantah langsung di ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam kesimpulan yang meloncat. Kami kaya. Karena itu kami aman.
  • Yang dijadikan bukti jumlah, bukan kelakuan. Harta dan anak dihitung. Perbuatan tidak.
  • Bantahannya disebut Allah di ayat berikutnya. Tidak dibiarkan berdiri. Yang keliru dijawab langsung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-ts-r, m-w-l, w-l-d, '-dz-b): amwaal diterjemahkan 'harta' (akar m-w-l); awlaad diterjemahkan 'anak-anak' (akar w-l-d); mu'adhdhabiin diterjemahkan 'yang diazab' (akar '-dz-b). gloss '(daripadamu)' + footnote dibuang.