قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya.” Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُqul inna rabbii yabsutu r-rizqa li-man yashaa'u wa-yaqdirukatakanlah, sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya
- وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَwa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuunaakan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..
Aplikasi
Bantahan langsung atas logika di ayat sebelumnya: 'Allah melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan(-nya)', kelimpahan atau kesempitan materi bukan indikator status moral seseorang, melainkan mengikuti pola yang tidak selalu dipahami manusia.