وَالَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ
Dan orang-orang yang berusaha keras terhadap tanda-tanda Kami dengan anggapan dapat melemahkan, mereka itu dihadirkan di dalam azab.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَwa-lladziina yas'awna fii aayaatinaa mu'aajiziinadan orang-orang yang berusaha keras terhadap tanda-tanda Kami dengan anggapan dapat melemahkan
- أُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَulaa'ika fii l-'adzaabi muhdharuunamereka itu dihadirkan di dalam azab
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يَسْعَوْنَyas'awnamereka berusaha
- فِيfiidi
- آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
- مُعَاجِزِينَmu'aajiziinaorang-orang yang melemahkan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- فِيfiidi
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- مُحْضَرُونَmuhdharuunaorang-orang yang dihadirkan
Inti bacaan
Rangkaian (فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ, fii aayaatinaa mu'aajiziina) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 22:51, 34:5, dan 34:38.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ, wa-lladziina yas'awna fii aayaatinaa mu'aajiziina) yang berarti "dan orang-orang yang berusaha keras terhadap tanda-tanda Kami dengan anggapan dapat melemahkan". Kata kerja (يَسْعَوْنَ, yas'awna) berakar س-ع-ي dan berbentuk sedang berlangsung, bentuk yang muncul tiga kali, yaitu di 5:33, 5:64, dan 34:38. Di 5:33 dan 5:64 kata itu disusul (وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ, wa-yas'awna fii l-ardhi) yang berarti "dan berusaha di bumi", sehingga kata fii menunjuk bumi sebagai tempat usaha. Di 34:38 kata fii menunjuk tanda-tanda sebagai sasaran usaha, dan terjemahan memakai "terhadap". Rangkaian yang sama dengan bentuk lampau, (سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ, sa'aw fii aayaatinaa mu'aajiziina), ada di 22:51 dan 34:5. Rangkaian lengkapnya, (فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ, fii aayaatinaa mu'aajiziina), muncul tiga kali di dua surah, yaitu 22:51, 34:5, dan 34:38, dan hanya 34:38 yang memakai bentuk sedang berlangsung. Terjemahan memakai "berusaha keras" di 34:5 dan 34:38 karena kata kerjanya berakar sama, dan perbedaan waktunya dijelaskan di tafsiran, tidak di kata Indonesianya.
Kata (مُعَاجِزِينَ, mu'aajiziina) berakar ع-ج-ز. Bentuknya yang ini muncul tiga kali, semuanya sesudah fii aayaatinaa, yaitu di 22:51, 34:5, dan 34:38. Bentuk lain dari akar yang sama, (مُعْجِزِينَ, mu'jiziina), muncul sembilan kali, yaitu di 6:134, 10:53, 11:20, 11:33, 16:46, 24:57, 29:22, 39:51, dan 42:31, dan semuanya berada dalam kalimat penyangkalan atau larangan, misalnya (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ, wa-maa antum bi-mu'jiziina) di 6:134. Terjemahan 6:134 dan 10:53 untuk bentuk itu adalah "tidak dapat melemahkan", sedangkan 34:38 memakai "dengan anggapan dapat melemahkan". Padanan "melemahkan" sama di ketiganya, dan perbedaan arah ditandai oleh kata "tidak dapat" dan "dengan anggapan dapat". Akar ع-ج-ز menyatakan ketidakmampuan di 5:31, (أَعَجَزْتُ, a-'ajaztu) yang berarti "apakah aku tak mampu", sehingga "melemahkan" dipilih sebagai tindakan membuat pihak lain tidak mampu. Sasarannya ditulis (آيَاتِنَا, aayaatinaa) yang berarti "tanda-tanda Kami".
Kalimat kedua, (أُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ, ulaa'ika fii l-'adzaabi muhdharuuna), memakai (فِي الْعَذَابِ, fii l-'adzaabi) yang berarti "di dalam azab". Rangkaian ini muncul delapan kali di enam surah, yaitu 5:80, 30:16, 34:8, 34:14, 34:38, 37:33, 43:39, dan 50:26. Tiga di antaranya ada di surah yang sama, 34:8, 34:14, dan 34:38, dan di ketiganya fii menunjuk azab sebagai keadaan tempat seseorang berada. Di 34:5 azab ditulis sebagai milik, (لَهُمْ عَذَابٌ, lahum 'adzaabun) yang berarti "bagi mereka azab", sehingga dua ayat itu menyebut azab dengan dua cara. Kata (مُحْضَرُونَ, muhdharuuna) berakar ح-ض-ر dan berbentuk yang dihadirkan, tujuh kali di empat surah, yaitu 30:16, 34:38, 36:32, 36:53, 36:75, 37:127, dan 37:158. Bunyi (فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ, fii l-'adzaabi muhdharuuna) hanya ada di 30:16 dan 34:38. Di 36:32, (جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, jamii'un ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "semuanya dihadirkan di sisi Kami", kata yang sama dipakai untuk semua orang. Terjemahan memakai "dihadirkan" dan tidak "dimasukkan" karena kata Arabnya menyatakan kehadiran, dan karena bentuk yang dihadirkan itu tidak menyebut siapa yang menghadirkan.
Tafsiran
Ayat ini menaruh kelompok kedua tepat sesudah kelompok orang beriman, dengan susunan yang sama seperti 34:4 dan 34:5. Ayat 34:4 menyebut orang yang beriman dan beramal saleh, lalu 34:5 menyebut orang yang berusaha keras terhadap tanda-tanda dengan kata-kata yang hampir sama dengan 34:38. Ayat 34:37 menyebut orang yang beriman dan beramal saleh, lalu 34:38 mengulang kalimat 34:5 dengan bentuk waktu yang berbeda. Dua pasangan ini mengapit isi surah di antaranya, dan di kedua pasangan itu kelompok pertama memperoleh sesuatu dan kelompok kedua dihadapkan pada azab.
Perbedaan antara 34:5 dan 34:38 ada pada dua hal. Kata kerjanya berubah dari bentuk lampau ke bentuk sedang berlangsung, sehingga 34:5 berbicara tentang orang yang telah berusaha dan 34:38 tentang orang yang sedang berusaha. Akibatnya juga ditulis lain: 34:5 menyebut azab dari siksa yang pedih sebagai milik mereka, sedangkan 34:38 menyebut mereka dihadirkan di dalam azab. Alasan rumusan yang sama diulang dengan dua akibat yang ditulis berbeda tidak dinyatakan, dan kedua akibat itu tidak saling membatalkan.
Ayat 34:35 memuat ucapan bahwa mereka tidak akan diazab. Ayat 34:37 menjawab dengan soal kedekatan, dan 34:38 menyebut kata azab dalam keadaan orang yang dihadirkan di dalamnya. Teksnya tidak menyatakan apakah kelompok di 34:38 orang yang sama dengan pembicara 34:35, jadi kedua ayat itu terbaca menurut letaknya, yaitu sesudah klaim bebas azab.
Ayat 34:39 kembali memuat perintah "katakanlah" dan membicarakan rezeki serta infak. Dua ayat yang berdampingan itu memuat dua kata kerja yang menunjuk pengeluaran, yaitu usaha terhadap tanda-tanda di 34:38 dan infak di 34:39. Teksnya tidak menghubungkan keduanya secara tertulis. Sesudah itu 34:40 memuat kata kerja "mengumpulkan" bagi mereka semua, dan kata kerja itu berdekatan maknanya dengan "dihadirkan" di 34:38, karena keduanya menyangkut pihak yang dibawa ke satu tempat.
Renungan dan Hikmah
- Rumusan di 34:5 dan 34:38 sama, kecuali bentuk waktu kata kerjanya: telah berusaha di ayat kelima dan sedang berusaha di ayat ketiga puluh delapan. Pembaca yang membaca surah ini dari awal bertemu kalimat itu dua kali, dan pada kali kedua kalimat itu berbicara tentang usaha yang masih berjalan. Di surah lain, 40:4, memperdebatkan tanda-tanda Allah disebut sebagai perbuatan orang-orang yang kufur, sehingga sikap terhadap tanda-tanda itu muncul di lebih dari satu tempat. Pembaca dapat bertanya, bila masih ada yang berlangsung di dalam dirinya terhadap tanda-tanda Allah, apa bentuknya hari ini: pertanyaan yang ditunda, bantahan yang dipelihara, atau kebiasaan menghindar dari bacaan?
- Kata usaha keras di 34:38 mengarah ke tanda-tanda, dan di 5:33 serta 5:64 mengarah ke bumi, sehingga sasaran usaha berubah sementara kata kerjanya sama. Ayat 34:39 sesudahnya memuat kata infak, yaitu apa yang dikeluarkan dari harta, dan di sana Dia disebut menggantinya. Dua ayat itu berdampingan, tetapi teksnya tidak mengaitkan keduanya. Pembaca dapat membayangkan neraca tenaga dalam seminggu: berapa banyak tenaga yang tercurah untuk membuktikan diri benar, dan berapa banyak yang tercurah untuk memberi. Bila tenaga yang paling keras ternyata mengarah kepada tanda-tanda itu sebagai lawan, ke mana arahnya akan berpindah?
- Bentuk yang dihadirkan di 34:38 tidak menyebut siapa yang menghadirkan, dan di 36:32 bentuk yang sama dipakai untuk semuanya dengan kata ladaynaa, "di sisi Kami". Di 34:38 orang-orang itu tidak digambarkan datang atas kemauan sendiri, karena kata kerjanya berbentuk dihadirkan. Pembaca yang terbiasa mengatur waktu kedatangannya sendiri, mulai dari menunda urusan hingga memilih saat untuk bertobat, menemui kata kerja yang tidak memberinya peran menentukan waktu. Kedatangan di ayat ini ditulis sebagai sesuatu yang dilakukan pihak lain terhadap orang yang dihadirkan. Seberapa jauh pembaca pernah mengandaikan bahwa dirinya yang menentukan kapan berhadapan dengan Allah, dan apa yang terjadi pada rencana itu bila kata kerjanya bukan miliknya?
- Di 34:5 azab ditulis sebagai milik, lahum 'adzaabun, dan di 34:38 azab ditulis sebagai tempat, fii l-'adzaabi. Ayat 34:8 dan 34:14 dalam surah yang sama juga memakai fii l-'adzaabi, yang pertama bagi orang yang tidak beriman kepada akhirat dan yang kedua dalam kalimat tentang jin dan siksa yang menghinakan. Ketiga ayat itu tidak membicarakan orang yang sama, tetapi sama-sama menggambarkan azab sebagai keadaan tempat seseorang berada. Pembaca yang memikirkan azab sebagai sesuatu yang datang dari luar dan menimpa dapat memikirkan gambaran lain, yaitu ruang yang sudah menampung orangnya. Gambaran mana yang lebih sering menghampiri pembaca, dan apa yang berubah dalam hari-harinya bila azab dibayangkan sebagai tempat dan bukan sebagai kiriman?
- Pasangan orang beriman dan orang yang berusaha keras terhadap tanda-tanda muncul dua kali dalam surah ini, di awal pada 34:4 dan 34:5 dan menjelang ujung pada 34:37 dan 34:38. Di pasangan pertama kelompok beriman memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia, dan di pasangan kedua memperoleh balasan berlipat dan kamar-kamar. Orang yang membaca surah ini sambil menimbang dirinya mungkin berhenti di tempat yang sama dua kali. Di pasangan manakah pembaca lebih sering menempatkan dirinya, dan apakah penempatan itu sudah diperiksanya dengan ukuran yang disebut Tuhan di ayat-ayat itu, yaitu iman dan amal?
- Bentuk kata ع-ج-ز yang dipakai di 6:134, 10:53, 11:20, 29:22, dan lima ayat lain selalu berada dalam kalimat penyangkalan atau larangan, seperti 29:22 yang menyatakan bahwa tidak ada bagi kalian pelindung dan penolong selain Allah. Di 34:38 bentuk yang berbeda dipakai untuk usaha yang dikira dapat berhasil. Dua bentuk itu tidak disebut berurutan dalam satu ayat, dan teks tidak menjelaskan hubungan di antaranya. Pembaca dapat melihat jarak antara dugaan seseorang bahwa dirinya mampu melemahkan dan kalimat di ayat lain yang menyatakan sebaliknya. Bila keyakinan akan kemampuan itu pernah muncul dalam diri pembaca, apa yang diperhitungkannya sebagai penolong, dan apakah ayat 29:22 pernah masuk ke dalam hitungan itu?