قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya baginya.” Dan apa pun yang kalian infakkan, maka Dia akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُqul inna rabbii yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u min 'ibaadihi wa-yaqdiru lahukatakanlah, sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya baginya
- وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَwa-maa anfaqtum min syay'in fa-huwa yukhlifuhu wa-huwa khayru r-raaziqiinadan apa pun yang kalian infakkan, maka Dia akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki
Terjemahan per kata (20 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- يَبْسُطُyabsuthumelapangkan
- الرِّزْقَr-rizqarezeki
- لِمَنْli-mankepada siapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- مِنْmindari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- وَيَقْدِرُwa-yaqdirudan Dia menyempitkan
- لَهُlahubaginya
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أَنْفَقْتُمْanfaqtumkalian infakkan
- مِنْmindari
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- يُخْلِفُهُyukhlifuhumenggantinya
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- خَيْرُkhayrusebaik-baik
- الرَّازِقِينَr-raaziqiinapara pemberi rezeki
Inti bacaan
Rumus (يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ, yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:26, 17:30, 28:82, 29:62, 30:37, 34:36, 34:39, 39:52, dan 42:12.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ إِنَّ رَبِّي, qul inna rabbii) yang berarti "katakanlah, sesungguhnya Tuhanku", lalu (يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ, yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u) yang berarti "melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki". Rumus yang terakhir muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 13:26, 17:30, 28:82, 29:62, 30:37, 34:36, 34:39, 39:52, dan 42:12. Dua di antaranya ada di surah ini, yaitu 34:36 dan 34:39, dan keduanya membukanya dengan qul inna rabbii. Ayat 34:39 memuat dua tambahan yang tidak ada di 34:36, yaitu (مِنْ عِبَادِهِ, min 'ibaadihi) yang berarti "di antara hamba-hamba-Nya", dan (لَهُ, lahu) yang berarti "baginya" sesudah kata kerja menyempitkan. Tambahan pertama muncul di tiga ayat, 28:82, 29:62, dan 34:39, seperti (لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, li-man yasyaa'u min 'ibaadihi) di 28:82. Gabungan kedua tambahan, (مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ, min 'ibaadihi wa-yaqdiru lahu), hanya ada di 29:62 dan 34:39. Kata (لَهُ, lahu) berbentuk tunggal, jadi menunjuk orang yang disebut "siapa", dan ayat ini tidak menyatakan apakah orang yang dilapangkan dan orang yang disempitkan itu satu orang pada waktu berbeda atau dua orang.
Kata (وَيَقْدِرُ, wa-yaqdiru) yang berarti "dan Dia menyempitkan" berakar ق-د-ر dan muncul di sembilan ayat yang sama dengan rumus melapangkan di atas, selalu sesudahnya. Dengan kata rezeki, akar ق-د-ر berlawanan dengan kelapangan juga di tempat lain. Di 89:16, (فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ, fa-qadara 'alayhi rizqahu) menyebut rezeki yang dibatasi, dan di 65:7, (وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ, wa-man qudira 'alayhi rizquhu) menyebut orang yang disempitkan rezekinya setelah menyebut orang yang lapang. Karena itu terjemahan memakai "menyempitkan" untuk pasangan "melapangkan", dan tidak memakai "menetapkan kadar".
Kalimat berikutnya, (وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ, wa-maa anfaqtum min syay'in) yang berarti "dan apa pun yang kalian infakkan", memakai (أَنْفَقْتُمْ, anfaqtum), kata kerja lampau dari akar ن-ف-ق, dan (شَيْءٍ, syay'in) yang berarti "sesuatu" tanpa kata sandang, sehingga ukuran yang diinfakkan tidak dibatasi. Susunan dengan min syay'in sesudah infak muncul di tiga ayat, yaitu 3:92, 8:60, dan 34:39, dengan kata kerja bentuk lain di dua yang pertama, (وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ, wa-maa tunfiquu min syay'in). Hasilnya berbeda di tiap ayat. Di 3:92 bunyinya (فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ, fa-inna llaaha bihi 'aliimun) yang berarti "sesungguhnya Allah mengetahuinya", dan di 8:60 (يُوَفَّ إِلَيْكُمْ, yuwaffa ilaykum) yang berarti "dibalas secara penuh kepada kalian". Di 2:270, (وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ, wa-maa anfaqtum min nafaqatin), kata kerja lampau yang sama dengan 34:39 disusul (فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ, fa-inna llaaha ya'lamuhu) yang berarti "sesungguhnya Allah mengetahuinya".
Kata (يُخْلِفُهُ, yukhlifuhu) yang berarti "menggantinya" berasal dari akar خ-ل-ف, dan bentuk persis dengan akhiran -hu ini hanya ada di 34:39. Kata kerja dari lema yang sama muncul empat belas kali, yaitu di 2:80, 3:9, 3:194, 9:77, 13:31, 14:22, 20:58, 20:86, 20:87, 20:97, 22:47, 30:6, 34:39, dan 39:20. Pada tiga belas ayat lainnya yang disalahi adalah janji, perjanjian, atau waktu yang dijanjikan, seperti (لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ, laa yukhlifu l-mii'aada) di 3:9 yang berarti "tidak menyalahi janji". Di 34:39 objeknya adalah apa yang diinfakkan, yaitu benda, sehingga "menyalahi" tidak mempunyai sasaran dan terjemahan memakai "menggantinya". Akar خ-ل-ف juga memberi arti pengganti di 7:169 dan 19:59, dalam (فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ, fa-khalafa min ba'dihim khalfun) yang berarti "kemudian datanglah setelah mereka pengganti". Kata (فَهُوَ, fa-huwa) yang berarti "maka Dia" terdiri dari kata sambung dan kata ganti lepas, dan terjemahan menulisnya "maka Dia" tanpa tambahan "pasti", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (خَيْرُ الرَّازِقِينَ, khayru r-raaziqiina) yang berarti "sebaik-baik pemberi rezeki" berakar ر-ز-ق, dan bentuk jamak dengan kata sandang ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 5:114, 22:58, 23:72, 34:39, dan 62:11. Kelimanya berbunyi khayru r-raaziqiina, dan di 62:11 bunyinya (وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ, wa-llaahu khayru r-raaziqiina) yang berarti "dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki". Dengan awalan wa-huwa, "dan Dialah", bunyinya hanya ada di 23:72 dan 34:39. Bentuk jamak raaziqiina menyebut para pemberi rezeki, dan daftar anggotanya tidak ditulis, sehingga terjemahan memakai "sebaik-baik" yang menyiratkan perbandingan di antara beberapa pemberi.
Tafsiran
Ayat ini mengulang pembuka 34:36 lalu bergerak ke arah yang tidak ada di sana. Ayat 34:36 berhenti pada kehendak atas rezeki dan pada kebanyakan manusia yang tidak mengetahui, sedangkan 34:39 menambah hamba-hamba sebagai penerima dan menambah dua kalimat tentang apa yang dikeluarkan. Ayat 34:35 berbicara tentang memiliki harta dan anak, dan 34:39 untuk pertama kalinya dalam rangkaian ini berbicara tentang mengeluarkan harta. Kata infak tidak muncul di 34:35 sampai 34:38.
Ayat ini memuat tiga bagian yang tersusun menurut pelakunya. Bagian pertama menyebut Tuhan sebagai pihak yang melapangkan dan menyempitkan. Bagian kedua menyebut "kalian" sebagai pihak yang menginfakkan, lalu menyebut Dia sebagai pihak yang menggantinya. Bagian ketiga menyebut Dia lagi dengan sebutan pemberi rezeki yang terbaik. Pelaku di awal dan di akhir ayat sama, sehingga sebutan pemberi rezeki di ujung menutup kalimat yang dibuka dengan "melapangkan rezeki".
Bentuk dan waktu penggantian tidak ditulis. Kata kerjanya menyatakan bahwa apa yang dikeluarkan akan diganti, dan terjemahan tidak menambahkan "dengan yang lebih banyak" atau "di dunia". Di 3:92 infak disusul pengetahuan Allah, dan di 8:60 disusul balasan penuh, dalam konteks yang berbeda dari ayat ini. Ketiga ayat itu tidak diperbandingkan oleh teksnya.
Ayat 34:40 yang menyusul membuka dengan hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua, sehingga pembicaraan beralih dari rezeki dan infak ke hari pengumpulan. Teksnya tidak menghubungkan kedua hal itu dengan kata penyambung selain "dan". Dari letaknya, 34:39 menutup rangkaian harta dan anak yang dimulai di 34:35, dan 34:40 membuka rangkaian yang lain.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja infak di 34:39 diikuti kata "apa pun", lalu disebut bahwa Dia akan menggantinya. Di 3:92 infak yang apa pun itu disusul pernyataan bahwa Allah mengetahuinya, dan di 8:60 disusul balasan penuh, sehingga tiga ayat itu memberi tiga akibat berbeda dalam tiga konteks yang berbeda. Pembaca yang menahan tangan karena yang keluar terasa berkurang menemui kata yang tidak membatasi ukuran, sehingga pemberian yang kecil pun termasuk di dalamnya. Makanan yang dibagi, ongkos yang ditanggung, atau waktu yang diberikan berada di bawah kata yang sama dengan pengeluaran yang besar. Apakah pengeluaran sekecil itu pernah dihitung pembaca sebagai sesuatu yang diganti oleh Dia yang disebut di ayat ini?
- Ayat 34:39 menyatakan bahwa apa yang diinfakkan akan diganti, dan tidak menulis bentuknya, jumlahnya, atau waktunya. Pembaca yang terbiasa mengharapkan ganti dalam bentuk yang sama, misalnya uang kembali sebagai uang, menemui ayat yang membiarkan bentuk itu terbuka. Dia, yang di awal ayat disebut Tuhanku, di sini menjadi pihak yang mengganti, dan kata kerjanya tidak menyebut apakah gantinya datang sebagai harta, waktu luang, atau ketenangan. Harapan yang lebih sempit daripada kata kerja itu menjadi tampak ketika dituliskan. Seandainya ganti itu datang dalam rupa yang tidak pernah dibayangkan, apakah pembaca akan mengenalinya sebagai ganti?
- Kata kerja yang di 3:9 dipakai untuk janji yang tidak disalahi, yaitu bunyi laa yukhlifu l-mii'aada, di 34:39 dipakai untuk apa yang dikeluarkan dari tangan. Tiga belas ayat lain memakai kata kerja itu untuk janji atau perjanjian, dan 34:39 menaruhnya di dekat sedekah dan rezeki. Dua penggunaan itu tidak disebut saling menafsirkan. Pemakaian di 34:39 membuat pengeluaran terbaca dengan kata yang di ayat lain dipakai untuk janji. Apa yang berubah pada cara pembaca memandang pengeluarannya bila kata kerja yang di 3:9 menyatakan bahwa Allah tidak menyalahi janji dipakai juga untuk sedekah?
- Kata baginya di 34:39 berbentuk tunggal dan menunjuk orang yang disebut siapa, sehingga ayat ini tidak menyatakan apakah kelapangan dan kesempitan menimpa dua orang atau satu orang pada dua waktu. Di 34:36 kata itu tidak ada, dan di 29:62 kata itu muncul dengan susunan yang sama. Pembaca yang sedang berada di musim sempit dapat membaca ayat ini sebagai kemungkinan bahwa orang yang dulu lapang dan orang yang kini sempit bisa satu orang, dan pembaca yang sedang lapang dapat membacanya dengan arah sebaliknya. Dengan melihat perbedaan 34:36 dan 34:39, apa yang berubah pada cara pembaca menafsirkan musim yang sedang dijalaninya?
- Sebutan khayru r-raaziqiina memakai bentuk jamak, para pemberi rezeki, dan di 62:11 muncul sesudah ayat tentang orang-orang yang berpencar menuju perdagangan atau permainan, dengan pernyataan bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada keduanya. Ayat 34:39 tidak menyebut siapa saja yang termasuk dalam kelompok pemberi rezeki itu, dan tidak menolak bahwa ada yang lain. Pembaca dapat menuliskan siapa saja yang ia sebut sebagai sumber penghasilannya, misalnya atasan, pelanggan, atau pasar, lalu melihat bahwa sebutan di ayat ini diletakkan di ujung sebagai yang terbaik. Di daftar itu, di mana Allah ditempatkan, dan apa yang terjadi pada daftar itu ketika salah satu sumbernya berhenti?
- Ayat 34:39 menyebut penerima kelapangan dan kesempitan dengan sebutan yang sama, hamba-hamba-Nya, yaitu min 'ibaadihi, dan sebutan itu muncul di 28:82 dan 29:62 dengan cara yang serupa. Ucapan di 34:35 membandingkan jumlah, yaitu kami lebih banyak harta dan anak, sedangkan 34:39 menaruh orang yang dilapangkan dan orang yang disempitkan di bawah satu kata hamba. Pembaca yang biasa menimbang dirinya terhadap tetangga, rekan, atau saudara dapat melihat bahwa kedudukan sebagai hamba tidak berubah oleh kelapangan maupun kesempitan di ayat ini. Bila kedua orang itu memang sama-sama hamba-Nya, apa yang masih tersisa dari perbandingan jumlah yang dipakai ucapan di 34:35?