قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ

Mereka berkata, “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka mengabdi kepada jin; kebanyakan mereka beriman kepadanya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْqaaluu subhaanaka anta waliyyunaa min duunihimmereka berkata, Mahasuci Engkau, Engkaulah pelindung kami, bukan mereka
  2. بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَbal kaanuu ya'buduuna l-jinna aktsaruhum bihim mu'minuunabahkan mereka mengabdi kepada jin; kebanyakan mereka beriman kepadanya

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. سُبْحَانَكَsubhaanakaMahasuci Engkau
  3. أَنْتَantaEngkau
  4. وَلِيُّنَاwaliyyunaapelindung kami
  5. مِنْmindari
  6. دُونِهِمْduunihimselain mereka
  7. بَلْbalbahkan
  8. كَانُواkaanuumereka adalah
  9. يَعْبُدُونَya'buduunamereka mengabdi
  10. الْجِنَّl-jinnajin
  11. أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
  12. بِهِمْbihimpada mereka
  13. مُؤْمِنُونَmu'minuunaorang-orang beriman

Inti bacaan

Gabungan (يَعْبُدُونَ الْجِنَّ, ya'buduuna l-jinna) hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 34:41.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَالُوا سُبْحَانَكَ, qaaluu subhaanaka) yang berarti "mereka berkata, Mahasuci Engkau". Kata (سُبْحَانَكَ, subhaanaka) berakar س-ب-ح dan muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 2:32, 3:191, 5:116, 7:143, 10:10, 21:87, 24:16, 25:18, dan 34:41. Gabungan dengan qaaluu hanya ada di tiga ayat, yaitu 2:32, 25:18, dan 34:41. Di 2:32 kalimat itu disusul (لَا عِلْمَ لَنَا, laa 'ilma lanaa) yang berarti "tidak ada pengetahuan bagi kami", dan di 25:18 disusul (مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَّخِذَ مِنْ دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَاءَ, maa kaana yanbaghii lanaa an nattakhidza min duunika min awliyaa'a) yang berarti "tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung-pelindung selain Engkau". Di ketiga ayat itu pembicara memulai dengan menyucikan Allah lalu menyatakan batas perannya sendiri, dan terjemahan memakai "Mahasuci Engkau" di semuanya.

Kalimat (أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ, anta waliyyunaa min duunihim) yang berarti "Engkaulah pelindung kami, bukan mereka" memuat (وَلِيُّنَا, waliyyunaa) dari akar و-ل-ي, yang diterjemahkan "pelindung" seperti di 5:51, 5:55, dan 5:56. Bunyi (أَنْتَ وَلِيُّنَا, anta waliyyunaa) muncul dua kali, yaitu di 7:155, yang diucapkan dalam doa memohon ampun, dan di 34:41. Kata (مِنْ دُونِهِمْ, min duunihim) yang berarti "selain mereka" muncul tiga kali, yaitu di 8:60, 19:17, dan 34:41. Terjemahan menulis "bukan mereka" karena kalimat ini menyatakan siapa pelindungnya, dan "selain mereka" tidak terbaca wajar sesudah "Engkaulah pelindung kami". Susunan wali dengan min duun juga ada di (مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ, min duuni llaahi min waliyyin) yang berarti "pelindung selain Allah", di 2:107, 9:116, 29:22, dan 42:31, dan di sana kalimatnya menyangkal adanya pelindung selain Allah, sedangkan 34:41 menyatakannya dari mulut para malaikat.

Kalimat berikutnya, (بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ, bal kaanuu ya'buduuna l-jinna) yang berarti "bahkan mereka mengabdi kepada jin", dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan". Kata itu muncul lima kali di surah ini, yaitu di 34:8, 34:27, 34:32, 34:33, dan 34:41. Tiga di antaranya, 34:32, 34:33, dan 34:41, membuka jawaban seseorang atas tuduhan atau pertanyaan, dan terjemahan memakai "bahkan" di ketiganya. Kata (يَعْبُدُونَ, ya'buduuna) berakar ع-ب-د dan diterjemahkan "mengabdi", sama dengan 34:40. Kata (الْجِنَّ, l-jinna) berakar ج-ن-ن dan muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 6:100, 11:119, 32:13, 34:41, 37:158, 51:56, dan 114:6. Gabungan (يَعْبُدُونَ الْجِنَّ, ya'buduuna l-jinna) hanya ada di 34:41. Di 6:100, (وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ, wa-ja'aluu li-llaahi syurakaa'a l-jinna) yang berarti "dan mereka menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu bagi Allah", jin dikaitkan dengan Allah lewat kata sekutu, bukan lewat kata mengabdi, jadi dua ayat itu menunjuk dua hal yang berbeda. Ayat ini tidak menjelaskan bagaimana jin itu diabdi.

Kata (أَكْثَرُهُمْ, aktsaruhum) yang berarti "kebanyakan mereka" muncul dua puluh enam kali di tujuh belas surah. Sebelas di antaranya memuat kata dari akar أ-م-ن di ayat yang sama, yaitu 2:100, 12:106, 26:8, 26:67, 26:103, 26:121, 26:139, 26:158, 26:174, 26:190, dan 34:41. Sepuluh yang lain memuatnya dalam penyangkalan, seperti (وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ, wa-maa yu'minu aktsaruhum bi-llaahi) di 12:106 yang berarti "dan tidak beriman kebanyakan mereka kepada Allah". Di 34:41 kata (مُؤْمِنُونَ, mu'minuuna) yang berarti "orang-orang beriman" muncul tanpa penyangkalan, dan sasarannya adalah (بِهِمْ, bihim), yaitu jin. Terjemahan menulis "kepadanya" dan tidak "kepada mereka", karena kata "mereka" sudah dipakai dua kali untuk para pengabdi, dan "kepada mereka" akan memakai kata yang sama bagi jin.

Tafsiran

Ayat ini menjawab pertanyaan 34:40 dengan tiga gerak berurutan: menyucikan Allah, menyebut siapa pelindung para penjawab, lalu menunjuk jin sebagai arah pengabdian mereka yang ditanyakan. Jawaban itu tidak memuat kata tidak maupun ya. Penyangkalan terbaca dari kata "bukan mereka" dan dari "bahkan", dan kalimat terakhir menyebut apa yang sebenarnya diabdi dan dipercayai.

Dalam surah ini ada tiga jawaban yang dibuka atau disambung dengan "bahkan", yaitu 34:32, 34:33, dan 34:41. Di 34:32 orang-orang yang menyombongkan diri menjawab pertanyaan mereka sendiri dengan menyebut orang yang dianggap lemah sebagai pendosa, dan di 34:33 orang yang dianggap lemah menjawab dengan menunjuk makar malam dan siang. Dua jawaban itu mengalihkan tanggung jawab antara dua kelompok. Di 34:41 jawabannya menunjuk arah pengabdian pihak ketiga, dan para penjawab tidak menuduh siapa pun atas kesalahan itu, sehingga nadanya berbeda dari dua jawaban sebelumnya.

Di 25:18 jawaban yang dibuka dengan kalimat yang sama menyebut bahwa mengambil pelindung selain Allah tidak pantas bagi para penjawab, dan memberi alasan lain, yaitu kenikmatan yang diberikan hingga mereka lupa pada peringatan. Di 34:41 alasannya berbeda, yaitu pengabdian kepada jin. Dua ayat itu menyebut dua keadaan yang tidak saling menggantikan.

Kata "kebanyakan" menyisakan sebagian lain yang tidak dibicarakan. Keadaan sebagian itu tidak dibicarakan, dan ayat sesudahnya, 34:42, langsung beralih ke hari ini dan orang-orang yang zalim. Kalimat penutup 34:41 menerangkan orang-orang yang ditanya di 34:40 dalam tiga hal, yaitu arah pengabdian, jumlah yang beriman, dan sasaran iman itu, tanpa keterangan lain tentang mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Para malaikat di 34:41 membuka jawaban dengan menyucikan Allah, lebih dulu daripada menyebut apa pun tentang diri mereka atau tentang orang-orang yang bertanya. Di 2:32 dan 25:18 kalimat pembuka yang sama dipakai lagi, sehingga urutan itu muncul di tiga ayat dengan pembicara yang berbeda. Pembaca yang pernah menerima pujian, pengikut, atau tempat di hati orang lain dapat memperhatikan bahwa jawaban pertama para malaikat tidak menyangkut diri mereka. Ketika pembaca dipuji atau diikuti orang, apa kata pertama yang keluar dari mulutnya, dan ke mana kata itu diarahkan?
  • Sesudah menyucikan Allah, para malaikat menyebut pelindung mereka, Engkaulah pelindung kami, dan baru kemudian menunjuk apa yang dilakukan orang-orang itu. Di 7:155 bunyi yang sama muncul dalam doa memohon ampun, dan di 29:22 kalimat serupa menyatakan bahwa tidak ada bagi kalian pelindung dan penolong selain Allah. Tiga ayat itu tidak diucapkan dalam keadaan yang sama, tetapi ketiganya menyebut pelindung dengan kata yang sama. Pembaca yang sedang ditanya tentang orang lain dapat memperhatikan bahwa para malaikat lebih dulu menyebut kepada siapa mereka bersandar, baru menjawab soal hubungan dengan orang lain. Kepada siapa pembaca bersandar ketika diminta menjelaskan hubungannya dengan orang yang mengaguminya, dan apakah sandaran itu terucap dalam jawabannya?
  • Orang-orang yang di 34:40 ditanyakan apakah mengabdi kepada para malaikat, di 34:41 disebut mengabdi kepada jin, dan ayat itu tidak menjelaskan bagaimana pengabdian itu berlangsung. Di 6:100 jin dikaitkan dengan Allah lewat kata sekutu, sehingga dua ayat itu memuat dua hubungan yang berbeda dengan pihak yang sama. Bagi pembaca, kesetiaan yang dikira ditujukan kepada satu pihak mungkin saja berakhir pada pihak lain. Pembaca dapat menelusuri ke belakang kepada siapa kesetiaannya akhirnya sampai, melewati orang-orang, kebiasaan, dan keinginan yang menjadi perantaranya. Apakah ujung telusuran itu sama dengan yang disebutnya sebagai tujuan, dan apa yang tersisa bila ujungnya ternyata bukan Dia?
  • Kata beriman di 34:41 dipakai untuk kepercayaan kepada jin, sedangkan 12:106 menyatakan bahwa kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah kecuali sambil mempersekutukan. Dua ayat itu berbeda konteks, dan 34:41 menyebut kepercayaan yang nyata tetapi diarahkan ke tempat lain. Kata iman tidak menjamin sasarannya, karena ayat ini memakainya untuk kepercayaan kepada jin. Pembaca yang menimbang kuat lemahnya kepercayaannya sendiri dapat memeriksa juga sasarannya. Bila seluruh keyakinannya diurutkan menurut kekuatan, apa yang menempati urutan teratas, dan apakah Allah ada di dalam daftar itu?
  • Di surah yang sama, 34:32 dan 34:33 memuat dua jawaban yang dibuka dengan bahkan dan saling melemparkan tanggung jawab antara kelompok yang sombong dan kelompok yang dianggap lemah. Jawaban ketiga, 34:41, dibuka dengan kata yang sama tetapi menunjuk arah pengabdian pihak lain tanpa menuduh siapa pun. Tiga jawaban itu berbeda isi, dan tidak ada yang menjelaskan mengapa kata pembukanya sama. Pembaca yang biasa menjawab tuduhan dengan menunjuk orang lain dapat membandingkan dirinya dengan ketiga jawaban itu. Jawaban macam apa yang paling sering keluar dari pembaca ketika ditanya tentang sesuatu yang tidak dilakukannya, dan siapa yang disebut dalam jawaban itu: pihak lain, atau Tuhan yang menjadi sandarannya?
  • Jawaban para malaikat di 34:41 tidak memuat kata tidak, dan penyangkalannya terbaca dari susunan yang menyebut Engkau sebagai pelindung lalu menunjuk jin sebagai yang diabdi. Dalam rangkaian pertanyaan di 34:40, jawaban seperti itu tidak membalas pertanyaan dengan ya atau tidak, dan memilih menyebut siapa yang mereka sandari dan siapa yang diabdi orang-orang itu. Pembaca dapat mengingat kalimat bantahan yang paling sering diucapkannya, dan melihat apakah isinya penyangkalan atau penunjukan. Jawaban yang menyebut siapa pelindung para penjawabnya tidak dibuka dengan kata tidak, dan dalam rangkaian ayat ini terbaca sebagai penolakan. Bila bantahan pembaca diganti dengan penyebutan kepada siapa dirinya bersandar, apakah pendengarnya masih akan memahaminya sebagai bantahan?