وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍ
Dan Kami tidak memberi mereka kitab-kitab yang mereka pelajari, dan Kami tidak mengutus kepada mereka pemberi peringatan sebelum engkau.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَاwa-maa aataynaahum min kutubin yadrusuunahaadan Kami tidak memberi mereka kitab-kitab yang mereka pelajari
- وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍwa-maa arsalnaa ilayhim qablaka min nadziirindan Kami tidak mengutus kepada mereka pemberi peringatan sebelum engkau
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- آتَيْنَاهُمْaataynaahumKami memberi mereka
- مِنْmindari
- كُتُبٍkutubinkitab-kitab
- يَدْرُسُونَهَاyadrusuunahaamereka mempelajarinya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
- قَبْلَكَqablakasebelummu
- مِنْmindari
- نَذِيرٍnadziirinpemberi peringatan
Inti bacaan
Konteks penting: mereka tidak pernah diberi kitab untuk dipelajari maupun pemberi peringatan sebelumnya, penolakan mereka terhadap wahyu baru bukan didasari perbandingan pengetahuan mendalam, melainkan keengganan terhadap sesuatu yang benar-benar baru bagi mereka.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan bahwa penolakan mereka bukan karena kekurangan informasi sebelumnya: mereka tidak pernah menerima kitab atau peringatan sebelum kedatangan Nabi, sehingga penolakan itu murni sikap, bukan kebingungan wajar.
Renungan dan Hikmah
- Mereka tidak pernah menerima kitab sebelumnya, kata Allah. Bukan sedang membandingkan. Yang ditolak sesuatu yang belum ada bandingannya.
- Tidak ada pemberi peringatan sebelum ini. Bukan lupa. Memang belum pernah datang.
- Penolakannya jadi murni sikap, bukan kebingungan. Allah menutup satu alasan yang mungkin dipakai. Tak ada dalih pengetahuan lama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, k-t-b, d-r-s, r-s-l, q-b-l, n-dz-r): maa aataynaahum min kutub yadrusuunahaa wa maa arsalnaa ilayhim qablaka min nadhiir diterjemahkan 'Kami tak beri mereka kitab yang mereka pelajari & tak Kami utus pemberi-peringatan sebelummu' (akar '-t-y + akar k-t-b + akar d-r-s + akar r-s-l + akar n-dz-r), MENGONFIRMASI ummii=gentile: Arab = bangsa TAK-ber-Kitab (tanpa kitab utk dipelajari, tanpa nabi sebelumnya), persis makna ummiyyiin 62:2/3:20; cf. 32:3, 28:46, 36:6. gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.