وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍ
Dan Kami tidak memberi mereka kitab-kitab yang mereka pelajari, dan Kami tidak mengutus kepada mereka pemberi peringatan sebelum engkau.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَاwa-maa aataynaahum min kutubin yadrusuunahaadan Kami tidak memberi mereka kitab-kitab yang mereka pelajari
- وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍwa-maa arsalnaa ilayhim qablaka min nadziirindan Kami tidak mengutus kepada mereka pemberi peringatan sebelum engkau
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- آتَيْنَاهُمْaataynaahumKami memberi mereka
- مِنْmindari
- كُتُبٍkutubinkitab-kitab
- يَدْرُسُونَهَاyadrusuunahaamereka mempelajarinya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
- قَبْلَكَqablakasebelummu
- مِنْmindari
- نَذِيرٍnadziirinpemberi peringatan
Inti bacaan
Rangkaian (أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ, arsalnaa ilayhim), "Kami mengutus kepada mereka", muncul dua kali di Al-Qur'an, di 5:70 dan 34:44.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari dua penyangkalan sejajar yang sama-sama dibuka dengan (وَمَا, wa-maa) yang berarti "dan tidak" dan sama-sama memakai pelaku Kami: (وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا, wa-maa aataynaahum min kutubin yadrusuunahaa) yang berarti "dan Kami tidak memberi mereka kitab-kitab yang mereka pelajari", dan (وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍ, wa-maa arsalnaa ilayhim qablaka min nadziirin) yang berarti "dan Kami tidak mengutus kepada mereka pemberi peringatan sebelum engkau". Kerangka kedua bagian itu serupa: penyangkalan, kata kerja dengan Kami, penerima "mereka", lalu (مِنْ, min) dan kata benda tak tentu. Kata (آتَيْنَاهُمْ, aataynaahum) berakar أ-ت-ي dan berarti "Kami memberi mereka", dengan akhiran -hum sebagai penerima.
Kata (كُتُبٍ, kutubin) yang berarti "kitab-kitab" berakar ك-ت-ب dan berbentuk jamak tak tentu, dan bentuk persis ini hanya muncul di 34:44. Tiga ayat lain menanyakan hal serupa dengan bentuk tunggal dan dalam bentuk pertanyaan: (أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا, am aataynaahum kitaaban) yang berarti "ataukah Kami beri mereka kitab" di 35:40, (أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِ, am aataynaahum kitaaban min qablihi) yang berarti "ataukah Kami memberi mereka suatu kitab sebelumnya" di 43:21, dan (أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ, am lakum kitaabun fiihi tadrusuuna) yang berarti "ataukah kalian mempunyai kitab yang di dalamnya kalian pelajari" di 68:37. Ayat 34:44 memakai bentuk pernyataan, tanpa tanda tanya.
Kata kerja (يَدْرُسُونَهَا, yadrusuunahaa) yang berarti "mereka mempelajarinya" tersusun dari kata kerja sedang yadrusuuna, "mereka mempelajari", dan akhiran (هَا, -haa) "-nya" yang menunjuk kutubin. Akarnya د-ر-س muncul di enam ayat, yaitu 3:79, 6:105, 6:156, 7:169, 34:44, dan 68:37. Di empat dari keenam ayat itu yang dipelajari adalah kitab atau isinya: (وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ, wa-bi-maa kuntum tadrusuuna) yang berarti "dan karena apa yang selalu kalian pelajari" di 3:79, (وَدَرَسُوا مَا فِيهِ, wa-darasuu maa fiihi) yang berarti "dan mereka telah mempelajari apa yang ada di dalamnya" di 7:169, kalimat di 68:37 yang sudah dikutip tadi, dan ayat ini. Di 6:105 kata kerjanya muncul dalam ucapan (دَرَسْتَ, darasta) yang berarti "engkau telah mempelajarinya", dan di 6:156 sebagai kata benda (دِرَاسَتِهِمْ, diraasatihim) yang berarti "kajian mereka". Terjemahan memakai "mempelajari" pada kata kerjanya di semua ayat itu.
Kata (نَذِيرٍ, nadziirin) yang berarti "pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر. Rangkaian (مِنْ نَذِيرٍ, min nadziirin) muncul di lima ayat, yaitu 28:46, 32:3, 34:34, 34:44, dan 43:23, dan di kelimanya didahului penyangkalan. Di 28:46 dan 32:3 bunyinya (مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ, maa ataahum min nadziirin min qablika) yang berarti "yang belum didatangi seorang pemberi peringatan sebelum engkau", dengan kata kerja datang, lalu disusul tujuan: (لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ, la'allahum yatadzakkaruuna) yang berarti "agar mereka mendapat pelajaran" di 28:46 dan (لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ, la'allahum yahtaduuna) yang berarti "agar mereka mendapat petunjuk" di 32:3. Di 34:34, (وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ, wa-maa arsalnaa fii qaryatin min nadziirin) yang berarti "dan Kami tidak mengutus ke suatu negeri seorang pemberi peringatan", penyangkalan itu disusul pengecualian, (إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا, illaa qaala mutrafuuhaa) yang berarti "kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata". Ayat 34:44 memakai kata kerja mengutus seperti 34:34, tetapi tanpa pengecualian dan tanpa tujuan, sehingga penyangkalannya berdiri sendiri.
Rangkaian (أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ, arsalnaa ilayhim) yang berarti "Kami mengutus kepada mereka" muncul dua kali, yaitu di 5:70 dan 34:44. Di 5:70 bunyinya (وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا, wa-arsalnaa ilayhim rusulan) yang berarti "dan Kami mengutus rasul-rasul kepada mereka", sebuah pernyataan berisi, sedangkan 34:44 menyangkal. Kedua ayat membicarakan kelompok yang berbeda, 5:70 tentang Bani Israil dan 34:44 tentang kelompok yang tidak disebut namanya. Kata (قَبْلَكَ, qablaka) yang berarti "sebelum engkau" memakai akhiran -ka untuk satu orang yang diajak bicara, dan ayat tidak menyebut siapa orang itu. Dalam satu ayat pembicaraan berpindah dari "mereka" ke "engkau".
Tafsiran
Ayat ini menyusul tiga ucapan di 34:43 dengan keterangan tentang keadaan para pengucap: tidak ada kitab yang mereka pelajari, dan tidak ada pemberi peringatan yang diutus kepada mereka sebelum engkau. Ucapan di 34:43 menyebut nenek moyang sebagai ukuran, dan 34:44 menyebut dua hal yang berada di luar kebiasaan itu, yaitu tulisan untuk dipelajari dan suara yang memperingatkan. Ayat ini menyatakan keadaan itu tanpa menilainya, sehingga tidak tertulis apakah ketiadaan tersebut meringankan atau memberatkan.
Ayat 35:24 menyebut bahwa tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan, (وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ, wa-in min ummatin illaa khalaa fiihaa nadziirun). Ayat itu dan 34:44 tidak dipadukan oleh teks. Ayat 34:44 membatasi pernyataannya pada "mereka" dan pada waktu "sebelum engkau", sedangkan 35:24 berbicara tentang umat secara umum, dan batas kedua kelompok itu tidak diuraikan.
Ayat 28:46 dan 32:3 menyebut keadaan yang sama, yaitu kaum yang belum didatangi pemberi peringatan sebelum engkau, tetapi keduanya melanjutkannya dengan tujuan agar mereka mendapat pelajaran atau petunjuk. Ayat 34:44 tidak memuat tujuan itu. Letaknya dalam rangkaian ayat memberinya fungsi lain: sesudah ucapan para penolak di 34:43, ayat ini mencatat bekal yang mereka tidak punya, lalu 34:45 membawa pembicaraan ke orang-orang sebelum mereka yang sudah menerima rasul-rasul dan tetap mendustakan. Dua ayat itu berdampingan tanpa hubungan yang dinyatakan: di satu pihak tidak ada pemberi peringatan sebelum engkau, di pihak lain ada rasul-rasul yang didustakan.
Ayat 36:6 menyebut kaum yang nenek moyangnya belum diberi peringatan, (لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ, li-tundzira qawman maa undzira aabaa'uhum) yang berarti "agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum diberi peringatan". Ayat itu tidak menyebut kaum yang sama dengan 34:44, tetapi di sana kata nenek moyang muncul bersama ketiadaan peringatan, sedangkan di 34:43 nenek moyang dipakai sebagai ukuran.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut dua hal yang tidak diberikan kepada mereka, yaitu kitab untuk dipelajari dan pemberi peringatan sebelum engkau. Yang satu berupa tulisan yang bisa dibuka kapan saja, yang lain berupa suara orang yang datang menegur. Di 28:46 pengiriman pemberi peringatan kepada kaum yang belum didatangi seorang pun disebut rahmat dari Tuhanmu, sehingga ketiadaan di 34:44 dan pemberian di 28:46 terbaca sebagai dua sisi dari satu keadaan. Pembaca dapat memeriksa hidupnya sendiri: dari dua bekal itu, mana yang pernah diterima, dan mana yang sudah ada di tangannya tetapi belum dibuka?
- Kata kerja yadrusuunahaa memuat pekerjaan yang berulang, yaitu mempelajari, sedangkan memiliki kitab belum tentu berarti membukanya. Di 3:79 kitab yang diberikan Allah disebut bersama dua pekerjaan, mengajarkan dan mempelajari, dan di 68:37 pertanyaan tentang kitab diajukan dengan akar kata kerja yang sama. Kitab yang tersimpan dan kitab yang dipelajari adalah dua keadaan yang berbeda, dan 34:44 menyebut yang kedua. Seseorang dapat menghitung berapa banyak dari keyakinannya yang berasal dari belajar berulang-ulang, dan berapa banyak yang berasal dari pernah mendengar saja. Seberapa jauh yang kedua mengisi tempat yang pertama?
- Ayat ini menyatakan keadaan tanpa menilainya: tidak ada kalimat yang menyebut ketiadaan kitab dan pemberi peringatan itu sebagai alasan yang meringankan atau yang memberatkan. Ayat berikutnya langsung membawa pembicaraan ke orang-orang sebelum mereka yang sudah menerima rasul dan tetap mendustakan. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana ia menilai orang yang tidak mendapat bekal yang ia sendiri terima, dan atas dasar apa penilaian itu dijatuhkan. Penilaian yang tidak ditulis ayat ini sering diisi oleh pembaca dari dalam dirinya sendiri, dan isi itu layak diperiksa sebagaimana bunyi ayat diperiksa.
- Di 36:6 kata nenek moyang muncul bersama ketiadaan peringatan, sedangkan di 34:43 nenek moyang dipakai sebagai ukuran. Kedua ayat tidak menunjuk kelompok yang sama, tetapi keduanya menempatkan peringatan sebagai sesuatu yang datang dari luar kebiasaan turun-temurun. Kebiasaan yang diwariskan dapat berjalan lama tanpa pernah diuji oleh peringatan apa pun, karena peringatan itu belum tiba di sana. Pembaca dapat bertanya kebiasaan keluarga atau lingkungannya yang mana yang belum pernah menerima pertanyaan dari luar, dan apa yang terjadi pada kebiasaan itu ketika pertanyaan pertama akhirnya datang.
- Ayat ini membawa dua pertanyaan tersirat: kitab apa yang dipelajari, dan siapa yang pernah memperingatkan. Di 35:40 pertanyaan tentang kitab diajukan kepada orang-orang yang menyeru sekutu selain Allah, dalam bentuk ataukah Kami beri mereka kitab sehingga mereka memiliki bukti nyata darinya. Pembaca dapat mengajukan dua pertanyaan itu pada keyakinannya sendiri, terutama yang paling lama dipegang, lalu menimbang apakah jawabannya berupa sebuah kitab atau berupa kebiasaan. Apa yang tersisa dari keyakinan itu bila kebiasaannya dikurangi?
- Frasa sebelum engkau menandai peringatan yang pertama kali tiba di tengah mereka. Di 32:3 peringatan semacam itu disebut datang bersama kebenaran dari Tuhanmu dengan tujuan agar mereka mendapat petunjuk, dan 34:44 tidak memuat tujuan itu. Menerima peringatan untuk pertama kali berarti belum memiliki peringatan lain sebagai pembanding. Seseorang yang untuk pertama kali mendengar sesuatu yang berat dapat memeriksa apa yang dipakainya sebagai pembanding. Dari mana pembanding itu berasal, bila memang belum pernah ada peringatan sebelumnya?