وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ
Dan orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, padahal mereka belum mencapai sepersepuluh dari apa yang telah Kami beri kepada orang-orang terdahulu itu; lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka betapa pengingkaran-Ku!
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْwa-kadzdzaba lladziina min qablihim wa-maa balaghuu mi'syaara maa aataynaahumdan orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, padahal mereka belum mencapai sepersepuluh dari apa yang telah Kami beri kepada orang-orang terdahulu itu
- فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِfa-kadzdzabuu rusulii fa-kayfa kaana nakiirilalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku; maka betapa pengingkaran-Ku
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَكَذَّبَwa-kadzdzabadan mendustakan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- بَلَغُواbalaghuumereka mencapai
- مِعْشَارَmi'syaarasepersepuluh
- مَاmaaapa yang
- آتَيْنَاهُمْaataynaahumKami memberi mereka
- فَكَذَّبُواfa-kadzdzabuumaka mereka mendustakan
- رُسُلِيrusuliirasul-rasul-Ku
- فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
- كَانَkaanaadalah
- نَكِيرِnakiirikemurkaan-Ku
Inti bacaan
Bentuk (آتَيْنَاهُمْ, aataynaahum), "Kami beri mereka", dengan atau tanpa awalan muncul tiga belas kali di Al-Qur'an, di 2:211, 4:54, 4:67, 15:81, 16:55, 29:66, 30:34, 34:44, 34:45, 35:40, 43:21, 44:33, dan 45:17.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, wa-kadzdzaba lladziina min qablihim) yang berarti "dan orang-orang sebelum mereka mendustakan". Kata kerja (كَذَّبَ, kadzdzaba) berakar ك-ذ-ب dalam bentuk kedua, sehingga artinya menolak kebenaran yang datang dari pihak lain, yaitu "mendustakan", dan berlainan dari bentuk dasar yang berarti berdusta. Rangkaian (كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, kadzdzaba lladziina min qablihim) muncul di enam ayat, yaitu 6:148, 10:39, 34:45, 35:25, 39:25, dan 67:18. Hal yang menyusulnya berbeda di tiap ayat. Di 39:25 azab datang, (فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ, fa-ataahumu l-'adzaabu min haytsu laa yasy'uruuna) yang berarti "maka azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari". Di 35:25 rasul-rasul datang, (جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, jaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaati) yang berarti "rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti nyata". Di 10:39 pembaca diminta memperhatikan, (فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ, fa-nzhur kayfa kaana 'aaqibatu zh-zhaalimiina) yang berarti "maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang zalim". Di 67:18 dan 34:45 pendustaan itu disusul pertanyaan tentang pengingkaran.
Kata (مِعْشَارَ, mi'syaara) yang berarti "sepersepuluh" berakar ع-ش-ر, akar untuk bilangan sepuluh, dan bentuk persis ini hanya muncul di 34:45. Akar yang sama dipakai pada (عَشْرُ أَمْثَالِهَا, 'asyru amtsaalihaa) yang berarti "sepuluh kali lipatnya" di 6:160, (بِعَشْرِ سُوَرٍ, bi-'asyri suwarin) yang berarti "dengan sepuluh surah" di 11:13, dan (تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ, tilka 'asyaratun kaamilatun) yang berarti "sepuluh yang lengkap" di 2:196. Terjemahan mempertahankan angka sepuluh itu dan tidak memakai kata yang lebih longgar seperti "sebagian kecil".
Ayat ini memakai kata ganti jamak tanpa menyebut pemiliknya pada (قَبْلِهِمْ, qablihim) yang berarti "sebelum mereka", pada (بَلَغُوا, balaghuu) yang berarti "mereka mencapai", dan pada (آتَيْنَاهُمْ, aataynaahum) yang berarti "Kami beri mereka". Teksnya tidak menyatakan siapa yang tidak mencapai sepersepuluh dan siapa yang diberi. Terjemahan membaca orang-orang terdahulu sebagai penerima pemberian, dan kelompok yang dibicarakan sejak 34:43 sebagai pihak yang belum mencapai sepersepuluh. Pembacaan ini bersandar pada ayat lain yang membandingkan kaum terdahulu dengan kaum yang dihadapi, dan di sana kaum terdahulu selalu digambarkan lebih besar: (كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً, kaanuu asyadda minhum quwwatan) yang berarti "mereka lebih kuat daripada mereka" di 30:9 dan 35:44, (كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ, kaanuu aktsara minhum) yang berarti "mereka lebih banyak daripada mereka" di 40:82, (كَانُوا أَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً, kaanuu asyadda minkum quwwatan) yang berarti "mereka lebih kuat daripada kalian" di 9:69, (هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا, hum asyaddu minhum bathsyan) yang berarti "mereka lebih keras kekuatannya daripada mereka" di 50:36, dan (مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ, maa lam numakkin lakum) yang berarti "yang tidak Kami teguhkan bagi kalian" di 6:6. Di 40:21 bunyinya serupa dengan 30:9. Tujuh ayat itu, yaitu 6:6, 9:69, 30:9, 35:44, 40:21, 40:82, dan 50:36, menempatkan kaum terdahulu di atas kaum yang dihadapi, sedangkan bacaan kebalikannya tidak punya ayat pembanding di antaranya. Pola ini mendukung terjemahan tanpa membuktikannya, sebab ukuran di 34:45 berupa pemberian, sementara ketujuh ayat itu memakai kekuatan, jumlah, dan keteguhan kedudukan.
Kata kerja (آتَيْنَاهُمْ, aataynaahum), dengan atau tanpa awalan, muncul di tiga belas ayat, yaitu 2:211, 4:54, 4:67, 15:81, 16:55, 29:66, 30:34, 34:44, 34:45, 35:40, 43:21, 44:33, dan 45:17. Dua di antaranya berurutan, yaitu 34:44 dan 34:45. Di 34:44 pemberian itu ditiadakan bagi kelompok yang dibicarakan, dan di 34:45 pemberian dirujuk pada pihak yang lebih dulu, sehingga kata kerja yang sama menghadapkan dua penerima dalam dua ayat bersambung.
Pada (فَكَذَّبُوا رُسُلِي, fa-kadzdzabuu rusulii) yang berarti "lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku", pelaku berganti di dalam satu ayat. Kata kerja (آتَيْنَاهُمْ, aataynaahum) memakai Kami, sedangkan (رُسُلِي, rusulii) dan (نَكِيرِ, nakiiri) memakai Aku. Kata rusulii muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:12, 18:106, 34:45, dan 58:21. Di 5:12 bunyinya (وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي, wa-aamantum bi-rusulii) yang berarti "dan kalian beriman kepada rasul-rasul-Ku", dan di 58:21 (لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي, la-aghlibanna anaa wa-rusulii) yang berarti "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Ayat ini membuka dan menutup pendustaan dengan kata kerja yang sama: pada awal tanpa objek, pada penutup dengan objek rasul-rasul.
Kata (فَكَيْفَ, fa-kayfa) yang berarti "maka bagaimana" membuka pertanyaan terakhir. Rangkaian (فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ, fa-kayfa kaana nakiiri) muncul empat kali, yaitu di 22:44, 34:45, 35:26, dan 67:18. Di 22:44 dan 35:26 pertanyaan itu didahului kata kerja yang menyebut tindakan, (ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ, tsumma akhadztuhum) yang berarti "kemudian Aku renggut mereka" dan (ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا, tsumma akhadztu lladziina kafaruu) yang berarti "kemudian Aku renggut orang-orang yang kufur". Di 67:18 dan 34:45 pertanyaan itu langsung menyusul pendustaan, tanpa kata kerja tindakan. Karena itu terjemahan 34:45 tidak menambahkan kata sifat seperti "dahsyat", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya, dan memakai "betapa" karena ayat tidak memuat jawaban atas kata tanya itu.
Tafsiran
Ayat ini menaruh penolakan para pendengar di 34:43 dalam deretan penolakan yang lebih dulu. Orang-orang sebelum mereka mendustakan, padahal menurut terjemahan pemberian kepada mereka jauh lebih besar, lalu ayat menutup dengan pertanyaan tentang pengingkaran tanpa jawaban. Ayat ini mengukur dengan pemberian dan memakai angka sepersepuluh, sehingga perbandingannya dapat dihitung.
Ayat 34:35 memuat ucapan (نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا, nahnu aktsaru amwaalan wa-awlaadan) yang berarti "kami lebih banyak harta dan anak", dan 9:69 memakai (وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا, wa-aktsara amwaalan wa-awlaadan) yang berarti "dan lebih banyak harta dan anak" untuk kaum terdahulu. Dapat dibaca bahwa 34:45 menempatkan klaim di 34:35 di samping ukuran yang jauh lebih besar. Pembacaan ini terbuka, sebab 34:45 tidak menyebut harta atau anak. Ayat hanya menyebut "apa yang Kami berikan", tanpa rincian isinya.
Ayat 34:43 sampai 34:45 bergerak dalam tiga langkah. Ayat 34:43 memuat ucapan pendengar yang bersandar pada kebiasaan nenek moyang, 34:44 menyebut kitab dan pemberi peringatan yang tidak ada bagi mereka, dan 34:45 menunjuk orang-orang terdahulu yang sudah menerima rasul-rasul dan tetap mendustakan. Ayat 34:44 dan 34:45 berbeda subjek: yang pertama menyangkut kelompok yang tidak didatangi pemberi peringatan sebelum engkau, yang kedua menyangkut kelompok yang rasul-rasulnya didustakan. Teks tidak menghubungkan keduanya dengan kalimat penjelas, dan keduanya dibiarkan berdampingan.
Pertanyaan penutup di 34:45 tidak dijawab di dalam ayatnya. Ayat 34:46 membuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah" dan menutup dengan azab yang keras, tetapi teks tidak menyatakan bahwa azab itu jawaban atas pertanyaan di 34:45.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini memberi angka, yaitu sepersepuluh, dan tidak memakai kata yang samar seperti banyak atau sedikit. Perbandingan yang berangka mengajak pembaca menghitung. Orang yang merasa dirinya berkelimpahan dapat mengukur kelimpahan itu terhadap kelimpahan yang pernah dimiliki orang-orang sebelumnya. Menurut terjemahan ayat ini, ukurannya adalah apa yang diberikan. Pembaca dapat bertanya seberapa besar bagian dari apa yang disebutnya miliknya sendiri jika diukur dengan cara yang dipakai ayat ini, dan apakah angkanya masih terasa besar sesudah dihitung?
- Tujuh ayat menempatkan kaum terdahulu di atas kaum yang dihadapi dalam kekuatan, jumlah, atau keteguhan kedudukan, dan 34:45 menambahkan bahwa mereka tetap mendustakan rasul-rasul. Di 30:9, sesudah menyebut kaum terdahulu lebih kuat dan lebih banyak mengolah bumi, ayat menyatakan bahwa Allah tidak menzalimi mereka, dan merekalah yang menzalimi diri sendiri. Kelimpahan tidak tampak sebagai jaminan penerimaan. Pembaca dapat bertanya apakah keadaan serba cukup dalam hidupnya membuka atau menutup pintu terhadap sesuatu yang datang dari luar dirinya?
- Dalam satu ayat pelaku bergeser dari Kami pada aataynaahum ke Aku pada rusulii dan nakiiri, sehingga rasul-rasul dan pengingkaran sama-sama disebut milik pihak yang berbicara dengan kata Aku. Di 58:21 pernyataan Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang didahului kalimat bahwa Allah telah menetapkannya, dan di 5:12 beriman kepada rasul-rasul-Ku disebut dalam janji yang dibuka dengan Allah berfirman. Menurut 34:45, pendustaan atas rasul-rasul disusul pertanyaan tentang pengingkaran itu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa menolak seorang pembawa pesan, menurut ayat-ayat ini, berhubungan dengan pihak yang mengutusnya.
- Di 22:44 dan 35:26 pertanyaan tentang pengingkaran didahului kata kerja yang menyebut tindakan, sedangkan di 34:45 dan 67:18 pertanyaan itu langsung menyusul pendustaan tanpa jawaban. Pembaca menerima pertanyaan yang jawabannya harus dicari dari ayat lain atau dari pengalamannya sendiri. Pertanyaan yang dibiarkan terbuka menuntut pertimbangan sebelum menjawab, dan jawaban yang terburu-buru mudah mengisi kekosongan itu dengan dugaan. Sampai di titik mana pembaca yakin tahu jawabannya, dan atas dasar apa keyakinan itu berdiri?
- Di 34:35 ucapan kami lebih banyak harta dan anak disusul di 34:36 pernyataan bahwa Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya, lalu 34:45 memakai kata kerja memberi untuk apa yang dimiliki orang-orang terdahulu. Tiga ayat dalam satu surah menaruh harta dalam bahasa pemberian: melapangkan, menyempitkan, memberi. Pembaca dapat memeriksa bahasa yang dipakainya sendiri untuk harta, anak, dan kedudukan. Apakah ia menyebutnya miliknya, atau sesuatu yang diberikan kepadanya?
- Ayat ini membuka pendustaan tanpa objek dan menutupnya dengan objek yang disebut, yaitu rasul-rasul. Urutannya bergerak dari sikap yang umum ke sasaran yang bernama. Di 34:43 sasaran itu tampil sebagai seorang lelaki tanpa nama yang dituduh ingin menghalangi pendengar dari kebiasaan nenek moyang. Penolakan yang bermula dari rasa tidak nyaman terhadap suatu pesan dapat kemudian menemukan seseorang untuk ditunjuk. Pembaca dapat menelusuri keberatannya sendiri: kapan keberatan yang tadinya tak berobjek mulai menuju seseorang, dan apa yang terjadi pada pesannya sendiri ketika itu terjadi?