وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ
Dan orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, padahal mereka belum mencapai sepersepuluh dari apa yang telah Kami beri kepada orang-orang terdahulu itu; lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka betapa pengingkaran-Ku!
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْwa-kadzdzaba lladziina min qablihim wa-maa balaghuu mi'syaara maa aataynaahumdan orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, padahal mereka belum mencapai sepersepuluh dari apa yang telah Kami beri kepada orang-orang terdahulu itu
- فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِfa-kadzdzabuu rusulii fa-kayfa kaana nakiirilalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku; maka betapa pengingkaran-Ku
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَكَذَّبَwa-kadzdzabadan mendustakan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- بَلَغُواbalaghuumereka mencapai
- مِعْشَارَmi'syaarasepersepuluh
- مَاmaaapa yang
- آتَيْنَاهُمْaataynaahumKami memberi mereka
- فَكَذَّبُواfa-kadzdzabuumaka mereka mendustakan
- رُسُلِيrusuliirasul-rasul-Ku
- فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
- كَانَkaanaadalah
- نَكِيرِnakiirikemurkaan-Ku
Inti bacaan
Perbandingan tajam: generasi sebelumnya yang lebih diberkahi (bahkan lebih dari sepersepuluh yang diterima kaum ini) tetap mendustakan rasul-rasul, kelimpahan yang lebih besar tidak menjamin penerimaan kebenaran yang lebih besar pula.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(dahsyat)' dihapus: 'fa-kayfa kaana nakiiri' ('maka bagaimanakah pengingkaran-Ku') dibiarkan sebagai seruan retoris tanpa kata sifat tambahan.
Tafsiran
Ayat ini memperluas perbandingan ke kaum-kaum terdahulu, bahkan dengan karunia yang jauh lebih sedikit, pendustaan tetap terjadi, sebuah pola yang menegaskan konsekuensi pengingkaran itu tidak sebanding dengan alasan yang diberikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ukurannya sepersepuluh. Angka yang tepat. Perbandingan itu dibuat terukur, bukan dibiarkan sebagai kesan.
- Yang lebih banyak diberi tetap mendustakan. Kelimpahan tak menolong. Perbandingan itu menutup alasan bahwa penolakan lahir dari kekurangan.
- Allah menutup dengan seruan: maka bagaimanakah pengingkaran-Ku. Tanpa keterangan. Pertanyaannya dibiarkan tergantung, dan itu lebih berat daripada uraian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, q-b-l, b-l-gh, '-sh-r, a-t-y, r-s-l, k-y-f, k-w-n, n-k-r): kadhdhaba diterjemahkan 'mendustakan' (akar k-dz-b); maa balaghuu mi'shaar diterjemahkan 'tak mencapai sepersepuluh' (akar b-l-gh + akar '-sh-r); rusulii diterjemahkan 'rasul-rasul-Ku' (akar r-s-l); nakiir diterjemahkan 'pengingkaran (kecaman)-Ku' (akar n-k-r). gloss '(kafir Makkah)/(para rasul)/(nikmat)/(orang-orang terdahulu itu)/(lihatlah)/(dahsyatnya…)' dibuang.