قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ ۖ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ
Katakanlah, “Aku hanya menasihati kalian dengan satu perkara saja, yaitu, agar kalian tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan. Tidak ada pada kawan kalian itu kegilaan sedikit pun. Dia tidak lain adalah pemberi peringatan bagi kalian menjelang azab yang keras.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍqul innamaa a'izhukum bi-waahidatinkatakanlah, aku hanya menasihati kalian dengan satu perkara saja
- أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُواan taquumuu li-llaahi matsnaa wa-furaadaa tsumma tatafakkaruuyaitu, agar kalian tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan
- مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍmaa bi-shaahibikum min jinnatin in huwa illaa nadziirun lakum bayna yaday 'adzaabin syadiidintidak ada pada kawan kalian itu kegilaan sedikit pun; dia tidak lain adalah pemberi peringatan bagi kalian menjelang azab yang keras
Terjemahan per kata (24 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
- أَعِظُكُمْa'izhukumaku menasihati kalian
- بِوَاحِدَةٍbi-waahidatindengan satu hal
- أَنْanyaitu
- تَقُومُواtaquumuukalian berdiri
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- مَثْنَىٰmatsnaadua-dua
- وَفُرَادَىٰwa-furaadaadan sendiri-sendiri
- ثُمَّtsummakemudian
- تَتَفَكَّرُواtatafakkaruukalian merenungkan
- مَاmaatidaklah
- بِصَاحِبِكُمْbi-shaahibikumpada kawan kalian
- مِنْmindari
- جِنَّةٍjinnatingila
- إِنْintidaklah
- هُوَhuwaia
- إِلَّاillaakecuali
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- لَكُمْlakumbagi kalian
- بَيْنَbaynadi antara
- يَدَيْyadayhadapan
- عَذَابٍ'adzaabinazab
- شَدِيدٍsyadiidinyang keras
Inti bacaan
Pasangan (مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ, matsnaa wa-furaadaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:46.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", perintah yang menjadikan seluruh isi ayat sebagai ucapan atas suruhan. Teksnya tidak menyebut siapa yang disuruh dan tidak menyebut siapa yang diajak bicara selain kata "kalian". Bagian pertamanya, (إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ, innamaa a'izhukum bi-waahidatin) yang berarti "aku hanya menasihati kalian dengan satu", memuat kata kerja (أَعِظُكُمْ, a'izhukum) berakar و-ع-ظ yang bentuk persisnya muncul sekali, di 34:46. Bentuk orang ketiga (يَعِظُكُمْ, ya'izhukum) yang berarti "Dia menasihati kalian" dipakai di 2:231, 4:58, dan 16:90, dan ketiga ayat itu menyebut Allah di sekitarnya. Di 34:46 pelaku menasihati adalah orang yang berkata "aku". Kata (بِوَاحِدَةٍ, bi-waahidatin) yang berarti "dengan satu" bertanda perempuan tunggal dan tidak disertai benda yang dihitung, sehingga terjemahan menambahkan "hal". Isi yang satu itu dijelaskan oleh kata sesudahnya, (أَنْ, an) yang berarti "yaitu agar".
Bagian yang dijelaskan itu berbunyi (أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ, an taquumuu li-llaahi) yang berarti "agar kalian tegak bagi Allah". Kata kerja (تَقُومُوا, taquumuu) berakar ق-و-م dan muncul dua kali, yaitu di 4:127 dan 34:46. Di 4:127 bunyinya (تَقُومُوا لِلْيَتَامَىٰ, taquumuu li-l-yataamaa) yang berarti "kalian tegak bagi anak-anak yatim", dan huruf (لِ, li-) yang berarti "bagi" di sana menunjuk pihak yang dituju. Susunan qaama dengan li- dan nama Allah terdapat di dua ayat, yaitu 2:238, (وَقُومُوا لِلَّهِ, wa-quumuu li-llaahi) yang berarti "dan tegaklah bagi Allah", dan 34:46. Terjemahan memakai "tegak" supaya kata ini tetap sekeluarga dengan "tegakkanlah" pada (وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ, wa-aqiimuu sh-shalaata) di 2:43, yang berasal dari akar yang sama.
Dua keadaan tegak itu disebut dengan (مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ, matsnaa wa-furaadaa) yang berarti "berdua-dua dan sendiri-sendiri". Kata (مَثْنَىٰ, matsnaa) muncul tiga kali, yaitu di 4:3, 34:46, dan 35:1, dan di 4:3 serta 35:1 kata itu berderet dengan (مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ, matsnaa wa-tsulaatsa wa-rubaa'a) yang berarti "dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat". Hanya di 34:46 kata itu berpasangan dengan (فُرَادَىٰ, furaadaa) yang berarti "sendiri-sendiri", dan pasangan matsnaa wa-furaadaa muncul satu kali di Al-Qur'an. Kata furaadaa sendiri muncul dua kali, yaitu di 6:94 dan 34:46. Di 6:94 bunyinya (جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ, ji'tumuunaa furaadaa) yang berarti "kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri", dan keadaan itu disebut berlaku sebagaimana Kami menciptakan kalian pertama kali. Teks 34:46 hanya menyebut dua susunan kecil, berdua dan sendiri, dan tidak menyebut kelompok yang lebih besar.
Sesudah itu datang (ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا, tsumma tatafakkaruu) yang berarti "kemudian kalian merenungkan". Kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" menandai urutan dengan jeda di antara tegak dan merenung. Kata kerja (تَتَفَكَّرُوا, tatafakkaruu) berakar ف-ك-ر dan bentuk persis ini muncul sekali, di 34:46. Bentuk (تَتَفَكَّرُونَ, tatafakkaruuna) yang berarti "kalian berpikir" muncul tiga kali, yaitu di 2:219, 2:266, dan 6:50, dan bentuk (أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا, a-wa-lam yatafakkaruu) yang berarti "tidakkah mereka merenungkan" muncul dua kali, yaitu di 7:184 dan 30:8. Di 34:46 kata kerja ini tidak disertai objek. Kalimat sesudahnya berdiri tanpa kata sambung, sehingga dapat dibaca sebagai isi renungan atau sebagai pernyataan tersendiri. Di 7:184 urutan yang sama muncul dengan pertanyaan di depannya.
Kalimat berikutnya, (مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ, maa bi-shaahibikum min jinnatin) yang berarti "tidak ada pada kawan kalian kegilaan sedikit pun", memuat (صَاحِبِكُمْ, shaahibikum) yang berarti "kawan kalian", dari akar ص-ح-ب, dan (جِنَّةٍ, jinnatin) yang berarti "kegilaan", dari akar ج-ن-ن. Kata "kawan" dipakai untuk orang yang dituduh di empat ayat, yaitu 7:184, 34:46, 53:2, dan 81:22. Di 81:22 bunyinya (وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ, wa-maa shaahibukum bi-majnuunin) yang berarti "dan kawan kalian bukanlah orang gila". Kegilaan dengan kata jinnah muncul di lima ayat, yaitu 7:184, 23:25, 23:70, 34:8, dan 34:46. Kata yang tampak serupa di 53:32, (أَجِنَّةٌ, ajinnatun) yang berarti "janin-janin", berasal dari makna lain dan tidak dihitung. Di 34:8, (أَفْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَمْ بِهِ جِنَّةٌ, a-ftaraa 'ala llaahi kadziban am bihi jinnatun) yang berarti "apakah ia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada kegilaan padanya", tuduhan itu diucapkan dalam bentuk pertanyaan, dan 34:46 menolaknya. Rangkaian (مِنْ جِنَّةٍ, min jinnatin) muncul dua kali, yaitu di 7:184 dan 34:46, dan terjemahan menambahkan "sedikit pun" untuk (مِنْ, min) sesudah penyangkalan itu. Di 7:184 kawan itu disebut dengan (صَاحِبِهِمْ, shaahibihim) yang berarti "kawan mereka", dan di 34:46 dengan (صَاحِبِكُمْ, shaahibikum), sehingga di 34:46 pendengar disapa langsung.
Kalimat terakhir, (إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ, in huwa illaa nadziirun lakum) yang berarti "dia tidak lain pemberi peringatan bagi kalian", memakai susunan in huwa illaa nadziirun yang muncul dua kali, yaitu di 7:184 dan 34:46. Rangkaian (إِلَّا نَذِيرٌ, illaa nadziirun) muncul enam kali dengan pelaku yang berganti: huwa di 7:184 dan 34:46, anaa di 7:188, 26:115, dan 46:9, serta anta di 35:23. Di 46:9, (وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ, wa-maa anaa illaa nadziirun mubiinun) yang berarti "dan aku tidak lain pemberi peringatan yang menjelaskan", pelakunya orang yang berbicara tentang dirinya, sedangkan di 34:46 orang itu dibicarakan sebagai orang ketiga. Hanya di 34:46 kata nadziirun disambung dengan (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" dan keterangan waktu.
Keterangan waktu itu berbunyi (بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ, bayna yaday 'adzaabin syadiidin) yang berarti "menjelang azab yang keras". Rangkaian (بَيْنَ يَدَيْ, bayna yaday), harfiahnya "di antara kedua tangan", muncul di delapan belas ayat. Untuk hal yang datang sebelum sesuatu yang lain frasa ini dipakai pada angin, (بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ, busyran bayna yaday rahmatihi) yang berarti "sebagai kabar gembira sebelum rahmat-Nya", di 7:57, 25:48, dan 27:63. Karena itu terjemahan 34:46 memakai "menjelang". Rangkaian (عَذَابٍ شَدِيدٍ, 'adzaabin syadiidin) muncul tiga kali, yaitu di 14:2, 23:77, dan 34:46, dan terjemahan memakai "azab yang keras" di ketiganya.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan pembicaraan dari kutipan ucapan para penolak di 34:43 sampai 34:45 ke sebuah perintah berbicara yang berisi satu nasihat dan satu pernyataan tentang kawan kalian. Nasihat itu terdiri dari dua gerakan berurutan, tegak bagi Allah lalu merenung, dan keduanya dijalani berdua atau sendiri. Pernyataan sesudahnya menyangkal kegilaan dan menyebut orang itu pemberi peringatan sebelum azab yang keras.
Dapat dibaca bahwa orang yang dituduh di 34:43 dan orang yang disebut kawan kalian di 34:46 adalah orang yang sama, tetapi teks tidak menyatakannya. Di 34:43 orang yang dituduh disebut seorang lelaki, (رَجُلٌ, rajulun), oleh pengucap yang membicarakannya kepada pendengar, dan di 34:7 sebutan itu juga dipakai oleh orang-orang yang kufur. Di 34:46 sebutannya kawan kalian, dan pendengar disapa langsung dengan kalian. Tuduhan kegilaan yang dilontarkan sebagai pertanyaan di 34:8 dijawab di sini, tetapi tuduhan kebohongan dan sihir di 34:43 tidak diulang dan tidak dijawab satu per satu. Yang diberikan untuk menimbang semuanya adalah satu cara: berdiri bagi Allah, berdua atau sendiri, lalu merenung.
Ayat 7:184 memuat kalimat yang hampir sama, (أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا, a-wa-lam yatafakkaruu) yang berarti "tidakkah mereka merenungkan", disusul pernyataan tentang kawan mereka, lalu (إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ, in huwa illaa nadziirun mubiinun) yang berarti "dia tidak lain pemberi peringatan yang menjelaskan". Perbedaannya, 7:184 berbentuk pertanyaan tentang mereka dan berakhir dengan peringatan yang menjelaskan, sedangkan 34:46 berbentuk perintah untuk kalian dan berakhir dengan azab yang keras.
Letaknya di antara 34:45 dan 34:47 juga menarik. Ayat 34:45 menutup dengan pertanyaan tentang pengingkaran tanpa jawaban, 34:46 menutup dengan azab yang keras, dan 34:47 beralih ke imbalan. Teks tidak menghubungkan azab yang keras itu dengan pertanyaan di 34:45, tetapi kedua ayat berdekatan. Sesudah 34:46, ayat 34:47 menjawab dugaan lain, yaitu soal imbalan, dan 34:48 menyebut Tuhan yang melontarkan kebenaran. Ketiga ayat itu masing-masing dibuka dengan perintah berbicara dan membawa pokok yang berbeda: kegilaan, imbalan, kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Nasihat yang satu itu terdiri dari dua gerakan yang dipisahkan kata kemudian: tegak bagi Allah, lalu merenung. Urutannya tertulis dalam ayat, dan merenung berada di belakang tegak. Ayat ini menaruh tegak bagi Allah di depan, dan menaruh merenung di belakang. Pembaca dapat bertanya apa artinya tegak bagi Allah sebelum kesimpulan datang, dan apa yang diletakkannya lebih dulu pada saat menghadapi kabar yang sulit: sikap terhadap Allah atau kesimpulan sendiri?
- Ayat ini menyebut dua susunan kecil untuk merenung, yaitu berdua dan sendiri-sendiri, dan tidak menyebut kelompok yang lebih besar. Di 34:43 ucapan para penolak ditujukan kepada banyak pendengar, dengan kata kalian. Di 6:94 keadaan sendiri-sendiri disebut sebagai keadaan ketika orang datang kepada Kami, sebagaimana mereka diciptakan pertama kali. Susunan kecil itu memberi ruang bagi pertanyaan yang tidak sempat diajukan di tengah banyak orang. Pembaca dapat memikirkan dengan siapa tuduhan yang berat akan ditimbangnya, atau apakah sebaiknya ditimbang sendirian, dan apa yang berubah pada penilaiannya begitu berada di luar keramaian?
- Kata kawan dipakai untuk orang yang dituduh di 7:184, 34:46, 53:2, dan 81:22. Kata itu menyebut seseorang yang berada di dekat, dan di 34:46 pendengar disapa langsung dengan kalian, sehingga orang yang dituduh disebut kawan mereka sendiri. Ayat tidak merinci sejauh mana pendengar mengenalnya. Pembacaan ini dapat dipakai untuk menimbang tuduhan yang sampai lewat ucapan pihak ketiga. Pembaca dapat mengingat tuduhan yang pernah diterimanya tentang seseorang yang dikenalnya, lalu menimbang mana yang lebih besar bobotnya bagi dirinya: kata orang lain atau pengenalannya sendiri?
- Tuduhan kegilaan di 34:8 diajukan dalam bentuk pertanyaan yang menyebut Allah: apakah orang itu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ataukah ada kegilaan padanya? Di 34:46 tuduhan itu dijawab dengan undangan untuk tegak bagi Allah dan merenung, dan ayat tidak membalasnya dengan tuduhan lain. Pilihan ayat ini adalah mengajak penuduh memeriksa sendiri. Di 23:70 pertanyaan serupa dijawab dengan pernyataan bahwa kebenaran telah datang kepada mereka. Pembaca dapat membayangkan cara dirinya menjawab tuduhan yang tidak adil, dan apakah jawabannya lebih mirip membalas atau lebih mirip mengajak memeriksa?
- Peringatan di 34:46 berada di depan azab yang keras, dan frasa yang sama dipakai di 7:57, 25:48, dan 27:63 untuk angin yang datang sebelum rahmat, sebagai kabar gembira. Di 25:48 Dia disebut sebagai pihak yang mengirim angin itu. Frasa yang sama dipakai untuk dua hal yang berlawanan, rahmat dan azab, sehingga dapat dibaca sebagai penanda urutan waktu. Pemberi peringatan berdiri di antara sekarang dan sesuatu yang belum tiba. Pembaca dapat bertanya apa yang dilakukannya dengan jarak waktu itu ketika peringatan tiba: memperlakukannya sebagai ruang untuk berbenah atau sebagai gangguan yang dapat diabaikan?
- Ayat 34:46, 34:47, dan 34:48 berurutan dan masing-masing berbicara kepada kalian dengan pokok yang berbeda, yaitu kegilaan, imbalan, dan kebenaran. Di 34:48 Tuhan disebut melontarkan kebenaran, sehingga tegak bagi Allah di 34:46 dan Tuhan yang melontarkan kebenaran di 34:48 berada dalam satu rangkaian. Rangkaian itu bergerak dari tuduhan terhadap seorang pembawa pesan, ke penegasan bahwa pembawa itu tidak meminta bayaran, lalu ke sumber pesannya. Pembaca dapat melihat urutan keberatannya sendiri terhadap sebuah pesan dan menanyakan pokok mana yang paling sering diajukan lebih dulu, serta apakah pokok yang terakhir, yaitu sumber pesan itu, sempat diperiksa?