قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ ۖ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ
Katakanlah, “Aku hanya menasihati kalian dengan satu hal saja, yaitu, agar kalian tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan. Tidak ada pada kawan kalian itu kegilaan sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kalian menjelang azab yang keras.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍqul innamaa a'izhukum bi-waahidatinkatakanlah, aku hanya menasihati kalian dengan satu hal saja
- أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُواan taquumuu lillaahi matsnaa wa-furaadaa tsumma tatafakkaruuyaitu, agar kalian tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan
- مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍmaa bi-saahibikum min jinnatin in huwa illaa nadziirun lakum bayna yaday adzaabin shadiidintidak ada pada kawan kalian itu kegilaan sedikit pun; dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kalian menjelang azab yang keras
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain: 'agar kamu karena Allah… kemudian '. terjemahan ini: 'agar kalian bagi Allah… kemudian '. (1) *quumuu lillaahi* diterjemahkan 'tegak bagi Allah' menyelaraskan bentuk ini dgn 2:238 (satu-satunya kembarannya) & dgn *aqaama*='menegakkan' (satu keluarga akar akar q-w-m); 'bangkit' terjemahan lain menangkap non-fisiknya tapi memutus keluarga kata. (2) Semua orang-kedua di ayat ini (*a'izhukum/taquumuu/tatafakkaruu/saahibikum/lakum*) diterjemahkan '', terjemahan lain 'kamu'. (3) *li-llaahi* diterjemahkan 'bagi Allah' (preposisi *li-*, selaras putusan sallaa li- 108:2). (4) gloss terjemahan lain '(perihal Nabi Muhammad)' dipertahankan (bantu rujukan *saahib*). bentuk *qaama li-llaah* ('tegak bagi Allah') = 2 ayat (2:238, 34:46), kini SERAGAM, prinsip yang sama yang menyeragamkan *aqaama-s-salaah* ( diterjemahkan 'menegakkan salat', 40 ayat) & verba *sallaa* ( diterjemahkan 'bersalat'). Membedakan dari *qaama* fisik ('berdiri': 2:20 'berdiri tak bergerak', 2:275 riba 'berdiri sempoyongan'), pemisahan berbasis bentuk (kehadiran *li-llaah*) + konteks, sah spt *sallaa li-*/*'alaa*. shadiid 'keras' konsisten 40:22/8:52 dst. -kalian diterapkan (semua 2MP). sebagian penerjemah: 'Say thou: "I but exhort you to one thing: that you God in twos and alone, then reflect." Your companion is not possessed; he is only a warner to you before a severe.' Menguatkan terjemahan ini: sebagian penerjemah render 'stand up God' (menjunjung/membela), BUKAN 'stand' (berdiri), bukti bebas bahwa qaama li-llaah di sini non-fisik. Konsisten (dipakai sbg pembanding linguistik, bukan otoritas). penyaringan 19 Jul (dibawa masuk DB bersama putusan 2:238). Corpus: `taquwmu`+`wA` = (bentuk I, 2MP MOOD:SUBJ) + *li-llaahi*, bentuk *qaama li-llaah* yang (di sini & 2:238). diterjemahkan '', BUKAN 'berdiri', dan ayat INI adalah buktinya: '*quumuu lillaahi*… ' MUSTAHIL 'berdiri fisik' (orang tak 'berdiri sendirian lalu berpikir'). Akar akar sh-d-d: *'adhaab shadiid* diterjemahkan 'azab yang keras' (konvensi). *bayna yaday* (idiom, harfiah 'di antara kedua tangan') diterjemahkan 'menjelang'.
Aplikasi
Metodologi kunci yang diajarkan Nabi: 'tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian merenungkan', proses refleksi personal (bukan kerumunan atau tekanan kelompok) ditawarkan sebagai cara menguji kebenaran suatu klaim secara jujur dan mandiri.