قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ ۖ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ
Katakanlah, “Aku hanya menasihati kalian dengan satu hal saja, yaitu, agar kalian tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan. Tidak ada pada kawan kalian itu kegilaan sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kalian menjelang azab yang keras.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍqul innamaa a'izhukum bi-waahidatinkatakanlah, aku hanya menasihati kalian dengan satu hal saja
- أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُواan taquumuu li-llaahi matsnaa wa-furaadaa tsumma tatafakkaruuyaitu, agar kalian tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan
- مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍmaa bi-shaahibikum min jinnatin in huwa illaa nadziirun lakum bayna yaday 'adzaabin syadiidintidak ada pada kawan kalian itu kegilaan sedikit pun; dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kalian menjelang azab yang keras
Terjemahan per kata (24 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- أَعِظُكُمْa'izhukumaku menasihati kalian
- بِوَاحِدَةٍbi-waahidatindengan satu hal
- أَنْanyaitu
- تَقُومُواtaquumuukalian berdiri
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- مَثْنَىٰmatsnaadua-dua
- وَفُرَادَىٰwa-furaadaadan sendiri-sendiri
- ثُمَّtsummakemudian
- تَتَفَكَّرُواtatafakkaruukalian merenungkan
- مَاmaatidaklah
- بِصَاحِبِكُمْbi-shaahibikumpada kawan kalian
- مِنْmindari
- جِنَّةٍjinnatingila
- إِنْinjika
- هُوَhuwaia
- إِلَّاillaakecuali
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- لَكُمْlakumbagi kalian
- بَيْنَbaynadi antara
- يَدَيْyadayhadapan
- عَذَابٍ'adzaabinazab
- شَدِيدٍsyadiidinyang keras
Inti bacaan
Metodologi kunci yang diajarkan Nabi: 'tegak bagi Allah, berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian merenungkan', proses refleksi personal (bukan kerumunan atau tekanan kelompok) ditawarkan sebagai cara menguji kebenaran suatu klaim secara jujur dan mandiri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)' dihapus dari 'Katakanlah'. Tambahan '(perihal Nabi Muhammad)' setelah 'merenungkan' juga dihapus: teks Arab tidak menyatakan objek renungan secara eksplisit, dibiarkan terbuka; makna baru terungkap secara alami lewat kalimat berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menawarkan satu metode sederhana untuk menguji tuduhan kegilaan: merenung sendiri atau berdua, tanpa tekanan kelompok, sebagai cara memeriksa langsung apakah tuduhan itu berdasar.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menawarkan metode pemeriksaan yang sengaja menghindari tekanan massa, merenung berdua atau sendiri-sendiri, bukan dalam kerumunan besar, memberi ruang bagi penilaian jujur yang tidak terpengaruh opini kolektif.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan ini: 'agar kalian tegak bagi Allah… kemudian merenungkan'. (1) quumuu lillaahi diterjemahkan 'tegak bagi Allah' menyelaraskan bentuk ini dgn 2:238 (satu-satunya kembarannya) & dgn aqaama='menegakkan' (satu keluarga akar q-w-m); 'bangkit' terjemahan lain menangkap non-fisiknya tapi memutus keluarga kata. (2) Semua orang-kedua di ayat ini 2MP (a'izhukum/taquumuu/tatafakkaruu/saahibikum/lakum) diterjemahkan 'kalian', terjemahan lain 'kamu'. (3) li-llaahi diterjemahkan 'bagi Allah' (preposisi li-, selaras putusan sallaa li- 108:2). (4) gloss terjemahan lain '(perihal Nabi Muhammad)' dipertahankan (bantu rujukan saahib). bentuk qaama li-llaah ('tegak bagi Allah') = 2 ayat (2:238, 34:46), kini SERAGAM, prinsip yang sama yang menyeragamkan aqaama-s-salaah ( diterjemahkan 'menegakkan salat', 40 ayat) & verba sallaa ( diterjemahkan 'bersalat'). Membedakan dari qaama fisik ('berdiri': 2:20 'berdiri tak bergerak', 2:275 riba 'berdiri sempoyongan'), pemisahan berbasis bentuk (kehadiran li-llaah) + konteks, sah spt sallaa li-/'alaa. shadiid 'keras' konsisten 40:22/8:52 dst. diterapkan (semua 2MP). Menguatkan terjemahan ini: sebagian penerjemah render 'berdirilah BAGI Allah' (menjunjung/membela), BUKAN sekadar 'berdiri', bukti bebas bahwa qaama li-llaah di sini non-fisik. Konsisten (dipakai sbg pembanding linguistik, bukan otoritas). penyaringan (dibawa masuk DB bersama putusan 2:238). Corpus: taquwmu+wA = lema 'qaama' (bentuk pertama, 2MP MOOD:SUBJ) + li-llaahi, bentuk qaama li-llaah yang hanya muncul 2× di seluruh Qur'an (di sini & 2:238). diterjemahkan 'tegak bagi Allah', BUKAN 'berdiri', dan ayat INI adalah buktinya: 'quumuu lillaahi… kemudian merenungkan' MUSTAHIL 'berdiri fisik' (orang tak 'berdiri sendirian lalu berpikir'). akar sh-d-d: 'adhaab shadiid diterjemahkan 'azab yang keras' (konvensi). bayna yaday (idiom, harfiah 'di antara kedua tangan') diterjemahkan 'menjelang'.