قُلْ إِنَّ رَبِّي يَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melontarkan kebenaran. Dia berilmu akan segala yang gaib.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ إِنَّ رَبِّي يَقْذِفُ بِالْحَقِّqul inna rabbii yaqdzifu bi-l-haqqikatakanlah, sesungguhnya Tuhanku melontarkan kebenaran
- عَلَّامُ الْغُيُوبِ'allaamu l-ghuyuubiDia berilmu akan segala yang gaib
Terjemahan per kata (7 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- يَقْذِفُyaqdzifumelemparkan
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- عَلَّامُ'allaamuYang Maha Mengetahui
- الْغُيُوبِl-ghuyuubisegala yang gaib
Inti bacaan
Kata kerja (يَقْذِفُ, yaqdzifu), "melontarkan", berakar ق-ذ-ف, akar yang muncul sembilan kali di Al-Qur'an dalam delapan ayat: 20:39 dua kali, 20:87, 21:18, 33:26, 34:48, 34:53, 37:8, dan 59:2.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ إِنَّ رَبِّي, qul inna rabbii) yang berarti "katakanlah, sesungguhnya Tuhanku". Rangkaian (قُلْ إِنَّ رَبِّي, qul inna rabbii) muncul tiga kali di Al-Qur'an, semuanya di surah 34, yaitu di 34:36, 34:39, dan 34:48. Rangkaian (إِنَّ رَبِّي, inna rabbii) tanpa kata katakanlah muncul di empat belas ayat, yaitu 11:41, 11:56, 11:57, 11:61, 11:90, 11:92, 12:50, 12:53, 12:100, 14:39, 27:40, 34:36, 34:39, dan 34:48. Di sebelas ayat pertama bagian sesudahnya berupa sifat atau keterangan, misalnya (إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ, inna rabbii la-ghafuurun rahiimun) yang berarti "sesungguhnya Tuhanku pengampun lagi pengasih" di 11:41, (إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ, inna rabbii qariibun mujiibun) yang berarti "sesungguhnya Tuhanku dekat lagi menjawab" di 11:61, dan (إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ, inna rabbii la-samii'u d-du'aa'i) yang berarti "sesungguhnya Tuhanku pendengar doa" di 14:39. Di tiga ayat terakhir bagian sesudahnya berupa kata kerja sedang, yaitu (يَبْسُطُ, yabsuthu) yang berarti "melapangkan" di 34:36 dan 34:39, dan (يَقْذِفُ, yaqdzifu) di ayat ini.
Kata kerja (يَقْذِفُ, yaqdzifu) yang berarti "melontarkan" berakar ق-ذ-ف dan berbentuk sedang untuk satu pelaku. Akar ini muncul sembilan kali di delapan ayat, yaitu 20:39 dua kali, 20:87, 21:18, 33:26, 34:48, 34:53, 37:8, dan 59:2. Pelaku dan benda yang dilontarkan berbeda-beda. Di 20:39 bunyinya (اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ, qdzifiihi fii t-taabuuti) yang berarti "letakkanlah dia di dalam peti" dan (فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ, fa-qdzifiihi fii l-yammi) yang berarti "maka hanyutkanlah dia ke sungai", dengan sasaran yang disebut lewat fii. Di 20:87 bunyinya (فَقَذَفْنَاهَا, fa-qadzafnaahaa) yang berarti "lalu kami melemparkannya". Di 33:26 dan 59:2 bunyinya (وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ, wa-qadzafa fii quluubihimu r-ru'ba) yang berarti "dan Dia melemparkan rasa takut ke dalam hati mereka", dengan pelaku Allah yang disebut di sekitarnya. Di 37:8 bunyinya (وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ, wa-yuqdzafuuna min kulli jaanibin) yang berarti "dan mereka dilempari dari segala penjuru", berbentuk pasif.
Di tiga ayat kata kerja ini disusul huruf (بِ, bi-) yang berarti "dengan", yaitu 21:18, 34:48, dan 34:53. Di 21:18 bunyinya (نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ, naqdzifu bi-l-haqqi 'alaa l-baathili) yang berarti "Kami lontarkan kebenaran kepada kebatilan", dan sasarannya disebut lewat (عَلَى, 'alaa) yang berarti "atas" atau "kepada". Di 34:53 bunyinya (وَيَقْذِفُونَ بِالْغَيْبِ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ, wa-yaqdzifuuna bi-l-ghaybi min makaanin ba'iidin) yang berarti "dan mereka melontarkan yang gaib dari tempat yang jauh", dengan pelaku para pendusta. Di 34:48 sasaran itu tidak disebut. Terjemahan memakai "melontarkan kebenaran" tanpa kata "dengan", sama dengan cara 21:18 dan 34:53 diterjemahkan, sehingga kebenaran terbaca sebagai benda yang dilontarkan dan tidak sebagai alat.
Kata (الْحَقِّ, l-haqqi) yang berarti "kebenaran" berakar ح-ق-ق. Di surah 34 rangkaian (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) muncul dua kali, yaitu di 34:26 dan 34:48. Di 34:26 bunyinya (يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ, yaftahu baynanaa bi-l-haqqi) yang berarti "Dia memutuskan di antara kita dengan hak", dan ayat itu ditutup dengan (وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ, wa-huwa l-fattaahu l-'aliimu) yang berarti "dan Dialah Sang Pemberi Keputusan lagi Sang Berilmu". Terjemahan memakai "hak" di 34:26 karena kata kerja yang mendahuluinya berarti memutuskan, dan memakai "kebenaran" di 34:48 karena benda yang dilontarkan.
Kata (عَلَّامُ, 'allaamu) yang berarti "berilmu akan" berakar ع-ل-م, ditandai morfologi sebagai sifat bernominatif seperti (رَبِّي, rabbii). Kata (عَلَّامُ, 'allaamu) muncul empat kali dan selalu disusul kata yang sama, (الْغُيُوبِ, l-ghuyuubi) yang berarti "segala yang gaib", yaitu di 5:109, 5:116, 9:78, dan 34:48. Bentuk jamak ghuyuub hanya ada di empat ayat itu. Teks tidak memberi kata sambung antara bagian pertama dan 'allaamu, sehingga bagian itu dapat dibaca sebagai sifat kedua bagi Tuhanku atau sebagai pernyataan tersendiri, dan terjemahan memilih bacaan kedua dengan "Dia berilmu akan segala yang gaib". Di surah yang sama bentuk tunggalnya muncul dalam (وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ, wa-rabbii la-ta'tiyannakum 'aalimi l-ghaybi) yang berarti "demi Tuhanku, kiamat itu pasti mendatangi kalian, yang mengetahui yang gaib" di 34:3, dan dalam (يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ, ya'lamuuna l-ghayba) yang berarti "mereka mengetahui yang gaib" di 34:14, dengan pelaku jin.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua pernyataan tentang Tuhan yang diucapkan atas perintah berbicara: apa yang dilakukan-Nya dengan kebenaran, dan apa yang diketahui-Nya. Dua pernyataan itu ditaruh berdampingan tanpa kata sambung, dan teks tidak menyebut sasaran lontaran. Ayat berikutnya, 34:49, memuat (وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ, wa-maa yubdi'u l-baathilu) yang berarti "dan kebatilan tidak memulai", sehingga kebatilan baru disebut di sana sebagai pihak yang berhadapan dengan kebenaran yang datang. Pembacaan bahwa 34:48 menyiapkan 34:49 bersifat terbuka, sebab 34:48 sendiri tidak menyebut kebatilan.
Tiga ayat di surah ini dibuka dengan qul inna rabbii. Dua ayat pertama, 34:36 dan 34:39, berbicara tentang Tuhanku yang melapangkan rezeki, dan ayat ketiga, 34:48, berbicara tentang Tuhanku yang melontarkan kebenaran. Ketiganya menyebut Tuhan lewat kata kerja yang menandai tindakan, sedangkan sebelas ayat lain dengan inna rabbii menyebut-Nya lewat sifat. Ayat 34:26 juga memuat urutan yang mirip: Tuhan yang memutuskan dengan kebenaran, lalu ditutup dengan sifat yang berakar ع-ل-م, yaitu al-'aliimu. Di 34:48 penutupnya juga sifat dari akar yang sama, yaitu 'allaamu, sehingga dua ayat itu sama-sama menaruh tindakan atas kebenaran di depan dan sifat berilmu di belakang.
Kata kerja yang sama dipakai tidak lama sesudahnya di 34:53, tetapi dengan pelaku dan benda yang lain: para pendusta melontarkan yang gaib dari tempat yang jauh. Dua ayat itu ditempatkan oleh teks pada jarak lima ayat dan tidak dikaitkan satu sama lain. Dapat dibaca bahwa jarak tempat di 34:53 dan keluasan ilmu di 34:48 sengaja berhadapan, tetapi pembacaan ini terbuka karena teks tidak menyatakannya.
Ayat 34:47 menutup dengan Dia yang menyaksikan segala sesuatu, dan 34:48 menutup dengan Dia yang berilmu akan segala yang gaib. Kedua sifat itu berurutan di dua ayat yang bersambung, yang pertama tentang apa yang terjadi dan yang kedua tentang apa yang tersembunyi.
Renungan dan Hikmah
- Kata melontarkan dipakai di 33:26 dan 59:2 dengan Allah sebagai pelaku dan rasa takut sebagai yang dilontarkan ke dalam hati, dan di 34:48 dengan Tuhanku sebagai pelaku dan kebenaran sebagai yang dilontarkan. Satu kata kerja menjangkau dua benda yang sangat berbeda, rasa takut dan kebenaran, dan keduanya disebut dengan tindakan yang sama, yaitu melontarkan. Pembaca dapat menengok hal-hal yang pernah sampai kepadanya dengan cara seperti itu, tiba-tiba dan tanpa diminta, misalnya kabar, teguran, atau pemahaman. Hal apa yang paling sering tiba dengan cara dilontarkan, dan bagaimana pembaca menerimanya?
- Di 21:18 kebenaran dilontarkan kepada kebatilan, dengan sasaran yang disebut. Di 34:48 sasaran itu tidak disebut, dan kebatilan baru muncul di ayat berikutnya. Kekosongan sasaran membuat ayat ini terbaca sebagai pernyataan tentang Tuhanku yang melontarkan kebenaran tanpa menunjuk kepada siapa. Pembaca dapat bertanya ke arah mana kebenaran yang sampai kepadanya itu sedang dilemparkan, dan apakah pembaca lebih siap menjadi tempat mendarat atau tempat yang dilewati. Kebenaran apa yang pernah tiba di hadapannya, dan siapa yang dikiranya menjadi sasaran?
- Di surah ini Tuhanku disebut tiga kali dengan qul inna rabbii: dua kali sebagai yang melapangkan dan menyempitkan rezeki, sekali sebagai yang melontarkan kebenaran. Ayat-ayat itu menyebut dua tindakan bagi Tuhanku, memberi rezeki dan melontarkan kebenaran, dan keduanya diucapkan dalam satu surah yang juga memuat klaim harta dan tuduhan. Pembaca dapat memperhatikan tindakan Tuhan apa yang paling mudah disebutnya ketika berkelimpahan, dan tindakan apa ketika dituduh. Apakah keduanya sama-sama hadir dalam ucapannya?
- Lontaran kebenaran dan ilmu atas segala yang gaib ditaruh berdampingan, dan teks tidak menyatakan hubungan di antara keduanya. Di 34:53 orang-orang melontarkan yang gaib dari tempat yang jauh, sedangkan Dia di 34:48 berilmu akan segala yang gaib. Pembaca dapat membacanya sebagai dua jarak yang berbeda: jarak orang yang melontar dari kejauhan, dan keadaan Dia yang berilmu atas apa yang tak tampak. Pembaca dapat mendaftar hal tak terlihat yang pernah dibicarakannya, misalnya niat orang lain atau masa depan. Dari jarak mana hal-hal itu selama ini dinilainya?
- Di 5:109 para rasul dikumpulkan oleh Allah dan ditanya apa yang dijawabkan kepada mereka, lalu mereka menjawab bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan dan menyebut Dia sebagai yang berilmu akan segala yang gaib. Di 5:109 manusia menyerahkan pengetahuan atas yang gaib kepada pihak yang disebut berilmu atasnya, dan 34:48 memakai sebutan yang sama untuk Tuhan. Pembaca dapat memeriksa ucapannya sendiri tentang hal yang tidak dilihatnya, apakah memakai kata aku tahu atau kata hanya Dia yang tahu. Apa yang akan berubah pada kalimatnya bila memakai yang kedua?
- Tiga perintah berbicara berturut-turut menjawab tiga hal. Ayat 34:46 menyangkal kegilaan, 34:47 menyangkal imbalan, dan 34:48 berbicara tentang Tuhanku. Gerak tiga ayat itu beralih dari menolak sesuatu pada diri pembicara ke menyebut sesuatu pada Allah. Seseorang yang sedang dituduh dapat memperhatikan berapa banyak ucapannya berisi pembelaan diri dan berapa banyak berisi pernyataan tentang Allah. Bila pembelaan diri mengambil hampir seluruh ucapan, apa yang tersisa untuk menyebut Allah?