قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ
Katakanlah, “Kebenaran telah datang, dan kebatilan tidak memulai dan tidak pula mengembalikan.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُqul jaa'a l-haqqu wa-maa yubdi'u l-baathilu wa-maa yu'iidukatakanlah, kebenaran telah datang, dan kebatilan tidak memulai dan tidak pula mengembalikan
Terjemahan per kata (8 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- جَاءَjaa'adatang
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يُبْدِئُyubdi'umemulai
- الْبَاطِلُl-baathilukebatilan
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يُعِيدُyu'iidumengulangi
Inti bacaan
Kata kerja (يُعِيدُ, yu'iidu) muncul sebelas kali di Al-Qur'an (10:4, 10:34, 17:51, 18:20, 27:64, 29:19, 30:11, 30:27, 34:49, 71:18, 85:13), dan di 34:49 kata itu didahului penyangkal.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", perintah kepada satu orang yang diajak bicara, dari akar ق-و-ل. Lima ayat berturut-turut dibuka dengan kata ini, yaitu 34:46, 34:47, 34:48, 34:49, dan 34:50, sedangkan 34:51 tidak lagi memakainya. Kalimat tentang datangnya kebenaran juga berupa ucapan yang diperintahkan di 17:81, yang bunyinya (وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ, wa-qul jaa'a l-haqqu) yang berarti "dan katakanlah, kebenaran telah datang".
Frasa (جَاءَ الْحَقُّ, jaa'a l-haqqu) yang berarti "kebenaran telah datang" tersusun dari (جَاءَ, jaa'a), kata kerja perbuatan selesai dari akar ج-ي-ء, dan (الْحَقُّ, l-haqqu), kata dengan kata sandang al-. Frasa persis ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 9:48, 17:81, dan 34:49. Di 17:81 kelanjutannya (وَزَهَقَ الْبَاطِلُ, wa-zahaqa l-baathilu) yang berarti "dan kebatilan telah lenyap", sedangkan di 9:48 kelanjutannya (وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ, wa-zhahara amru llaahi) yang berarti "dan tampaklah urusan Allah". Di 34:49 kelanjutannya berupa dua penyangkalan. Terjemahan memakai "kebenaran" di ketiga ayat itu. Kata yang sama dengan kata sandang diterjemahkan "Yang Nyata" di 22:62 dan 31:30, karena di kedua ayat itu kata (هُوَ, huwa) mendahuluinya dan kalimatnya menyebut Allah, sedangkan 34:49 tidak memuat kata ganti semacam itu.
Kata (الْبَاطِلُ, l-baathilu) yang berarti "kebatilan" berakar ب-ط-ل. Bentuk dengan akhiran -u ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 17:81, 22:62, 31:30, 34:49, dan 41:42. Di 17:81 kebatilan itu yang lenyap. Di 22:62, (هُوَ الْبَاطِلُ, huwa l-baathilu) yang berarti "dia yang batil", dan di 31:30, (الْبَاطِلُ, l-baathilu) yang berarti "batil", kata itu menyebut apa yang mereka seru selain Allah. Di 41:42, (لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ, laa ya'tiihi l-baathilu) yang berarti "tidak ada kebatilan yang mendatanginya", kata itu menjadi sesuatu yang tidak sampai kepada kitab yang disebut di 41:41. Dalam ayat-ayat itu kata yang sama dipakai untuk yang lenyap, untuk sebutan bagi yang diseru selain Allah, dan untuk yang tidak datang kepada kitab. Di 34:49 kebatilan menjadi pelaku dua kata kerja, dan kedua kata kerja itu disangkal.
Kata kerja pertama, (يُبْدِئُ, yubdi'u) yang berarti "memulai", muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 29:19, 34:49, dan 85:13. Di 29:19, (كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ, kayfa yubdi'u llaahu l-khalqa tsumma yu'iiduhu) yang berarti "bagaimana Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya", dan di 85:13, (إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ, innahu huwa yubdi'u wa-yu'iidu) yang berarti "sesungguhnya Dialah yang memulai dan mengembalikan". Pasangan kata kerja di 34:49 sama dengan pasangan di 85:13 dan dalam urutan yang sama, tetapi pelakunya kebatilan dan tiap kata kerja didahului (مَا, maa) yang berarti "tidak". Di 29:19 ada objek (الْخَلْقَ, l-khalqa) yang berarti "penciptaan", sedangkan di 85:13 dan 34:49 tidak ada objek. Di 10:34 pertanyaan tentang siapa yang memulai penciptaan lalu mengembalikannya diajukan kepada (شُرَكَائِكُمْ, syurakaa'ikum) yang berarti "sekutu-sekutu kalian", dan jawabannya (اللَّهُ يَبْدَأُ, llaahu yabda'u) yang berarti "Allah memulai", dengan kata kerja yang berasal dari akar sama tetapi berbentuk lain.
Kata kerja kedua, (يُعِيدُ, yu'iidu) yang berarti "mengembalikan", muncul dengan atau tanpa akhiran di sebelas ayat dalam sembilan surah, yaitu 10:4, 10:34, 17:51, 18:20, 27:64, 29:19, 30:11, 30:27, 34:49, 71:18, dan 85:13. Jumlah surahnya lebih kecil daripada jumlah ayatnya karena surah 10 dan surah 30 masing-masing memuatnya dua kali. Terjemahan memakai "mengembalikan" untuk kata kerja ini di delapan ayat, yaitu 10:4, 10:34, 17:51, 29:19, 30:11, 30:27, 71:18, dan 85:13, sehingga 34:49 mengikuti pilihan itu dan pasangannya dengan 85:13 terbaca sama. Kata (وَمَا, wa-maa) membuka kedua penyangkalan, dan tidak ada kata Arab di ayat ini yang berarti "dapat", jadi terjemahan menulis "tidak memulai dan tidak pula mengembalikan" tanpa kata itu.
Tafsiran
Ayat ini menyatakan satu peristiwa yang sudah terjadi dan dua perbuatan yang tidak dilakukan kebatilan. Kebenaran telah datang, sedangkan kebatilan tidak memulai dan tidak mengembalikan. Kedua penyangkalan itu tidak memuat objek, sehingga apa yang tidak dimulai dan apa yang tidak dikembalikan tidak tertulis. Dua ayat di sekitarnya memberi bahan untuk mengisinya.
Bahan pertama ada di 34:43, tempat peristiwa yang sama dijumpai dengan sebutan lain. Di sana (وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ, wa-qaala lladziina kafaruu li-l-haqqi lammaa jaa'ahum) yang berarti "dan orang-orang yang kufur berkata tentang kebenaran ketika kebenaran datang kepada mereka" disusul ucapan (سِحْرٌ مُبِينٌ, sihrun mubiinun) yang berarti "sihir yang nyata". Kata kerja datang dan kata kebenaran sama dengan di 34:49, tetapi sambutannya berbeda: di 34:43 kebenaran itu disebut sihir, dan di 34:49 pembicara diperintahkan menyatakan bahwa kebenaran telah datang. Kedua ayat itu berada dalam satu surah, dan 34:49 tidak menunjuk 34:43 sebagai sasaran jawabannya.
Bahan kedua adalah 34:48, yang menyebut Tuhan (يَقْذِفُ بِالْحَقِّ, yaqdzifu bi-l-haqqi) yang berarti "melontarkan kebenaran". Dua ayat itu bersebelahan dan sama-sama dibuka perintah mengucapkan. Di 21:18 kebenaran yang dilontarkan jatuh pada kebatilan, (فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ, fa-yadmaghuhu fa-idzaa huwa zaahiqun) yang berarti "lalu ia menghancurkannya, maka seketika ia lenyap". Di 17:81 kebatilan juga lenyap. Di 34:49 kebatilan tidak digambarkan dihancurkan atau lenyap, dan yang digambarkan ialah apa yang tidak ada padanya, yaitu kemampuan memulai dan mengembalikan.
Pasangan memulai dan mengembalikan di 85:13 dan 29:19 menyebut Allah sebagai pelakunya. Bila 34:49 dibaca bersama kedua ayat itu, kebatilan berada di luar dua perbuatan yang di sana dituliskan sebagai perbuatan Allah. Hubungan itu adalah bacaan pembaca, sebab 34:49 sendiri tidak memuat nama Allah dan tidak merujuk ke dua ayat tadi.
Renungan dan Hikmah
- Dua kata kerja yang disangkal dari kebatilan di 34:49, memulai dan mengembalikan, tertulis sebagai perbuatan Allah di 29:19 dan 85:13, dengan urutan yang sama. Membaca ketiga ayat itu berdampingan adalah pilihan pembaca, sebab 34:49 tidak menyatakan hubungannya. Pembaca yang memilih membacanya demikian mendapat satu ukuran untuk menimbang apa saja yang selama ini terasa berkuasa atas awal dan kembalinya sesuatu. Hal apa dalam hidup pembaca yang diperlakukan seakan sanggup memulai dan mengembalikan, padahal ayat ini menyangkal dua kemampuan itu dari kebatilan?
- Di 34:43 kebenaran yang datang disebut sihir, dan di 34:49 pembicara diperintahkan mengatakan bahwa kebenaran telah datang. Dua ayat itu memakai kata datang dan kata kebenaran yang sama, dan keduanya berada di surah yang sama. Pembaca dapat mengenali pola itu pada dirinya sendiri, yaitu memberi nama lain, seperti sihir di 34:43, kepada sesuatu yang kemudian ternyata benar. Nama yang dipakai pada hari pertama sebuah kebenaran tiba belum tentu nama yang dipertahankan sesudahnya. Apa sebutan pertama yang pernah diberikannya kepada sesuatu yang kemudian ternyata benar?
- Tempat objek kedua kata kerja di 34:49 kosong, dan pembaca yang mengisinya dengan daftar kekhawatirannya sendiri sedang menambahkan sesuatu yang tidak tertulis. Isian apa pun dengan demikian tergolong bacaan pribadi, bukan bunyi ayat. Satu pertanyaan dapat dipakai untuk memeriksanya, yaitu apakah isian itu muncul dari ayat atau dari ketakutan yang sudah ada sebelum pembaca membuka ayat ini. Kekhawatiran manakah yang diletakkan pembaca di ruang kosong itu, dan dari mana kekhawatiran itu datang?
- Ayat 34:48 menyebut Tuhan yang melontarkan kebenaran, dan 17:81 serta 21:18 menceritakan kebatilan yang lenyap, sedangkan 34:49 menceritakan kebatilan yang tidak punya awal dan jalan kembali. Pembaca yang sedang menunggu sebuah kesalahan runtuh dapat memperhatikan bahwa ayat ini berbicara tentang ketiadaan kemampuan, dan keruntuhan tidak menjadi bahannya. Menunggu keruntuhan dan memperhatikan ketiadaan kemampuan adalah dua sikap yang berlainan, dan sikap manakah yang sedang diambil pembaca?
- Ayat 29:19 membuka dengan pertanyaan, "Apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya?" Pertanyaan itu meminta orang memperhatikan dulu sebelum menyimpulkan. Ayat 34:49 memakai dua kata kerja yang sama dan menyangkalnya dari kebatilan, sehingga pengamatan yang diminta 29:19 dapat dibaca sebagai bahan untuk memahami 34:49. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berlainan, yang satu tentang penciptaan dan yang lain tentang kebatilan tanpa objek, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya kapan terakhir dirinya benar-benar memperhatikan sesuatu mulai dan kembali, dan apa yang dilihatnya?
- Lima ayat berturut-turut, dari 34:46 sampai 34:50, dibuka dengan perintah mengucapkan, dan ayat pertama di antaranya meminta orang untuk berdiri bagi Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri sebelum merenung. Kalimat di 34:49 termasuk kata-kata yang diberikan kepada pembicara, sebab pembicaranya diperintahkan mengucapkannya dan tidak diminta menyimpulkannya sendiri. Pembaca yang menyampaikan kabar yang diyakininya benar kepada orang lain dapat menimbang apakah kalimatnya sudah ada sebelum dirinya membuka mulut. Berapa banyak dari apa yang disampaikan pembaca selama ini berasal dari kalimat yang diberikan, dan berapa banyak dari kesimpulannya sendiri?