وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ فَزِعُوا فَلَا فَوْتَ وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ

Dan seandainya engkau melihat ketika mereka terkejut, maka tidak ada yang luput, dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ فَزِعُوا فَلَا فَوْتَwa-law taraa idz fazi'uu fa-laa fawtadan seandainya engkau melihat ketika mereka terkejut, maka tidak ada yang luput
  2. وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍwa-ukhidzuu min makaanin qariibindan mereka ditangkap dari tempat yang dekat

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. تَرَىٰtaraaengkau melihat
  3. إِذْidzketika
  4. فَزِعُواfazi'uumereka terkejut
  5. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  6. فَوْتَfawtalolos
  7. وَأُخِذُواwa-ukhidzuudan mereka ditangkap
  8. مِنْmindari
  9. مَكَانٍmakaanintempat
  10. قَرِيبٍqariibinyang dekat

Inti bacaan

Frasa (فَلَا فَوْتَ, fa-laa fawta) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 34:51, dan akar ف-و-ت dipakai di lima ayat (3:153, 34:51, 57:23, 60:11, 67:3).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ, wa-law taraa idz) yang berarti "dan seandainya engkau melihat ketika", dengan (تَرَىٰ, taraa), kata kerja dari akar ر-ء-ي yang ditujukan kepada satu orang yang diajak bicara. Susunan persis ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 6:27, 6:30, 8:50, dan 34:51, dan 34:31 memuat susunan yang sama dengan (إِذِ, idzi) di depan kata sandang. Di empat ayat lainnya bagian sesudah idz menyebut apa yang dilihat. Di 6:27 yang disebut (وُقِفُوا عَلَى النَّارِ, wuqifuu 'alaa n-naari) yang berarti "mereka dihadapkan ke api", di 6:30 (وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ, wuqifuu 'alaa rabbihim) yang berarti "mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka", di 8:50 (يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا, yatawaffaa lladziina kafaruu) yang berarti "mencabut nyawa orang-orang yang kufur", dengan pelaku (الْمَلَائِكَةُ, l-malaa'ikatu) yang berarti "para malaikat", dan di 34:31 (الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ, zh-zhaalimuuna mawquufuuna 'inda rabbihim) yang berarti "orang-orang zalim dihentikan di hadapan Tuhan mereka". Di 34:51 bagian itu memuat satu kata kerja saja, (فَزِعُوا, fazi'uu), yang menyebut keadaan dalam diri mereka dan tidak menyebut peristiwa di luar mereka.

Kata kerja (فَزِعُوا, fazi'uu) berakar ف-ز-ع dan berbentuk perbuatan selesai untuk banyak orang. Akar ini muncul enam kali di enam ayat dan empat surah, yaitu 21:103, 27:87, 27:89, 34:23, 34:51, dan 38:22. Kata kerja aktifnya ada di tiga ayat. Di 27:87, (فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ, fa-fazi'a man fii s-samaawaati wa-man fii l-ardhi) yang berarti "maka terkejutlah siapa yang di langit dan siapa yang di bumi", dan di 38:22, (فَفَزِعَ مِنْهُمْ, fa-fazi'a minhum) yang berarti "maka Daud terkejut karena mereka". Terjemahan memakai "terkejut" di kedua ayat itu, dan 34:51 mengikutinya. Kata bendanya diterjemahkan "kejutan" di 21:103, (الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ, l-faza'u l-akbaru) yang berarti "kejutan yang terbesar", dan di 27:89, (مِنْ فَزَعٍ, min faza'in) yang berarti "dari kejutan". Di 34:23 kata kerjanya pasif dan berpasangan dengan (عَنْ قُلُوبِهِمْ, 'an quluubihim), sehingga artinya "dihilangkan dari hati mereka", dan di sana terjemahan memakai "ketakutan".

Bagian (فَلَا فَوْتَ, fa-laa fawta) yang berarti "maka tidak ada yang luput" dibuka (فَ, fa) yang berarti "maka", sedangkan (وَأُخِذُوا, wa-ukhidzuu) yang berarti "dan mereka ditangkap" dibuka (وَ, wa) yang berarti "dan". Dengan demikian kalimat ini menyambung keadaan terkejut ke tidak ada yang luput dengan "maka", lalu menambahkan penangkapan dengan "dan". Kata (فَوْتَ, fawta) berakar ف-و-ت dan tidak memuat kata kerja maupun pelaku. Akar ini muncul lima kali di lima surah, yaitu 3:153, 34:51, 57:23, 60:11, dan 67:3. Di 3:153, 57:23, dan 60:11 bentuknya (فَاتَكُمْ, faatakum), yang diterjemahkan "luput dari kalian", sehingga 34:51 memakai "luput" juga, dan di 67:3 bentuknya (تَفَاوُتٍ, tafaawutin) yang berbeda.

Kata (أُخِذُوا, ukhidzuu) dari akar أ-خ-ذ berbentuk pasif, sehingga pelakunya tidak ditulis. Bentuk persis ini muncul dua kali di dua surah, yaitu 33:61 dan 34:51. Di 33:61, (أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا, ukhidzuu wa-quttiluu taqtiilan) yang berarti "mereka ditangkap dan dibunuh sehabis-habisnya", kata kerja yang sama disusul pembunuhan, dan terjemahan memakai "ditangkap" di kedua ayat. Di 34:51 tidak ada kata kerja yang menyusul penangkapan itu.

Frasa (مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, min makaanin qariibin) yang berarti "dari tempat yang dekat" muncul dua kali di dua surah, yaitu 34:51 dan 50:41. Di 50:41, (يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, yawma yunaadi l-munaadi min makaanin qariibin) yang berarti "pada hari penyeru memanggil dari tempat yang dekat", kata kerjanya aktif dan pelakunya penyeru. Kata (قَرِيبٍ, qariibin) di 34:51 berakar ق-ر-ب, dan kata yang sama dengan akhiran -un menjadi sifat Dia di 34:50. Terjemahan memakai "dekat" di kedua tempat. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 34:52, yang dibuka (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata".

Tafsiran

Ayat ini tidak lagi memuat perintah mengucapkan, dan pembicaraan berpindah dari ucapan pembicara kepada gambaran tentang orang-orang yang disebut dengan kata ganti mereka. Tidak ada kata benda di ayat ini yang memberi nama kepada mereka, sehingga pembaca menelusurinya ke ayat-ayat dekatnya. Di 34:43 orang-orang yang kufur berkata tentang kebenaran yang datang kepada mereka, dan di 34:31 orang-orang zalim berdiri di hadapan Tuhan mereka. Ayat 34:51 tidak menyebut mereka sama dengan salah satu dari keduanya.

Ayat ini menyebut tiga hal berturut-turut. Hal pertama adalah keadaan batin, yaitu terkejut. Hal kedua adalah tidak ada yang luput. Hal ketiga adalah penangkapan dari tempat yang dekat. Peristiwa yang membuat mereka terkejut tidak ditulis, berbeda dengan empat ayat lain yang berpembuka sama, dan waktunya juga tidak ditulis. Ayat 34:52 sampai 34:54 yang menyusul pun tidak memuat penyebutan hari.

Kata dekat di ayat ini menggantikan kata yang sama di ayat sebelumnya. Di 34:50 (سَمِيعٌ قَرِيبٌ, samii'un qariibun) yang berarti "mendengar lagi dekat" menjadi sifat Dia, dan di 34:51 tempat penangkapan disebut dekat. Dua ayat itu memakai satu kata untuk dua hal yang berbeda, dan 34:51 tidak mengaitkan keduanya. Pasangan kata dekat dan jauh kemudian muncul di 34:52 dan 34:53, tempat kata (بَعِيدٍ, ba'iidin) yang berarti "jauh" mengganti kata dekat pada kalimat yang sama bentuknya.

Akar kata terkejut juga tampil di 34:23 dalam surah yang sama. Di sana (حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ, hattaa idzaa fuzzi'a 'an quluubihim) yang berarti "sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka" disusul pertanyaan tentang apa yang difirmankan Tuhan kalian dan jawaban (الْحَقَّ, l-haqqa) yang berarti "kebenaran". Pada 34:51 keterkejutan itu tidak disusul pertanyaan atau jawaban apa pun, sehingga dua ayat itu memperlihatkan dua keadaan dari akar yang sama dengan kesudahan yang berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Kata dekat dipakai untuk Dia di 34:50 dan untuk tempat penangkapan di 34:51, tanpa kata penghubung di antaranya. Pembaca yang membaca keduanya berdampingan mendapati bahwa kedekatan kepada Allah dan kedekatan tempat penangkapan memakai kosakata yang sama, sehingga pembaca menimbang sendiri apa arti kedekatan itu. Rasa dekat kepada Allah yang selama ini dikenal pembaca terasa lebih mirip penghiburan atau pengawasan, dan apa yang membuat jawabannya demikian?
  • Kata mereka di 34:51 tidak punya alamat, dan kata itu mudah diisi pembaca dengan orang lain. Dua ayat dalam surah yang sama menyebut pihak yang jelas, yaitu orang-orang zalim yang berdiri di hadapan Tuhan mereka di 34:31 dan orang-orang yang kufur di 34:43, sehingga pembaca dapat memilih salah satunya untuk mengisi kata itu. Pembaca yang memilih salah satunya telah menaruh dirinya di luar pihak itu, dan keputusan itu diambil sebelum ayat selesai dibaca. Sudahkah pembaca memeriksa, sebelum menunjuk pihak lain, apakah kata mereka di ayat ini dapat memuat dirinya juga?
  • Pembuka seandainya engkau melihat menempatkan pembaca sebagai orang yang belum melihat, dan di 34:51 yang tersedia hanya satu kata keadaan. Pembaca yang menginginkan gambar utuh akan membangunnya dari ingatan dan bayangannya sendiri, dan gambar itu memuat lebih banyak daripada yang tertulis. Pembaca dapat membedakan bagian gambar yang berasal dari ayat dan bagian yang berasal dari dirinya. Keadaan terkejut apa dalam pengalaman pembaca sendiri yang dipakai sebagai bayangan, dan apa saja yang ditambahkan pembaca ke dalamnya?
  • Urutan di 34:51 adalah terkejut, lalu tidak ada yang luput, lalu ditangkap, dan tidak ada kata kerja pengejaran di antaranya. Berlari, bersembunyi, atau mencari tidak tertulis di antara ketiganya, sehingga rangkaian itu dapat dibaca sebagai keadaan yang berlangsung tanpa usaha di tengahnya. Kata terkejut dan kata luput diletakkan berdekatan, dan urutan itu tidak memuat jeda untuk membuat rencana. Apa yang disiapkan pembaca untuk menghadapi sesuatu yang datang tanpa jeda, dan kapan persiapan itu disusun?
  • Akar kata terkejut dipakai di 34:23 untuk ketakutan yang dihilangkan dari hati, dan di 34:51 untuk keterkejutan yang tidak disusul apa pun. Pembaca dapat membacanya sebagai dua kesudahan dari satu keadaan, dengan catatan bahwa dua ayat itu tidak saling menyebut. Di 34:23 susulannya pertanyaan tentang apa yang difirmankan Tuhan dan jawaban kebenaran, di ayat yang menyebut bahwa syafaat tidak berguna di sisi-Nya kecuali bagi yang diizinkan-Nya. Apa yang menyusul keterkejutan terakhir pembaca, pertanyaan atau keheningan?
  • Tanggal tidak tertulis di 34:51 sampai 34:54, dan pembaca yang ingin kepastian waktu tidak menemukannya. Rasa ingin tahu tentang waktu dapat tetap ada, tetapi bahan yang tertulis menyangkut keadaan dan tempat, yaitu terkejut, tidak ada yang luput, tempat yang dekat, dan tempat yang jauh. Pembaca dapat memindahkan perhatian dari kapan ke bagaimana, yaitu bagaimana dirinya berdiri bila sesuatu datang tanpa penanda waktu. Apakah pertanyaan tentang kapan lebih sering diajukan pembaca daripada pertanyaan tentang bagaimana berdiri?