وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ وَأَنَّىٰ لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
Dan mereka berkata, “Kami beriman kepadanya!” Namun bagaimana mungkin mereka menggapainya dari tempat yang jauh,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا آمَنَّا بِهِwa-qaaluu aamannaa bihidan mereka berkata, kami beriman kepadanya
- وَأَنَّىٰ لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍwa-annaa lahumu t-tanaawushu min makaanin ba'iidinnamun bagaimana mungkin mereka menggapainya dari tempat yang jauh
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, a-m-n, a-n-y, n-w-sh, k-w-n, b-'-d): wa qaaluu aamannaa bihi wa annaa lahumu t-tanaawushu min makaanin ba'iid diterjemahkan 'kami beriman! tapi bagaimana menggapai dari jauh' (akar '-m-n + akar n-w-sh, tanaawush: meraih-menggapai; iman di akhirat=terlambat, terpisah 'jauh' dari kesempatan-dunia). gloss '(azab)/(dunia fana)' dibuang.
Aplikasi
Pengakuan iman yang datang terlambat: 'kami beriman kepadanya!' namun 'bagaimana mungkin mereka menggapainya dari tempat yang jauh', kesempatan yang telah berlalu tidak bisa direbut kembali hanya dengan pengakuan lisan di saat terlambat.