وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ

Dan dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan, sebagaimana dilakukan terhadap golongan serupa mereka sebelumnya. Sesungguhnya mereka dahulu dalam keraguan yang menggelisahkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَwa-hiila baynahum wa-bayna maa yasytahuunadan dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan
  2. كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُka-maa fu'ila bi-asyyaa'ihim min qablusebagaimana dilakukan terhadap golongan serupa mereka sebelumnya
  3. إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍinnahum kaanuu fii syakkin muriibinsesungguhnya mereka dahulu dalam keraguan yang menggelisahkan

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَحِيلَwa-hiiladan dihalangi
  2. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  3. وَبَيْنَwa-baynadan antara
  4. مَاmaaapa yang
  5. يَشْتَهُونَyasytahuunamereka inginkan
  6. كَمَاka-maasebagaimana
  7. فُعِلَfu'iladilakukan
  8. بِأَشْيَاعِهِمْbi-asyyaa'ihimdengan golongan-golongan mereka
  9. مِنْmindari
  10. قَبْلُqablusebelumnya
  11. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  12. كَانُواkaanuumereka adalah
  13. فِيfiidalam
  14. شَكٍّsyakkinkeraguan
  15. مُرِيبٍmuriibinyang meragukan

Inti bacaan

Kata (مُرِيبٍ, muriibin) muncul tujuh kali di Al-Qur'an (11:62, 11:110, 14:9, 34:54, 41:45, 42:14, 50:25), dan enam di antaranya menyertai kata (شَكٍّ, syakkin).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ, wa-hiila baynahum wa-bayna maa yasytahuuna) yang berarti "dan dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan". Kata kerja (حِيلَ, hiila) berakar ح-و-ل dan berbentuk pasif, sehingga pelakunya tidak ditulis. Bentuk persis (وَحِيلَ, wa-hiila) muncul sekali, yaitu di 34:54. Kata kerja dari akar yang sama bersama (بَيْنَ, bayna) muncul di tiga ayat, yaitu 8:24, 11:43, dan 34:54, dan di dua ayat lainnya pelakunya tertulis. Di 8:24, (أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ, anna llaaha yahuulu bayna l-mar'i wa-qalbihi) yang berarti "bahwa Allah membatasi antara manusia dengan hatinya", pelakunya Allah, dan di 11:43, (وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ, wa-haala baynahumaa l-mawju) yang berarti "gelombang menjadi penghalang antara keduanya", pelakunya gelombang. Terjemahan memakai "menjadi penghalang" di 11:43, "membatasi" di 8:24, dan "dihalangi" di 34:54, sehingga 34:54 mengikuti kata penghalang dari 11:43.

Frasa (مَا يَشْتَهُونَ, maa yasytahuuna) yang berarti "apa yang mereka inginkan" berakar ش-ه-و. Bentuk (يَشْتَهُونَ, yasytahuuna) muncul lima kali di lima surah, yaitu 16:57, 34:54, 52:22, 56:21, dan 77:42. Di tiga ayat terakhir bunyinya (مِمَّا يَشْتَهُونَ, mimmaa yasytahuuna) yang berarti "dari apa yang mereka inginkan", dan di 52:22, (وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ, wa-amdadnaahum bi-faakihatin wa-lahmin mimmaa yasytahuuna) yang berarti "dan Kami tambahkan kepada mereka buah-buahan dan daging dari apa yang mereka inginkan", yang diinginkan itu diberikan. Di 16:57, (وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ, wa-lahum maa yasytahuuna) yang berarti "sedang bagi mereka sendiri apa yang mereka sukai", kalimatnya membandingkan apa yang mereka tetapkan bagi Allah dengan apa yang bagi mereka sendiri, dan terjemahan memakai "sukai". Ayat 34:54 memakai "inginkan" seperti tiga ayat lainnya. Di 34:54 apa yang diinginkan itu tidak diberi nama, dan kata kerja yang menyertainya, (حِيلَ, hiila), menyebut penghalangnya.

Bagian (كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ, ka-maa fu'ila bi-asyyaa'ihim min qablu) yang berarti "sebagaimana dilakukan terhadap golongan serupa mereka sebelumnya" juga memakai kata kerja pasif. Kata (فُعِلَ, fu'ila) berakar ف-ع-ل, dan susunan (كَمَا فُعِلَ, ka-maa fu'ila) muncul sekali, di 34:54. Bentuk aktif akar itu dalam kalimat serupa menyebut pelakunya. Di 14:45, (كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ, kayfa fa'alnaa bihim) yang berarti "bagaimana Kami berbuat terhadap mereka", pelakunya Kami, dan di 89:6 serta 105:1, (كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ, kayfa fa'ala rabbuka) yang berarti "bagaimana Tuhanmu berbuat", pelakunya Tuhanmu. Di 34:54 dua kata kerja pasif itu, hiila dan fu'ila, berdampingan dalam satu ayat dan tidak satu pun disertai pelakunya.

Kata (أَشْيَاعِهِمْ, asyyaa'ihim) berakar ش-ي-ع, dan bentuk jamak ini muncul dua kali, yaitu 34:54 dan 54:51. Di 54:51, (أَهْلَكْنَا أَشْيَاعَكُمْ, ahlaknaa asyyaa'akum) yang berarti "Kami telah membinasakan orang-orang yang serupa dengan kalian", kata itu juga menunjuk pihak yang mendahului dan sudah mengalami sesuatu. Bentuk tunggal dan jamak lain dari akar itu diterjemahkan "golongan", misalnya (شِيَعِ الْأَوَّلِينَ, syiya'i l-awwaliina) yang berarti "golongan-golongan terdahulu" di 15:10, dan (شِيعَتِهِ, syii'atihi) yang berarti "golongannya" di 28:15 dan 37:83. Karena itu 34:54 memakai "golongan" untuk asyyaa'ihim, dan "serupa" mengikuti 54:51 yang memakainya untuk kata yang sama.

Frasa terakhir (إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ, innahum kaanuu fii syakkin muriibin) yang berarti "sesungguhnya mereka dahulu dalam keraguan yang menggelisahkan" memakai kata kerja lampau (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka dahulu". Kata (شَكٍّ, syakkin) berakar ش-ك-ك dan muncul dalam (فِي شَكٍّ, fii syakkin) di empat belas ayat, yaitu 4:157, 10:94, 10:104, 11:62, 11:110, 14:9, 27:66, 34:21, 34:54, 38:8, 40:34, 41:45, 42:14, dan 44:9. Kata (مُرِيبٍ, muriibin) berakar ر-ي-ب dan muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 11:62, 11:110, 14:9, 34:54, 41:45, 42:14, dan 50:25. Pada enam ayat pertama kata itu menyertai (شَكٍّ, syakkin), dan di 50:25 menyertai orang yang melampaui batas. Bentuknya berupa pelaku, yaitu sesuatu yang membuat orang gelisah, dan terjemahan memakai "menggelisahkan" seperti di 11:62, 14:9, 41:45, dan 42:14. Di 11:62, 14:9, 41:45, dan 42:14 keraguan disebut dengan (لَفِي شَكٍّ, la-fii syakkin) tanpa kata kerja lampau, sedangkan di 34:54 keraguan itu ditaruh dalam kalimat lampau dengan kaanuu.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian 34:51 sampai 34:54 dengan menaruh pembagian yang jelas pada kata kerjanya. Kata kerja yang menggambarkan perbuatan mereka berbentuk aktif, yaitu terkejut, berkata kami beriman, kufur, melontarkan yang gaib, dan dahulu dalam keraguan. Kata kerja yang menggambarkan apa yang terjadi pada mereka berbentuk pasif, yaitu ditangkap di 34:51, serta dihalangi dan dikenai perbuatan di 34:54. Pada kedua kata kerja pasif itu pihak yang memperlakukan mereka tidak ditulis. Pembagian itu memperlihatkan dua sisi, yaitu perbuatan mereka sendiri yang tertulis lengkap dan perlakuan atas mereka yang tidak bernama.

Ayat 34:54 memuat tiga pernyataan yang disusun berurutan, yaitu penghalangan, perbandingan, dan sebab. Penghalangan menyangkut apa yang mereka inginkan, perbandingannya dengan golongan serupa sebelum mereka, dan sebabnya keraguan yang dahulu ada pada mereka. Pernyataan ketiga dibuka (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka" dan tidak memakai kata karena. Hubungan sebab antara keraguan dan penghalangan adalah bacaan pembaca, dan ayat ini menaruh keraguan sebagai keterangan sesudahnya.

Perbandingan dengan pihak sebelumnya menyambung ke surah yang sama. Di 34:45, (وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, wa-kadzdzaba lladziina min qablihim) yang berarti "dan orang-orang sebelum mereka telah mendustakan", disusul pertanyaan tentang bagaimana pengingkaran itu, dan 34:54 memakai (مِنْ قَبْلُ, min qablu) dengan golongan serupa. Dua ayat itu tidak menyatakan bahwa golongannya sama. Keraguan di 34:54 juga berbeda dengan 34:21, tempat keraguan menyangkut akhirat, (مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ, mimman huwa minhaa fii syakkin) yang berarti "dari siapa yang ragu-ragu tentangnya". Di 34:54 keraguan itu tidak diberi sasaran.

Urutan 34:50 sampai 34:54 berjalan dari dekat ke jauh, lalu ke penghalang yang penyebabnya tidak ditulis, yaitu hiila bayna.

Renungan dan Hikmah

  • Apa yang diinginkan mereka di 34:54 tidak diberi nama, sedangkan di 52:22 yang diinginkan berupa buah-buahan dan daging yang ditambahkan, dan di 56:21 serta 77:42 yang disebut daging burung dan buah-buahan. Satu kata inginkan dapat berakhir pada sesuatu yang ditambahkan atau pada sesuatu yang dihalangi, dan ayat-ayat itu tidak menjelaskan mengapa. Pembaca dapat menimbang bahwa kata inginkan sendiri belum menentukan arah kesudahannya. Apa yang paling diinginkan pembaca saat ini, dan bagaimana keinginan itu akan terbaca bila dibandingkan dengan buah-buahan di 52:22 dan penghalang di 34:54?
  • Di 34:51 sampai 34:54 perbuatan mereka ditulis dengan kata kerja aktif, dan apa yang terjadi pada mereka ditulis dengan kata kerja pasif, termasuk dihalangi dan dikenai perbuatan. Di 8:24 pelaku yang membatasi antara manusia dan hatinya tertulis Allah, sedangkan di 34:54 pelaku penghalang tidak tertulis. Pembaca dapat menahan diri dari mengisi pelaku yang tidak ditulis, dan memperhatikan bahwa ayat ini menaruh perhatian pada perbuatan mereka sendiri. Perbuatan manakah dalam hidup pembaca yang tertulis aktif, dan perlakuan manakah yang diterima pembaca tanpa diketahui pelakunya?
  • Ayat 34:54 membandingkan dengan golongan serupa sebelum mereka, dan 54:51 memakai kata yang sama untuk golongan yang telah dibinasakan. Di 105:1 dan 89:6 kalimat yang serupa menyebut pelakunya, Tuhanmu, ketika membicarakan pasukan bergajah dan kaum Ad. Perbandingan itu menaruh peristiwa di ayat ini dalam deretan, sehingga pembaca yang membacanya tidak berhadapan dengan kejadian yang berdiri sendiri. Dalam deretan apa pembaca meletakkan kejadian yang menimpanya, dan siapa saja yang sudah ada di deretan itu sebelumnya?
  • Di 34:54 keraguan itu tidak diberi sasaran, sedangkan di 34:21 keraguan menyangkut akhirat dan di 11:110 menyangkut sebuah kitab. Keraguan tanpa sasaran dapat dibaca sebagai keraguan yang menjalar ke banyak hal. Pembaca dapat bertanya apakah keraguan yang dikenalnya selama ini punya sasaran yang bisa disebut, atau sudah menjadi keadaan yang menyelimuti banyak hal sekaligus. Bila keraguannya disebut dengan nama sasarannya, hal apa yang ternyata paling lama ia ragukan?
  • Di 34:50 Dia disebut mendengar lagi dekat, dan urutan sesudahnya berakhir pada penghalang di 34:54. Ayat-ayat itu tidak menghubungkan Dia yang dekat dengan penghalang yang tidak bernama, sehingga hubungannya tetap bacaan pembaca. Pembaca yang menimbang kedekatan dan jarak dapat memperhatikan bahwa urutan itu tidak berakhir pada jarak. Penghalang apa yang ada di antara pembaca dan sesuatu yang diinginkannya, dan apakah penghalang itu berupa jarak, keraguan, atau sesuatu yang belum bernama?
  • Ayat 34:54 menutup dengan kata dahulu, yaitu mereka dahulu dalam keraguan yang menggelisahkan, dan kalimat lampau itu berbeda dengan 11:62, 14:9, 41:45, dan 42:14 yang menyebut keraguan yang sama tanpa kata dahulu. Pembaca dapat mengamati bahwa keraguan yang diceritakan dengan kata dahulu menunjuk keadaan yang sudah menjadi catatan. Apakah keraguan yang kini dirasakan pembaca akan suatu hari diceritakan dengan kata dahulu, dan siapa yang akan menceritakannya?