مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Apa saja yang Allah bukakan bagi manusia berupa rahmat, tidak ada yang dapat menahannya. Dan apa saja yang ditahan-Nya, tidak ada yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَاmaa yaftahi llaahu li-n-naasi min rahmatin fa-laa mumsika lahaaapa saja yang Allah bukakan bagi manusia berupa rahmat, tidak ada yang dapat menahannya
  2. وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-maa yumsik fa-laa mursila lahu min ba'dihi wa-huwa l-aziizu l-hakiimudan apa saja yang ditahan-Nya, tidak ada yang sanggup melepaskannya sesudah itu; dan Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…an kepada manusia berupa rahmat, tidak ada yang dapat me…”. sebagian penerjemah: 'What God opens to men of mercy, none can withhold it; and what He withholds, none can send it after Him; and He is the Exalted in Might, the Wise.1' Corpus ayat ini: «r~aHomapK, INDEFINIT».

Aplikasi

Prinsip aliran rahmat yang jelas: 'apa yang Allah anugerahkan... tidak ada yang dapat menahannya; apa yang ditahan-Nya, tidak ada yang sanggup melepaskannya', pengingat untuk tidak bergantung pada perantara manusiawi sebagai penentu akhir datang atau tertahannya suatu kebaikan.