يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah atas kalian. Adakah pencipta selain Allah yang memberi kalian rezeki dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan kecuali Dia. Maka, bagaimana kalian dipalingkan?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْyaa ayyuhaa n-naasu dzkuruu ni'mata llaahi 'alaykumwahai manusia, ingatlah nikmat Allah atas kalian
  2. هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِhal min khaaliqin ghayru llaahi yarzuqukum mina s-samaa'i wa-l-ardhiadakah pencipta selain Allah yang memberi kalian rezeki dari langit dan bumi
  3. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَlaa ilaaha illaa huwa fa-annaa tu'fakuunatidak ada tuhan kecuali Dia; maka bagaimana kalian dipalingkan

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. اذْكُرُواdzkuruuingatlah kalian
  5. نِعْمَتَni'matanikmat
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  8. هَلْhalapakah
  9. مِنْmindari
  10. خَالِقٍkhaaliqinpencipta
  11. غَيْرُghayruselain
  12. اللَّهِllaahiAllah
  13. يَرْزُقُكُمْyarzuqukummemberi kalian rezeki
  14. مِنَminadari
  15. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  16. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  17. لَاlaatidak ada
  18. إِلَٰهَilaahatuhan
  19. إِلَّاillaakecuali
  20. هُوَhuwaDia
  21. فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
  22. تُؤْفَكُونَtu'fakuunakalian dipalingkan

Inti bacaan

Pertanyaan (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:95, 10:34, 35:3, dan 40:62.

Penjelasan pilihan kata

Seruan (يَا أَيُّهَا النَّاسُ, yaa ayyuhaa n-naasu) yang berarti "wahai manusia" muncul dua puluh kali di sembilan surah, yaitu di 2:21, 2:168, 4:1, 4:170, 4:174, 7:158, 10:23, 10:57, 10:104, 10:108, 22:1, 22:5, 22:49, 22:73, 27:16, 31:33, 35:3, 35:5, 35:15, dan 49:13. Surah 35 memakainya tiga kali, di 35:3, 35:5, dan 35:15, sehingga jumlah surahnya lebih kecil daripada jumlah ayatnya. Sesudah seruan itu datang (اذْكُرُوا, dzkuruu) yang berarti "ingatlah kalian", kata perintah dari akar ذ-ك-ر yang ditujukan kepada banyak orang, dengan benda yang harus diingat, (نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ, ni'mata llaahi 'alaykum) yang berarti "nikmat Allah atas kalian".

Susunan (اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ, dzkuruu ni'mata llaahi 'alaykum) muncul empat kali, yaitu di 2:231, 3:103, 5:11, dan 35:3. Hanya 35:3 yang memasangkannya dengan seruan kepada manusia; 5:11 ditujukan kepada orang-orang beriman, sedangkan 2:231 dan 3:103 tidak memuat seruan semacam itu. Dua dari tiga ayat lainnya, 3:103 dan 5:11, menyambung perintah itu dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika" dan menyebut peristiwa yang diingat. Di 35:3 sambungannya berupa pertanyaan. Kata (عَلَيْكُمْ, 'alaykum) diterjemahkan "atas kalian", dan kata (نِعْمَتَ, ni'mata) berakar ن-ع-م.

Pertanyaan pertama dibuka dengan (هَلْ مِنْ, hal min) yang berarti "adakah". Susunan ini muncul dua belas kali di lima surah, yaitu 10:34, 10:35, 30:40, 35:3, 50:30, 50:36, 54:15, 54:17, 54:22, 54:32, 54:40, dan 54:51. Tiga di antaranya, 10:34, 10:35, dan 30:40, berbunyi (هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ, hal min syurakaa'ikum) yang berarti "apakah di antara sekutu-sekutu kalian", dan ketiganya menyebut sekutu. Ayat 35:3 tidak memakai kata sekutu: (هَلْ مِنْ خَالِقٍ, hal min khaaliqin) yang berarti "adakah pencipta" langsung bertanya tentang adanya pencipta.

Kata (خَالِقٍ, khaaliqin) berakar خ-ل-ق, berbentuk pelaku, dan tanpa kata sandang, sehingga terjemahannya "pencipta" berhuruf kecil. Sesudahnya (غَيْرُ اللَّهِ, ghayru llaahi) yang berarti "selain Allah" muncul lima kali, yaitu di 6:46, 28:71, 28:72, 35:3, dan 52:43. Empat ayat lain memakainya sesudah kata tuhan, (إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ, ilaahun ghayru llaahi) yang berarti "tuhan selain Allah", dan hanya 35:3 memakainya sesudah kata pencipta.

Kata (يَرْزُقُكُمْ, yarzuqukum) yang berarti "memberi kalian rezeki" berakar ر-ز-ق dan muncul lima kali, yaitu di 10:31, 27:64, 34:24, 35:3, dan 67:21. Susunan penuhnya, (يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, yarzuqukum mina s-samaa'i wa-l-ardhi) yang berarti "memberi kalian rezeki dari langit dan bumi", muncul tiga kali, yaitu di 10:31, 27:64, dan 35:3; 34:24 memakai bentuk jamak (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati) untuk langit. Di 10:31 pertanyaannya berbunyi "siapakah" dan jawabannya ikut tertulis di ayat itu, (فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ, fa-sa-yaquuluuna llaahu) yang berarti "maka mereka akan menjawab, Allah". Ayat 35:3 bertanya dengan "adakah" dan tidak mencatat jawaban.

Pernyataan di tengah, (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "tidak ada tuhan kecuali Dia", muncul dua puluh sembilan kali di sembilan belas surah, yaitu di 2:163, 2:255, 3:2, 3:6, 3:18, 4:87, 6:102, 6:106, 7:158, 9:31, 9:129, 11:14, 13:30, 20:8, 20:98, 23:116, 27:26, 28:70, 28:88, 35:3, 39:6, 40:3, 40:62, 40:65, 44:8, 59:22, 59:23, 64:13, dan 73:9. Pernyataan itu diikuti (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna) yang berarti "maka bagaimana kalian dipalingkan" hanya di dua ayat, yaitu 35:3 dan 40:62. Di 40:62 urutan itu menyusul penyebutan Allah sebagai Pencipta segala sesuatu, dan di 35:3 menyusul pertanyaan tentang pencipta.

Penutupnya, (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna), berarti "maka bagaimana kalian dipalingkan". Kata kerja (تُؤْفَكُونَ, tu'fakuuna) berakar أ-ف-ك dan tidak menyebut siapa yang memalingkan. Bentuk persis itu muncul empat kali, yaitu di 6:95, 10:34, 35:3, dan 40:62, dan keempatnya didahului (فَأَنَّىٰ, fa-annaa). Bentuk orang ketiga, (يُؤْفَكُونَ, yu'fakuuna) yang berarti "mereka dipalingkan", muncul enam kali, yaitu di 5:75, 9:30, 29:61, 30:55, 43:87, dan 63:4. Terjemahan memakai "dipalingkan" di kesepuluh ayat itu, dan kata (أَنَّىٰ, annaa) diterjemahkan "bagaimana" pada empat ayat yang memuat tu'fakuuna.

Tafsiran

Ayat ini menyusun satu perintah dan dua pertanyaan di sekitar satu pernyataan. Perintah membuka ayat, pertanyaan pertama menyusul, pernyataan tentang tidak adanya tuhan selain Dia berada di tengah, dan pertanyaan kedua menutup. Pertanyaan pertama tidak diberi ruang jawaban, dan pernyataan di tengah dapat dibaca sebagai jawabannya, karena pernyataan itu mengikuti langsung tanpa kata penghubung. Di 10:31 dan 34:24 jawabannya ikut tertulis di ayat yang sama, dan di 35:3 jawaban itu berbentuk pernyataan, bukan ucapan yang dikutip dari pihak lain.

Pertanyaan kedua mengubah arah. Pertanyaan pertama bertanya tentang ada atau tidaknya pencipta lain, sedangkan pertanyaan kedua tidak lagi bertanya tentang pencipta itu, tetapi tentang cara pembaca dipalingkan. Kata kerjanya tidak menyebut pelaku, sehingga ayat ini sendiri tidak menyatakan siapa yang memalingkan. Ayat 35:5 menyebut dua pihak yang memperdaya, yaitu kehidupan dunia dan si penipu, dan 35:6 menyebut setan sebagai musuh yang menyeru golongannya. Dapat dibaca bahwa pihak-pihak itu berkaitan dengan pemalingan di 35:3, tetapi tak satu pun ayat itu menghubungkannya secara eksplisit.

Perintah mengingat nikmat menyiapkan dasar bagi pertanyaan pertama. Isi nikmat yang dimaksud tidak diperinci dalam kalimat perintah, dan pertanyaan sesudahnya menyebut satu bentuk nikmat, yaitu rezeki dari langit dan bumi. Dapat dibaca bahwa pertanyaan itu mengisi apa yang harus diingat, karena pertanyaan itu mengikuti perintah langsung, tetapi ayat tidak mengikatnya dengan kata penghubung. Ayat 35:2 sebelumnya menyatakan bahwa pembukaan dan penahanan rahmat tidak dapat diambil alih siapa pun, dan 35:3 mengajukan hal yang berdekatan dalam bentuk pertanyaan tentang pencipta dan pemberi rezeki. Dua ayat itu berbeda bentuk, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi kedua-duanya meletakkan pembukaan dan pemberian pada satu pihak.

Seruan kepada manusia kembali di 35:5 dan 35:15, dan tiap seruan membawa isi yang berlainan. Di 35:3 isinya mengingat nikmat, di 35:5 janji Allah dan larangan diperdaya, dan di 35:15 pernyataan "kalianlah yang memerlukan Allah". Tiga seruan dalam satu surah menyapa pihak yang sama dengan tiga pokok berlainan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menaruh perintah mengingat nikmat sebelum pertanyaan, sehingga pertanyaan tentang siapa pemberi baru datang sesudah pembaca diminta menengok apa yang sudah diterimanya. Urutan itu mengubah cara pertanyaan terdengar: kalau pertanyaan datang lebih dulu, pertanyaan itu terasa seperti tuduhan, tetapi bila daftar nikmat datang lebih dulu, pertanyaan itu terasa seperti ajakan menghitung. Ayat ini menyebut nikmat itu sebagai nikmat Allah atas kalian. Apa yang akan terisi dalam daftar pembaca bila pembaca benar-benar berhenti sejenak untuk mengingat, sebelum menjawab pertanyaan yang menyusul?
  • Pertanyaan pertama bertanya tentang ada atau tidaknya, adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki dari langit dan bumi. Pertanyaan semacam itu dapat dijawab pembaca di dalam hati sebelum kalimat berikutnya dibaca, dan pembaca dapat memperhatikan jawabannya muncul dari mana. Pernyataan tentang tidak adanya tuhan selain Dia datang sesudahnya, dan pernyataan itu tidak menggantikan jawaban pembaca sendiri. Orang yang membaca ayat ini sambil menyebut nama pemberi rezeki yang dikenalnya sehari-hari, seperti pekerjaan, tanah, atau tabungan, dapat bertanya sejauh mana nama-nama itu menjawab "dari langit dan bumi". Jawaban apa yang muncul lebih dulu di dalam dirinya?
  • Ayat menyebut rezeki datang dari langit dan bumi, dua arah, dan tidak menyebut pekerjaan, gaji, atau pasar. Perantara yang dekat dan terlihat tidak dibahas oleh ayat ini, dan hal itu tidak berarti ayat menolaknya, sebab teks tidak menyatakan demikian. Pembaca dapat menelusuri satu makanan di piringnya mundur selangkah demi selangkah, dari warung, pasar, ladang, hujan, dan tanah, lalu menanyakan di titik mana penelusuran itu berhenti. Allah disebut sebagai yang memberi rezeki dari kedua arah itu bersama-sama. Sampai langkah ke berapa penelusuran pembaca berhenti, dan siapa yang disebutnya di titik itu?
  • Pertanyaan penutup bertanya bagaimana kalian dipalingkan, dan tidak bertanya mengapa. Kata kerjanya tidak menyebut pelaku, sehingga pembaca tidak diberi nama untuk disalahkan, dan pembaca diminta menengok prosesnya. Pergantian arah perhatian dapat dilacak langkah demi langkah ke belakang. Di antara hal-hal yang menyita perhatian pembaca minggu ini, mungkin ada yang telah menggeser tempat Allah dalam ingatannya tanpa pernah diputuskan secara sadar. Kapan terakhir pembaca menyadari arah perhatiannya berubah, dan bagaimana perubahan itu terjadi?
  • Di 10:31 pertanyaan yang serupa dijawab oleh pihak yang ditanya dengan satu kata, Allah, dan 35:3 tidak mencatat jawaban. Kedua ayat berbicara dalam suasana yang berbeda, sehingga tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa jawaban yang mudah diucapkan dan arah hidup yang sedang dijalani adalah dua hal yang dapat berjauhan, dan ayat ini menaruh pertanyaan "bagaimana kalian dipalingkan" tepat sesudah pernyataan tentang tidak adanya tuhan selain Dia. Bila jawaban pembaca atas pertanyaan pertama adalah Allah, apakah arah hariannya berjalan menuju jawaban itu?
  • Kata "atas kalian" menempatkan pembaca di posisi penerima: nikmat itu Allah yang memilikinya dan sampai kepada pembaca dari atas. Pembaca yang menyusun daftar pencapaian dengan kata "saya" dapat mencoba menuliskan sebagian daftar itu ulang dengan kata "atas saya", dan memperhatikan butir mana yang berubah rasanya. Teks tidak menyebut butir apa pun dalam daftar itu, dan pemilahannya tetap pekerjaan pembaca. Dari hal-hal yang selama ini disebut pencapaian, mana yang bila dibaca dengan kata "atas" terasa seperti sesuatu yang diterima?