وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
Dan jika mereka mendustakanmu, sungguh rasul-rasul sebelummu telah didustakan. Dan kepada Allah segala urusan dikembalikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَwa-in yukadzdzibuuka fa-qad kudzdzibat rusulun min qablikadan jika mereka mendustakanmu, sungguh rasul-rasul sebelummu telah didustakan
- وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُwa-ila llaahi turja'u l-umuurudan kepada Allah segala urusan dikembalikan
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- يُكَذِّبُوكَyukadzdzibuukamereka mendustakanmu
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- كُذِّبَتْkudzdzibatdidustakan
- رُسُلٌrusulunpara rasul
- مِنْmindari
- قَبْلِكَqablikasebelummu
- وَإِلَىwa-iladan kepada
- اللَّهِllaahiAllah
- تُرْجَعُturja'udikembalikan
- الْأُمُورُl-umuurusegala urusan
Inti bacaan
Rangkaian (وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ, wa-in yukadzdzibuuka fa-qad) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 22:42, 35:4, dan 35:25.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ, wa-in yukadzdzibuuka) yang berarti "dan jika mereka mendustakanmu". Kata kerjanya berakar ك-ذ-ب dalam bentuk kedua, dengan akhiran -uu yang berarti "mereka" dan akhiran -ka yang berarti "engkau". Bentuk kedua ini diterjemahkan "mendustakan" dan dibedakan dari bentuk dasar (كَذَبَ, kadzaba) yang berarti "berdusta". Keduanya hadir berdampingan di 39:32: (كَذَبَ عَلَى اللَّهِ, kadzaba 'alaa llaahi) berarti "berdusta terhadap Allah", dan (كَذَّبَ بِالصِّدْقِ, kadzdzaba bi-sh-shidqi) berarti "mendustakan kebenaran". Pelaku yang berdusta menyatakan sesuatu yang tidak benar, sedangkan pelaku yang mendustakan menolak sesuatu yang datang dari pihak lain, dan di 35:4 yang ditolak adalah penerima ayat.
Bentuk (يُكَذِّبُوكَ, yukadzdzibuuka) muncul tiga kali, yaitu di 22:42, 35:4, dan 35:25, dan ketiganya dibuka dengan (وَإِنْ, wa-in) yang berarti "dan jika". Bentuk lampau dengan akhiran yang sama, (كَذَّبُوكَ, kadzdzabuuka) yang berarti "mereka mendustakanmu", muncul tiga kali di tiga surah lain, yaitu 3:184, 6:147, dan 10:41. Terjemahan memakai "jika" untuk kedua bentuk itu. Siapa "mereka" tidak disebut di ayat ini.
Kalimat akibatnya dibuka (فَقَدْ, fa-qad) yang berarti "sungguh", dan kata kerjanya (كُذِّبَتْ, kudzdzibat) yang berarti "telah didustakan" tidak menyebut siapa yang mendustakan. Di dua ayat lain yang berawal sama kata kerjanya menyebut pelaku. Di 22:42, (فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ, fa-qad kadzdzabat qablahum) yang berarti "sungguh telah mendustakan sebelum mereka", pelakunya (قَوْمُ نُوحٍ, qawmu nuuhin) yang berarti "kaum Nuh" dan dua kaum lain sesudahnya. Di 35:25, (فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, fa-qad kadzdzaba lladziina min qablihim) yang berarti "sungguh orang-orang sebelum mereka telah mendustakan", pelakunya orang-orang sebelum mereka. Di 35:4 sorotannya pindah ke pihak yang didustakan, dan pihak yang mendustakan tidak disebut sama sekali. Terjemahan memakai "telah didustakan" dengan kata kerja tak bernama pelaku.
Kata (رُسُلٌ, rusulun) yang berarti "rasul-rasul" berbentuk jamak tanpa kata sandang, sehingga kata itu menunjuk kelompok yang jumlahnya tidak dibatasi. Susunan (رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ, rusulun min qablika) yang berarti "rasul-rasul sebelummu" muncul tiga kali, yaitu di 3:184, 6:34, dan 35:4, dan susunan yang lebih panjang (كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ, kudzdzibat rusulun min qablika) muncul dua kali, yaitu di 6:34 dan 35:4. Di 3:184 kata kerjanya (كُذِّبَ, kudzdziba) berbentuk laki-laki dan di dua ayat lain berbentuk perempuan, tetapi terjemahan memakai "telah didustakan" di ketiganya. Kata rusul yang sama dipakai di 35:1 dalam bentuk (رُسُلًا, rusulan), dan terjemahan di sana "utusan-utusan" karena yang disebut malaikat, sedangkan di sini "rasul-rasul" karena ayat menyebut mereka sebagai pendahulu penerima ayat.
Kata (قَبْلِكَ, qablika) yang berarti "sebelummu" berakar ق-ب-ل, dan frasa (مِنْ قَبْلِكَ, min qablika) muncul dua puluh delapan kali, yaitu di 2:4, 3:184, 4:60, 4:162, 6:10, 6:34, 6:42, 10:94, 12:109, 13:32, 13:38, 15:10, 16:43, 16:63, 21:25, 21:34, 21:41, 22:52, 28:46, 30:47, 32:3, 35:4, 39:65, 40:78, 41:43, 42:3, 43:23, dan 43:45. Akhiran -ka di semua ayat itu menunjuk penerima ayat, dan di 35:4 akhiran itu menunjuk orang yang sama dengan akhiran -ka pada yukadzdzibuuka, sehingga penerima ayat disebut dua kali dalam satu kalimat panjang.
Kalimat penutup, (وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ, wa-ilaa llaahi turja'u l-umuuru) yang berarti "dan kepada Allah segala urusan dikembalikan", muncul enam kali, yaitu di 2:210, 3:109, 8:44, 22:76, 35:4, dan 57:5. Kata kerja (تُرْجَعُ, turja'u) berakar ر-ج-ع dan tidak menyebut siapa yang mengembalikan, dan kata (الْأُمُورُ, l-umuuru) yang berarti "segala urusan" berakar أ-م-ر dalam bentuk jamak. Terjemahan 35:4 memakai "urusan" seperti 8:44, 22:76, dan 57:5, sedangkan terjemahan 2:210 dan 3:109 menulis "perkara" untuk kata yang sama. Kata depan (إِلَى, ilaa) yang berarti "kepada" menunjuk arah gerak urusan itu, yaitu menuju Allah.
Tafsiran
Ayat ini menaruh pendustaan terhadap penerima ayat di barisan pendustaan terhadap rasul-rasul sebelumnya, lalu menutupnya dengan satu kalimat tentang ke mana segala urusan kembali. Di 35:1 sampai 35:3 Allah dibicarakan lewat ciptaan dan pemberian, dan pembicaraan menyapa banyak orang dengan "kalian". Di antara enam ayat pertama surah ini, hanya 35:4 yang memakai akhiran -ka, yaitu sapaan kepada satu orang, sebelum 35:5 kembali menyapa manusia dengan "wahai manusia".
Kalimat yang sama muncul lagi di 35:25, dan perbedaan keduanya memperlihatkan peran ayat ini. Ayat 35:25 memakai pembuka yang sama lalu menyebut orang-orang sebelum mereka sebagai pelaku, dan merinci apa yang dibawa rasul-rasul mereka: (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) yang berarti "dengan bukti-bukti nyata", (بِالزُّبُرِ, bi-z-zuburi) yang berarti "dengan zubur", dan (بِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ, bi-l-kitaabi l-muniiri) yang berarti "dengan kitab yang menerangi". Ayat 35:4 tidak merinci apa pun dan tidak menyebut pelaku. Ayat 35:4 menyatakan bahwa pendustaan itu sudah pernah dialami, dan selanjutnya menyebut tempat segala urusan kembali. Rincian bukti baru datang jauh sesudahnya, sehingga jarak antara keduanya memberi 35:4 sifat ringkas.
Dua ayat lain memuat pernyataan yang hampir sama dengan lanjutan berlainan. Ayat 3:184 menyambungnya dengan bukti-bukti, lembaran-lembaran, dan kitab, dan 6:34 menyambungnya dengan kesabaran rasul-rasul itu, pertolongan yang datang kepada mereka, dan pernyataan bahwa tidak ada yang mengubah kalimat-kalimat Allah. Ayat 35:4 menyambungnya dengan pernyataan bahwa segala urusan dikembalikan kepada Allah. Tiga ayat itu membicarakan peristiwa yang sama dalam konteks yang berbeda, sehingga ketiganya tidak disamakan, dan masing-masing menambahkan satu keterangan yang tidak ada pada dua yang lain.
Kalimat penutup tidak menyatakan apa yang akan terjadi pada pihak yang mendustakan. Kalimat itu menyatakan arah segala urusan, dan keadaan akhir dua kelompok baru dirinci di 35:7, yaitu azab yang keras bagi orang-orang yang kufur dan ampunan serta pahala yang besar bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Di antara pernyataan tentang pendustaan dan rincian itu, ayat ini memberi satu jeda: pendustaan disebut, dan penyelesaiannya dititipkan kepada pihak yang menjadi tujuan segala urusan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut bahwa rasul-rasul sebelum penerimanya telah didustakan, sehingga penolakan yang dialami penerima ayat memiliki pendahulu. Nasib tiap pendahulu itu belum dicatat di sini, dan hasil tertentu pun tidak dijanjikan. Pembaca yang pernah ditolak ketika menyampaikan sesuatu dapat memperhatikan apa yang diberikan ayat ini dan apa yang tidak diberikannya: ayat memberi urutan, yaitu ada yang lebih dulu mengalami hal serupa, tetapi tidak memberi kepastian bahwa penolakan itu akan berbalik. Dengan membaca ayat itu apa adanya, kepada siapa pembaca mencari kepastian itu, dan apa yang dikatakan kalimat berikutnya tentang tempat kembali segala urusan?
- Kata kerja di ayat ini tidak bernama pelaku, dan sorotannya jatuh pada rasul-rasul yang didustakan. Ayat 22:42 dan 35:25 menyebut pihak yang mendustakan, yaitu kaum Nuh dan orang-orang sebelum mereka, sehingga sorotan di sana berpindah kepada para pelaku penolakan. Pembaca yang menceritakan kembali penolakan yang pernah dialaminya dapat memperhatikan siapa yang berada di tengah ceritanya: yang menolak, dengan nama dan wajahnya, atau yang ditolak, dengan apa yang dibawanya. Allah menutup ayat ini dengan kalimat tentang urusan, dan cerita pembaca barangkali memerlukan penutup serupa. Siapa yang paling sering menjadi pusat cerita itu?
- Ayat ini menyebut penolakan tanpa menyebut hasil, dan kalimat terakhirnya hanya menyebut tempat segala urusan kembali. Di 6:34 hasil disebut secara terbuka, yaitu pertolongan yang datang kepada rasul-rasul sesudah mereka bersabar, tetapi ayat itu berbicara tentang rasul-rasul yang sudah selesai kisahnya dan tidak disamakan dengan 35:4. Pembaca yang menimbang pekerjaannya dengan ukuran diterima atau ditolak dapat memeriksa ukuran apa yang tersisa bila kalimat penutup ayat ini yang dipakai. Allah disebut sebagai pihak tempat segala urusan kembali, dan ukuran itu tidak meminta jawaban orang lain lebih dulu. Ukuran apa yang tersisa bagi pekerjaan pembaca di luar diterima atau ditolak?
- Kata "mereka" di awal ayat tidak disertai nama, dan ayat ini tidak mengisinya. Pembaca dapat mengisinya dengan wajah tertentu, misalnya seorang kerabat, rekan kerja, atau tetangga, dan isian itu datang dari pengalaman pembaca sendiri, tidak dari teks. Ayat yang menyebut Allah sebagai tujuan segala urusan tidak memberi pembaca tugas menghakimi siapa pun yang mengisi kata itu. Bagaimana rasanya membaca ayat ini sambil sengaja membiarkan kata "mereka" kosong, tanpa wajah, sehingga yang tinggal adalah pendustaan itu sendiri dan tempat kembalinya?
- Segala urusan dikembalikan kepada Allah, dan kata "segala" mencakup urusan pembaca yang sedang digenggamnya dengan erat. Kata kerja yang dipakai tidak menyebut siapa yang mengembalikan, dan arah geraknya jelas: dari tangan siapa pun menuju Allah. Pembaca yang memikul sebuah hasil sebagai beban pribadi dapat memeriksa urusan mana yang masih terasa seperti miliknya untuk diselesaikan sampai tuntas, dan urusan mana yang sebenarnya perlu dikembalikan. Ayat tidak memerinci urusan apa pun, sehingga pembaca sendiri yang mengisi daftarnya. Urusan apa dalam hidupnya yang masih digenggam seakan-akan harus kembali kepada pembaca sendiri?
- Ayat ini berbicara kepada satu penerima, dan pola yang dinyatakannya menyangkut rasul-rasul. Ayat tidak menyatakan bahwa setiap orang yang ditolak berada di barisan yang sama dengan mereka. Pembaca yang mengambil ayat ini sebagai penghiburan dapat membedakan apa yang ditujukan kepada penerima ayat dan apa yang dapat dibawanya untuk dirinya, yaitu bahwa penolakan terhadap pembawa kabar sudah pernah terjadi dan bahwa Allah menjadi tempat kembali segala urusan. Mengambil lebih banyak dari itu berarti menambah sesuatu yang tidak tertulis. Seberapa jauh penghiburan yang diambil pembaca dari ayat ini sejalan dengan apa yang sebenarnya dikatakan teks?