يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kalian, dan janganlah sekali-kali si penipu memperdaya kalian tentang Allah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّyaa ayyuhaa n-naasu inna wa'da llaahi haqqunwahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar
- فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُfa-laa taghurrannakumu l-hayaatu d-dunyaa wa-laa yaghurrannakum bi-llaahi l-gharuurumaka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kalian, dan janganlah sekali-kali si penipu memperdaya kalian tentang Allah
Terjemahan per kata (15 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّاسُn-naasumanusia
- إِنَّinnasesungguhnya
- وَعْدَwa'dajanji
- اللَّهِllaahiAllah
- حَقٌّhaqqunbenar
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَغُرَّنَّكُمُtaghurrannakumumemperdayakan kalian
- الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَلَاwa-laadan janganlah
- يَغُرَّنَّكُمْyaghurrannakummemperdayakan kalian
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- الْغَرُورُl-gharuurupenipu
Inti bacaan
Susunan (بِاللَّهِ الْغَرُورُ, bi-llaahi l-gharuuru) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:33, 35:5, dan 57:14.
Penjelasan pilihan kata
Seruan (يَا أَيُّهَا النَّاسُ, yaa ayyuhaa n-naasu) yang berarti "wahai manusia" membuka ayat ini seperti di 35:3 dan 35:15, sehingga surah 35 memakainya tiga kali. Seruan yang sama membuka 31:33, yaitu ayat yang kalimat penutupnya hampir sama dengan ayat ini. Kalimat pertama sesudah seruan, (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar", muncul delapan kali, yaitu di 10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Kata (وَعْدَ, wa'da) yang berarti "janji" berakar و-ع-د, dan kata (حَقٌّ, haqqun) yang berarti "benar" berdiri tanpa kata sandang sebagai keterangan. Terjemahan menambahkan "itu" pada janji Allah untuk menandai pokok kalimat, seperti di 10:55, 30:60, 31:33, 40:55, dan 40:77.
Kalimat tentang janji itu disambung dengan (فَ, fa) yang berarti "maka" dan sebuah perintah atau larangan di lima dari delapan ayat tersebut. Di 30:60, 40:55, dan 40:77 sambungannya (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka bersabarlah", dan di 31:33 serta 35:5 sambungannya (فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ, fa-laa taghurrannakumu) yang berarti "maka janganlah sekali-kali ... memperdaya kalian". Tiga ayat sisanya berbeda: 10:55 menyambungnya dengan pernyataan bahwa kebanyakan mereka tidak mengetahui, sedangkan 45:32 dan 46:17 menaruhnya di dalam ucapan seseorang kepada pihak lain. Di 35:5 janji itu langsung disusul larangan, dan isi janjinya tidak diperinci di dalam ayat ini.
Kata kerja (تَغُرَّنَّكُمُ, taghurrannakumu) berakar غ-ر-ر dan berarti "memperdaya kalian". Kata kerja ini memakai (لَا, laa) yang berarti "jangan" dan akhiran -nna yang menegaskan larangan, dan terjemahan menandai akhiran itu dengan "sekali-kali". Terjemahan yang sama dipakai untuk akhiran yang serupa di 43:62, (وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ, wa-laa yashuddannakumu) yang berarti "dan janganlah sekali-kali ... menghalangi kalian", dan di 30:60, (وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ, wa-laa yastakhiffannaka) yang berarti "dan janganlah sekali-kali ... membuat engkau goyah". Susunan (فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, fa-laa taghurrannakumu l-hayaatu d-dunyaa) muncul dua kali, yaitu di 31:33 dan 35:5.
Larangan pertama menyebut (الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, l-hayaatu d-dunyaa) yang berarti "kehidupan dunia" sebagai pelaku yang memperdaya. Kata (الدُّنْيَا, d-dunyaa) berakar د-ن-و, akar yang sama dengan (أَدْنَىٰ, adnaa) di 4:3, (ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ, dzaalika adnaa) yang berarti "yang demikian itu lebih dekat". Kehidupan dunia menjadi pelaku kata kerja غ-ر-ر di enam ayat, yaitu 6:70, 6:130, 7:51, 31:33, 35:5, dan 45:35. Di empat di antaranya kata kerjanya lampau: (وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, wa-gharrat-humu l-hayaatu d-dunyaa) yang berarti "dan kehidupan dunia telah memperdaya mereka" di 6:70, 6:130, dan 7:51, serta (وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, wa-gharratkumu l-hayaatu d-dunyaa) yang berarti "dan kehidupan dunia telah memperdaya kalian" di 45:35. Di dua ayat sisanya, 31:33 dan 35:5, kata kerjanya larangan, sehingga peristiwa yang di empat ayat lain sudah terjadi di sini masih dicegah.
Larangan kedua menyebut (الْغَرُورُ, l-gharuuru) yang berarti "si penipu" sebagai pelaku, dan kata ini berbeda dari (غُرُورًا, ghuruuran) yang berarti "tipuan". Bentuk ghuruuran muncul lima kali, yaitu di 4:120, 6:112, 17:64, 33:12, dan 35:40, dan (الْغُرُورِ, l-ghuruuri) muncul dua kali, yaitu di 3:185 dan 57:20. Bentuk l-gharuuru muncul tiga kali, yaitu di 31:33, 35:5, dan 57:14, dan ketiganya berbunyi (بِاللَّهِ الْغَرُورُ, bi-llaahi l-gharuuru) yang berarti "si penipu tentang Allah". Di 57:14, (وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ, wa-gharrakum bi-llaahi l-gharuuru) yang berarti "dan si penipu memperdaya kalian tentang Allah", kata kerjanya lampau dan pelaku itu disebut sesudah angan-angan, yaitu (الْأَمَانِيُّ, l-amaaniyyu), sebagai pelaku lain.
Kata depan (بِ, bi-) pada (بِاللَّهِ, bi-llaahi) diterjemahkan "tentang", sehingga larangan kedua menyangkut penipuan yang mengenai Allah, tidak penipuan lain. Cara penipu itu bekerja tidak diuraikan di ayat ini. Terjemahan memakai "memperdaya" untuk akar غ-ر-ر di 35:5, 31:33, dan 57:14, dan "si penipu" untuk l-gharuuru di ketiganya.
Tafsiran
Ayat ini memberi seruan kedua kepada manusia di surah ini, dan susunannya lurus: pernyataan, lalu dua larangan. Pernyataan tentang janji Allah mendapat kalimat tersendiri, dan dua larangan sesudahnya dipisahkan oleh (وَلَا, wa-laa) yang berarti "dan janganlah", sehingga tiap larangan berdiri sendiri dan keduanya tidak digabung. Larangan pertama menyebut keadaan, yaitu kehidupan dunia, dan larangan kedua menyebut pihak yang berbuat, yaitu si penipu. Dua sumber itu tidak dihubungkan oleh ayat ini, dan ayat tidak menyatakan bahwa yang satu bekerja lewat yang lain.
Ayat 31:33 memuat bagian akhir yang sama kata demi kata, tetapi bagian depannya berbeda. Di 31:33 seruan itu diawali perintah bertakwa dan peringatan akan sebuah hari ketika seorang ayah tidak dapat menolong anaknya, sedangkan di 35:5 seruan langsung membawa pernyataan tentang janji Allah. Dua ayat itu berbicara dalam suasana yang berlainan, sehingga keduanya tidak disamakan. Perbandingan itu memperlihatkan bahwa dua larangan yang sama dapat ditempelkan pada dua pembuka yang berbeda; di 35:5 pembukanya janji, dan hari tidak disebut.
Ayat sebelumnya, 35:4, menyebut pendustaan terhadap rasul-rasul dan segala urusan yang kembali kepada Allah. Ayat 35:5 meneruskan pembicaraan kepada manusia secara umum: sesudah penerima ayat disapa, manusia disapa lagi dengan peringatan tentang dua hal yang memperdaya. Ayat sesudahnya, 35:6, menyebut setan sebagai musuh yang menyeru golongannya ke api yang menyala, dan dapat dibaca bahwa si penipu di 35:5 ada hubungannya dengan setan, tetapi 35:5 sendiri tidak menyatakan hubungan itu. Ayat 35:7 kemudian merinci dua keadaan akhir, azab yang keras dan ampunan serta pahala yang besar, dan dapat dibaca bahwa isi janji Allah dirinci di sana, tetapi 35:5 tidak menunjuknya.
Di 57:14 kata yang sama, si penipu memperdaya tentang Allah, dilaporkan sebagai peristiwa yang sudah terjadi dalam percakapan orang-orang yang menunggu, ragu, dan diperdaya angan-angan. Di 35:5 dan 31:33 kata itu muncul sebagai larangan sebelum kejadian. Tiga ayat itu membicarakan keadaan yang berlainan, tetapi surah 35 dan surah 31 menaruh pernyataan itu pada saat larangan masih dapat dipatuhi, dan surah 57 menaruhnya pada saat peristiwanya sudah selesai.
Renungan dan Hikmah
- Larangan pertama menyebut kehidupan dunia, yaitu sebuah keadaan, dan larangan kedua menyebut si penipu, yaitu sebuah pelaku. Pembaca yang waspada terhadap penipuan dapat membayangkan orang yang menipu, sedangkan ayat ini menaruh keadaan lebih dulu. Keadaan tidak berniat, tidak berbicara, dan tidak meminta apa pun, tetapi ayat tetap menyebutnya sebagai yang dapat memperdaya, dan pembaca dapat bertanya bagaimana sesuatu yang diam mampu menyesatkan. Allah menjadi pihak yang janji-Nya disebut benar sebelum keduanya dilarang. Pembaca lebih sering menjaga diri dari orang yang menipu, atau dari keadaan yang membuainya?
- Di 6:70, 6:130, 7:51, dan 45:35 kehidupan dunia dilaporkan sudah memperdaya, sedangkan di 35:5 kata kerjanya larangan. Ayat ini berada di sisi sebelum, ketika memperdaya belum menjadi kenyataan bagi pembaca. Orang yang membaca laporan di ayat-ayat lain mungkin merasa sedang menonton nasib pihak lain, padahal 35:5 menaruh pembaca pada tempat yang masih dapat memilih. Dalam kehidupan sehari-hari, garis antara belum dan sudah dapat terasa kabur, dan ayat ini tidak menggambarkan garis itu. Di bagian mana dalam hidupnya pembaca masih berada di sisi "janganlah" dan belum di sisi "telah memperdaya"?
- Ayat ini membuka dengan pernyataan bahwa janji Allah benar, dan baru sesudah itu memuat dua larangan. Isi janjinya tidak disebut di ayat ini, sehingga pembaca membawa pengertiannya sendiri tentang apa yang dijanjikan. Larangan tanpa dasar terasa seperti perintah yang tidak punya sebab, tetapi larangan yang datang sesudah kepastian terasa seperti penjagaan bagi sesuatu yang berharga. Pembaca dapat menuliskan apa yang ia pahami sebagai janji Allah, lalu memeriksa bagian mana yang mudah memudar ketika hari-hari sedang ramai. Apa yang tertulis dalam daftar itu, dan siapa yang menulisnya lebih dulu, ayat atau pembaca?
- Larangan kedua berbunyi janganlah si penipu memperdaya kalian tentang Allah, dan kata "tentang" menaruh penipuan itu pada kabar mengenai Allah, tidak pada urusan lain. Cara si penipu bekerja tidak diuraikan, sehingga ayat tidak memberi contoh kalimat penipuan yang dapat dikenali. Pembaca yang menerima banyak kabar tentang Allah dari berbagai sumber dapat memeriksa dari mana tiap kabar datang dan dengan ukuran apa kabar itu diperiksa. Allah menyebut janji-Nya benar dalam kalimat yang sama dengan larangan itu, sehingga kabar yang benar dan kabar yang memperdaya berdiri di ayat yang sama. Dengan ukuran apa pembaca membedakan keduanya?
- Kedua larangan memakai akhiran penegas yang diterjemahkan sebagai "sekali-kali", dan akhiran itu juga dipakai di 43:62 dan 30:60 untuk larangan yang serupa. Ayat memakai akhiran itu dua kali berturut-turut, pada larangan pertama dan pada larangan kedua. Pembaca yang menanggapi peringatan sebagai saran yang boleh ditimbang santai dapat memperhatikan bahwa ayat ini sendiri menyusunnya dengan nada tegas. Peringatan mana dalam hidup pembaca yang selama ini diterima sebagai anjuran biasa, tetapi dalam ayat ini bentuknya mengikat dua kali? Teks tidak menyebut peringatan tertentu, dan pemilahan itu tetap pekerjaan pembaca.
- Kata dunia di ayat ini berasal dari akar yang berarti dekat, sehingga kehidupan dunia dapat dibaca sebagai kehidupan yang terdekat dengan pembaca. Yang terdekat dapat luput dari pemeriksaan karena tersedia setiap hari tanpa diminta. Ayat menempatkan hal yang dekat itu sebagai sesuatu yang dapat memperdaya, dan tidak menyebut hal yang jauh. Pembaca dapat mencermati bagian hidup yang paling dekat, misalnya pekerjaan, rumah, atau rencana minggu depan, lalu menanyakan bagian mana yang membuatnya merasa tidak perlu memikirkan janji Allah. Apa yang terdekat dalam hidup pembaca, dan seberapa sering ia diperiksa?