إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya setan itu musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia musuh. Sesungguhnya ia hanya menyeru golongannya agar mereka menjadi penghuni api yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّاinna sh-shaytaana lakum aduwwun fa-ttakhidzuuhu aduwwansesungguhnya setan itu musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia musuh
  2. إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِinnamaa yad'uu hizbahu li-yakuunuu min ashaabi s-sa'iirisesungguhnya ia hanya menyeru golongannya agar mereka menjadi penghuni api yang menyala-nyala
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar sh-t-n, '-d-w, a-kh-dz, d-'-w, h-z-b, k-w-n, s-h-b, s-'-r): innamaa yad'uu hizbahu diterjemahkan 'ia hanya menyeru golongannya' (akar d-'-w, da'aa negatif: setan menyeru ke api, kontras Allah/rasul menyeru ke petunjuk, cf. 31:21, 28:41); ashaab as-sa'iir diterjemahkan 'penghuni api menyala' (akar s-h-b + akar s-'-r). gloss '(neraka)/(yang menyala-nyala)' dibuang.

Aplikasi

Instruksi eksplisit dan langsung: 'jadikanlah setan musuh', kewaspadaan terhadap godaan tidak diminta bersikap pasif, melainkan sikap aktif dan sadar memperlakukannya sebagai ancaman nyata yang harus dilawan.