الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
Orang-orang yang kufur, bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌalladziina kafaruu lahum 'adzaabun syadiidunorang-orang yang kufur, bagi mereka azab yang keras
- وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌwa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati lahum maghfiratun wa-ajrun kabiirundan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar
Terjemahan per kata (13 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- شَدِيدٌsyadiidunyang keras
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مَغْفِرَةٌmaghfiratunampunan
- وَأَجْرٌwa-ajrundan pahala
- كَبِيرٌkabiirunyang besar
Inti bacaan
Susunan lahum 'adzaabun syadiidun muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:4, 35:7, 35:10, 38:26, 42:16, dan 42:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur". Kata kerja kafaruu berakar ك-ف-ر, dan terjemahan memakai "kufur" seperti di 3:4, 10:4, dan 35:36. Susunan (الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ, alladziina kafaruu lahum), yaitu kelompok yang kufur dengan "bagi mereka" langsung sesudahnya, muncul tiga kali di dua surah, yaitu 10:4, 35:7, dan 35:36. Di 10:4 dan 35:36 kelompok itu dibuka dengan (وَالَّذِينَ كَفَرُوا, wa-lladziina kafaruu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur", sedangkan 35:7 menaruhnya di awal ayat tanpa kata penyambung. Isi yang menyusul pun berbeda di ketiga tempat: di 10:4 (شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ, syaraabun min hamiimin) yang berarti "minuman dari air mendidih", di 35:36 (نَارُ جَهَنَّمَ, naaru jahannama) yang berarti "api Jahanam", dan di 35:7 (عَذَابٌ شَدِيدٌ, 'adzaabun syadiidun) yang berarti "azab yang keras".
Kata (عَذَابٌ, 'adzaabun) yang berarti "azab" berakar ع-ذ-ب, dan kata (شَدِيدٌ, syadiidun) yang berarti "yang keras" berakar ش-د-د. Keduanya bertanwin dan tanpa kata sandang, sehingga terjemahan memakai "azab yang keras" tanpa tambahan "itu". Susunan (لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ, lahum 'adzaabun syadiidun) muncul enam kali di empat surah, yaitu 3:4, 35:7, 35:10, 38:26, 42:16, dan 42:26. Dua di antaranya ada di surah yang sama. Di 35:7 susunan itu ditujukan kepada orang-orang yang kufur, dan di 35:10 kepada (وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ, wa-lladziina yamkuruuna s-sayyi'aati) yang berarti "dan orang-orang yang merencanakan makar jahat".
Kelompok kedua disebut dengan (وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh". Kata kerja aamanuu berakar أ-م-ن, 'amiluu berakar ع-م-ل, dan sh-shaalihaati berakar ص-ل-ح dengan kata sandang al- di depannya. Susunan (آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ, aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati lahum), yaitu dua kata kerja itu dengan "bagi mereka" langsung sesudahnya, muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 5:9, 22:50, 31:8, 35:7, 41:8, 84:25, dan 85:11. Tiga dari tujuh menaruh ampunan sebagai isi pertama, yaitu 5:9, 22:50, dan 35:7. Di 22:50 ampunan disusul (وَرِزْقٌ كَرِيمٌ, wa-rizqun kariimun) yang berarti "dan rezeki yang mulia", sedangkan di 35:7 disusul (وَأَجْرٌ كَبِيرٌ, wa-ajrun kabiirun) yang berarti "dan pahala yang besar". Sisanya memakai isi lain: taman-taman di 31:8 dan 85:11, serta pahala yang tidak putus di 41:8 dan 84:25.
Ampunan dan pahala ditulis (مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ, maghfiratun wa-ajrun) yang berarti "ampunan dan pahala". Akar maghfiratun adalah غ-ف-ر dan akar ajrun adalah أ-ج-ر. Urutan itu, ampunan lebih dulu, sama di lima ayat yang menaruh kedua kata ini berdampingan, yaitu 5:9, 11:11, 35:7, 49:3, dan 67:12. Di tiga dari lima, penutupnya (كَبِيرٌ, kabiirun) yang berarti "yang besar", yaitu 11:11, 35:7, dan 67:12, dan penerimanya berbeda-beda. Di 11:11 penerimanya (الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, lladziina shabaruu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "orang-orang yang sabar dan beramal saleh", dan di 67:12 (الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ, lladziina yakhsyawna rabbahum bi-l-ghaybi) yang berarti "orang-orang yang takut kepada Tuhannya secara gaib". Terjemahan 35:7 memakai "ampunan" dan "pahala" tanpa menambahkan siapa yang mengampuni dan siapa yang memberi pahala, karena ayat ini tidak menyebut pelakunya. Awal kalimat kedua diterjemahkan "Dan", seperti awal kalimat yang sepadan di 10:4 dan 35:36.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua keadaan akhir yang disusun berimbang. Tiap kalimatnya dibuka dengan "orang-orang yang", disusul perbuatan mereka, lalu "bagi mereka" dan akibatnya. Kelompok pertama dicirikan satu kata kerja, kafaruu, sedangkan kelompok kedua dicirikan dua kata kerja yang dirangkai, aamanuu dan 'amiluu. Ayat tidak mengatakan apakah salah satu dari dua kata kerja itu cukup bagi kelompok kedua, dan tidak memuat keterangan waktu atau tempat bagi kedua keadaan itu.
Ayat 35:6 berhenti pada tujuan ajakan setan, yaitu (أَصْحَابِ السَّعِيرِ, ashaabi s-sa'iiri) yang berarti "penghuni api yang menyala-nyala", sedangkan 35:7 membicarakan dua kelompok manusia tanpa memakai kata sa'iiri dan tanpa menyebut setan. Hubungan antara golongan setan di 35:6 dan orang-orang yang kufur di 35:7 tidak dinyatakan oleh kedua ayat itu, dan hanya terbaca dari urutannya.
Ayat 35:5 menyatakan (وَعْدَ اللَّهِ, wa'da llaahi) yang berarti "janji Allah" itu benar, tanpa menyebut isinya. Dapat dibaca bahwa 35:7 memberi isi pada janji itu, yaitu azab bagi satu pihak serta ampunan dan pahala bagi pihak lain, tetapi 35:7 sendiri tidak memakai kata janji.
Dua keadaan ini kembali diuraikan di bagian surah yang lebih belakang. Di 35:28 Allah disebut (عَزِيزٌ غَفُورٌ, 'aziizun ghafuurun) yang berarti "digdaya lagi pengampun", dan 35:30 menyebut maksud bagi orang-orang di 35:29, yaitu (لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ, li-yuwaffiyahum ujuurahum) yang berarti "agar Dia menyempurnakan pahala mereka", lalu menutup dengan (إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ, innahu ghafuurun syakuurun) yang berarti "sesungguhnya Dia pengampun lagi pengganjar". Sisi lainnya muncul di 35:36, tempat azab bagi orang-orang yang kufur disebut tidak diringankan dari mereka. Dengan demikian 35:7 berperan sebagai ringkasan dua baris yang rinciannya menyusul.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 35:7 menyebut azab yang keras bagi orang-orang yang kufur dan ampunan serta pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, tetapi tidak menyebut kapan keduanya terjadi dan di mana. Ayat 35:5 sebelumnya menyatakan bahwa janji Allah itu benar, dan janji itu di sini tidak diberi tanggal. Bagi pembaca yang menaruh urusan penting di kalender, ayat yang memuat dua keadaan akhir tanpa kalender menyajikan sesuatu yang tidak bisa dijadwalkan. Ketika pembaca membayangkan kedua keadaan itu, apakah keduanya ditaruh jauh di depan dalam hidupnya, atau dibiarkan tinggal di dekat urusan yang sedang dikerjakannya sekarang?
- Ampunan disebut lebih dulu daripada pahala di kelima ayat yang menaruh keduanya berdampingan, dan di 35:28 Allah disebut Sang Pengampun. Pembaca yang menyusun daftar harapan memakai suatu urutan, dan ayat ini menunjukkan urutan tertentu untuk isi balasan yang sama. Pembaca dapat memperhatikan urutan pada harapannya sendiri: ketika membayangkan balasan dari Allah, apakah pahala yang disebut lebih dulu, atau ampunan? Bila pahala lebih sering disebut, apa yang membuat ampunan terasa lebih jauh dari diri sendiri, padahal ayat memberinya tempat di depan?
- Kelompok pertama dicirikan satu kata kerja, sedangkan kelompok kedua dicirikan dua kata kerja yang dirangkai dengan kata dan. Ayat tidak mengatakan apakah salah satu dari kedua kata kerja itu berdiri sendiri bagi kelompok kedua, sehingga pembaca tidak diberi cara menghitung yang sudah jadi. Pembaca dapat membuat dua daftar terpisah tentang dirinya sendiri, satu berisi apa yang dipercayai dan satu lagi berisi apa yang dikerjakan, lalu melihat apakah panjang kedua daftar itu seimbang. Dari kedua daftar itu, daftar mana yang lebih mudah ditulis, dan apa yang membuat daftar yang lain lebih lambat terisi?
- Ampunan dan pahala yang besar disebut bagi tiga gambaran yang berbeda: orang-orang yang beriman dan beramal saleh di 35:7, orang-orang yang sabar dan beramal saleh di 11:11, serta orang-orang yang takut kepada Tuhannya secara gaib di 67:12. Ketiga ayat itu berbeda konteks, sehingga tidak disamakan, dan tidak ada ayat yang menyatakan ketiganya sebagai sebutan bagi orang yang sama. Dapat dibaca bahwa satu balasan disebut bagi beberapa gambaran manusia. Pembaca dapat bertanya gambaran mana dari ketiganya yang paling dekat dengan keadaannya sekarang, dan apakah pembaca pernah mendapati dirinya berada pada dua gambaran sekaligus ketika menghadapi satu persoalan yang sama?
- Ayat 35:5 menyebut janji Allah dan berhenti di situ, lalu 35:7 memberi dua isi yang berlawanan. Pembaca yang mengisi kata janji dengan isi susunannya sendiri akan mendapati bahwa ayat 35:7 memuat dua isi sekaligus bagi kata itu, satu berat dan satu lapang. Sebelum membaca ayat ini, isi apa yang ditaruh pembaca pada kata janji ketika kata itu dihubungkan dengan Allah? Bila isinya selama ini serba lapang, bagian mana dari ayat ini yang paling sulit diterima sebagai bagian dari kata yang sama?
- Ayat 35:7 terdiri dari dua baris, dan bagian surah yang lebih belakang menguraikannya. Di 35:30 Dia disebut menyempurnakan pahala orang-orang di 35:29 dan menambah karunia, dan di 35:36 azab bagi orang-orang yang kufur disebut tidak diringankan dari mereka. Ringkasan dua baris yang rinciannya menyusul menaruh pembaca pada pilihan: berhenti pada yang pendek atau melanjutkan ke yang panjang. Bila ayat ini dibaca sebagai ringkasan, rincian mana yang akan dibuka lebih dulu, yang menyempurnakan atau yang tidak diringankan?