أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Maka, apakah orang yang dijadikan terasa indah keburukan amalnya, sehingga ia memandangnya baik, sama dengan orang yang mendapat petunjuk? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka, janganlah dirimu lenyap karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًاa-fa-man zuyyina lahu suu'u 'amalihi fa-ra'aahu hasananmaka, apakah orang yang dijadikan terasa indah keburukan amalnya, sehingga ia memandangnya baik, sama dengan orang yang mendapat petunjuk
  2. فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُfa-inna llaaha yudhillu man yasyaa'u wa-yahdii man yasyaa'usesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
  3. فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَfa-laa tadzhab nafsuka 'alayhim hasaraatin inna llaaha 'aliimun bi-maa yashna'uunamaka, janganlah dirimu lenyap karena kesedihan terhadap mereka; sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  2. زُيِّنَzuyyinadihiasi
  3. لَهُlahubaginya
  4. سُوءُsuu'ukeburukan
  5. عَمَلِهِ'amalihiamalnya
  6. فَرَآهُfa-ra'aahulalu ia melihatnya
  7. حَسَنًاhasananyang baik
  8. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  9. اللَّهَllaahaAllah
  10. يُضِلُّyudhilluDia menyesatkan
  11. مَنْmanorang yang
  12. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  13. وَيَهْدِيwa-yahdiidan Dia memberi petunjuk
  14. مَنْmanorang yang
  15. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  16. فَلَاfa-laamaka janganlah
  17. تَذْهَبْtadzhablenyap
  18. نَفْسُكَnafsukadirimu
  19. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  20. حَسَرَاتٍhasaraatinpenyesalan
  21. إِنَّinnasesungguhnya
  22. اللَّهَllaahaAllah
  23. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  24. بِمَاbi-maapada apa yang
  25. يَصْنَعُونَyashna'uunamereka perbuat

Inti bacaan

Frasa (زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ, zuyyina lahu suu'u 'amalihi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:8 dan 47:14.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَفَمَنْ, a-fa-man) yang berarti "maka, apakah orang yang". Di 47:14 kalimat yang dibuka (أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ, a-fa-man kaana 'alaa bayyinatin min rabbihi) yang berarti "maka, apakah orang yang berada di atas bukti nyata dari Tuhannya" ditutup dengan pembanding (كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ, ka-man zuyyina lahu suu'u 'amalihi) yang berarti "seperti orang yang keburukan amalnya dijadikan terasa indah baginya". Di 35:8 pertanyaan berhenti pada kata hasanan dan tidak memuat pembanding tertulis. Frasa "sama dengan orang yang mendapat petunjuk" di ujung terjemahan karena itu tidak berasal dari satu kata Arab pun di ayat ini. Terjemahan menyusunnya dari kata (وَيَهْدِي, wa-yahdii) yang berarti "dan memberi petunjuk", yang muncul beberapa kata sesudahnya di ayat yang sama.

Kata kerja (زُيِّنَ, zuyyina) yang berarti "dijadikan terasa indah" berakar ز-ي-ن, bentuk kedua dalam bentuk pasif. Bentuk persis zuyyina muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu 2:212, 3:14, 6:122, 9:37, 10:12, 13:33, 35:8, 40:37, 47:14, dan 48:12, dan di kesepuluhnya pelaku tidak tertulis. Di ayat lain pelaku tertulis, yaitu (زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ, zayyana lahumu sy-syaythaanu) yang berarti "setan menghias bagi mereka" di 6:43, 8:48, 16:63, 27:24, dan 29:38, serta (زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ, zayyannaa lahum a'maalahum) yang berarti "Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka" di 27:4. Di 35:8 tertulis (زُيِّنَ لَهُ, zuyyina lahu) yang berarti "dijadikan terasa indah baginya", dan terjemahan tidak menambahkan pelaku. Frasa (سُوءُ عَمَلِهِ, suu'u 'amalihi) berakar س-و-ء dan ع-م-ل, dan muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 35:8, 40:37, dan 47:14. Terjemahan memakai "keburukan amalnya" seperti di 40:37 dan 47:14, sehingga ketiga ayat itu memuat frasa yang sama dengan padanan yang sama.

Bentuk (فَرَآهُ, fa-ra'aahu) muncul dua kali, yaitu di 35:8 dan 37:55. Di 37:55 bunyinya (فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ, fa-ra'aahu fii sawaa'i l-jahiimi) yang berarti "lalu melihatnya di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala", dan kata kerjanya diikuti tempat. Di 35:8 kata kerja yang sama diikuti (حَسَنًا, hasanan) yang berarti "baik", berakar ح-س-ن, yaitu sebuah penilaian, sehingga terjemahan memakai "memandangnya baik".

Susunan (يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ, yudhillu man yasyaa'u wa-yahdii man yasyaa'u) muncul dua kali, yaitu di 16:93 dan 35:8. Kata kerja yudhillu berakar ض-ل-ل dan berarti "menyesatkan", kata kerja yahdii berakar ه-د-ي dan berarti "memberi petunjuk", dan yasyaa'u berakar ش-ي-أ dan berarti "Dia kehendaki". Bagian (وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ, wa-yahdii man yasyaa'u) muncul lima kali, yaitu di 10:25, 14:4, 16:93, 35:8, dan 74:31. Di 13:27 kata kerja kedua diberi arah: (يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ, yudhillu man yasyaa'u wa-yahdii ilayhi man anaaba) yang berarti "menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk ke arah-Nya bagi siapa yang bertobat". Sesudah wa-yahdii di 35:8 langsung datang man yasyaa'u, sehingga dasar kehendak itu tidak dinyatakan di sini.

Kata kerja (تَذْهَبْ, tadzhab) berakar ذ-ه-ب dan berarti "pergi". Akar itu diterjemahkan "melenyapkan" di 2:17, "menghilangkan" di 2:20, serta "hilang" di 8:46 dan 11:10, sehingga terjemahan 35:8 memakai "lenyap" untuk (فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ, fa-laa tadzhab nafsuka) yang berarti "maka janganlah dirimu lenyap". Susunan ini muncul satu kali. Kata kerja lain untuk diri yang binasa karena duka tertulis di 18:6 dan 26:3, yaitu (بَاخِعٌ نَفْسَكَ, baakhi'un nafsaka) yang berarti "membinasakan dirimu". Karena kata kerjanya berbeda, terjemahan tidak menyamakan keduanya. Kata (حَسَرَاتٍ, hasaraatin) yang berarti "kesedihan" berakar ح-س-ر dan muncul dua kali, yaitu 2:167 dan 35:8. Di 2:167, (حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ, hasaraatin 'alayhim) yang berarti "penyesalan atas mereka" muncul sebagai akibat amal-amal mereka sendiri yang diperlihatkan kepada mereka, sedangkan di 35:8 kesedihan itu ada pada orang yang disapa dengan akhiran -ka dan tertuju kepada mereka. Karena arah rasanya berbeda, 35:8 memakai "kesedihan" dan 2:167 memakai "penyesalan".

Susunan (بِمَا يَصْنَعُونَ, bi-maa yashna'uuna) muncul dua kali, yaitu di 24:30, (خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ, khabiirun bi-maa yashna'uuna), dan di 35:8, (عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ, 'aliimun bi-maa yashna'uuna). Akar ص-ن-ع dan ع-م-ل berdampingan di 35:8: suu'u 'amalihi untuk perbuatan yang dijadikan terasa indah, dan yashna'uuna untuk apa yang diketahui Allah. Dua akar itu berdampingan juga di 18:103 dan 18:104, tempat (أَعْمَالًا, a'maalan) yang berarti "perbuatan" disusul (يُحْسِنُونَ صُنْعًا, yuhsinuuna shun'an) yang berarti "berbuat sebaik-baiknya" bagi orang-orang yang usahanya sia-sia, serta di 5:62 dan 5:63. Rumus penutup 5:62, (لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, la-bi'sa maa kaanuu ya'maluuna), berganti kata kerja di 5:63 menjadi (لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ, la-bi'sa maa kaanuu yashna'uuna). Terjemahan memakai "perbuat" untuk yashna'uuna seperti di 5:63 dan 24:30.

Tafsiran

Ayat ini membiarkan pertanyaan pembukanya terbuka. Tidak ada kalimat pembanding yang menyelesaikannya, dan ayat langsung berpindah ke kehendak Allah menyesatkan dan memberi petunjuk, lalu ke larangan bagi satu orang yang disapa, dan ditutup dengan pengetahuan Allah tentang apa yang mereka perbuat.

Di 35:5 disebut dua sumber tipuan, kehidupan dunia dan (الْغَرُورُ, l-gharuuru) yang berarti "si penipu", dan 35:6 menyebut setan sebagai musuh yang menyeru golongannya. Ayat 35:8 menggambarkan akibat tipuan dari sisi orang yang tertipu: amal buruknya dijadikan terasa indah lalu dipandangnya baik. Dapat dibaca bahwa 35:8 melanjutkan peringatan 35:5 dan 35:6, tetapi 35:8 sendiri tidak memakai kata tipuan dan tidak menamai pelaku penghiasan itu.

Dalam ayat ini ada tiga kelompok yang disebut: orang yang amalnya dijadikan terasa indah, orang yang diberi petunjuk, dan satu orang yang disapa dengan (نَفْسُكَ, nafsuka) yang berarti "dirimu", tanpa nama. Larangan kepada orang yang disapa itu didampingi alasan berupa pengetahuan Allah tentang apa yang mereka perbuat, dan ayat tidak memuat hal lain yang meringankan duka itu.

Duka atas orang yang menolak muncul pula di 18:6 dan 26:3, tetapi di sana dinyatakan sebagai kemungkinan lewat (لَعَلَّكَ, la'allaka) yang berarti "mungkin engkau", sedangkan 35:8 memakai larangan. Sesudah dua keadaan akhir di 35:7, ayat ini menggambarkan satu keadaan batin, yaitu memandang baik amal yang buruk, dan tidak menyatakan bahwa orang itu termasuk kelompok pertama di 35:7. Sesudahnya 35:9 membuka rangkaian tanda tentang bumi yang mati dihidupkan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 35:8 menulis penghiasan amal sebagai kalimat pasif tanpa pelaku, sedangkan di 6:43, 8:48, 16:63, 27:24, dan 29:38 setan tertulis sebagai pelaku. Pembaca yang menemukan keindahan semu pada pekerjaannya sendiri tidak mendapat satu nama pun dari ayat ini untuk ditunjuk, padahal ayat ini tidak menyatakan bahwa pelaku itu tidak ada. Bila pertanyaan tentang siapa yang menghias tidak dijawab di sini, apa yang tersisa untuk diperiksa pada pekerjaan itu sendiri sebelum menamai siapa pun yang bertanggung jawab atasnya?
  • Ayat 35:8 tidak mencatat keraguan pada orang yang dimaksud: amalnya dijadikan terasa indah, lalu dipandangnya baik, dan rangkaian itu selesai di sana. Di 37:55 kata kerja yang sama dipakai untuk melihat sebuah tempat, sedangkan di 35:8 dipakai untuk menilai. Pembaca menilai pekerjaannya sendiri dengan alat yang sama, yaitu pandangannya. Bagaimana pembaca membedakan, dari dalam, pekerjaan yang tampak baik karena memang baik dari pekerjaan yang tampak baik karena dijadikan terasa indah, bila keduanya terlihat sama di mata yang memandang?
  • Menyesatkan dan memberi petunjuk sama-sama digantungkan pada kehendak Allah di 35:8, dan ayat ini tidak menyatakan atas dasar apa kehendak itu. Di 13:27 kata kerja kedua diberi arah, yaitu petunjuk ke arah-Nya bagi siapa yang bertobat, dan kalimat itu menjadi jawaban bagi orang-orang yang kufur yang menanyakan tanda dari Tuhannya, sedangkan di 35:8 kalimat tentang kehendak itu berada di antara pertanyaan dan larangan. Bila 35:8 dibaca sendirian, apa yang akan dipikirkan pembaca tentang kehendak itu, dan apa yang berubah dalam pikirannya ketika 13:27 dibaca di sampingnya dengan kata bertobat yang ikut tertulis?
  • Ayat ini melarang diri lenyap karena kesedihan terhadap orang lain, dan alasan yang tertulis di sampingnya adalah pengetahuan Allah tentang apa yang mereka perbuat. Duka terhadap seseorang yang memandang baik jalan yang keliru dapat terasa seperti tugas yang tak boleh dilepas. Ayat 35:8 menaruh pengetahuan Allah di samping duka itu sebagai alasan agar diri tidak habis olehnya. Apa yang bergeser dalam duka seorang pembaca terhadap orang yang dicintainya bila pembaca memikirkan bahwa Allah berilmu atas apa yang diperbuat orang itu?
  • Pertanyaan di awal 35:8 berhenti pada kata baik, dan terjemahan melengkapinya dengan pembanding orang yang mendapat petunjuk, sedangkan di 47:14 pembanding itu tertulis di dalam ayat. Pembaca terjemahan sudah menerima jawabannya sebelum sempat menunggu, padahal bahasa Arabnya berhenti sebelum selesai. Ketika sebuah pertanyaan berhenti di tengah kalimat, apakah pembaca menunggu kalimat berikutnya, atau menyelesaikannya sendiri dengan jawaban yang sudah dibawanya sejak awal?
  • Ayat 35:8 ditutup dengan Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat, dan di 18:104 orang-orang yang usahanya sia-sia mengira mereka berbuat sebaik-baiknya dengan akar kata yang sama. Dua ayat itu mempertemukan perbuatan dan penilaian si pelaku, dan 35:8 tidak menggantungkan ilmu Allah pada penilaian itu. Dapat dibaca bahwa pengetahuan tentang sebuah perbuatan tidak bergantung pada apakah pelakunya memandangnya baik. Apa yang diketahui tentang pekerjaan pembaca sendiri yang belum ia ketahui, padahal pekerjaan itu terasa baik baginya?