أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Maka, apakah orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, sehingga ia memandangnya baik, sama dengan orang yang mendapat petunjuk? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka, janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًاa-fa-man zuyyina lahu suu'u 'amalihi fa-ra'aahu hasananmaka, apakah orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, sehingga ia memandangnya baik, sama dengan orang yang mendapat petunjuk
- فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُfa-inna llaaha yudhillu man yasyaa'u wa-yahdii man yasyaa'usesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
- فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَfa-laa tadzhab nafsuka 'alayhim hasaraatin inna llaaha 'aliimun bi-maa yashna'uunamaka, janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka; sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat
Terjemahan per kata (25 kata)
- أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
- زُيِّنَzuyyinadihiasi
- لَهُlahubaginya
- سُوءُsuu'ukeburukan
- عَمَلِهِ'amalihiamalnya
- فَرَآهُfa-ra'aahulalu ia melihatnya
- حَسَنًاhasananyang baik
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- يُضِلُّyudhilluDia menyesatkan
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَيَهْدِيwa-yahdiidan Dia memberi petunjuk
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَذْهَبْtadzhablenyap
- نَفْسُكَnafsukadirimu
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- حَسَرَاتٍhasaraatinpenyesalan
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
- بِمَاbi-maapada apa yang
- يَصْنَعُونَyashna'uunamereka perbuat
Inti bacaan
Pertanyaan tajam tentang persepsi moral yang menyimpang: orang yang perbuatan buruknya 'terasa indah' baginya sehingga dianggap baik, kesadaran bahwa persepsi tentang benar-salah bisa terdistorsi secara internal, dan Nabi sendiri diminta tidak membiarkan diri hancur karena kesedihan atas kondisi orang lain yang di luar kendalinya.
Penjelasan pilihan kata
Enam tambahan kurung dihapus: '(oleh setan)', teks Arab memakai bentuk pasif 'zuyyina' tanpa menyebut pelaku; '(berdasarkan pilihannya)' dan '(berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk)', penjelasan teologis tambahan yang tidak ada dalam teks; '(Nabi Muhammad)', sufiks orang kedua tunggal sudah cukup; '(sikap)', 'terhadap mereka' dibiarkan polos. Tambahan '(sama dengan yang mendapat petunjuk)' dirajut langsung ke kalimat pertanyaan retoris karena diperlukan secara gramatikal untuk melengkapi struktur 'a-fa-man' ('apakah orang yang...') yang elips dalam teks Arab, bukan tafsir tambahan.
Tafsiran
Ayat ini membedakan tegas antara orang yang tertipu pandangannya sendiri dengan yang mendapat petunjuk, sekaligus menghibur penerima wahyu agar tidak larut dalam kesedihan berlebihan atas penolakan orang lain.
Renungan dan Hikmah
- Kalimatnya berbentuk pasif, 'dijadikan terasa indah', tanpa menyebut siapa yang menjadikannya. Terjemahan ini tidak menambahkan pelakunya, dan akibatnya pembaca tak punya tempat untuk menitipkan tanggung jawabnya. Menyebut satu nama sebagai penyebab akan membuat kalimat ini terasa lebih jelas dan sekaligus jauh lebih ringan.
- 'Sehingga ia memandangnya baik' menutup celahnya, dan Allah menyebutnya sebagai keadaan yang utuh. Tidak ada sisa keraguan, tidak ada rasa mengganjal yang tertinggal. Kekeliruan yang paling berbahaya memang bukan yang membuat gelisah, melainkan yang sudah selesai meyakinkan pemiliknya, sebab tak ada lagi yang tersisa untuk memicu pemeriksaan.
- 'Janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka'. Kesedihan atas keadaan orang lain disebut Allah sebagai sesuatu yang bisa membinasakan yang menanggungnya. Peduli memang tak pernah dilarang, tetapi peduli yang menghabiskan orangnya sendiri tidak menolong siapa-siapa, termasuk yang dipedulikannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').