أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Maka, apakah orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, sehingga ia memandangnya baik, sama dengan orang yang mendapat petunjuk? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka, janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًاa-fa-man zuyyina lahu suu'u amalihi fa-ra'aahu hasananmaka, apakah orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, sehingga ia memandangnya baik, sama dengan orang yang mendapat petunjuk
- فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُfa-inna llaaha yudillu man yashaa'u wa-yahdii man yashaa'usesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
- فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَfa-laa tadzhab nafsuka alayhim hasaraatin inna llaaha aliimun bimaa yasna'uunamaka, janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka; sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..
Aplikasi
Pertanyaan tajam tentang persepsi moral yang menyimpang: orang yang perbuatan buruknya 'terasa indah' baginya sehingga dianggap baik, kesadaran bahwa persepsi tentang benar-salah bisa terdistorsi secara internal, dan Nabi sendiri diminta tidak membiarkan diri hancur karena kesedihan atas kondisi orang lain yang di luar kendalinya.