وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَىٰ بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ كَذَٰلِكَ النُّشُورُ

Dan Allahlah yang mengirim angin, lalu ia menggerakkan awan, lalu Kami arahkan ia ke suatu negeri yang mati, lalu dengannya Kami hidupkan bumi setelah matinya. Demikianlah kebangkitan itu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًاwallaahu lladzii arsala r-riyaaha fa-tutsiiru sahaabandan Allahlah yang mengirim angin, lalu ia menggerakkan awan
  2. فَسُقْنَاهُ إِلَىٰ بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاfa-suqnaahu ilaa baladin mayyitin fa-ahyaynaa bihi l-arda ba'da mawtihaalalu Kami arahkan ia ke suatu negeri yang mati, lalu dengannya Kami hidupkan bumi setelah matinya
  3. كَذَٰلِكَ النُّشُورُka-dzaalika n-nushuurudemikianlah kebangkitan itu
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-l-h, r-s-l, r-w-h, ts-w-r, s-h-b, s-w-q, b-l-d, m-w-t, h-y-y, a-r-d, b-'-d, n-sh-r): arsala r-riyaah diterjemahkan 'mengirim angin' (akar r-s-l + akar r-w-h); tuthiiru sahaaban diterjemahkan 'menggerakkan awan' (akar ts-w-r + akar s-h-b); balad mayyit diterjemahkan 'negeri yang mati' (akar b-l-d + akar m-w-t); ahyaynaa diterjemahkan 'menghidupkan' (akar h-y-y); nushuur diterjemahkan 'kebangkitan' (akar n-sh-r). gloss '(bermacam)/(hujan)/(tandus)' dibuang.

Aplikasi

Analogi kebangkitan lewat siklus alam: angin menggerakkan awan, menghidupkan tanah yang mati menjadi subur kembali, 'demikianlah kebangkitan itu'; fenomena alam yang bisa disaksikan langsung dijadikan jembatan memahami konsep abstrak tentang hidup setelah mati.