وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَىٰ بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ كَذَٰلِكَ النُّشُورُ
Dan Allahlah yang mengirim angin, lalu ia menggerakkan awan, lalu Kami arahkan ia ke suatu negeri yang mati, lalu dengannya Kami hidupkan bumi setelah matinya. Demikianlah kebangkitan itu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًاwa-llaahu lladzii arsala r-riyaaha fa-tutsiiru sahaabandan Allahlah yang mengirim angin, lalu ia menggerakkan awan
- فَسُقْنَاهُ إِلَىٰ بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاfa-suqnaahu ilaa baladin mayyitin fa-ahyaynaa bihi l-ardha ba'da mawtihaalalu Kami arahkan ia ke suatu negeri yang mati, lalu dengannya Kami hidupkan bumi setelah matinya
- كَذَٰلِكَ النُّشُورُka-dzaalika n-nusyuurudemikianlah kebangkitan itu
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- الَّذِيlladziiyang
- أَرْسَلَarsalamengutus
- الرِّيَاحَr-riyaahaangin
- فَتُثِيرُfa-tutsiirumaka menggerakkan
- سَحَابًاsahaabanawan
- فَسُقْنَاهُfa-suqnaahumaka Kami menghalaunya
- إِلَىٰilaake
- بَلَدٍbaladinnegeri
- مَيِّتٍmayyitinyang mati
- فَأَحْيَيْنَاfa-ahyaynaamaka Kami hidupkan
- بِهِbihidengannya
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- بَعْدَba'dasesudah
- مَوْتِهَاmawtihaamatinya
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- النُّشُورُn-nusyuurukebangkitan
Inti bacaan
Analogi kebangkitan lewat siklus alam: angin menggerakkan awan, menghidupkan tanah yang mati menjadi subur kembali, 'demikianlah kebangkitan itu'; fenomena alam yang bisa disaksikan langsung dijadikan jembatan memahami konsep abstrak tentang hidup setelah mati.
Penjelasan pilihan kata
Peralihan dari 'Allah' orang ketiga ke 'Kami' orang pertama jamak dalam satu ayat konsisten dengan pola pergantian sudut pandang yang lazim dalam teks Arab, bukan inkonsistensi.
Tafsiran
Ayat ini memakai siklus alam sebagai analogi langsung bagi kebangkitan: angin, awan, dan hujan yang menghidupkan bumi mati menjadi bukti konkret dan berulang bagi konsep kebangkitan yang lebih abstrak.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia mengirim angin, angin menggerakkan awan, Dia mengarahkannya ke negeri yang mati, lalu menghidupkan bumi. Empat langkah. Satu rantai, satu pelaku.
- Tujuan yang Dia pilih negeri yang mati. Bukan yang subur. Yang paling kering justru yang dituju lebih dahulu.
- Allah menutup dengan demikianlah kebangkitan itu. Satu kalimat. Peristiwa yang bisa dilihat tiap tahun dipakai menjelaskan yang belum pernah dilihat siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, r-s-l, r-w-h, ts-w-r, s-h-b, s-w-q, b-l-d, m-w-t, h-y-y, a-r-d, b-'-d, n-sh-r): arsala r-riyaah diterjemahkan 'mengirim angin' (akar r-s-l + akar r-w-h); tuthiiru sahaaban diterjemahkan 'menggerakkan awan' (akar ts-w-r + akar s-h-b); balad mayyit diterjemahkan 'negeri yang mati' (akar b-l-d + akar m-w-t); ahyaynaa diterjemahkan 'menghidupkan' (akar h-y-y); nushuur diterjemahkan 'kebangkitan' (akar n-sh-r). gloss '(bermacam)/(hujan)/(tandus)' dibuang.