مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُولَٰئِكَ هُوَ يَبُورُ
Siapa yang menghendaki kedigdayaan, kedigdayaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nya naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal saleh mengangkatnya. Dan orang-orang yang merencanakan makar jahat, bagi mereka azab yang keras, dan makar mereka itu akan hancur.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًاman kaana yuriidu l-'izzata fa-li-llaahi l-'izzatu jamii'ansiapa yang menghendaki kedigdayaan, kedigdayaan itu semuanya milik Allah
- إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُilayhi yash'adu l-kalimu th-thayyibu wa-l-'amalu sh-shaalihu yarfa'uhukepada-Nya naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal saleh mengangkatnya
- وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُولَٰئِكَ هُوَ يَبُورُwa-lladziina yamkuruuna s-sayyi'aati lahum 'adzaabun syadiidun wa-makru ulaa'ika huwa yabuurudan orang-orang yang merencanakan makar jahat, bagi mereka azab yang keras, dan makar mereka itu akan hancur
Terjemahan per kata (24 kata)
- مَنْmanorang yang
- كَانَkaanaadalah
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- الْعِزَّةَl-'izzatakemuliaan
- فَلِلَّهِfa-li-llaahimaka milik Allah
- الْعِزَّةُl-'izzatukemuliaan
- جَمِيعًاjamii'ansemuanya
- إِلَيْهِilayhikepada-Nya
- يَصْعَدُyash'adunaik
- الْكَلِمُl-kalimuperkataan
- الطَّيِّبُth-thayyibuyang baik
- وَالْعَمَلُwa-l-'amaludan amal
- الصَّالِحُsh-shaalihuyang saleh
- يَرْفَعُهُyarfa'uhumengangkatnya
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يَمْكُرُونَyamkuruunamereka membuat makar
- السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- شَدِيدٌsyadiidunyang keras
- وَمَكْرُwa-makrudan makar
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- هُوَhuwaitu
- يَبُورُyabuurubinasa
Inti bacaan
Susunan (مَنْ كَانَ يُرِيدُ, man kaana yuriidu) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:134, 11:15, 17:18, 35:10, dan 42:20, dan hanya di 35:10 sesuatu yang dikehendaki itu kedigdayaan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ, man kaana yuriidu l-'izzata) yang berarti "siapa yang menghendaki kedigdayaan". Susunan (مَنْ كَانَ يُرِيدُ, man kaana yuriidu) muncul lima kali di lima surah, yaitu 4:134, 11:15, 17:18, 35:10, dan 42:20, dengan sesuatu yang dikehendaki yang berbeda-beda: (ثَوَابَ الدُّنْيَا, tsawaaba d-dunyaa) di 4:134, (الْحَيَاةَ الدُّنْيَا, l-hayaata d-dunyaa) di 11:15, (الْعَاجِلَةَ, l-'aajilata) di 17:18, (حَرْثَ الْآخِرَةِ, hartsa l-aakhirati) di 42:20, dan kedigdayaan di 35:10. Jawabannya pun berbeda. Di 4:134 jawabannya (فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, fa-'inda llaahi tsawaabu d-dunyaa wa-l-aakhirati) yang berarti "maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat", dan di 35:10 jawabannya (فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا, fa-li-llaahi l-'izzatu jamii'an) yang berarti "kedigdayaan itu semuanya milik Allah". Di tiga ayat lain jawabannya memakai kata kerja dengan pelaku Kami: (نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا, nuwaffi ilayhim a'maalahum fiihaa) di 11:15, (عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا, 'ajjalnaa lahu fiihaa) di 17:18, dan (نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ, nazid lahu fii hartsihi) di 42:20.
Kata (الْعِزَّةَ, l-'izzata) berakar ع-ز-ز dan terjemahan memakai "kedigdayaan", seperti di 4:139, 10:65, dan 63:8. Susunan (الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا, l-'izzata li-llaahi jamii'an) muncul dua kali, yaitu 4:139 dan 10:65, dan di 4:139 kalimat itu menjawab pertanyaan tentang orang yang mencari kedigdayaan di sisi pihak lain. Di 63:8 pemilik kedigdayaan disebut lebih dari satu: (وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ, wa-li-llaahi l-'izzatu wa-li-rasuulihi wa-li-l-mu'miniina) yang berarti "dan kedigdayaan itu milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin". Di 2:206 kata yang sama dipakai untuk sifat manusia: (أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ, akhadzat-hu l-'izzatu bi-l-itsmi) yang berarti "kedigdayaannya membawanya kepada dosa".
Kata kerja (يَصْعَدُ, yash'adu) yang berarti "naik" berakar ص-ع-د dan muncul satu kali, di ayat ini. Naik kepada-Nya dinyatakan dengan akar lain di (يَعْرُجُ إِلَيْهِ, ya'ruju ilayhi) di 32:5 dan (تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ, ta'ruju l-malaa'ikatu wa-r-ruuhu ilayhi) di 70:4. Yang naik di 35:10 adalah (الْكَلِمُ الطَّيِّبُ, l-kalimu th-thayyibu) yang berarti "perkataan-perkataan yang baik", dari akar ك-ل-م dan ط-ي-ب. Kata (الْكَلِمَ, l-kalima) dengan kata sandang muncul tiga kali di dua surah dalam susunan (يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ, yuharrifuuna l-kalima) yang berarti "mereka mengubah perkataan", yaitu 4:46, 5:13, dan 5:41, sedangkan di 35:10 perkataan itu naik. Bentuk tunggalnya (كَلِمَةً طَيِّبَةً, kalimatan thayyibatan) yang berarti "sebuah kalimat yang baik" muncul satu kali, di 14:24.
Kalimat berikutnya adalah (وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ, wa-l-'amalu sh-shaalihu yarfa'uhu) yang berarti "dan amal saleh mengangkatnya". Kata kerja yarfa'u berakar ر-ف-ع, dan bentuk (يَرْفَعُ, yarfa'u) muncul dua kali, yaitu 2:127, (يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ, yarfa'u ibraahiimu l-qawaa'ida) yang berarti "Ibrahim mengangkat dasar-dasar", dan 35:10. Akhiran -hu pada yarfa'uhu menunjuk satu benda laki-laki tunggal, dan di ayat ini ada dua benda yang cocok, yaitu perkataan yang baik dan amal saleh. Terjemahan membaca amal saleh sebagai pengangkat dan perkataan sebagai yang diangkat, sesuai urutan kata naik lalu mengangkat. Pembacaan lain menjadikan amal saleh sebagai yang diangkat dengan pengangkat yang tidak tertulis, dan teksnya tidak memutuskan di antara kedua bacaan itu.
Kata (يَمْكُرُونَ, yamkuruuna) yang berarti "mereka merencanakan makar" berakar م-ك-ر, dan (السَّيِّئَاتِ, s-sayyi'aati) yang berarti "yang jahat" berakar س-و-ء. Susunan (يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ, yamkuruuna s-sayyi'aati) muncul satu kali, dan bentuk lampaunya (مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ, makaruu s-sayyi'aati) muncul satu kali di 16:45, dengan terjemahan "orang-orang yang membuat makar jahat". Kalimat (لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ, lahum 'adzaabun syadiidun) yang berarti "bagi mereka azab yang keras" sama dengan 35:7 dan muncul enam kali di empat surah, yaitu 3:4, 35:7, 35:10, 38:26, 42:16, dan 42:26.
Kata kerja (يَبُورُ, yabuuru) berakar ب-و-ر dan muncul satu kali, yaitu di penutup ayat ini, (وَمَكْرُ أُولَٰئِكَ هُوَ يَبُورُ, wa-makru ulaa'ika huwa yabuuru) yang berarti "dan makar mereka itu akan hancur". Akar yang sama muncul di (لَنْ تَبُورَ, lan tabuura) di 35:29, (قَوْمًا بُورًا, qawman buuran) di 25:18 dan 48:12, dan (دَارَ الْبَوَارِ, daara l-bawaari) di 14:28. Terjemahan mengikuti benda yang menjadi pokok kalimat: "hancur" untuk makar di 35:10, "rugi" untuk perdagangan di 35:29, dan "binasa" untuk kaum di 25:18 dan 48:12.
Tafsiran
Ayat ini menjawab orang yang menghendaki kedigdayaan dengan menyebut pemiliknya, lalu menyebut dua hal yang naik kepada-Nya, yaitu perkataan yang baik dan amal saleh, dan menutup dengan nasib orang-orang yang merencanakan makar jahat. Ayat tidak menyatakan bahwa orang yang merencanakan makar sedang mencari kedigdayaan, dan hubungan itu hanya terbaca dari letaknya sesudah kalimat pertama.
Ayat 35:8 menyebut orang yang amal buruknya dijadikan terasa indah, dan 35:9 membicarakan angin, awan, dan bumi yang dihidupkan. Ayat 35:10 kembali ke perbuatan manusia: amal saleh yang mengangkat atau diangkat, dan makar yang hancur. Dua ayat itu menaruh perbuatan manusia pada dua arah yang berlawanan, yang satu naik kepada-Nya dan yang lain hancur.
Makar jahat muncul lagi di 35:43, (وَمَكْرَ السَّيِّئِ, wa-makra s-sayyi'i) yang berarti "dan makar jahat", disusul (وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ, wa-laa yahiiqu l-makru s-sayyi'u illaa bi-ahlihi) yang berarti "dan makar jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya". Ayat 35:10 menyebut makar itu hancur, dan 35:43 menyebut ke mana makar itu menimpa. Perdagangan yang tidak akan rugi di 35:29 berdiri di seberangnya, dengan kata kerja yang sama dan peniadaan, sehingga dapat dibaca bahwa surah ini menaruh dua kemungkinan bagi usaha manusia, yang rugi dan yang tidak rugi, tanpa menyebut keduanya sebagai pasangan.
Kedigdayaan disebut milik Allah di sini, dan akar yang sama dipakai untuk menyebut Allah di 35:2, (وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, wa-huwa l-'aziizu l-hakiimu) yang berarti "dan Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah", serta di 35:28, (إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ, inna llaaha 'aziizun ghafuurun) yang berarti "sesungguhnya Allah digdaya lagi pengampun".
Renungan dan Hikmah
- Ayat 35:10 menjawab orang yang menghendaki kedigdayaan dengan menyebut pemiliknya, dan tidak menyebut cara memperolehnya di kalimat yang sama. Di 4:139 kalimat serupa menjawab pertanyaan tentang orang yang mencari kedigdayaan di sisi pihak lain. Bagi pembaca yang sedang mencari kedigdayaan di suatu tempat, ayat ini menunjuk alamat yang lain. Ke mana pembaca mengarahkan pencariannya akan kedigdayaan, dan apakah jawaban tentang pemiliknya mengubah arah itu, atau menambah satu alamat lagi di daftar yang sudah ada?
- Perkataan yang baik disebut naik kepada-Nya, dan amal saleh disebut mengangkat dalam bacaan yang diikuti terjemahan. Dua kata kerja yang berbeda dipakai, satu untuk gerak naik dan satu untuk tenaga yang mengangkat. Dalam bacaan itu perkataan yang baik naik bersama tenaga yang mengangkatnya. Pembaca dapat memeriksa perkataan baik yang pernah diucapkannya dan bertanya amal apa yang menyertainya. Bila perkataan itu memerlukan pengangkat, apa yang terjadi pada perkataan baik yang tidak pernah diikuti pekerjaan?
- Kata al-kalim muncul di tiga ayat dalam keadaan diubah dari tempat-tempatnya, dan di 35:10 kata yang sama muncul dalam keadaan naik kepada-Nya. Ketiga ayat itu berbeda konteks, sehingga tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa satu benda, yaitu perkataan, dapat menempuh dua arah yang berlawanan. Pembaca dapat bertanya bagian mana dari sebuah perkataan yang menentukan arahnya, isi kalimat itu atau perbuatan yang menyertainya, dan ke arah mana perkataannya sendiri biasanya berjalan?
- Menurut 35:10 makar itu hancur tanpa menyebut kapan, dan menurut 35:43 makar jahat menimpa orang yang merencanakannya tanpa menyebut caranya. Akibat makar jahat itu kembali kepada perencananya sendiri, sehingga kehancuran rencana itu sampai ke tangan yang menyusunnya. Bila rencana itu hancur, apa yang terjadi pada orang yang menyusunnya, dan apa yang tersisa dari rencana yang tidak dilepaskannya sebelum hancur? Bagi pembaca yang pernah menyusun rencana yang merugikan orang lain, dua ayat ini dapat dibandingkan dengan ingatan sendiri, untuk memeriksa ke tangan siapa akhir rencana itu jatuh.
- Kata kerja yang sama dipakai untuk makar yang hancur di 35:10 dan untuk perdagangan yang tidak akan rugi di 35:29. Kedua ayat berbeda konteks, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menimbang usaha hidupnya dapat memakai dua gambaran itu sebagai cermin: usaha mana yang dalam bahasa surah ini disebut makar, dan usaha mana yang disebut perdagangan. Bila kedua usaha itu dijalankan dengan tenaga yang sama, apa yang membedakan hasil akhirnya menurut ayat-ayat ini?
- Kedigdayaan disebut milik Allah di 35:10, dan di 35:28 Dia disebut Sang Digdaya lagi Sang Pengampun. Pembaca yang membayangkan kedigdayaan sebagai sesuatu yang keras dan tak tertembus mendapati surah ini menaruh kata pengampun di samping kata digdaya. Bila pemilik kedigdayaan juga pengampun, apa yang berubah dalam cara pembaca membayangkan kedigdayaan yang dicarinya, dan apa yang tersisa dari bayangan itu bila kata pengampun dihapus?