وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan tidak sama dua laut, yang ini tawar lagi segar, mudah ditelan minumannya, dan yang ini asin lagi pahit. Dan dari masing-masing itu, kalian dapat memakan daging yang segar dan mengeluarkan perhiasan yang kalian pakai. Dan engkau melihat kapal-kapal membelah di dalamnya, agar kalian dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌwa-maa yastawi l-bahraani haadzaa 'adzbun furaatun saa'ighun syaraabuhu wa-haadzaa milhun ujaajundan tidak sama dua laut, yang ini tawar lagi segar, mudah ditelan minumannya, dan yang ini asin lagi pahit
  2. وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَاwa-min kullin ta'kuluuna lahman thariyyan wa-tastakhrijuuna hilyatan talbasuunahaadan dari masing-masing itu, kalian dapat memakan daging yang segar dan mengeluarkan perhiasan yang kalian pakai
  3. وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَwa-tara l-fulka fiihi mawaakhira li-tabtaghuu min fadhlihi wa-la'allakum tasykuruunadan engkau melihat kapal-kapal membelah di dalamnya, agar kalian dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kalian bersyukur

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. يَسْتَوِيyastawisama
  3. الْبَحْرَانِl-bahraanidua laut
  4. هَٰذَاhaadzaaini
  5. عَذْبٌ'adzbuntawar
  6. فُرَاتٌfuraatunsegar
  7. سَائِغٌsaa'ighunmudah ditelan
  8. شَرَابُهُsyaraabuhuminumannya
  9. وَهَٰذَاwa-haadzaadan ini
  10. مِلْحٌmilhunasin
  11. أُجَاجٌujaajunpahit
  12. وَمِنْwa-mindan dari
  13. كُلٍّkullinmasing-masing
  14. تَأْكُلُونَta'kuluunakalian makan
  15. لَحْمًاlahmandaging
  16. طَرِيًّاthariyyansegar
  17. وَتَسْتَخْرِجُونَwa-tastakhrijuunadan kalian mengeluarkan
  18. حِلْيَةًhilyatanperhiasan
  19. تَلْبَسُونَهَاtalbasuunahaakalian memakainya
  20. وَتَرَىwa-taradan engkau melihat
  21. الْفُلْكَl-fulkakapal
  22. فِيهِfiihidi dalamnya
  23. مَوَاخِرَmawaakhiramembelah
  24. لِتَبْتَغُواli-tabtaghuuagar kalian mencari
  25. مِنْmindari
  26. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  27. وَلَعَلَّكُمْwa-la'allakumdan agar kalian
  28. تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur

Inti bacaan

Susunan (مِلْحٌ أُجَاجٌ, milhun ujaajun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 25:53 dan 35:12.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ, wa-maa yastawi l-bahraani) yang berarti "dan tidak sama dua laut". Kata kerja yastawi berakar س-و-ي, dan (الْبَحْرَانِ, l-bahraani) berakar ب-ح-ر dalam bentuk yang menyatakan dua. Bentuk itu muncul satu kali, yaitu di ayat ini, sedangkan bentuk dua yang lain, (الْبَحْرَيْنِ, l-bahrayni), muncul empat kali di empat surah, yaitu 18:60, 25:53, 27:61, dan 55:19. Susunan (مَا يَسْتَوِي, maa yastawi) muncul empat kali di dua surah, yaitu 35:12, 35:19, 35:22, dan 40:58. Di 35:19 bunyinya (وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ, wa-maa yastawi l-a'maa wa-l-bashiiru) yang berarti "dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat", dan di 35:22 (وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ, wa-maa yastawi l-ahyaa'u wa-la l-amwaatu) yang berarti "dan tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati".

Sifat laut pertama ditulis (هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ, haadzaa 'adzbun furaatun saa'ighun syaraabuhu) yang berarti "yang ini tawar lagi segar, mudah ditelan minumannya". Kata (عَذْبٌ, 'adzbun) berarti "tawar" dan (فُرَاتٌ, furaatun) berarti "segar", dari akar ف-ر-ت. Susunan (عَذْبٌ فُرَاتٌ, 'adzbun furaatun) muncul dua kali, yaitu 25:53 dan 35:12, dan kata furaat muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 25:53, 35:12, dan (مَاءً فُرَاتًا, maa'an furaatan) yang berarti "air yang segar" di 77:27. Kata (سَائِغٌ, saa'ighun) berakar س-و-غ dan muncul di 35:12 serta, dalam bentuk (سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ, saa'ighan li-sy-syaaribiina) yang berarti "mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya", di 16:66. Bentuk kata kerjanya (يُسِيغُهُ, yusiighuhu) di 14:17 berarti "menelannya", dan terjemahan 35:12 memakai "mudah ditelan" seperti di 16:66.

Sifat laut kedua ditulis (وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ, wa-haadzaa milhun ujaajun) yang berarti "dan yang ini asin lagi pahit". Kata (مِلْحٌ, milhun) berarti "asin" dan (أُجَاجٌ, ujaajun) berarti "pahit". Susunan (مِلْحٌ أُجَاجٌ, milhun ujaajun) muncul dua kali, yaitu 25:53 dan 35:12, dan kata ujaaj muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 25:53, 35:12, dan (أُجَاجًا, ujaajan) di 56:70. Di 25:53 seluruh bagian itu berbunyi (هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ, haadzaa 'adzbun furaatun wa-haadzaa milhun ujaajun), dan terjemahan 35:12 memakai "tawar lagi segar" dan "asin lagi pahit" seperti di sana, tanpa "sangat" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Kalimat berikutnya adalah (وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا, wa-min kullin ta'kuluuna lahman thariyyan) yang berarti "dan dari masing-masing itu, kalian dapat memakan daging yang segar". Kata (كُلٍّ, kullin) berarti "masing-masing" dan menunjuk kedua laut, sedangkan (طَرِيًّا, thariyyan) berarti "yang segar" dan muncul dua kali, yaitu 16:14 dan 35:12. Di 16:14 bunyinya (لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا, li-ta'kuluu minhu lahman thariyyan) yang berarti "agar kalian memakan daging yang segar darinya", dengan satu laut sebagai sumber, sedangkan di 35:12 sumbernya masing-masing dari dua laut. Susunan (حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا, hilyatan talbasuunahaa) yang berarti "perhiasan yang kalian pakai" juga muncul dua kali, yaitu 16:14 dan 35:12.

Kata (فُلْكَ, fulka) berarti "kapal", dan (وَتَرَى الْفُلْكَ, wa-taraa l-fulka) muncul dua kali, yaitu 16:14 dan 35:12. Bentuk (مَوَاخِرَ, mawaakhira) yang berarti "membelah" muncul dua kali, yaitu 16:14 dan 35:12. Di 16:14 urutannya (وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ, wa-taraa l-fulka mawaakhira fiihi), sedangkan di 35:12 (وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ, wa-tara l-fulka fiihi mawaakhira). Akhiran -hi pada (فِيهِ, fiihi) tunggal, padahal laut yang disebut dua, dan ayat tidak menyebut laut yang mana. Kata ganti sapaan beralih dari "kalian" pada ta'kuluuna ke "engkau" tunggal pada taraa, dan pola itu sama di 16:14.

Penutup ayat adalah (لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, li-tabtaghuu min fadhlihi wa-la'allakum tasykuruuna) yang berarti "agar kalian dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kalian bersyukur". Susunan itu muncul lima kali di lima surah, yaitu 16:14, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12. Kata (تَشْكُرُونَ, tasykuruuna) berakar ش-ك-ر.

Tafsiran

Ayat ini menyatakan dua laut tidak sama, lalu menyebut apa yang diperoleh dari masing-masing. Sesudah penyebutan sifat yang berlawanan, tawar dan asin, ayat tidak menilai salah satu laut lebih baik, dan manfaat yang disebut sama untuk keduanya: daging yang segar dan perhiasan. Ayat ini berakhir dengan dua tujuan, mencari karunia dan bersyukur.

Di surah yang sama, 35:19 dan 35:22 menaruh pernyataan tidak sama pada pasangan buta dan melihat, hidup dan mati, dan di antara keduanya 35:20 menyebut (وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُ, wa-laa zh-zhulumaatu wa-laa n-nuuru) yang berarti "dan tidak pula kegelapan dengan cahaya", serta 35:21 (وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُورُ, wa-laa zh-zhillu wa-laa l-haruuru) yang berarti "dan tidak pula yang teduh dengan yang panas". Di 35:12 pasangan yang dinyatakan tidak sama adalah dua laut, dan sesudah pernyataan itu ayat menyebut manfaat yang datang dari masing-masing.

Ayat 35:12 berada dalam rangkaian gambaran yang dapat diamati: angin dan awan di 35:9, penciptaan manusia di 35:11, dua laut di 35:12, dan pergantian malam dan siang di 35:13. Akar kata syukur di ayat ini, tasykuruuna, dipakai untuk manusia, dan akar yang sama dipakai untuk Allah di 35:30, (إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ, innahu ghafuurun syakuurun) yang berarti "sesungguhnya Dia pengampun lagi pengganjar", dan di 35:34, (إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ, inna rabbanaa la-ghafuurun syakuurun) yang berarti "sesungguhnya Tuhan kami benar-benar pengampun lagi pengganjar".

Ayat tidak menyebut kapan manfaat itu diterima atau seberapa besar.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 35:12 menyatakan dua laut tidak sama dan menyebut sifat keduanya, tawar lagi segar dan asin lagi pahit, tanpa menyebut salah satu lebih berharga. Perbedaan yang terlihat jelas itu tidak diikuti penilaian apa pun di dalam ayat, dan langsung diikuti penyebutan apa yang diberikan masing-masing. Dua hal dalam hidup pembaca yang tidak setara dapat ditanya dengan pertanyaan yang sama: apa yang masing-masing berikan? Bila salah satu dari dua hal itu selama ini dianggap tidak berguna, apakah daftar pemberiannya kosong atau belum pernah ditulis?
  • Daging yang segar dan perhiasan disebut diperoleh dari masing-masing laut, termasuk dari yang asin lagi pahit, dan di 16:14 sumbernya disebut satu laut. Ayat 35:12 tidak menyebut perbedaan mutu daging atau perhiasan menurut lautnya. Dapat dibaca bahwa sifat sebuah sumber tidak otomatis menentukan apa yang keluar darinya, dan ayat tidak menjelaskan sebabnya. Pembaca dapat bertanya sumber mana dalam hidupnya yang selama ini dinilai dari rasanya saja, dan apakah nilai itu mengubah apa yang sebenarnya keluar darinya setelah dikerjakan?
  • Ayat 35:12 beralih dari kalian pada kata kerja memakan dan mengeluarkan ke engkau tunggal pada kata kerja melihat, tepat ketika kapal disebut, dan pola itu sama di 16:14. Orang yang disapa tunggal itu tidak diberi nama, dan ayat tidak menyebut laut yang menjadi tempat kapal itu membelah. Pembaca yang mendengar kata engkau di ayat ini menjadi orang yang melihat kapal, sebagai pribadi di tengah kelompok yang disapa kalian. Bagaimana pembaca menggambarkan kapal itu bila dirinya yang melihat, dan di laut yang mana kapal itu berjalan dalam gambarannya?
  • Kapal membelah laut dengan dua tujuan yang tertulis, yaitu mencari sebagian karunia-Nya dan bersyukur. Susunan penutup yang sama dipakai di lima ayat, yaitu 16:14, 28:73, 30:46, 35:12, dan 45:12, masing-masing sesudah gambaran yang berbeda. Karunia disebut lebih dulu, syukur sesudahnya, dan ayat tidak menyebut berapa banyak karunia yang dicari. Pembaca dapat memeriksa urutan itu pada usahanya sendiri: ketika mencari sesuatu dari pemberian-Nya, apakah syukur sudah dihitung sebagai tujuan sejak awal, atau baru dipikirkan sesudah hasilnya diterima?
  • Akar kata syukur dipakai untuk manusia di 35:12, tasykuruuna, dan untuk Allah di 35:30 dan 35:34, syakuurun. Satu akar menjangkau dua arah, dari manusia kepada Allah dan dari Allah dalam kata yang diterjemahkan pengganjar. Konteks ketiga ayat berlainan: laut dan kapal di 35:12, pahala bagi orang-orang di 35:29 yang disebut di 35:30, dan ucapan di 35:34 yang menyusul penyebutan taman di 35:33. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebutan bagi Allah di dua ayat itu bergandengan dengan kata pengampun. Bila syukur pembaca di 35:12 dan syukur yang disebut milik Allah di 35:30 berasal dari akar yang sama, apa yang berubah pada cara pembaca memahami syukur ketika dibaca sebagai sesuatu yang dua arah?
  • Ayat 35:12 menyambung gambaran yang disebut sejak 35:9 dan 35:11: angin, penciptaan, lalu dua laut, dan sesudahnya malam dan siang di 35:13. Gambaran-gambaran itu tidak diberi label dalam ayat-ayat tersebut. Dua laut yang tak sama disebut sama-sama menjadi sumber daging yang segar dan perhiasan. Bila gambaran-gambaran itu dibaca berurutan, dengan Allah sebagai pelaku di 35:9 dan 35:11, gambaran mana yang paling mudah dilihat pembaca dari tempatnya berdiri, dan mana yang paling jauh dari pengalamannya?