إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Jika kalian menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruan kalian, dan sekiranya mendengar, mereka tidak menyahut kalian. Dan pada hari Kiamat mereka akan kufur terhadap kemusyrikan kalian. Dan tidak ada yang memberitahukan kepadamu seperti Sang Teliti.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْin tad'uuhum laa yasma'uu du'aa'akum wa-law sami'uu ma stajaabuu lakumjika kalian menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruan kalian, dan sekiranya mendengar, mereka tidak menyahut kalian
  2. وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْwa-yawma l-qiyaamati yakfuruuna bi-syirkikumdan pada hari Kiamat mereka akan kufur terhadap kemusyrikan kalian
  3. وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍwa-laa yunabbi'uka mitslu khabiirindan tidak ada yang memberitahukan kepadamu seperti Sang Teliti

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. إِنْinjika
  2. تَدْعُوهُمْtad'uuhumkalian menyeru mereka
  3. لَاlaatidak
  4. يَسْمَعُواyasma'uumereka mendengar
  5. دُعَاءَكُمْdu'aa'akumseruan kalian
  6. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  7. سَمِعُواsami'uumereka mendengar
  8. مَاmatidaklah
  9. اسْتَجَابُواstajaabuumereka menyahut
  10. لَكُمْlakumkalian
  11. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  12. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  13. يَكْفُرُونَyakfuruunakufur
  14. بِشِرْكِكُمْbi-syirkikumkemusyrikan kalian
  15. وَلَاwa-laadan tidak pula
  16. يُنَبِّئُكَyunabbi'ukamemberitahumu
  17. مِثْلُmitsluseperti
  18. خَبِيرٍkhabiirinSang Teliti

Inti bacaan

Kata benda syirk muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 31:13, 34:22, 35:14, 35:40, dan 46:4, dan bentuk (بِشِرْكِكُمْ, bi-syirkikum) hanya ada di 35:14.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنْ تَدْعُوهُمْ, in tad'uuhum) yang berarti "jika kalian menyeru mereka". Kata kerjanya berakar د-ع-و, akar yang sama dengan (تَدْعُونَ, tad'uuna) di 35:13, sehingga dua ayat berurutan memakai satu kata kerja untuk pihak yang sama. Susunan in tad'uuhum muncul tiga kali di dua surah, yaitu 7:193, 7:198, dan 35:14. Di 7:198 susunan itu disusul (لَا يَسْمَعُوا, laa yasma'uu) yang berarti "mereka tidak mendengar", bunyi yang sama dengan 35:14, dan bentuk itu hanya ada di dua ayat tersebut. Perbedaannya, 7:198 menyebut tujuan seruan lewat (إِلَى الْهُدَىٰ, ilaa l-hudaa) yang berarti "kepada petunjuk", sedangkan 35:14 membiarkan isi seruan kosong. Kata benda (دُعَاءَكُمْ, du'aa'akum) yang berarti "seruan kalian" muncul sekali, yaitu di ayat ini.

Kata (اسْتَجَابُوا, stajaabuu) berakar ج-و-ب. Bentuk persis ini muncul empat kali, yaitu di 3:172, 13:18, 35:14, dan 42:38. Di tiga ayat lain pelakunya manusia yang menyambut Allah, Rasul, atau Tuhan mereka, misalnya (اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ, stajaabuu li-rabbihim) di 42:38. Di 35:14 pelakunya pihak yang diseru, dan penerimanya (لَكُمْ, lakum) yang berarti "kalian". Pihak yang diseru selain Allah menjadi pelaku kata kerja yang sama di tiga ayat lain: (فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ, fa-l-yastajiibuu lakum) di 7:194, (فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ, fa-lam yastajiibuu lahum) di 18:52, dan (مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ, man laa yastajiibu lahu) di 46:5. Ketiganya diterjemahkan dengan "menyahut", sehingga 35:14 memakai "tidak menyahut kalian". Kata "dapat" dan "permintaan" tidak dipakai karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Rangkaian (وَلَوْ سَمِعُوا, wa-law sami'uu) yang berarti "dan sekiranya mendengar" memisahkan dua hal, yaitu mendengar dan menyahut, sehingga keduanya dihitung sebagai dua kejadian yang berbeda.

Kata (يَكْفُرُونَ, yakfuruuna) yang berarti "mereka kufur" berakar ك-ف-ر. Dua ayat lain memakai kufur terhadap perbuatan menyembah yang dilakukan pihak lain: (سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ, sa-yakfuruuna bi-'ibaadatihim) yang berarti "mereka akan kufur terhadap penyembahan mereka" di 19:82, dan (وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ, wa-kaanuu bi-'ibaadatihim kaafiriina) di 46:6. Kata benda syirk muncul lima kali di empat surah, yaitu 31:13, 34:22, 35:14, 35:40, dan 46:4. Di 34:22, 35:40, dan 46:4 kata itu diterjemahkan "andil", misalnya (أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ, am lahum syirkun fii s-samaawaati) yang berarti "ataukah mereka mempunyai andil di langit" di 35:40. Di 31:13 kata itu diterjemahkan "mempersekutukan". Di 35:14 bentuknya (بِشِرْكِكُمْ, bi-syirkikum) dengan akhiran "kalian", dan bentuk ini hanya ada di ayat ini. Terjemahan memakai "kemusyrikan kalian", yaitu perbuatan mempersekutukan yang kalian lakukan, karena objek yakfuruuna bi- di 19:82 dan 46:6 juga perbuatan pihak yang menyembah. Pembacaan "andil kalian" tidak dipakai karena tiga ayat lain menaruh andil pada pihak yang diseru, tidak pada penyeru. Penanda waktu (وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ, wa-yawma l-qiyaamati) yang berarti "dan pada hari Kiamat" muncul delapan kali di enam surah, yaitu 2:85, 4:159, 11:60, 11:99, 28:41, 28:42, 35:14, dan 39:60.

Kata (يُنَبِّئُكَ, yunabbi'uka) yang berarti "memberitahukan kepadamu" berakar ن-ب-أ dan hanya muncul di ayat ini. Akhiran -ka menunjuk satu orang yang diajak bicara, padahal kalimat-kalimat sebelumnya memakai "kalian". Kata (خَبِيرٍ, khabiirin) berakar خ-ب-ر, dan dalam bentuk persis ini hanya ada dua, yaitu 11:1 dan 35:14. Terjemahan memakai "Sang Teliti" seperti di 31:16, 31:29, 31:34, 33:2, 33:34, 34:1, dan 35:31, dan di 35:31 sifat itu dikatakan milik Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Ayat 35:14 sendiri tidak menyebut nama pemilik sifat itu, sehingga bacaan yang menunjuk Allah, Tuhan kalian di 35:13, tetap sebuah pembacaan. Kata "dapat" di depan "memberitahukan" tidak dipakai karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini berjalan dalam tiga langkah yang makin jauh. Langkah pertama adalah percobaan yang bisa dilakukan sekarang: bila kalian menyeru mereka, mereka tidak mendengar. Langkah kedua mengandaikan hal yang lebih longgar, yaitu mereka mendengar, dan hasilnya tetap sama karena mereka tidak menyahut. Langkah ketiga pindah ke hari Kiamat, tempat mereka mengingkari kemusyrikan kalian. Ayat tidak menuduhkan kejahatan atau sifat buruk kepada pihak yang diseru. Semua yang disebut berkaitan dengan kemampuan mendengar dan menyahut, lalu sikap mereka terhadap perbuatan para penyeru.

Urutan yang serupa ada di 46:5 sampai 46:6. Ayat 46:5 menyebut orang yang menyeru selain Allah, yang diseru tidak menyahut sampai hari Kiamat, dan mereka lalai terhadap seruan itu. Ayat 46:6 menyambung dengan manusia dikumpulkan, lalu mereka menjadi musuh bagi mereka dan kufur terhadap penyembahan mereka, dan siapa yang dimaksud dengan kedua "mereka" itu dapat dibaca sebagai yang diseru dan para penyeru. Ayat 35:14 memuat unsur yang sama dalam satu ayat. Bedanya, 46:5 memakai kata lalai, sedangkan 35:14 memakai kata tidak mendengar, dan hubungan kedua keadaan itu tidak diuraikan. Ayat 19:81 sampai 19:82 juga memuat langkah penutup yang serupa, yaitu mereka akan kufur terhadap penyembahan para penyeru dan menjadi musuh bagi mereka.

Kalimat terakhir mengubah sapaan. Dua kalimat pertama berbicara kepada kalian yang menyeru, lalu kalimat penutup menyapa satu orang, yaitu engkau. Kalimat itu menyebut sumber kabar, yaitu tidak ada yang memberitahukan seperti Sang Teliti. Pernyataan tentang hari Kiamat tidak dapat dicocokkan dengan pengalaman sekarang seperti kalimat pertama, sehingga kalimat terakhir dapat dibaca sebagai penunjuk tolok ukur untuk kabar semacam itu.

Kata mendengar muncul lagi di 35:22, tempat pendengaran disebut diberikan Allah kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau tidak sanggup menjadikan orang di dalam kubur dapat mendengar. Konteks 35:22 berbeda dengan 35:14, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 35:15 melanjutkan dengan sapaan wahai manusia dan menyatakan siapa yang sebenarnya memerlukan siapa. Ayat 35:14 menutup uraian tentang pihak yang diseru, dan 35:15 membalik arah pandangan ke para penyeru, yaitu manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Ambang direndahkan dua kali. Pada tingkat pertama pihak yang diseru tidak mendengar, dan pada tingkat kedua, andaikan mereka mendengar, mereka tetap tidak menyahut. Mendengar dan menyahut ditulis sebagai dua kejadian yang bisa terpisah. Orang yang pernah menaruh harap pada pihak selain Allah dapat memisahkan dua pengalaman dalam dirinya, yaitu tidak didengar dan didengar tetapi tidak dijawab. Pada pihak yang ia harapkan, di tingkat mana permintaan itu biasanya berhenti, dan apakah pernah diperiksa sebelum harapan diserahkan?
  • Di 7:198 seruan itu menyebut tujuannya, yaitu kepada petunjuk, sedangkan di 35:14 yang tertulis hanya seruan kalian, tanpa isi. Ayat mencatat arah seruan dan tidak mencatat apa yang diminta. Orang yang berdoa dapat membedakan dua hal dalam doanya sendiri, yaitu isi permintaan dan arah permintaan, dan ayat ini menaruh perhatian pada arahnya. Bila isi permintaannya dikosongkan dan hanya arahnya yang tersisa, ke mana kalimat-kalimat itu menuju, dan apakah arah itu sejalan dengan Dia yang disebut Tuhan kalian di ayat sebelumnya?
  • Ayat ini menaruh satu peristiwa di hari Kiamat, yaitu pihak yang diseru mengingkari kemusyrikan penyerunya. Di 46:5 pihak itu disebut yang diseru selain Allah, dan di 46:6 peristiwa yang sejajar menyebut mereka menjadi musuh bagi para penyeru. Kedua ayat berbeda dalam kata yang dipakai, sehingga kata musuh tidak dibawa ke 35:14. Yang tertulis di 35:14 ialah penolakan terhadap perbuatan menyeru itu sendiri. Pembaca dapat membayangkan sandaran yang selama ini dipegangnya menolak pada saat paling dibutuhkan. Bila sandaran itu berpaling pada hari yang disebut ayat ini, apa yang masih ada di tangan pembaca?
  • Kata kemusyrikan di 35:14 berakhiran kalian, sehingga perbuatan mempersekutukan itu tertulis sebagai milik penyeru. Pihak yang diseru mengingkarinya, dan ayat tidak mencatat bahwa mereka mengambilnya. Seruan yang ditujukan kepada pihak lain tetap tercatat sebagai perbuatan orang yang menyerunya. Orang yang membaca ayat ini dapat bertanya apa saja yang ia kerjakan dengan mengatasnamakan pihak selain Allah, dan apakah catatan perbuatan itu tetap menjadi miliknya sekalipun pihak yang disebut namanya menolak mengakuinya?
  • Kalimat pertama di 35:14 berbentuk pengandaian yang dapat dicocokkan dengan pengalaman, yaitu menyeru lalu menunggu jawaban. Kalimat tentang hari Kiamat tidak dapat dicocokkan dengan cara itu. Ayat membiarkan kedua jenis kalimat berdampingan dalam satu ayat, sebagaimana 35:13 menyebut Allah sebagai Tuhan kalian sebelum ujian itu. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara keyakinan yang bisa dicoba sendiri dan keyakinan yang hanya bisa disandarkan pada sumbernya. Untuk perkara yang tidak bisa dicoba, berapa banyak yang dipercayainya karena sumbernya, dan apakah sumber itu pernah diperiksa seteliti percobaan yang bisa dilakukannya sendiri?
  • Kalimat penutup ayat ini menyebut tidak ada yang memberitahukan kepadamu seperti Sang Teliti. Namanya tidak tertulis di sini, dan di 35:31 sifat yang sama dikatakan milik Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Terjemahan memakai Sang Teliti, tetapi bacaan yang menunjuk Allah di 35:14 tetap berstatus kemungkinan. Ukuran yang disebut ayat ini untuk sebuah sumber kabar adalah ketelitian. Dari sumber mana pembaca biasanya menerima kabar tentang hal yang belum bisa diperiksanya, dan seberapa teliti sumber itu menurut ukuran ayat ini?