يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Wahai manusia, kalianlah yang memerlukan Allah. Dan Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِyaa ayyuhaa n-naasu antumu l-fuqaraa'u ila llaahiwahai manusia, kalianlah yang memerlukan Allah
  2. وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُwa-llaahu huwa l-ghaniyyu l-hamiidudan Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. أَنْتُمُantumukalian
  5. الْفُقَرَاءُl-fuqaraa'uorang-orang fakir
  6. إِلَىilakepada
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  9. هُوَhuwaDia
  10. الْغَنِيُّl-ghaniyyuMahakaya
  11. الْحَمِيدُl-hamiiduMaha Terpuji

Inti bacaan

Penegasan posisi realistis: 'kalianlah yang memerlukan Allah', kerangka relasi yang jujur tentang arah ketergantungan sesungguhnya, bukan sebaliknya, sebagai dasar kerendahan hati yang sehat.

Penjelasan pilihan kata

'Al-ghaniyyu l-hamiidu' konsisten dengan 22:64, 31:12, dan 31:26.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan arah ketergantungan yang sesungguhnya: manusia yang membutuhkan Allah, bukan sebaliknya, sebuah pembalikan total dari anggapan bahwa penyembahan memberi manfaat bagi Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membalik arah kebutuhan yang sering dikira terbalik. Bukan Dia yang perlu disembah. Kita yang perlu menyembah.
  • Sapaannya wahai manusia, bukan wahai orang beriman. Yang disapa semua. Kebutuhannya sama.
  • Dua sifat penutupnya berkecukupan dan terpuji. Allah menyebut Ia tidak kekurangan. Pujian pun bukan kebutuhan-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

antumu l-fuqaraa'u ilaa llaah = 2MP diterjemahkan 'kalianlah yang memerlukan Allah'; al-ghaniyyu l-hamiid TAKRIF diterjemahkan 'Yang Maha Kaya, Sang Terpuji' (ghanii BELUM dibedah, 'Maha Kaya' interim). Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).