يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
Wahai manusia, kalianlah yang memerlukan Allah. Dan Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِyaa ayyuhaa n-naasu antumu l-fuqaraa'u ila llaahiwahai manusia, kalianlah yang memerlukan Allah
- وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُwa-llaahu huwa l-ghaniyyu l-hamiidudan Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji
Terjemahan per kata (11 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّاسُn-naasumanusia
- أَنْتُمُantumukalian
- الْفُقَرَاءُl-fuqaraa'uorang-orang fakir
- إِلَىilakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- هُوَhuwaDia
- الْغَنِيُّl-ghaniyyuMahakaya
- الْحَمِيدُl-hamiiduMaha Terpuji
Inti bacaan
Pasangan (الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ, l-ghaniyyu l-hamiidu) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 22:64, 31:26, 35:15, 57:24, dan 60:6, dan hanya 35:15 yang membukanya dengan (وَاللَّهُ هُوَ, wa-llaahu huwa).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا النَّاسُ, yaa ayyuhaa n-naasu) yang berarti "wahai manusia". Sapaan ini muncul dua puluh kali di sembilan surah, yaitu 2:21, 2:168, 4:1, 4:170, 4:174, 7:158, 10:23, 10:57, 10:104, 10:108, 22:1, 22:5, 22:49, 22:73, 27:16, 31:33, 35:3, 35:5, 35:15, dan 49:13. Surah 35 memuatnya tiga kali, yaitu di 35:3, 35:5, dan 35:15. Kata (النَّاسُ, n-naasu) yang berarti "manusia" tidak disertai kata iman, sehingga kalimat sesudahnya ditujukan kepada manusia secara umum.
Susunan (أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ, antumu l-fuqaraa'u) yang berarti "kalianlah yang memerlukan" muncul dua kali, yaitu di 35:15 dan 47:38. Kata (الْفُقَرَاءُ, l-fuqaraa'u) berakar ف-ق-ر, dan bentuk jamaknya muncul di tujuh ayat, yaitu 2:271, 2:273, 9:60, 24:32, 35:15, 47:38, dan 59:8. Di ayat yang menyebut golongan orang, misalnya 2:273, 9:60, dan 59:8, bentuk ini diterjemahkan "orang-orang fakir". Di 35:15 kata itu diikuti (إِلَى اللَّهِ, ila llaahi) yang berarti "kepada Allah", yaitu arah kebutuhan, dan jamak fuqaraa' yang diikuti "kepada Allah" hanya ada di ayat ini. Karena sasarannya disebut, terjemahan memakai "memerlukan Allah", sejalan dengan 28:24 yang menerjemahkan (فَقِيرٌ, faqiirun) menjadi "sangat memerlukan" kebaikan yang diturunkan kepada pembicaranya. Di 47:38 tidak ada sasaran sesudah kata itu, dan terjemahan memakai "kalianlah yang fakir".
Kata (الْغَنِيُّ, l-ghaniyyu) berakar غ-ن-ي, dan dalam bentuk bertakrif ini muncul di delapan ayat dari delapan surah, yaitu 6:133, 10:68, 22:64, 31:26, 35:15, 47:38, 57:24, dan 60:6. Terjemahan memakai "Sang Berkecukupan" untuk bentuk itu di 22:64, 31:26, 47:38, 57:24, dan 60:6. Dua akar ف-ق-ر dan غ-ن-ي berada dalam satu ayat yang sama di enam ayat, yaitu 2:273, 3:181, 4:6, 4:135, 35:15, dan 47:38. Penghubung (وَاللَّهُ هُوَ, wa-llaahu huwa) yang berarti "dan Allah, Dialah" muncul dua kali, yaitu di 5:76 dan 35:15. Pasangan (الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ, l-ghaniyyu l-hamiidu) ada di lima ayat, yaitu 22:64, 31:26, 35:15, 57:24, dan 60:6. Dari kelimanya, hanya 35:15 yang menaruh nama Allah langsung sesudah wa- tanpa kata sesungguhnya di depannya, karena empat ayat lain memuat (إِنَّ اللَّهَ, inna llaaha) yang berarti "sesungguhnya Allah" sebelum pasangan itu, misalnya di 57:24 dan 60:6.
Kata (الْحَمِيدُ, l-hamiidu) berakar ح-م-د dan berarti "yang terpuji". Bentuk bertakrif berakhiran -u seperti di 35:15 muncul enam kali, yaitu 22:64, 31:26, 35:15, 42:28, 57:24, dan 60:6. Terjemahan memakai "Sang Terpuji" di keenamnya. Lima dari enam ayat itu menyandingkannya dengan al-ghaniyyu, sedangkan 42:28 menyandingkannya dengan (الْوَلِيُّ, l-waliyyu) yang berarti "Sang Pelindung". Siapa yang memuji dan apa alasan pujian itu tidak tertulis di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini mengubah arah pembicaraan dua ayat sebelumnya. Di 35:13 dan 35:14 sorotan jatuh pada pihak yang diseru: mereka tidak memiliki, tidak mendengar, dan tidak menyahut. Di 35:15 sapaan beralih ke para penyeru dan menyatakan bahwa merekalah yang memerlukan, sedangkan Allah berkecukupan dan terpuji. Kebutuhan ditulis sebagai milik manusia, dan kecukupan sebagai milik Allah.
Surah ini menyapa manusia tiga kali. Di 35:3 sapaannya meminta pendengar mengingat nikmat Allah dan bertanya adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki dari langit dan bumi. Di 35:5 sapaannya menyebut janji Allah itu benar dan melarang kehidupan dunia serta si penipu memperdaya pendengar. Di 35:15 sapaannya menyatakan keadaan tentang siapa yang memerlukan siapa, dan tidak memuat perintah atau larangan.
Ayat 47:38 memuat dua pernyataan yang sama, tetapi urutannya terbalik: kecukupan Allah disebut lebih dulu dan kebutuhan manusia kemudian, dalam ajakan menginfakkan di jalan Allah dan tentang orang yang kikir. Di 35:15 kebutuhan manusia ditulis lebih dulu, tepat sesudah sapaan. Ayat 3:181 memuat kedua kata itu di ucapan orang-orang yang berkata Allah itu miskin dan mereka kaya, dan ayat itu mencatat bahwa Allah telah mendengar perkataan mereka dan akan mencatatnya. Ucapan di 3:181 menaruh miskin dan kaya pada pihak yang berlawanan dengan 35:15 dan 47:38.
Ayat 35:16 menyambung dengan pengandaian bahwa bila Dia menghendaki, Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru. Pernyataan di 35:15 dapat dibaca sebagai latar kalimat itu, sebab yang disebut memerlukan tidak diberi jaminan atas keberadaannya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh kata kalianlah di depan, tepat sesudah sapaan wahai manusia, sehingga pembaca menjadi pihak yang dibicarakan. Kebutuhan ditulis sebagai keadaan manusia terhadap Allah, dan ayat tidak merinci kebutuhan apa. Pembaca yang menghitung ibadah atau sedekahnya sebagai pemberian kepada Allah dapat membandingkan gambaran itu dengan arah yang ditulis ayat ini. Bila arah kebutuhan memang dari manusia kepada Allah, apa yang berubah pada cara pembaca memandang kebaikan yang selama ini dihitungnya sebagai jasanya?
- Sapaan di ayat ini ialah wahai manusia, dan kata orang-orang beriman tidak tertulis di dalamnya. Kata kalianlah berlaku bagi semua yang disapa, dan ayat tidak membagi mereka menurut keyakinan atau amal. Di 35:3 dan 35:5 surah yang sama memakai sapaan yang sama, dan di sana pun kata iman tidak disebut. Pembaca yang menganggap ayat ini ditujukan kepada orang lain dapat memeriksa kembali siapa yang disapa. Bila yang disapa adalah semua manusia, di mana pembaca menempatkan dirinya, di antara yang disapa atau di antara yang membicarakan mereka?
- Allah disebut Sang Berkecukupan. Di 31:12 kecukupan itu dikaitkan dengan manusia yang kufur, yaitu siapa yang kufur, maka Allah berkecukupan lagi terpuji, dan di 39:7 tertulis bahwa Allah tidak memerlukan kalian jika kalian kufur. Kedua ayat itu berbicara tentang kufur, sedangkan 35:15 berbicara tentang keadaan manusia secara umum, sehingga ketiganya tidak disamakan. Ketiganya menaruh kecukupan di pihak Allah. Pembaca yang pernah merasa bahwa kehadirannya atau ketaatannya menambah sesuatu bagi Allah dapat menimbang ketiga ayat itu bersama. Apa yang tersisa dari rasa penting itu bila Dia tidak memerlukan apa pun dari pembaca?
- Dua sifat penutup ayat ini berpasangan, yaitu berkecukupan dan terpuji. Ayat tidak mencantumkan pihak yang memuji, dan tidak ada kata yang menunjukkan bahwa Allah menunggu pujian. Pasangan itu dapat dibaca sebagai dua hal yang disebut bersama, yaitu kecukupan dan keterpujian. Pembaca yang pernah memuji karena ingin dibalas dapat membedakan dua alasan memuji, yaitu karena pihak yang dipuji memang terpuji dan karena ada yang diharapkan darinya. Bila pujian kepada Allah tidak menambah apa pun bagi-Nya menurut pasangan sifat itu, dari mana pujian itu datang pada diri pembaca?
- Di 3:181 ada orang-orang yang berkata Allah miskin dan mereka kaya, dan ayat itu mencatat bahwa Allah telah mendengar perkataan itu. Di 35:15 kaya dan miskin ditulis pada arah sebaliknya. Ayat 3:181 tidak memuat apa yang mendorong ucapan itu, sehingga tidak ada dasar menyamakan mereka dengan pembaca. Pembaca dapat memeriksa apakah sikapnya sehari-hari lebih dekat pada kalimat di 3:181 atau pada kalimat di 35:15, tanpa menyimpulkan bahwa ayat 3:181 sedang membicarakannya. Bila arah kebutuhan dapat terbalik dalam sikap dan tidak dalam ucapan, bagaimana pembaca mengenalinya?
- Di 47:38 pernyataan Allah berkecukupan dan kalianlah yang fakir datang sesudah ajakan menginfakkan di jalan Allah dan sesudah disebut bahwa orang yang kikir sesungguhnya kikir terhadap dirinya sendiri. Ayat 35:15 tidak memuat ajakan infak, tetapi pembaca yang menimbang sedekahnya dapat membaca kedua ayat itu berdampingan. Bila Allah berkecukupan dan manusia yang memerlukan, apa yang menurut ayat itu hilang dari orang yang menahan, padahal ia disebut kikir terhadap dirinya sendiri?
- Ayat ini menyatakan bahwa manusia memerlukan Allah, dan membiarkan isi kebutuhan itu kosong. Di 28:24 pembicaranya berkata kepada Tuhannya bahwa dirinya sangat memerlukan kebaikan yang diturunkan kepadanya, dan isi kebutuhannya disebut, yaitu kebaikan. Kebutuhan di 35:15 tidak diberi isi, sehingga tiap pembaca yang menyebut dirinya memerlukan Allah mengisi sendiri kata itu. Bila pembaca menulis daftar isinya, apa yang berada di baris pertama, dan apakah baris itu pernah diucapkannya kepada Tuhannya?