إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ
Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍin yasya' yudzhibkum wa-ya'ti bi-khalqin jadiidinjika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِنْinjika
- يَشَأْyasya'menghendaki
- يُذْهِبْكُمْyudzhibkummelenyapkan kalian
- وَيَأْتِwa-ya'tidan mendatangkan
- بِخَلْقٍbi-khalqindengan ciptaan
- جَدِيدٍjadiidinyang baru
Inti bacaan
Rangkaian (إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ, in yasya' yudzhibkum wa-ya'ti bi-khalqin jadiidin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:19 dan 35:16.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنْ يَشَأْ, in yasya') yang berarti "jika Dia menghendaki". Kata kerja (يَشَأْ, yasya') berakar ش-ي-أ, dan rangkaian in yasya' muncul enam kali di enam surah, yaitu 4:133, 6:133, 14:19, 17:54, 35:16, dan 42:33. Empat dari enam ayat itu melanjutkannya dengan (يُذْهِبْكُمْ, yudzhibkum), yaitu 4:133, 6:133, 14:19, dan 35:16. Dua ayat lain melanjutkannya dengan hal yang berbeda, yaitu merahmati atau mengazab di 17:54, dan menghentikan angin di 42:33.
Kata kerja (يُذْهِبْكُمْ, yudzhibkum) berakar ذ-ه-ب dan memakai bentuk yang menyebabkan sesuatu pergi atau hilang, dengan akhiran "kalian" sebagai objeknya. Bentuk kata kerja ini muncul di sembilan ayat dari sembilan surah, yaitu 4:133, 6:133, 8:11, 9:15, 11:114, 14:19, 22:15, 33:33, dan 35:16. Di lima ayat di antaranya objeknya berupa hal yang dihilangkan, yaitu kekejian setan di 8:11, kemarahan hati di 9:15, kesalahan di 11:114, apa yang menggusarkan di 22:15, dan dosa di 33:33, dan terjemahan memakai "menghilangkan", "menghapus", atau "melenyapkan". Di empat ayat sisanya, termasuk ayat ini, objeknya orang, yaitu "kalian", dan terjemahan memakai kata yang menyatakan akibat bagi orang itu, yaitu "membinasakan" di 14:19 dan 35:16, serta "memusnahkan" di 4:133 dan 6:133. Akar ذ-ه-ب dan ayat ini sama-sama tidak memerinci cara kebinasaan itu terjadi.
Kata (وَيَأْتِ, wa-ya'ti) yang berarti "dan mendatangkan" berakar أ-ت-ي. Rangkaian (يَأْتِ بِخَلْقٍ, ya'ti bi-khalqin) ada dua kali, yaitu di 14:19 dan 35:16. Di 4:133 kata kerja yang sama disusul (بِآخَرِينَ, bi-aakhariina) yang berarti "dengan yang lain", dan di 6:133 pasangan yudzhibkum disusul (وَيَسْتَخْلِفْ, wa-yastakhlif) yang berarti "dan menggantikan". Kedua ayat itu menyebut pengganti sebagai manusia lain atau keturunan kaum lain, sedangkan 14:19 dan 35:16 menyebutnya dengan satu kata benda yang lebih sempit.
Rangkaian (بِخَلْقٍ جَدِيدٍ, bi-khalqin jadiidin) yang berarti "makhluk yang baru" ada dua kali, yaitu di 14:19 dan 35:16. Tanpa awalan bi-, rangkaian (خَلْقٍ جَدِيدٍ, khalqin jadiidin) ada enam kali di enam surah, yaitu 13:5, 14:19, 32:10, 34:7, 35:16, dan 50:15. Di 13:5 dan 32:10 rangkaian itu berada dalam ucapan orang yang meragukan, yaitu (أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ, a-innaa la-fii khalqin jadiidin) yang berarti "apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru". Kata khalq diterjemahkan "makhluk" di 13:5, 14:19, dan 35:16, "ciptaan" di 32:10 dan 34:7, dan "penciptaan" di 50:15. Kata (جَدِيدٍ, jadiidin) berakar ج-د-د dan muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 13:5, 14:19, 17:49, 17:98, 32:10, 34:7, 35:16, dan 50:15. Di kedelapannya kata itu menyifati khalq. Kata benda di 35:16 tidak disertai kata sandang, dan ayat ini tidak menyebut apakah makhluk yang baru itu manusia.
Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 35:17, yang dibuka dengan (وَمَا ذَٰلِكَ, wa-maa dzaalika) yang berarti "dan yang demikian itu".
Tafsiran
Ayat ini menyatakan sebuah kemungkinan dan tidak melaporkan peristiwa. Kata jika membuka kalimat, sehingga kehendak itu ditulis sebagai pengandaian. Kalimat ini menaruh keberadaan manusia, yang di 35:15 disebut memerlukan Allah, di bawah kehendak Allah. Sebab bagi kemungkinan itu tidak tertulis, dan kesalahan manusia pun tidak disebut di dalamnya. Di 4:133 pengandaian yang sama menyebut langsung (أَيُّهَا النَّاسُ, ayyuhaa n-naasu) yang berarti "wahai manusia", sehingga kata kalian di 35:16 dapat dibaca sebagai manusia yang disapa di 35:15.
Urutan kecukupan lalu penggantian muncul tiga kali. Di 6:133 kalimat Tuhanmu berkecukupan dan memiliki rahmat disusul jika Dia menghendaki, Dia memusnahkan kalian dan menggantikan kalian. Di 47:38 pernyataan Allah berkecukupan dan kalian yang fakir disusul jika kalian berpaling, Dia akan menggantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kalian. Di 35:15 sampai 35:16 pernyataan serupa disusul jika Dia menghendaki, Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru. Pemicunya berbeda: 47:38 menyebut berpaling, sedangkan 6:133 dan 35:16 menyebut kehendak saja.
Dua kalimat di 35:16 dan 35:17 sama persis dengan 14:19 dan 14:20 dalam bunyi Arabnya. Di 14:19 kalimat itu menyusul pertanyaan apakah pendengar tidak melihat bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak, sedangkan di 35:16 kalimat itu menyusul pernyataan bahwa manusia memerlukan Allah. Satu kalimat dipakai dengan dua pendahulu yang berbeda, yaitu penciptaan langit dan bumi di satu tempat, dan kebutuhan manusia di tempat lain.
Surah yang sama menyebut kelangsungan manusia di dua tempat lain. Ayat 35:39 menyebut Dia yang menjadikan kalian khalifah-khalifah di bumi, dan 35:45 menyebut bahwa sekiranya Allah menghukum manusia karena perbuatan mereka, tidak ada satu makhluk bergerak pun yang tersisa di bumi, tetapi Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang ditentukan. Ketiga ayat itu menaruh keberlangsungan manusia di tangan Allah, dan teks 35:16 tidak menghubungkannya dengan dua ayat itu secara eksplisit.
Renungan dan Hikmah
- Pengandaian di ayat ini tidak diberi sebab. Tidak ada kesalahan yang disebut dan tidak ada pelanggaran, hanya kehendak. Di 47:38 pengandaian serupa datang sesudah jika kalian berpaling, sehingga ada pemicunya, dan di 35:16 pemicu itu tidak tertulis. Pembaca yang biasa mencari sebab bagi segala sesuatu, termasuk bagi keberadaannya sendiri, dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh keberadaan manusia di bawah kehendak Allah tanpa daftar alasan. Bila sebab tidak tertulis, apa yang dapat dijadikan pegangan selain kata kehendak itu sendiri?
- Kalimat ini datang tepat sesudah pernyataan bahwa manusia memerlukan Allah. Yang disebut memerlukan itu dapat digantikan, dan kata kerja yang dipakai untuk pengganti hanya mendatangkan, tanpa menyebut bahwa Allah kekurangan sesuatu. Pembaca dapat memeriksa bagaimana pembaca menimbang pentingnya dirinya dalam urusan yang lebih besar dari dirinya, apakah sebagai pihak yang dibutuhkan atau sebagai pihak yang memerlukan. Bila rasa penting itu diuji dengan kalimat ini, apa yang masih tersisa dari rasa penting tersebut?
- Rangkaian khalqin jadiidin dipakai juga oleh orang-orang yang meragukan di 13:5 dan 32:10, dalam pertanyaan apakah mereka akan berada dalam ciptaan yang baru. Di 35:16 rangkaian itu berada di pihak Allah dan menjadi sesuatu yang didatangkan-Nya. Ayat-ayat itu membicarakan hal berbeda, yaitu kebangkitan di dua tempat dan penggantian di sini, sehingga ketiganya tidak disamakan. Pembaca dapat membandingkan kata yang sama ketika ditanyakan dengan ragu dan ketika dinyatakan sebagai kemampuan. Bila satu kata baru terdengar sebagai pertanyaan di mulut yang meragukan dan sebagai kemungkinan di pihak Allah, apa yang berubah pada pembaca ketika ia mendengarnya dari pihak kedua?
- Di 35:45 disebut bahwa sekiranya Allah menghukum manusia karena perbuatan mereka, tak satu makhluk bergerak pun tersisa di bumi, tetapi Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang ditentukan. Ayat 35:16 menyebut kemungkinan penggantian tanpa sebab, dan 35:45 menyebut penangguhan di samping sebab. Kedua ayat tidak saling menjelaskan, tetapi keduanya menaruh kelangsungan manusia di tangan Allah. Pembaca dapat memperhatikan bahwa waktu yang diterimanya hari ini disebut ditangguhkan dalam ukuran 35:45 dan tergantung pada kehendak dalam ukuran 35:16. Bagaimana pembaca memakai waktu yang disebut ditangguhkan itu?
- Makhluk yang baru itu tidak diberi gambaran lebih lanjut, baik tentang rupanya maupun tentang mutunya. Di 47:38 pengganti disebut kaum yang lain yang tidak akan seperti kalian, dan di 4:133 disebut manusia yang lain, sedangkan di 35:16 hanya disebut makhluk yang baru. Pembaca yang membayangkan pengganti itu sesuai keinginannya sendiri dapat menyadari bahwa teksnya membiarkan gambaran itu kosong. Bila gambaran pengganti itu tidak tertulis, siapa yang mengisinya dalam pikiran pembaca, dan dengan bahan apa?
- Ayat ini dibuka dengan jika Dia menghendaki, dan rangkaian yang sama dipakai di 17:54 untuk dua kemungkinan yang berlawanan, yaitu Dia merahmati kalian atau Dia mengazab kalian. Di 42:33 rangkaian itu dipakai untuk menghentikan angin, dan di 35:16 untuk keberadaan manusia. Satu rumusan kehendak menjangkau rahmat, azab, angin, dan penggantian manusia dalam tiga ayat berbeda, dan ketiganya tidak saling menjelaskan. Pembaca dapat menimbang urusan sehari-harinya yang dianggapnya terlalu kecil untuk disebut kepada Tuhannya. Bila rumusan yang sama menjangkau angin dan penggantian manusia, di mana pembaca menaruh urusan itu?