وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍwa-maa dzaalika 'alaa llaahi bi-'aziizindan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  3. عَلَى'alaaatas
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. بِعَزِيزٍbi-'aziizinsulit

Inti bacaan

Bentuk (بِعَزِيزٍ, bi-'aziizin) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:91, 14:20, 35:17, dan 39:37, dan dua di antaranya diterjemahkan "tidak sulit".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا ذَٰلِكَ, wa-maa dzaalika) yang berarti "dan yang demikian itu". Kata tunjuk (ذَٰلِكَ, dzaalika) dapat dibaca menunjuk apa yang baru disebut, yaitu pengandaian di 35:16. Kalimat lengkapnya, (وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ, wa-maa dzaalika 'alaa llaahi bi-'aziizin), muncul dua kali, yaitu di 14:20 dan 35:17, dan di keduanya kalimat itu langsung menyusul kalimat in yasya' yudzhibkum.

Susunan (ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ, dzaalika 'alaa llaahi) yang berarti "yang demikian itu bagi Allah" muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu 4:30, 4:169, 14:20, 22:70, 29:19, 33:19, 33:30, 35:11, 35:17, 57:22, dan 64:7. Kalimat itu berakhir dengan (يَسِيرٌ, yasiirun) yang berarti "mudah" di lima ayat, yaitu 22:70, 29:19, 35:11, 57:22, dan 64:7, dengan (يَسِيرًا, yasiiran) di empat ayat, yaitu 4:30, 4:169, 33:19, dan 33:30, dan dengan (بِعَزِيزٍ, bi-'aziizin) yang dinegasikan di dua ayat, yaitu 14:20 dan 35:17. Surah 35 memuat dua dari sebelas kalimat itu: 35:11 berakhir dengan yasiirun yang diterjemahkan "sangat mudah", dan 35:17 meniadakan kesulitan. Kelima ayat yang berakhir dengan yasiirun menaruhnya sesudah pengetahuan yang tercatat di Kitab di 22:70, penciptaan yang dimulai lalu dikembalikan di 29:19, asal manusia dan umur di 35:11, musibah yang tertulis sebelum terjadi di 57:22, dan kebangkitan di 64:7. Ayat 14:20 dan 35:17 menyebut penggantian manusia sebagai hal yang tidak sulit.

Kata (عَزِيزٍ, 'aziizin) berakar ع-ز-ز. Bentuk (بِعَزِيزٍ, bi-'aziizin) muncul empat kali di empat surah, yaitu 11:91, 14:20, 35:17, dan 39:37. Di 11:91, (وَمَا أَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ, wa-maa anta 'alaynaa bi-'aziizin) diterjemahkan "engkau pun bukan orang yang digdaya atas kami", dan di 39:37, (أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ, a-laysa llaahu bi-'aziizin) diterjemahkan "Bukankah Allah digdaya". Kedua ayat itu menyifati pelaku. Ayat 14:20 dan 35:17 menyifati sebuah perkara, yaitu "yang demikian itu", dan terjemahan memakai "tidak sulit". Perkara yang disifati dengan akar yang sama juga ada di 9:128, (عَزِيزٌ عَلَيْهِ, 'aziizun 'alayhi) yang berarti "berat terasa olehnya", dan perkaranya penderitaan yang dialami kaum rasul itu. Tiga ayat itu, 9:128, 14:20, dan 35:17, menaruh sifat tersebut pada perkara yang berat bagi pihak yang disebut sesudah kata 'alaa atau 'alayhi.

Dalam surah yang sama akar ع-ز-ز muncul di empat ayat, yaitu 35:2, 35:10, 35:17, dan 35:28. Di 35:2, (الْعَزِيزُ, l-'aziizu) diterjemahkan "Sang Digdaya", di 35:10 kata kedigdayaan dipakai untuk akar itu, dan di 35:28 bentuknya diterjemahkan "Sang Digdaya" juga, sedangkan di 35:17 terjemahannya memakai "sulit". Terjemahan memakai "bagi Allah" untuk (عَلَى اللَّهِ, 'alaa llaahi), sama dengan 35:11. Kata penguat seperti "sama sekali" tidak ditambahkan di depan "tidak sulit", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini menutup tiga ayat berurutan dengan satu kalimat pendek. Di 35:15 manusia disebut memerlukan Allah, di 35:16 keberadaan manusia diandaikan berada di bawah kehendak, dan di 35:17 hal yang diandaikan itu disebut tidak sulit. Koma di ujung terjemahan 35:16 menandai bahwa kalimat ini melanjutkan ayat sebelumnya, sehingga 35:17 tidak berdiri sendiri.

Kalimat ini berbicara tentang kesulitan dan tidak tentang rencana. Pengandaian di 35:16 dibuka dengan jika Dia menghendaki, dan 35:17 tidak menambahkan bahwa kehendak itu ada. Ayat hanya menyebut ketiadaan kesulitan bagi Allah dalam perkara yang diandaikan di ayat sebelumnya.

Surah ini menutup dua uraian tentang manusia dengan dua kalimat sejenis. Ayat 35:11 menutup uraian tentang asal manusia dari tanah, kehamilan, dan umur dengan kalimat bahwa yang demikian itu mudah bagi Allah. Ayat 35:17 menutup uraian tentang kemungkinan penggantian manusia dengan kalimat bahwa yang demikian itu tidak sulit bagi-Nya. Kedua ayat menaruh dua sisi keberadaan manusia, bagaimana manusia dijadikan dan bagaimana manusia dapat digantikan, di bawah kalimat penutup yang sejenis, dengan kata yang berbeda: ayat yang pertama menyatakan kemudahan, ayat yang kedua meniadakan kesulitan.

Ayat 14:20 memakai kalimat yang sama sesudah pengandaian yang sama, sehingga kalimat ini punya satu tempat lain dalam Al-Qur'an. Ayat 35:18 sesudahnya beralih ke pokok lain: tidak ada pemikul beban yang memikul beban orang lain. Ayat 35:17 menutup bagian tentang manusia yang memerlukan Allah, dan 35:18 membuka bagian tentang beban.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memakai ukuran sulit, lalu meniadakannya bagi Allah: yang demikian itu tidak sulit. Kesulitan yang ditiadakan itu menyangkut penggantian manusia yang diandaikan di ayat sebelumnya. Pembaca yang menilai sesuatu penting karena sulit dicapai dapat memeriksa ukuran itu terhadap kalimat ini. Bila kesulitan tidak menjadi ukuran bagi Allah, ukuran apa yang tersisa untuk menimbang sesuatu yang diberikan-Nya kepada pembaca?
  • Ayat ini berbicara tentang kemudahan dan tidak tentang niat. Sesudah jika Dia menghendaki di ayat sebelumnya, kalimat ini tidak menambahkan bahwa kehendak itu ada. Pembaca dapat menimbang bagaimana ia membaca kalimat yang menyatakan kemampuan, sebagai ancaman, sebagai penghiburan, atau sebagai keterangan saja. Teks memberi keterangan tentang beban dan tidak menentukan tanggapan pembaca atasnya. Bila tanggapan itu tidak diberikan teks, dari mana datangnya tanggapan yang pembaca pilih?
  • Surah ini menutup uraian tentang asal manusia dan umurnya dengan kalimat tentang mudah di 35:11, dan menutup uraian tentang kemungkinan penggantiannya dengan kalimat tentang tidak sulit di 35:17. Kata yang dipilih berbeda, dan ayat tidak menjelaskan alasan perbedaan itu. Pembaca yang memikirkan umurnya dan masa depan manusia dapat membaca kedua kalimat itu berdampingan, dua kalimat tentang Allah untuk dua sisi keberadaan manusia. Bila kedua sisi itu sama-sama berada di bawah kalimat jenis ini, di sisi mana pikiran pembaca lebih sering menetap?
  • Kalimat penutup ini dipakai tanpa perubahan di 14:20, sesudah pengandaian yang sama. Di 14:19 pengandaian itu menyusul penciptaan langit dan bumi dengan hak, dan di 35:16 menyusul kebutuhan manusia. Pembaca yang menemukan satu kalimat di dua tempat dapat bertanya apa yang tetap dari kalimat itu ketika konteksnya bergeser. Bila yang tetap ialah ketiadaan kesulitan bagi Allah, apa yang berubah dalam cara pembaca memandang langit dan bumi, dan dalam cara memandang dirinya sendiri?
  • Kata bagi Allah menaruh ukuran kesulitan pada Allah, dan tidak pada manusia atau pada perkaranya. Perkara yang sama dapat disebut sulit atau mudah tergantung pihak yang mengerjakannya. Di 9:128 sifat yang sama dipakai untuk perkara yang berat bagi seorang rasul, yaitu penderitaan yang dialami kaumnya. Dua ayat itu menaruh berat atau ringan pada pihak yang disebut sesudah kata atas. Pembaca dapat memperhatikan bahwa apa yang disebutnya berat tidak berat bagi semua pihak. Bila perkara yang membebaninya disebut kepada Allah, apa yang menurut kalimat ini berbeda dari sisi-Nya?
  • Kata yang dipilih meniadakan sulit dan tidak menyebut mudah, sehingga ayat ini menolak satu sifat tanpa menawarkan sifat gantinya. Kalimat tentang Allah di 35:11 memakai kata mudah, dan kalimat di 35:17 memakai penolakan sulit. Pembaca yang mendengar tidak sulit mungkin membayangkan ringan, padahal teksnya hanya menyatakan tidak berat. Bila sebuah perkara disebut tidak sulit bagi Allah dan nilainya tidak disebut, apa yang tersisa untuk pembaca isi sendiri tentang perkara itu?