وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُwa-maa yastawi l-a'maa wa-l-bashiirudan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَسْتَوِيyastawisama
- الْأَعْمَىٰl-a'maaorang buta
- وَالْبَصِيرُwa-l-bashiirudan orang yang melihat
Inti bacaan
Kontras pertama dari rangkaian empat pasangan: 'tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat', metafora kejelasan spiritual yang tidak bisa disamakan dengan kebutaan terhadap kebenaran.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian tiga perumpamaan ketidaksetaraan: dimulai dengan kontras penglihatan fisik sebagai analogi bagi kontras spiritual yang lebih dalam.
Renungan dan Hikmah
- Allah membuka deretan perbandingan dengan yang paling kasat. Buta. Dan melihat.
- Yang dibandingkan indra, tetapi maksudnya bukan mata. Buta yang mana tidak disebut. Dibiarkan terbuka.
- Perbandingan ini disusul yang lain di ayat berikutnya. Allah menderetkannya. Gelap dan terang, teduh dan panas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
wa-maa yastawii l-a'maa wal-BASIiR, 'orang yang buta' vs 'orang yang melihat' (manusia; antonim internal a'maa⟷basiir). Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.