وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُ
dan tidak pula kegelapan dengan cahaya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُwa-laa zh-zhulumaatu wa-laa n-nuurudan tidak pula kegelapan dengan cahaya
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- الظُّلُمَاتُzh-zhulumaatukegelapan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- النُّورُn-nuurucahaya
Inti bacaan
Bentuk (الظُّلُمَاتُ, zh-zhulumaatu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:16 dan 35:20, dan di kedua ayat itu kata itu berhadapan dengan nuur.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri atas dua penafian yang sejajar, yaitu (وَلَا الظُّلُمَاتُ, wa-laa zh-zhulumaatu) yang berarti "dan tidak pula kegelapan" dan (وَلَا النُّورُ, wa-laa n-nuuru) yang berarti "dan tidak pula cahaya". Tidak ada kata kerja di dalamnya. Kata kerja (يَسْتَوِي, yastawi) dari 35:19 tidak diulang, sehingga penafiannya dibawa oleh huruf (لَا, laa). Pola yang sama dipakai pada pasangan lain dalam deretan ini, yaitu (وَلَا الْأَمْوَاتُ, wa-la l-amwaatu) di 35:22, dan di 40:58 pada (وَلَا الْمُسِيءُ, wa-laa l-musii'u). Di 13:16 pasangan kegelapan dan cahaya diperlakukan berbeda: kata kerjanya diulang dengan (هَلْ تَسْتَوِي, hal tastawii) yang berarti "apakah sama", sehingga keduanya menjadi pertanyaan tersendiri. Terjemahan 35:20 memakai "dan tidak pula" untuk wa-laa, dan memasang "dengan" di antara dua pihak supaya pembaca tetap membaca sebuah perbandingan.
Kata (الظُّلُمَاتُ, zh-zhulumaatu) yang berarti "kegelapan" berakar ظ-ل-م dan berbentuk jamak. Korpus tidak memuat bentuk tunggal dari kata ini. Di 24:40 jamak itu dihitung sebagai lapisan, (ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ, zhulumaatun ba'dhuhaa fawqa ba'dhin) yang berarti "kegelapan-kegelapan, sebagiannya di atas sebagian lain", dan frasa itu hanya ada di 24:40. Bentuk dengan kata sandang dan akhiran -u seperti di 35:20 muncul dua kali, yaitu di 13:16 dan 35:20, dan keduanya memasangkan kegelapan dengan cahaya sebagai dua pihak yang tidak sama. Sebelas ayat lain memuat bentuk bersandang dengan akhiran -i, misalnya (مِنَ الظُّلُمَاتِ, mina zh-zhulumaati) yang berarti "dari kegelapan", yaitu 2:257, 5:16, 6:1, 6:39, 6:122, 14:1, 14:5, 21:87, 33:43, 57:9, dan 65:11. Terjemahan memakai "kegelapan" tanpa penanda jamak di 2:257, 5:16, 33:43, 57:9, dan 65:11, sedangkan 6:1 menulis "kegelapan-kegelapan" dan 14:1 serta 14:5 menulis "berbagai kegelapan". Terjemahan 35:20 mengikuti kelompok pertama.
Kata (النُّورُ, n-nuuru) yang berarti "cahaya" berakar ن-و-ر. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 13:16 dan 35:20. Dengan kata sandang dan akhiran apa pun, nuur muncul di 12 ayat, yaitu 2:257, 5:16, 6:1, 7:157, 13:16, 14:1, 14:5, 33:43, 35:20, 57:9, 64:8, dan 65:11. Berbeda dari zhulumaat, kata ini tidak memiliki bentuk jamak di korpus. Sepuluh dari dua belas ayat itu memuat kegelapan dan cahaya berdampingan dengan kata sandang, dan kesepuluhnya terbagi tiga. Tujuh ayat, yaitu 2:257, 5:16, 14:1, 14:5, 33:43, 57:9, dan 65:11, memuat (مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ, mina zh-zhulumaati ilaa n-nuuri) yang berarti "dari kegelapan menuju cahaya", yaitu gerak dari yang satu ke yang lain. Satu ayat, 6:1, memuat keduanya sebagai hasil penjadian, dan dua ayat, 13:16 dan 35:20, meletakkannya berhadapan sebagai dua pihak yang tidak sama. Di 35:20 tidak ada kata kerja gerak, sehingga terjemahannya tidak memakai "keluar" atau "menuju".
Tafsiran
Ayat ini memindahkan deretan dari dua jenis orang ke dua keadaan. Pasangan di 35:19 adalah orang buta dan orang yang melihat, pasangan di 35:20 adalah kegelapan dan cahaya, pasangan di 35:21 adalah yang teduh dan yang panas, lalu 35:22 kembali ke dua jenis orang, yaitu yang hidup dan yang mati. Deretan itu karena itu berselang: orang, keadaan, keadaan, orang. Urutan ini terlihat dari teks, dan teks tidak menyebutkan tujuannya.
Di 13:16 kegelapan dan cahaya diletakkan sesudah pasangan buta dan melihat, sama seperti di sini. Bedanya, 13:16 memuat keduanya dalam satu ayat yang tersusun dari pertanyaan-pertanyaan, dan pertanyaan tentang kegelapan dan cahaya didahului pertanyaan tentang pelindung selain Allah. Ayat 35:19 dan 35:20 memisahkan kedua pasangan itu menjadi dua ayat yang berdiri sebagai pernyataan. Karena susunannya berbeda, 13:16 tidak dipakai untuk memastikan apa yang diwakili kegelapan dan cahaya di 35:20.
Tujuh ayat lain memuat dua kata ini dalam satu gerak dari kegelapan menuju cahaya, dan di empat di antaranya pelaku yang mengeluarkan adalah Allah, yaitu 2:257, 5:16, 33:43, dan 57:9. Ayat 35:20 tidak memuat gerak itu. Dua keadaan diletakkan berhadapan, dan tidak ada yang berpindah dari satu ke yang lain. Dengan demikian ayat ini menyatakan bahwa kedua keadaan itu berbeda, sedangkan ayat-ayat lain yang memuat gerak menyebut adanya jalan dari yang satu ke yang lain. Kedua jenis ayat itu tidak saling membatalkan karena yang satu membandingkan dan yang lain menggerakkan.
Ayat 6:1 memuat kedua kata ini sebagai sesuatu yang dijadikan, sehingga di korpus kegelapan dan cahaya sama-sama disebut sebagai hasil penjadian. Ayat 35:20 tidak membicarakan asal keduanya. Pernyataan ayat ini tentang keduanya terbatas pada ketidaksamaannya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 24:40 menggambarkan kegelapan di laut yang dalam, gelombang di atas gelombang, di atasnya awan, kegelapan sebagian di atas sebagian, sampai orang yang mengeluarkan tangannya hampir tidak melihatnya. Gambaran itu tidak berasal dari 35:20 dan tidak menjelaskannya, tetapi memperlihatkan bahwa kegelapan dalam Al-Qur'an dapat berlapis-lapis. Seorang pembaca yang membaca ayat ini dapat bertanya pada dirinya apakah gelap yang dirasakannya satu lapis atau beberapa, dan lapis mana yang menutup pandangannya lebih dulu: gelombang, awan, atau malam?
- Di 2:257 Allah disebut pelindung orang-orang yang beriman, dan Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, sedangkan pelindung orang-orang yang kufur mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan. Ayat 35:20 menyatakan kedua keadaan itu tidak sama, dan 2:257 menyatakan bahwa ada gerak ke dua arah di antara keduanya. Pembaca dapat memperhatikan langkahnya sendiri pada satu urusan: ke arah mana langkah itu sedang digiring, dan siapa yang disebutnya pelindung dalam urusan itu?
- Menurut 57:28, Dia menjadikan cahaya bagi orang-orang beriman yang bertakwa kepada Allah, dan cahaya itu dipakai untuk berjalan, (تَمْشُونَ بِهِ, tamsyuuna bihi) yang berarti "kalian berjalan dengannya". Cahaya di ayat itu menyertai langkah orang yang memakainya, dan tidak disebut sebagai benda yang dipandang dari jauh. Seseorang dapat menimbang apakah pengetahuan yang dimilikinya selama ini dipakainya untuk memandang atau untuk melangkah, dan apakah jalan yang dilaluinya hari ini sempat diterangi olehnya?
- Ayat 24:35 menyebut Allah sebagai cahaya langit dan bumi, dan menyatakan bahwa Allah memberi petunjuk menuju cahaya-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Ayat itu menaruh sumber cahaya pada Allah, dan menaruh tuntunan kepada cahaya itu juga pada Allah. Ayat 35:20 sendiri tidak menyebut sumber cahaya. Pembaca dapat bertanya, bila cahaya itu bukan miliknya sendiri, dari pihak mana selama ini cahaya itu diharapkan datang?
- Di 14:1 sebuah kitab diturunkan agar manusia dikeluarkan dari berbagai kegelapan kepada cahaya, dan ayat itu menambahkan frasa "dengan izin Tuhan mereka". Di 5:16 Allah mengeluarkan orang-orang yang mengikuti rida-Nya dari kegelapan menuju cahaya, juga "dengan izin-Nya". Kedua ayat itu menaruh izin Tuhan di antara kegelapan dan cahaya. Pembaca dapat bertanya pada dirinya, ketika ingin keluar dari satu keadaan, apakah rencananya memuat sebuah izin atau memuat tenaganya sendiri saja?
- Di 66:8 cahaya orang-orang beriman memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami." Cahaya yang sudah ada pun masih diminta disempurnakan kepada Tuhan, dan ayat itu tidak menyebut permintaan itu sebagai tanda kekurangan. Dibandingkan dengan 35:20, orang-orang di 66:8 berada di sisi cahaya dan tetap berdoa. Apakah orang yang merasa berada di sisi cahaya masih memiliki sesuatu yang masih dimintakannya kepada Tuhannya?